NovelToon NovelToon
KAMPUNG JIN

KAMPUNG JIN

Status: tamat
Genre:Horor / Rumahhantu / Misteri / Tamat
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Devi Wahyuni Halim

Arga pulang ke dusun terpencil di Banyuwangi warisan kakeknya, di kaki Gunung Raung.

Kampung itu aneh, Azan terdengar jam 3 pagi tanpa muadzin, rumah kosong tapi piring masih hangat. Warga tutup pintu sebelum maghrib.

Ternyata kampung itu dibagi dua: Jin Islam yang sholat dan menjaga, dipimpin Ustadz ghaib bernama Malik dan Jin Kafir haus tumbal yang disegel di pohon beringin Alas Purwo.

Kepulangan Arga membangunkan Jin Kafir. Sekarang dia harus pilih: kabur dan biarkan gadis yang dia suka jadi tumbal, atau sumpah setia jadi penjaga manusia untuk pasukan Jin Islam.

Kalau kalah, kampung ini akan hilang dari peta Banyuwangi selamanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Devi Wahyuni Halim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27 : Pertarungan Malik Vs Raja Kafir

Lingkaran api hitam masih melingkar di depan masjid. Diameter dua puluh meter. Di dalam lingkaran itu aku dan Arga berdiri berhadapan dengan Penghulu Jin Kafir Raja Iblis Kampung, tinggi empat meter, kepala kerbau, tangan empat, kaki kuda tulang, bawa gada tulang sapi.

Di luar lingkaran api, 300 Jin Islam, 40 warga, Kiai Jirji, dan Ibu kandungku Mira yang setengah badan di retakan dua meter, mereka tidak bisa masuk. Api hitam itu pagar gaib, hanya yang di tantang yang bisa di dalam.

Aku sudah terima tantangan, aku sudah injak tanah tulang, tongkat cendana di tanganku menyala merah darah.

Penghulu Raja Iblis angkat gada tulang, mau pukul kepalaku.

Tiba-tiba dari atas masjid, ada cahaya putih turun keras, membelah lingkaran api hitam.

Cahaya itu jatuh di antara aku dan Raja Iblis, jadi perisai.

Dari cahaya itu muncul Malik.

Malik Ustadz Ghaib, pemimpin 300 Jin Islam, jubah putihnya sobek habis perang kemarin, sorbannya berdarah, pedang cahayanya retak ujungnya.

Malik berdiri di depanku, hadang gada Raja Iblis.

"Arga mundur! Ini bukan pertarungan mu! Ini pertarungan lama! Aku dan dia! Dari tahun 1984! ucap Malik.

Penghulu Raja Iblis lihat Malik, matanya yang merah manusia langsung menyala lebih merah, dia kenal Malik.

"MALIK... KAU MASIH HIDUP... DULU MBAH SURO JOYO SURUH KAU JAGA SUMUR... KAU GAGAL JAGA IBU ANAK INI TAHUN 2009... SEKARANG KAU MAU JAGA ANAKNYA LAGI? ucap Raja Iblis.

Malik tidak jawab pakai mulut, dia angkat pedang cahaya, pedang itu yang sudah retak, dia baca ayat, "Bismillahirrahmanirrahim..."

Pedang cahaya itu menyala putih lagi, lebih terang dari sebelumnya.

Raja Iblis tertawa, empat tangannya bergerak. Tangan kanan atas gada tulang pukul ke Malik, tangan kanan bawah kitab bakar lempar ke wajah Malik, tangan kiri atas rantai tengkorak dua puluh anak kecil lempar melilit kaki Malik, tangan kiri bawah kuku satu meter cakar perut Malik.

Malik lompat ke atas, hindari gada, tapi rantai tengkorak kena kakinya, dia jatuh, kuku satu meter cakar bahunya, darah putih keluar dari bahu Malik, darah Jin Islam warnanya putih.

Aku mau maju bantu, tapi dinding api hitam tahan aku, aku tidak bisa lewat, aku di luar lingkaran sekarang, Malik masuk gantikan aku di dalam lingkaran, jadi aturannya ganti, Malik yang duel.

Malik jatuh berlutut di tanah tulang, tapi dia tancapkan pedang cahaya ke tanah, tanah tulang langsung jadi putih bercahaya dalam radius lima meter.

"Raja Kafir! Kau penghulu kampung ini sebelum masjid ada! Kau yang buat perjanjian pertama dengan Mbah Suro Joyo tahun 1984! Perjanjiannya kau tidak ganggu warga kalau dikasih sesajen tiap bulan di beringin! Tapi kau langgar! Kau ambil Ibu Mira pada tahun 2009! Kau ambil 20 anak bermata hitam! Kau langgar perjanjian! Maka hari ini aku tuntut! ucap Malik.

Raja Iblis marah dengar kata perjanjian dilanggar, dia angkat gada lagi, pukul tanah, tanah tulang retak, dari retakan keluar ratusan tangan hitam kecil, tangan anak bermata hitam yang dulu diambil, mereka pegang kaki Malik.

Malik baca ayat kursi keras, "Allahu la ilaha illa huwal hayyul qayyum..."

Setiap ayat keluar dari mulut Malik jadi cahaya putih, cahaya itu potong tangan hitam kecil satu per satu, tangan itu menjerit.

