Mengisahkan tentang hidup seorang wanita muda yang bernama Najwa Febri Anggreani yang terpaksa menikahi lelaki tampan kaya raya. penuh lika liku dan melewati banyak ujian sebelum ahirnya mendapatkan kebahagiaan yang sesungguhnya.. banyak konflik dan banyak hal yang menguras emosi dan airmata.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naryati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
DSI 27
Hai para readerku terima kasih buat yang udah setia mendukung Author dukungan kalian adalah motifasi buat author untuk menciptakan karya uyang lebih menarik.
Jangan lupa tinggalin jejak ya disini seperti Like, komen dan Vote seikhlasnya.
*Untuk apa kau memberiku kehidupan baru kalau pada ahirnya kau yang akan membuatku mati secara berlahan.*
Najwa masih menginap di kostan Intan sahabatnya, karena lusa Najwa akan berangkat menuju Banyuwangi untuk memenuhi tugasnya di sana.
"Na, benar kamu mau pindah ke Banyuwangi" ucap Intan sang sahabat.
"Iya Tan" ucap Najwa sembari mengemas pakaiannya ke dalam koper.
"Aku pasti akan sangat merindukanmu Na" ucap Intan lagi sembari memeluk Najwa.
"Kan kita masih bisa Vc setiap saat" ucap Najwa sembari membalas pelukan sahabatnya.
Udah jangan sedih lagi nanti cantiknya hilang loh,ucap Najwa lagi sembari tersenyum semanis mungkin.
Abee menemukan surat yang di tinggalkan Najwa, dia membaca secara berlahan tak terasa buliran bening membasahi pipi tampannya. Najwa mengatakan bahwa dia akan menghilang jauh dari kehidupan Abee, dan akan membebaskan Abee dari tanggung jawabnya. Isak tangis Abee kian pecah takkala menemukan buku diari Najwa yang tertinggal di bawah bantal.
Disana Najwa menuliskan bahwa dia sangat mencintai Abee, hati Abee bagai tercabik cabik dia telah menyia nyiakan cinta Najwa, dan sekarang dia harus kehilangan Najwa mungkin untuk selamanya.
Abee benar benar syok takkala menemukan liontin Najwa yang terjatuh dilantai mungkin tertinggal. Liontin itu adalah kenangan satu satunya Najwa dari orang tuanya, dan Abee mengenali Liontin itu, liontin yang sama yang dipakai pada wanita yang menolongnya dulu.
"Kenapa aku terlalu bodoh tak menyadari keberadaanmu" ucap Abee sembari menyimpan barang yang sangat berharga milik Najwa.
Hati Abee benar benar hancur, dia tak menyangka wanita yang dia cari selama ini telah menjadi istrinya, tangisnya kian pecah.
Abee bangkit dan berusaha mencari Najwa, Abee pergi menuju Rumah sakit tempat Najwa bekerja.
"Sus dimana Dokter Najwa" ucap Abee seketika di ruang resepsionis.
"Maaf bapak siapa" uca san Suster.
"Saya Suaminya Dokter Najwa" ucap Abee dengan sangat percaya diri.
"Maaf pak Dokter Najwa telah pindah dari rumah sakit ini" ucap sang Suster.
Abee langsung lemas tak berdaya mendengar bahwa Najwa telah pindah dari Rumah sakit itu.
"Kemana pindahnya Sus" ucap Abee berkaca kaca.
"Saya kurang tahu Pak, sepertinya keluar kota" ucap Suster itu.
Hati Abee benar benar hancur, dia lemas seketika. Anas yang melihat Abee pun mendekatinya.
"Bee apa yang kau lakukan disini" ucap Anas.
"Aku mencari istriku" ucap Abee dengan tatapan kosong.
"Istri" ucap Anas bingung.
"Iya, aku mencari Najwa istriku" ucap Abee kemudian.
"Siapa tadi, Najwa?" ucap Anas memastikan.
"Iya Najwa itu istriku" ucap Abee.
Mendengar bahwa Najwa adalah istri Abee membuat hati Anas sakit. Karena Anas sudah menaruh hatinya untuk Najwa.
"Anas aku mau tanya apakah dulu yang mendonorkan darahnya untukku adalah wanita ini?" ucap Abee sembari menunjukan foto Najwa.
"Iya" ucap Anas pelan. Hati Anas hancur mendengar nama Najwa.
Tubuh Abee langsung ambruk dan pingsan.
Anas membawa Abee keruang rawat unruk mendapatkan perawatan. Anas panik melihat Abee yang yiba tiba pingsan.
