NovelToon NovelToon
Bangkit Setelah Dikhianati

Bangkit Setelah Dikhianati

Status: sedang berlangsung
Genre:Kebangkitan pecundang / Menjadi Pengusaha / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati
Popularitas:21.8k
Nilai: 5
Nama Author: Moms TZ

Alfa Rizky Pradana mengalami nasib yang sangat malang. Tak hanya dikhianati istrinya, tetapi juga oleh sahabatnya sendiri -- orang yang sudah dianggapnya seperti saudara. Keduanya bersekongkol merampas seluruh harta dan mencuranginya habis-habisan. Namun, yang lebih menyakitkan dari semua itu, anak yang dibesarkannya ternyata hasil perselingkuhan mereka.

"Segera pergi dari sini! Aku sudah muak melihat tampang polosmu itu!" usir Ammar

"Hanya itu harta milikmu, setidaknya aku masih bermurah hati memberikannya padamu!" ujar Davina pongah.

Diusir seperti sampah, setelah dikhianati serta dicurangi hanya diberi sedikit harta sisa, Alfa pergi tanpa apa-apa lagi selain luka dan dendam. Mampukah Alfa bangkit setelah apa yang terjadi padanya?

Ikuti kisahnya hanya di sini;
"Bangkit Setelah Dikhianati" karya Moms TZ, bukan yang lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moms TZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27.

Sebulan telah berlalu sejak Ammar menjalani operasi. Namun, pria itu masih terbaring tak sadarkan diri di ruang ICU. Meski berbagai upaya medis telah dilakukan, tetapi belum ada tanda-tanda dirinya akan segera membuka mata.

Davina yang hampir setiap hari menungguinya mulai dilanda kegelisahan. Harapan agar suaminya segera pulih berbenturan dengan kenyataan bahwa kondisi Ammar belum menunjukkan perkembangan berarti.

Saat dokter melakukan pemeriksaan rutin, Davina memberanikan diri menanyakan kemungkinan suaminya segera sadar.

“Dokter, sudah sebulan suami saya seperti ini. Kenapa dia belum bangun juga?” tanyanya dengan suara bergetar.

Dokter itu menatap Davina dengan serius. “Pasien mengalami cedera yang cukup parah akibat kecelakaan tersebut, Bu. Kami akan terus memantau kondisinya dan melakukan penanganan sesuai prosedur. Akan tetapi, kapan pasien akan sadar, kami belum bisa memastikannya.”

“Lalu, apa yang harus saya lakukan, Dokter?” Davina mendesak, matanya mulai berkaca-kaca.

“Teruslah mendampingi dan mendoakan suami Anda. Kami akan berusaha semaksimal mungkin, tapi kesembuhannya juga bergantung pada perkembangan kondisi tubuhnya. Semoga ada keajaiban yang membuatnya segera sadar.”

Davina terdiam. Setelah dokter meninggalkan ruangan, ia kembali memandangi Ammar dari balik kaca. Sulit baginya menerima kenyataan bahwa pria yang selama ini menemaninya menjalani kehidupan, kini bahkan tidak mampu membuka mata untuk sekadar menatapnya.

“Mas, sampai kapan kamu akan seperti ini?” bisiknya lirih.

“Aku ingin kamu bangun dan mendengar suaramu lagi.”

Namun, tak ada jawaban selain bunyi alat pemantau yang terus mengawasi kondisi Ammar.

*

Siang itu, ketika Davina baru saja hendak keluar dari ruang tunggu ICU, seorang pria menghampirinya. Wajahnya tampak tegang, seolah sudah lama memendam kekesalan yang akhirnya tak bisa ditahan lagi.

“Maaf, apa benar kamu istri Ammar?” tanyanya memastikan.

Davina mengangguk dengan dahi berkerut. “Benar. Ada keperluan apa, ya?”

Pria itu menarik napas panjang sebelum menjawab. “Perkenalkan nama saya Joni. Saya datang untuk menagih utang suamimu.”

Davina tertegun. “Utang?”

“Iya... Sepuluh juta. Beberapa tahun lalu, Ammar meminjam uang kepada saya dengan alasan untuk modal usaha. Waktu itu dia berjanji akan mengembalikannya setelah usahanya berjalan.”

“Namun, sampai sekarang uang itu tidak pernah kembali. Saya sudah berkali-kali menghubunginya, tapi nomor saya malah diblokir," lanjutnya, menatap Davina kesal.

Davina menggeleng cepat. Ia benar-benar tidak mengetahui persoalan tersebut. “Maaf, tapi saya tidak tahu apa-apa soal utang itu. Mas Ammar tidak pernah bercerita kepada saya,” jawabnya.

