NovelToon NovelToon
Perjalanan Sang Alkemis Abadi

Perjalanan Sang Alkemis Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi Timur
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: En zz

Shen yifan adalah seorang pemuda yang terobsesi dengan pembuatan pil, namun sayangnya, ia tidak bisa menjadi alkemis di dunia ini hanya karena menjadi manuisa cacat.

Banyak sekali kultivator. Namun orang-orang untuk menjadi seorang alkemis di dunia ini sudah sangat jarang di temukan, bahkan menjadi salah satu kemunduran mutlak.

Salah satunya, hampir di seluruh dunia ini hanya 000,1% para kultivator yang mempunyai element api.

Salah satunya adalah kakek Shen yifan.

Apakah Shen yifan bisa menggapai cita-citanya untuk menjadi alkemis? Atau dia akan mengubah takdir secara tidak langsung, untuk menjadi alkemis sejati?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon En zz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27 : Lembah Kabut Roh - Sebelum Klopak Mekar

Begitu cahaya ungu menghilang, Shen Yifan perlahan membuka kedua matanya.

Yang pertama kali ia rasakan adalah hawa dingin yang menusuk hingga ke tulang.

Kabut putih pekat menyelimuti segala penjuru. Jarak pandangnya bahkan tidak lebih dari dua puluh meter. Pepohonan tua menjulang tinggi ke langit, batang-batangnya dipenuhi lumut hijau, sementara akar-akar besar menjalar di atas tanah seperti ular raksasa.

Suasana begitu sunyi.

Tidak terdengar suara manusia.

"Hm?" Shen Yifan menoleh ke kanan dan kiri. "Teleportasi acak?"

Ia segera memahami situasinya. Gerbang kuno itu rupanya tidak mengirim seluruh peserta ke tempat yang sama. Setiap orang dipindahkan ke lokasi yang berbeda-beda di dalam Lembah Kabut Roh.

"Itu lebih masuk akal."

Jika semua orang muncul di satu tempat, pertumpahan darah pasti terjadi bahkan sebelum mereka sempat mencari harta.

Shen Yifan tidak langsung bergerak.

Ia menutup kedua matanya perlahan, membiarkan Energi Spiritual Murni mengalir ke seluruh tubuhnya.

Sesaat kemudian, ia membuka mata kembali. "Tidak ada manusia dalam radius seratus meter."

Ia mengangguk pelan. "Bagus."

Selama tidak ada yang menghalangi jalannya, peluang menemukan Anggrek Jiwa Langit akan jauh lebih besar.

Shen Yifan mengeluarkan gulungan peta yang telah ia beli di Desa Kabut.

Namun setelah membukanya, ia hanya bisa tersenyum pahit. Kabut di dalam lembah ternyata mengacaukan arah mata angin. Bahkan kompas sederhana yang ia bawa berputar tanpa henti.

"Jadi begitu..."

"Tidak heran tempat ini disebut Lembah Kabut Roh."

Ia menyimpan kembali peta itu.

"Kalau begitu... Aku hanya bisa mengandalkan insting."

Shen Yifan menutup kedua matanya sejenak, mengingat kembali seluruh informasi yang berhasil ia kumpulkan semalam di Desa Kabut.

Menurut para pemburu herbal berpengalaman, Anggrek Jiwa Langit hampir tidak pernah tumbuh di bagian luar lembah. Tanaman itu menyukai tempat yang lembap, jauh dari sinar matahari langsung, serta berada di dekat mata air spiritual yang tersembunyi.

Selain itu, bunga tersebut hanya mekar ketika kabut spiritual mencapai kepadatan tertentu. Semakin pekat kabutnya, semakin besar kemungkinan menemukan jejaknya.

"Kalau begitu..."

Shen Yifan perlahan membuka matanya. "Aku harus menuju bagian lembah yang paling berkabut."

Ia tidak berjalan sembarangan. Setiap beberapa puluh langkah, Shen Yifan akan berhenti sejenak, mengamati keadaan sekitar, lalu melanjutkan perjalanan dengan tenang.

Selama satu bulan terakhir, bukan hanya kemampuan alkemis nya yang meningkat. Pengetahuannya tentang tanaman herbal juga berkembang jauh melampaui kultivator biasa.

Baginya, setiap jenis tumbuhan adalah petunjuk.

Lumut yang tumbuh pada bebatuan, kelembapan tanah, arah aliran air kecil, hingga aroma samar yang terbawa angin.

Semuanya dapat menjadi penunjuk jalan menuju tanaman herbal yang lebih berharga.

Tak lama kemudian, langkah Shen Yifan perlahan terhenti.

Tatapannya jatuh pada sebuah batu besar yang dipenuhi lumut hijau tua.

Di sela-selanya mengalir mata air kecil yang memancarkan energi spiritual tipis.

Sudut bibirnya sedikit terangkat. "Aku tidak salah arah."

Ia berjongkok, lalu mencelupkan dua jarinya ke dalam aliran air itu.

Dingin.