Anas menghubungi Om Danu dan memberitahu kalau kondisi Abee kurang baik, sekertika Keluarga Danuarata telah kembali ke Indonesia, di tambah Cerry juga ikut pulang lantaran mendapatkan kabar tentang kakaknya.
Abee masih terbaring lemah di Rumah sakit jiwanya seolah mati, tatapannya kosong.
Bunda dan Ayah yang baru sampai langsung menemui Abee, mereka menangis melihat kondisi Abee.
"Kamu kenapa sayang" ucap Bunda sembari memeluk Abee.
"Bunda Najwa ninggalin aku" ucap Abee terbata bata.
"Iya sayang Bunda yakin suatu saat nanti Najwa pasti kembali" ucap Bunda menenangkan Abee.
Abee menceritakan semuanya Abee juga bicara tentang wanita yang telah mendinorkan darah untuknya dulu adalah Najwa.
"Dan juga yang telah mendonorkan ginjalnya buat kakak juga kak Najwa" ucap Cerry yang baru masuk di ambang pintu.
Ayah dan Bunda sangat kaget dengan pernyataan Cerry. Terlebih lagi Abee, Abee syok berat mendengar penuturan sang Adik.
"Maksud kamu apa sayang" ucap Ayah kepada Cerry.
Cerry pun menceritakan semua hal yang dia tahu, bahwa yang dulu menolong kak Abee adalah Najwadan juga yang telah memberikan ginjalnya buat kak Abee juga Najwa. Cerry marah dengan perlakuan kakaknya kepada kak Najwa.
Abee yang mendengar itupun langsung lemah tak sadarkan diri, jiwanya sangat terpukul, bagaimana bisa dia menilai Najwa dengan sebegitu rendahnya padahal tanpa Najwa mungkin Abeezard Danuarta Brahmana itu sudah tak ada lagi.
Bunda dan Ayah pun ikut menangis mengingat kebaikan Najwa untuk keluarga mereka. Ayah mengerahkan semua anak buahnya untuk mencari menantunya Najwa.
Abee yang sangat syok pun kondisinya kian lemah. Dia menikmati rasa bersalahnya hingga nyaris merenggut nyawanya. Cerry yang melihat kondisi kakaknya pun tak tega, Cerry marah kepada Abee dan berkata
"Kak jika kakak memang mencintai kak Najwa kakak harus bangkit, jangan seperti ini. Kejar dan carilah kak Najwa jangan jadi pengecut dan Cerry mohon jangan sia siakan pengorbanan kak Najwa untukmu kak" ucap Cerry dengan deraian airmata.
Tubuh Abee sedikit merespon ucapan Cerry, Abee mulai membuka matanya dan mulai berbicara.
"Cerr tolong cari kak Najwa" ucap Abee dengan suara yang sangat lemah.
"Kakak yang harus mencarinya bukan aku" ucap Cerry.
Dilain tempat Najwa telah berada di kota Banyuwangi, disana Najwa mendapatkan banyak kebahagiaan sehingga sedikit bisa menghilangkan rasa sakit yang dulu pernah dia rasakan.
Di Banyuwangi Najwa tinggal bersama seorang wanita paruh baya, dia adalah Ibu Agnes seorang wirausaha.
Najwa sudah dianggap seperti anaknya sendiri, karena Ibu Agnes adalah wanita lajang yang belum bersuami hingga usianya 48 tahun.
Najwa bekerja di sebuah puskesmas di daerah itu, dengan peralatan seadaanya Najwa selalu berhasil menolong semua pasiennya. Di desa itu udaranya masih sangat asri sehingga membuat nyaman siapa saja yang berada di desa itu.
"Dokter makan dulu" ucap Ibu Agnes
"Iya Ibu" ucap Najwa. Jangan panggil Dokter panggil saja Najwa. ucap Najwa kemudian.
"Baiklah Najwa anakku" ucap Ibu Agnes.
Najwa dan Ibu Agnes menikmati makasn siang bersama.
Di lain tempat Anas masih berusaha untuk mencari keberadaan Najwa, bukan karena perasaannya tapi karena Abee, Anas tahu betul jikalau Abee sangat mencintai Najwa begitupun dengan Najwa, Anas pun menanyakan kesemua rekannya namun tak ada yang tahu kemana Najwa pergi.
Abee pun sudah mulai bangkit lagi, dia ingin sembuh dan membawa Najwa pulang. Abee bertekad akan mencari Najwa samapai kemanapun Karena Abee percaya dia pasti akan menemukannya.
Jangan lupa ya tinggalin jejak kalian di sini, dan tolong bantu Vote untuk saya di karya ini terima kasih.
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu
masa pemindahan dokter tampa rekomondasi dr dirut Rs nya..??
ya tanya dnk k bagian atas nya
maaf ya..🙏🙏