NovelToon NovelToon
LUNA & THE ALPHA

LUNA & THE ALPHA

Status: tamat
Genre:Romansa Fantasi / Manusia Serigala / Vampir / Cinta pada Pandangan Pertama / Tamat
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Dunia Seleb

"Aku akan menjadi perisaimu, meski seluruh dunia menentang kita."
Menjadi satu-satunya manusia di antara kawanan serigala membuat hidup Luna selalu terancam. Tapi berada di dekapan sang Alpha tampan berhati dingin, dia menemukan perlindungan yang tak pernah ia duga. Akankah cinta mereka bertahan di tengah kutukan dan perebutan kekuasaan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dunia Seleb, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Langkah di Batas Kabut

Malam itu, hutan perbatasan dipayungi oleh kabut tebal yang turun seperti tirai putih raksasa. Udara sangat dingin, jenis dingin yang menusuk hingga ke tulang dan membuat setiap helai napas yang keluar dari mulut Luna berubah menjadi asap tipis.

Luna terus berlari. Sepasang kaki telanjangnya sudah mati rasa, tergores oleh ranting tajam dan batu-batu runcing di lantai hutan. Gaun putih rajut yang ia kenakan sudah kotor oleh lumpur dan robek di beberapa bagian. Dadanya naik-turun dengan kasar, rasanya seperti terbakar setiap kali dia mencoba meraup oksigen.

Di belakangnya, dunia manusia yang kejam telah merenggut semua yang dia miliki, menyisakan dirinya yang sebatang kara dan ketakutan. Dia hanya ingin lari sejauh mungkin. Dia tidak peduli lagi ke mana kakinya melangkah, bahkan jika itu berarti masuk ke dalam hutan terlarang yang rumornya sangat dihindari oleh orang-orang kota.

"Tolong... siapa saja..." bisik Luna lirih, suaranya parau dan hampir habis.

Langkah kaki menyedihkan itu semakin melambat ketika kabut di depannya mendadak menebal secara tidak wajar. Suasana hutan yang tadinya bising oleh suara jangkrik langsung senyap seketika. Sunyi yang mencekam. Insting manusianya mendadak menjeritkan alarm bahaya. Ada sesuatu yang salah.

*Kretek.*

Suara ranting patah di belakangnya membuat Luna tersentak. Dia membalikkan badan dengan cepat, menyandarkan punggungnya pada batang pohon yang besar. Matanya yang sembap bergerak panik, berusaha menembus kegelapan malam.

Dari balik kegelapan kabut, sebuah siluet tinggi tegap perlahan muncul.

Jantung Luna berdegup begitu kencang hingga telinganya berdengung. Itu bukan hewan berkaki empat. Itu adalah seorang pria. Pria itu berjalan dengan langkah yang begitu tenang namun penuh intimidasi, seolah dia adalah pemilik mutlak dari setiap jengkal tanah yang dia pijak.

Dia mengenakan jaket kulit hitam yang membalut tubuh tegap dan atletisnya dengan sempurna. Wajahnya sangat tampan. Garis rahangnya tegas, dengan rambut hitam acak-acakan yang membingkai wajahnya yang tampak dingin tanpa ekspresi. Ada beberapa bekas luka goresan tipis di pipinya, alih-alih merusak penampilannya, luka itu justru membuat sosoknya terlihat sangat berbahaya.

Pria itu adalah Yudha. Sang Alpha muda pemimpin kawanan serigala *Silver Moon*.

Yudha menghentikan langkahnya beberapa meter di depan Luna. Mata elangnya yang tajam langsung mengunci pergerakan gadis manusia yang tampak sangat rapuh di hadapannya.

"Manusia..." geram Yudha rendah. Suaranya berat, dalam, dan memiliki gaung dominasi yang begitu pekat hingga membuat lutut Luna seketika lemas. Luna merosot terduduk di akar pohon, tubuhnya gemetar hebat.