Namun, di balik dinginnya air tersebut, terdapat jejak energi spiritual yang jauh lebih pekat dibandingkan sungai biasa.

Shen Yifan mengangkat beberapa tetes air ke ujung hidungnya, kemudian menghirup aromanya perlahan.

"Ada aroma embun roh..."

"Berarti di hulu sungai ini pasti terdapat mata air spiritual."

Dalam catatan yang pernah dibaca kakek Lu Ming, tanaman herbal tingkat tinggi hampir selalu tumbuh di sekitar mata air spiritual karena tempat seperti itu memiliki energi langit dan bumi yang paling stabil.

Shen Yifan pun mengikuti aliran air itu menuju hulunya. Semakin jauh ia melangkah, kabut di sekitarnya semakin pekat, sementara pepohonan kuno menjulang tinggi hingga menutupi sebagian besar cahaya matahari.

Udara menjadi semakin sunyi.

Bahkan suara burung pun perlahan menghilang, seolah seluruh kawasan itu sedang menyembunyikan sesuatu.

Shen Yifan menggunakan Energi Spiritual murni nya lagi, lalu mengalirkan ke seluruh indera pendengaran, Setelah beberapa menit, suara gemuruh air terdengar samar di kejauhan.

Langkah Shen Yifan pun melambat, setelah berlari mengikuti suara gemuruh air.

Setelah sampai, ia menyibakkan semak-semak di depannya.

Seketika pandangannya terbuka.

Di hadapannya terbentang sebuah kolam spiritual berdiameter puluhan meter. Airnya sebening kristal, memancarkan cahaya kebiruan yang kaya akan energi spiritual. Sebuah air terjun setinggi puluhan meter mengalir deras dari tebing batu, membentuk kabut halus yang menyelimuti seluruh kawasan.

Di tengah kolam, pada sebuah batu besar yang menonjol dari permukaan air, tumbuh tiga batang Anggrek Jiwa Langit.

Kelopaknya masih tertutup rapat.

Namun cahaya kebiruan yang keluar dari setiap helainya menandakan bunga itu akan segera mekar.

Shen Yifan tidak langsung melangkah.

Tatapannya justru beralih ke sekeliling kolam.

Ternyata ia bukan orang pertama yang menemukan tempat ini.

Di berbagai sudut, telah berdiri belasan kultivator dengan jarak yang saling berjauhan. Masing-masing memilih diam sambil menjaga kewaspadaan.

Ada murid sekte besar yang mengenakan jubah mewah.

Ada kultivator pengembara yang menggenggam senjatanya erat.

Beberapa tetua dari keluarga kultivasi juga tampak berdiri dengan mata terpejam, seolah sedang menunggu waktu yang tepat.

Tak jauh dari sana, Luo Tian berdiri sambil mengibaskan kipas gioknya perlahan.

Di belakangnya, beberapa pengawal keluarga Luo menjaga setiap arah dengan tatapan tajam.

Tatapan Luo Tian sesekali jatuh pada ketiga Anggrek Jiwa Langit itu, dipenuhi keyakinan seolah tanaman tersebut sudah menjadi miliknya.

Shen Yifan hanya melirik sekilas sebelum mencari sebuah batu besar di bawah bayangan pepohonan.

Ia bersandar dengan tenang.

"Masih belum mekar."

Kalau dipaksakan memetik sekarang, khasiatnya akan berkurang lebih dari setengah.

Karena itu, tidak ada seorang pun yang berani bergerak lebih dulu.

Yang mereka tunggu... Bukan kesempatan.

Melainkan saat bunga itu benar-benar mekar.

Tatapan Luo Tian menyapu seluruh kultivator yang mengelilingi kolam spiritual, ia mengibaskan kipasnya dan tersenyum tipis.

"Karena semua orang sudah berkumpul... Kalau begitu, aku akan menghemat waktu."

Suasana yang tenang, seketika menjadi hening. "Lihatlah tiga Anggrek Jiwa Langit itu." Luo Tian menunjuk ke arah tanaman herbal yang berada di tengah kolam. "Mulai detik ini, ketiganya menjadi milik Keluarga Luo."

Beberapa orang langsung mengernyit.

"Sedangkan tanaman herbal lain yang mungkin ditemukan di sekitar lembah..."

Ia berhenti sejenak, lalu melanjutkan dengan nada tenang namun angkuh. "...aku juga menginginkannya."

Keheningan sesaat berubah menjadi riuh.

"Apa maksudmu?"

"Atas dasar apa?"

"Lembah Kabut Roh bukan wilayah Keluarga Luo!"

Seorang kultivator pengembara akhirnya melangkah maju.

"Semua orang mempertaruhkan nyawa untuk datang kemari. Kenapa kami harus menyerahkan semuanya kepadamu?"

Senyum Luo Tian perlahan menghilang.

Ia bahkan tidak repot menjawab.

"Cukup."

Salah seorang pengawal tua di belakangnya melangkah maju.

