Time travel seorang gadis yang terpeleset di acara festival lampion kampus.
Karya Fantasi kedua setelah Petualangan Mayanza, semoga berkenan di baca tiap episode nya... 🤍😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novita Tory, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 2 Kunang-kunang
"Pangeran Fang" kataku menyapa bertemu di lorong istana, memberi salam dan menunduk.
Pangeran Fang mengacuhkanku, aku hanya bisa diam.
Pengawal Ziu mengikuti dari belakang juga mengacuhkanku seolah tidak kenal
"Siapa dia?" kata Pangeran Fang pada Ziu.
"Putri Mentri Keuangan" kata Ziu yang kudengar.
"Oh, gadis yang tidak bisa membaca katanya menoleh lagi ke belakang dengan mengepalkan tangan menutup mulutnya sendiri.
Aku menunduk malu.
Aku segera berjalan menuju tempat ayah berkerja ini hari terakhir aku berlatih menari di istana, besok akan ada jamuan minum teh di kediaman kami.
Aku juga tidak akan menyapa Ziu lagi, dia sangat sombong, bisa-bisanya dia juga tidak tersenyum padaku.
Mungkin dia menyukai Dayang May, kalau ada Dayang May pasti dia melihat ke arahku.
**
"May, kau suka dengan ZIu?" kataku sambil menyulam bunga matahari.
"Aduh" kata Dayang May jarinya tertusuk,
"Hati-hati" kataku.
"Kenapa nona berkata begitu?" kata Dayang May.
"Tadi aku bertemu Ziu, dia sombong sekali, kalau kau ada pasti dia tersenyum" kataku tanpa memandang wajah dayang may sibuk menyulam.
"Nona, hamba seperti kami mana berani tersenyum dengan bangsawan di depan pangeran, apalagi nona istri pangeran" kata Dayang May.
"alasan saja" kataku.
"Bahaya nona..." kata Dayang May.
"Bahaya apa?" tanyaku heran menghentikan menyulam
"Nona pasti menyukai Pengawal Ziu, jangan sampai ketahuan Nyonya Besar" kata Dayang May.
"Terlalu mengada-ada kenapa tidak kau bilang saja sekarang aku suka semua pangeran yang bermain panah itu" kataku.
Dayang May tersenyum...
"Nona marah...maafkan aku lancang" kata Dayang May menunduk.
"Sudahlah...aku akan berubah sebelum kompetisi dimulai" kataku.
"Berubah?" kata Dayang May.
"Ya, jadi orang lain" kataku bercanda.
**
"Ayah dengan berat hati melepasmu pergi Xiu Ren, kau harus hati-hati selama pelatihan tata tertib istana, ayah tau kau anak gadis yang penurut, Ayah yakin kau pasti lulus" kata Ayah.
"tenanglah ayah..." kataku "asalkan mereka tidak bertanya tentang pelajaran aku masih bisa". sambungku lagi.
ibu memelukku, aku dibawa dengan tandu ke Istana Permaisuri Raja, belajar tata krama dan sopan santun.
dari awal kami belajar menyajikan teh, duduk yang benar, belajar berjalan dengan benar, memberi salam dan hormat.
Menunduk jika berpapasan dengan pejabat istana.
Mengenakan perhiasan, merias wajah sendiri, menata rambut dan menyulam.
Semua kukerjakan dengan baik, kecuali membaca di perpustakaan aku sangat mengantuk.
Aku berapa kali menguap dan tertidur.
Kepalaku berapa kali di ketuk penggaris, kedua sainganku tertawa.
Aku keluar dari ruang perpustakaan dengan lelah, dayang may menemaniku ke tempat perisitrahatan.
Besok belajar cara makan dan minum jamuan di istana.
Seharusnya aku bisa, aku sudah lama belajar ini karena aku dulu bercita-cita tinggal di istana, tapi sekarang tidak.
Aku tidak suka, aku ingin bebas.
Aku duduk dekat jendela, kudengar dentingan pedang masih jelas di luar, Putra mahkota berlatih.
"Nona jendela di tutup saja, banyak nyamuk" kata Dayang May.
Dia datang ingin menutup jendela tanganku menyentuh sesuatu yang bersinar, sebuah kunang-kunang.
Kututup dan buka telapak tanganku, aku tersenyum melepasnya pergi.
"Nona..jangan bermain lagi...besok lebih melelahkan, tugas nona sisa sehari lagi" kata Dayang May.
Aku tau besok hari terakhir di Istana karena aku sudah tinggal seminggu bersama kandidat lainnya.
**
Semalam aku bermimpi aneh, aku berjalan di tempat yang gelap, lalu aku bertemu seorang yang mirip denganku aku menyentuhnya dan aku menghilang menjadi butiaran emas lalu menjadi ratusan kunang-kunang.
Mimpi yang aneh, tapi aku suka aku pergi kemana saja aku mau, aku melihat orang-orang di sekelililingku.
Menari menyentuh daun.
"Nona Xiu Ren, nona sangat senang sekali hari ini terlihat segar" kata Dayang May menyisir rambutku.
"Benarkah?Semalam aku bermimpi aneh..tapi aku suka mimpiku..."Kataku.
"Nona mimpi apa?" kata Dayang may sambil menghias rambutku dengan hiasan bunga putih.
"Mimpi kunang-kunang" kataku.
"Nona...kunang-kunang lagi" kata Dayang May.
"Bagaimana kaau kita tangkap kunang-kunang ke dalam botol" kataku
"Jangan Nona...dia bisa mati" kata Dayang May
"Betul juga..." Kataku mengangguk sedih.
"Bagaimana kalau kita lihat saja kalau kita pulang nanti" kata Dayang May.
"Baiklah" kataku.
Aku menyelesaikan dengan cepat latihan Istana tata cara makan dan minum, menyajikan teh.
Berjalan dengan benar, belum dianggap mahir karena aku sering malu dan menunduk.
Kurasa sekelilingku menekanku tampil sempurna.
Begitu juga kedua sainganku berlatih dengan keras, sebelum libur dimulai dan kami kembali ke tempat tinggal masing-masing.
**Bersambung...