Basi Yudha, keberadaan manusia di wilayah terdalam hutan ini adalah sebuah pelanggaran fatal. Namun, tepat saat angin malam berembus ke arahnya, membawa aroma manis menyerupai perpaduan bunga lavender dan vanilla dari tubuh Luna, langkah Yudha langsung membeku.

Manik mata Yudha yang tadinya gelap tiba-tiba berubah warna, berkilat memancarkan warna emas cair yang menyala di kegelapan malam. Jantungnya berdegup dengan kecepatan yang belum pernah dia rasakan seumur hidupnya. Serigala di dalam dirinya mendadak melolong keras, mencakar-cakar ingin keluar, meneriakkan satu takdir yang membuat seluruh tubuh Yudha menegang.

*Belahan jiwa. Dia adalah takdir matimu.*

Yudha mengepalkan tangannya kuat-kuat di dalam saku jaket kulitnya. Bagaimana mungkin? Bagaimana bisa seorang Alpha besar dan perkasa seperti dirinya memiliki belahan jiwa seorang gadis manusia biasa? Gadis yang begitu lemah, yang tampak seolah-olah bisa hancur hanya dengan satu remasan tangannya.

Luna yang tidak mengerti apa-apa semakin ketakutan melihat mata pria itu yang menyala. "Jangan... jangan sakiti aku..." ucap Luna, air mata kembali menetes melewati pipinya yang pucat. Dia memeluk lututnya sendiri, berusaha mengecilkan tubuhnya.

Melihat air mata itu, ada sesuatu yang berdenyut aneh di dada Yudha. Rasa protektif yang luar biasa besar tiba-tiba bangkit, mengalahkan akal sehatnya. Pria itu melangkah maju, lalu perlahan berlutut di hadapan Luna yang sedang ketakutan setengah mati.

Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, Yudha mengulurkan tangannya yang besar dan kekar. Jemarinya yang hangat menyentuh dagu Luna dengan sangat lembut kontras dengan penampilannya yang garang memaksa gadis itu untuk menatap langsung ke matanya yang kini perlahan kembali normal.

"Siapa namamu, Manusia?" tanya Yudha, suaranya kali ini tidak lagi menggeram, melainkan terdengar sangat menuntut namun ada nada posesif yang terselip di sana.

Luna meneguk ludah, bibirnya bergetar. "Lu... Luna..."

Mendengar nama itu keluar dari bibir si gadis, sebuah senyuman tipis yang misterius muncul di sudut bibr Yudha. Nama yang sungguh ironis. Di dunianya, 'Luna' adalah sebutan untuk ratu atau pendamping seorang Alpha. Dan malam ini, takdir baru saja mengantarkan seorang Luna yang sesungguhnya ke dalam pelukannya.

Sebelum Luna sempat bereaksi lebih jauh, kesadaran gadis itu yang sudah mencapai batasnya akibat kelelahan dan syok tiba-kira runtuh. Pandangannya menggelap, dan tubuhnya yang lemas langsung ambruk ke depan.

Namun, tubuh Luna tidak menyentuh tanah dingin yang kotor. Sepasang lengan kekar Yudha dengan sigap menangkapnya, menarik tubuh rapuh itu masuk ke dalam dekapan dadanya yang bidang dan hangat. Yudha mendekap Luna dengan sangat erat, menghirup aroma manis di ceruk leher gadis itu yang kini resmi menjadi miliknya.

"Kamu aman bersamaku, Luna," bisik Yudha pelan di dekat telinga gadis yang sudah pingsan itu. "Dan mulai malam ini, aku tidak akan membiarkan siapa pun menyentuhmu."

Yudha kemudian berdiri sambil menggendong tubuh Luna dengan mudah ala bridal style, lalu berbalik berjalan menembus kegelapan hutan menuju markas kawanannya. Dia tahu, membawa seorang manusia ke dalam kawanan serigala akan memicu badai konflik besar. Tapi sang Alpha muda tidak peduli. Siapa pun yang berani menentang takdirnya, harus berhadapan dengan taringnya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!