“Kalau kamu tidak tahu, bukan berarti utangnya hilang begitu saja!” sahut Joni, nada suaranya meninggi.

Beberapa orang yang melintas di area tempat itu, sempat menoleh ke arah mereka dengan pandangan ingin tahu.

Davina terdiam, tak menyangka kedatangan pria itu justru membawa persoalan baru di tengah situasi sulit yang sedang dihadapinya.

“Saya mengerti Bapak ingin uangnya kembali, tapi suami saya sedang koma. Sampai saat ini belum sadar. Tolong beri saya waktu sampai kondisinya membaik.” Ia berusaha menjelaskan.

Joni mengembuskan napas kasar. “Saya sudah menunggu bertahun-tahun. Saya tidak datang ke sini untuk mencari masalah, tapi saya juga punya kebutuhan yang tidak bisa ditunda.”

“Apa maksud Bapak?”

“Anak saya sebentar lagi akan masuk perguruan tinggi. Dan saya membutuhkan uang itu untuk biaya pendidikannya."

"Selama ini saya sudah berusaha mencari Ammar, tetapi selalu gagal. Sebulan lalu, saya akhirnya bertemu dengannya. Namun, bukannya menyelesaikan masalah, dia malah berlari menghindari saya."

"Karena terburu-buru, dia menyeberang jalan tanpa melihat keadaan sekitar hingga akhirnya tertabrak mobil,” jelas Joni pada akhirnya.

Davina membelalak. “Jadi, suami saya kecelakaan gara-gara Bapak mengejarnya?”

“Siapa suruh dia malah berlari menghindari saya?” balas Joni ketus.

“Coba kalau dia mau bicara baik-baik dengan saya, kejadian itu tidak akan mungkin terjadi.”

Davina terdiam, mendengar jawaban pria di hadapannya. Ia ingin menyalahkan orang itu, tetapi tak punya bukti. Ia mengepalkan tangan, merasa tidak tahu apa-apa tentang pinjaman tersebut.

Keheningan menyelimuti lorong beberapa saat, hingga Davina akhirnya bersuara.

“Saya tidak bisa berjanji mengembalikan uang sebanyak itu secepatnya,” katanya jujur.

“Biaya perawatan suami saya saja masih harus saya pikirkan. Saya juga tidak tahu apakah dia masih memiliki uang simpanan lain atau tidak.”

Joni tampak tidak puas mendengar jawaban Davina. “Saya tidak peduli bagaimana caramu mendapatkan uangnya. Saya hanya ingin hak saya dikembalikan."

"Kalau Ammar sudah sadar dan bisa bicara, saya akan menemuinya lagi. Namun, kalau dia tidak kunjung sadar, kamu sebagai istrinya wajib menyelesaikan masalah ini,” lanjutnya datar.

Davina mengangkat wajah. “Tapi, saya benar-benar tidak tahu soal pinjaman itu. Bagaimana saya bisa memastikan bahwa suami saya memang berutang kepada Bapak?”

Joni lantas mengeluarkan ponsel dari sakunya, lalu membuka sebuah percakapan lama dirinya dengan Ammar.

“Ini pesan dari Ammar saat dia meminjam uang kepada saya serta bukti transfer ke nomor rekening atas nama Ammar. Tertera tanggal dan tahun juga.”

Davina menerima ponsel tersebut dengan tangan sedikit gemetar. Matanya menyusuri percakapan yang ditunjukkan pria itu. Di sana, ia melihat pesan Ammar yang menjelaskan keperluan modal usaha, disertai janji akan mengembalikan uang tersebut setelah memperoleh keuntungan.

Wajah Davina seketika berubah. Ia tidak pernah menyangka suaminya pernah meminjam uang kepada orang lain dan menyembunyikan hal itu darinya.

“Jadi, sekarang kamu percaya?” tanya Joni, ketika Davina mengembalikan ponselnya.

Davina tak segera menjawab. Pikirannya berkecamuk. “Saya akan mencoba membicarakannya dengan Ammar kalau dia sudah sadar nanti,” jawabnya lirih.

“Baik. Saya akan menunggu, tapi jangan berharap saya bisa menunggu selamanya.” Joni memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku.

“Saya datang baik-baik karena masih menghargai pertemanan saya dengannya. Jangan sampai saya harus mengambil langkah lain hanya untuk mendapatkan uang saya kembali.”

Selesai berkata, Joni kemudian pergi meninggalkan Davina yang masih terpaku di tempatnya.