Tanpa menghunus senjata, gelombang tekanan spiritual yang mengerikan langsung menyapu seluruh kawasan.

Udara mendadak menjadi berat, daun-daun berguguran.

Permukaan kolam spiritual bergetar hebat.

Beberapa kultivator dengan kultivasi rendah langsung mundur beberapa langkah. Ada yang wajahnya memucat, bahkan lututnya hampir menyentuh tanah.

"Itu..."

"Tekanan ini..."

"Ranah Core Formation tahap menengah!"

Wajah semua orang berubah drastis.

Aura yang dipancarkan lelaki tua itu jauh melampaui para kultivator Kondensasi Qi dan Foundation Establishment yang hadir di tempat itu.

Tatapannya dingin bagaikan es.

"Siapa lagi yang keberatan... Maju."

Keheningan langsung menyelimuti seluruh area.

Bahkan orang yang tadi berteriak kini tanpa sadar menelan ludah dan mundur dua langkah.

Di hadapan seorang kultivator Ranah Core Formation, mereka sadar bahwa keberanian tanpa kekuatan hanyalah mencari kematian.

Di sudut bawah pohon tua, Shen Yifan tetap berdiri dengan ekspresi tenang.

Tatapannya tidak tertuju pada Luo Tian.

Melainkan pada pengawal tua itu.

(Core Formation... Jadi keluarga Luo benar-benar mengirim orang sebesar ini hanya demi melindungi seorang tuan muda.) batin Shen Yifan.

Ia kemudian mengalihkan pandangannya kembali ke tiga Anggrek Jiwa Langit yang masih belum mekar.

"Tidak masalah."

"Selama bunganya belum mekar... Semuanya masih bisa berubah."

Tak seorang pun berani membuka mulut setelah aura Ranah Core Formation itu dilepaskan.

"Ternyata Keluarga Luo sudah berubah menjadi pemilik Lembah Kabut Roh."

Tiba-tiba ada suara datar tiba-tiba terdengar dari belakang kerumunan.

Semua orang spontan menoleh. Seorang pemuda bertubuh tinggi berjalan santai keluar dari balik pepohonan.

Rambutnya seputih salju tergerai hingga pinggang, wajahnya tampan namun tanpa ekspresi sedikit pun. Sepasang matanya tenang bagaikan danau yang membeku.

Di punggungnya hanya tergantung sebuah pedang hitam sederhana.

Ia melirik Luo Tian sekilas. "Luar biasa. Nanti kalau pulang, jangan lupa ganti nama tempat ini menjadi Lembah Keluarga Luo."

"..."

Suasana langsung membeku.

Beberapa kultivator menahan napas. Ada pula yang buru-buru menjauh beberapa langkah.

Luo Tian menatap pemuda itu dengan wajah muram. "Kau sedang mengejekku?"

Pemuda berambut putih itu menggeleng pelan.

"Tidak... Hanya saja aku hanya takut salah jalan, kalau ternyata ini memang milik keluargamu, aku harus membayar biaya masuk."

Beberapa orang hampir tertawa.

Namun tak seorang pun benar-benar berani mengeluarkan suara.

Wajah Luo Tian berubah semakin gelap. "Kurang ajar!"

Ia bahkan belum sempat memberi perintah.

Pengawal tua di belakangnya sudah melangkah maju."Kau mencari mati!" Tekanan spiritual itu kembali menyelimuti seluruh kawasan.

Tanah di bawah kaki pengawal itu retak, sementara tekanan spiritual menyapu ke arah pemuda berambut putih.

Pemuda itu tetap berdiri di tempat.

Ekspresinya tidak berubah sedikit pun.

Ia hanya menghela napas pelan. "Aku paling malas berbicara dengan orang yang tidak bisa bercanda."

Begitu kalimat itu selesai, sosok pengawal tua telah muncul di hadapannya.

Tinju yang dipenuhi energi spiritual langsung menghantam wajah pemuda itu.

Namun tubuh pemuda berambut putih hanya bergeser setengah langkah.

Tinju itu meleset begitu saja.

"Hm?"

Mata pengawal tua sedikit menyipit, belum sempat ia bereaksi. Pedang hitam di punggung pemuda itu telah berpindah ke tangannya.

Kilatan pedang melintas, pengawal tua itu buru-buru mengangkat lengannya untuk menangkis.

Ledakan dahsyat mengguncang kawasan kolam spiritual.

Gelombang kejut menyapu pepohonan di sekitar hingga dedaunan beterbangan ke segala arah.

Para kultivator segera mundur puluhan meter.

"Dia... Bisa menahan serangan kultivator Core Formation?"

"Pemuda itu siapa?"

Shen Yifan memperhatikan semuanya dengan tenang, tatapannya sedikit menyipit. "Menarik... Usianya tidak jauh berbeda denganku... tetapi mampu menghadapi kultivator Core Formation. Dia bukan orang biasa."

1
obeng min
josss👍👍👍👍👍
Andi Akhasay: Liat ceritaku kak
total 1 replies
obeng min
lanjut👍👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!