Raja Iblis juga baca mantra, tapi mantra kafir, mantra yang tidak bisa dilawan manusia, dia baca pakai seribu suara warga kesurupan, "Sangkala ghaib, tebus nyawa, darah perawan, buka gerbang!"

Mantra kafir itu jadi asap hitam, asap hitam itu bakar ayat cahaya Malik.

Ayat Malik terbakar jadi abu, cahaya putih padam sedikit.

Malik muntah darah putih lagi, lututnya makin dalam masuk tanah tulang.

Tapi Malik tidak mundur, dia buka jubah putihnya, di dalam jubahnya ada tulisan darah, tulisan perjanjian darah leluhur tahun 1984, tulisan asli Mbah Suro Joyo.

Dia robek tulisan itu dari jubah, dia tempel ke pedang cahayanya.

Pedang cahaya yang retak langsung utuh lagi, lebih besar, panjang dua meter, bercahaya putih campur merah darah Mbah Suro Joyo.

Malik berdiri, dengan darah putih netes dari bahu dan kaki masih dililit rantai tengkorak 20 anak, dia angkat pedang besar, dia lari ke Raja Iblis.

Raja Iblis juga lari, angkat gada tulang.

Dua pemimpin Jin, satu Islam satu Kafir, tabrakan di tengah lingkaran api hitam.

Pedang cahaya Malik vs gada tulang Raja Iblis.

DENTUM!

Suara tabrakan bikin 300 Jin Islam di luar lingkaran jatuh semua, kuping berdarah, 40 warga pingsan, kaca masjid pecah.

Cahaya putih dan api hitam meledak, lingkaran api hitam yang kurung mereka retak sedikit.

Aku lihat di dalam ledakan, Malik berhasil potong satu tangan Raja Iblis, tangan kanan bawah yang bawa kitab bakar, tangan itu putus, jatuh ke tanah, kitab bakar jatuh, terbakar api putih.

Raja Iblis jerit, jeritannya seribu suara, dia balas, gada tulang pukul dada Malik.

Malik terpental sepuluh meter, dada jubah putihnya bolong, tulang rusuknya kelihatan cahaya putih.

Dua-duanya jatuh, berlutut, napas berat.

Malik pegang dada bolong, masih pegang pedang besar, dia lihat ke aku di luar lingkaran api yang retak sedikit, dia teriak, "Arga! Tusuk kitab bakar yang jatuh itu pakai tongkat darahmu! Kitab bakar itu jantungnya! Kalau kitab itu hancur, Raja Kafir lemah!"

Aku lihat kitab bakar yang jatuh dari tangan putus Raja Iblis, kitab itu tergeletak di tanah tulang dalam lingkaran, masih berasap hitam.

Aku tidak bisa masuk, api hitam masih tahan, tapi retakannya sudah ada, aku bisa masukkan tangan.

Aku masukkan tongkat cendana berdarah lewat retakan api hitam, aku tusuk kitab bakar itu.

Tongkat darahku masuk ke kitab bakar.

Kitab bakar itu menjerit, keluar darah hitam banyak, api hitam padam.

Raja Iblis yang berlutut langsung jerit lebih keras, tiga tangan sisa pegang kepala kerbau, tanduknya retak satu.

Malik lihat itu kesempatan, dia angkat pedang besar dengan sisa tenaga, dia lari lagi, lompat tinggi, tebas kepala kerbau Raja Iblis.

Tebasan Malik kena tanduk kanan Raja Iblis, tanduk dua meter itu patah, jatuh ke tanah, meledak jadi abu hitam.

Raja Iblis kehilangan satu tanduk, kehilangan satu tangan, kitab jantungnya ditusuk tongkat darahku.

Dia mundur, kakinya kuda tulang bergetar, dia tidak kuat berdiri di dalam lingkaran api buatannya sendiri.

Malik berdiri di depan Raja Iblis yang berlutut, pedang besar di leher Raja Iblis.

"Raja Kafir, kau kalah malam ini, tapi kau belum mati, karena kau penghulu, kau tidak bisa mati sebelum gerbang sumur tutup total..."ucap Malik.

Raja Iblis ketawa darah hitam keluar dari mulut kerbau, "Kalah satu tanduk, tapi kampung ini tetap akan hilang dari peta... anak buahku masih 400 di luar lingkaran..."jawab Raja Iblis.

Benar, di luar lingkaran api hitam, 400 pasukan Jin Kafir masih kepung masjid, mereka lihat rajanya kalah tapi belum mati, mereka siap serbu masjid kalau lingkaran api padam.

Malik pingsan, jatuh, pedang besar hilang jadi cahaya, dia luka parah dadanya bolong.

Lingkaran api hitam padam pelan-pelan karena jantung kitabnya hancur.

Aku lari masuk, angkat Malik, bawa keluar lingkaran.

Raja Iblis yang kalah, dengan satu tanduk patah, satu tangan putus, dia merangkak masuk ke tanah tulang, hilang, tapi suaranya masih ada di tanah.

Pertarungan Malik vs Raja Kafir selesai, Malik menang tipis, tapi Malik sekarat, dan 400 pasukan masih di luar.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!