*

Davina kembali duduk di kursi tunggu dengan pikiran yang semakin kalut. Sebulan terakhir, seluruh perhatiannya tercurah pada kondisi Ammar. Ia tidak pernah membayangkan akan menghadapi persoalan utang yang bahkan tidak diketahuinya. Sepuluh juta rupiah bukan nominal yang sedikit baginya, apalagi dalam keadaan sulit seperti yang sekarang ia hadapi.

Ia merogoh ponselnya, lalu membuka daftar kontak lama. Ada beberapa orang yang mungkin mengenal Ammar sebelumnya. Namun, ia tak yakin mereka bersedia membantu menyelesaikannya. Davina mengusap wajahnya dengan kedua tangan.

“Sebenarnya berapa banyak hal yang kamu sembunyikan dariku, Mas?” gumamnya getir.

Pertanyaan itu menggantung tanpa jawaban. Ia tak tahu apakah utang sepuluh juta itu satu-satunya masalah yang disembunyikan suaminya. Ia juga tidak tahu bagaimana keadaan usaha mereka jika Ammar tak kunjung sadar. Yang jelas, ia tidak bisa terus menghindari kenyataan.

Davina berdiri, lalu melangkah menuju dinding kaca ruang ICU. Ia melihat Ammar yang terbaring tanpa daya.

“Mas, kamu harus bangun,” bisiknya dengan suara parau. “Ada banyak hal yang harus kita selesaikan. Aku tidak sanggup menghadapi semuanya sendirian.”

Matanya memanas, tetapi kali ini bukan hanya karena takut kehilangan suaminya. Ada kegelisahan lain yang mulai tumbuh, sebab ia menyadari bahwa selama ini mungkin ada banyak hal tentang Ammar yang belum benar-benar ia ketahui.

1
Nar Sih
selamat alfa ,istri mu hamil
vj'z tri
/Sob//Sob//Sob//Sob/lihat akibat dari perlakuan kalian si kecil yang jadi korban
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: benar
total 1 replies
vj'z tri
ya elu juga oon tanya ke perawat tanya ya ke pak po yang nanganin kasus lu /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: lha iyo🤣
total 1 replies
Aditya hp/ bunda Lia
Mau kesana tapi kaget dengar ledakannya ....
Duaarrr .... sport jantungku 🤭🫰
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: gak papa bund
total 1 replies
Nar Sih
udh hdir mooz
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: makasih mbak🫰😍🫶
total 1 replies
Nar Sih
semoga naima bisa sembuh lgi
〈⎳ FT. Zira
udah kesana duluan.../Grin//Grin/ btw,,, gambarnya ilang🤭
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 3 replies
Nar Sih
alfa bnr,,hati mu baik banget msih syg dgn naima stlh apa yg diperbuat org tua nya ,smoga ayudia lks hamil biar kmu punya ank sendiri
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: aamiin, mam🫰
total 1 replies
vj'z tri
mula mula sama sama malu malu lama lama tanda tanda asek 💃💃💃
vj'z tri: /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ kemarin lagi sibuk sibuk nya sekarang kejar tayang
total 2 replies
Patrick Khan
yg lebih kejam balasan di penjara biar seru🤣🤣🤣davina amar kapok dan sadar gk ya🔨🔨😏
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: entahlah 🤣🤣🤣
total 1 replies
Aditya hp/ bunda Lia
mantap sekali balasan buatmu Dav 👍
Aditya hp/ bunda Lia: 🫶🫶🫶🫶🫶
total 2 replies
Rahmawati Amma
ceritanya bagus menarik
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: makasih bintang 5 nya kak 🫰🫶😍
total 1 replies
Rahmawati Amma
langsung kasih bintang 5 sama vote
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: makasih kak 😍😍😍
total 1 replies
Rahmawati Amma
awas aja klu sampai alfa sama istrinya mau asuhh tuh anak mendosa dan firaun ngak ridho aku 😤 boleh nolong asal jangan berlebihan secukupnya saja membantu betul ngak pembaca 😏😉
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: siap kak 🫡😂😂😂🫰
total 1 replies
Rahmawati Amma
asal jangan nanti klu si mendosa dan firaun di penjara anaknya di asuh sama si alfa udah benar suruh titip ke panti sosial 😤
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huum...
total 1 replies
Rahmawati Amma
jangan bilang itu anaknya daging dan ammar 😤
Rahmawati Amma
salah thor katanya entah apa yg terjadi hanya mereka yg tau dan tuhan salah hanya mereka yg tau dan author🤣🤣🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: bisa AE kak 🤣🤣🤣
total 1 replies
Rahmawati Amma
😍🤭
Aditya hp/ bunda Lia
Naima itu akibat jatuh dari tangga itu yah ...
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huumm
total 1 replies
Nar Sih
kasihan naima ..jdi korban perbuatan org tua nya
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betul betul betul
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!