novel ini menceritakan tentang seseorang CEO tampan yang mabuk , dan memasuki kamar di salah satu hotelnya dan ternyata kamar tersebut sudah di isi oleh karyawannya sendiri .
dimalam itu membuat gadis tersebut harus kehilangan apa yang selalu dijaganya dan akan diberikan kepada suaminya kelak , namun Nasik sudah jadi bubur
hingga empat tahun mereka dipertemukan kembali tapi CEO tersebut tidak mengenali wanita yang perna di perkosanya hingga melahirkan anak kembarnya,, tetapi wanita tersebut pura pura tidak mengenali pria yang mengambil kesuciannya tersebut
sampai akhirnya kedua anaknya bertemu dengan CEO di taman permainan
apakah yang akan terjadi
mungkin kh mereka bisa bersatu kembali atau malah sebaliknya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon thalib, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
dooble kill
dirumah utama kini Nurul dan orang tuanya sedang bersantai diruang keluarga sambil menonton tv besarnya
Aidil yang mengetahui bahwa kedua orang tuanya sudah pulang dengan cepat Aidil ingin menemui kedua orang tuanya
dengan langkah yang cepat dan senyuman yang terukir di wajahnya Aidil diam diam masuk ke ruang keluarga dan mengaget kan orang yang disana
" Tara , anak ganteng mami sudah disini " teriak Aidil yang langsung muncul di hadapan maminya
plakkk
suara tamparan menggemah di ruang tersebut membuat Nurul segerah pergi meninggalkan ruang tersebut
" aduh mi , kalau kaget gak usah nampar gitu kali ,ni cium " ucap Aidil sambil menunjuk pipinya
Aidil yang melihat wajah maminya tidak bersahabat merasa kalau maminya marah karena dikagetkan, aidil pun melangkah ke arah papiknya yang sudah berdiri
dengan senyuman Aidil melangkahkan kakinya ingin memeluk papinya tapi belum sempat peluk suara tonjokan yang sangat keras mendarat di pipi yang sebelumnya ditampar maminya
bukkk
hantaman tersebut membuat Aidil terjatuh sambil meringis kesakitan
" ahhg , papi apa apan sih Aidil belum ulang tahun ,kok main tampar Sama tonjok aja " ucap Aidil yang merasa dikerjain tapi kedua orang tuanya hanya diam menatap tajam ke arah Aidil
" kalau mau ngepreng , gak usah gini juga kali Pi gak lucu , " ucap kesal Aidil
" mami ,kok diam saja , kalau kalian ngepreng oke kalian berhasil membuat Aidil takut dan sakit , ayolah jangan kaya gini " ucap Aidil dengan suara pasrah .
kini Aidil duduk di samping maminya tapi maminya malah pergi meninggalkannya begitu pun dengan papinya
" loh kok mami sama papi pergi ,kalian gak kangen sama anak kesayangan kalian." ucap Aidil
" dulu ya ,sekarang gak " suara maminya yang ketus membuat Aidil menggaruk kepalanya yang tidak gatal
" ini tanggal berapa sih , kok mami marah marah atau mami lagi pms kan mami sudah umur lima puluh lima tahun kan gak mungkin pms ,dan papi juga gak mungkin pms kan papi laki laki " ucap Aidil pada dirinya sendiri
" apa jangan janagn aku lupa tanggal berapa sekarang ,mungkin aku ulang tahun kali ya ," lanjut Aidil
Aidil yang bingung menyuruh semua pelayan memeriksa semua ruangan ,tapi semua pelayan mengatakan tidak menemukan tempat ulang tahun ku
gimana ini ,kok mereka tega sih ngepreng anaknya sendiri ," ucap Aidil yang prustasi dan kebetulan matanya terarah kepada mainan anak anak yang berserakan dilantai
" siapa lagi yang main anak kecil ini ,apa mami sama papi " ucap Aidil
" iya kali ,mungkin masa kecilnya kurang bahagia " lanjut Aidil yang seperti orang bodoh ,ngomong sendiri
dan saat mau melangkahkan kakinya ke kamarnya disaat itu lah Nurul turun membawa gelas kosong
" Rul ,kalian mau buatkan kejutan apa buat kakak ,?? tanya Aidil dengan santainya
Nurul yang mendengarkan kata kata tersebut hanya menatap sinis ke arah aidil
" kan kamu juga mau ikutan ngepreng ahhg ,gak seruh " ucap Aidil prustasi
sebelum kekamarnya Aidil melewati kamar orang tuanya , karena penasaran Aidil mengetok pintunya
";siapa tau kejutannya di kamar mami sama papi hihihi " gumam Aidil
tok
tok
tok
ceklek
Yani membuka pintu dan yang ternyata Aidil yang mengetok pintunya
" mami ,Aidil mau tidur sama mami dan papi " ucap Aidil memohon
brakk
Yani menutup pintu dengan keras membuat Aidil ketakutan
" kenapa ini Tuhan , apa mereka sudah tidak menganggap ku lagi " ucap Aidil penuh tanda tanya
" makanya jangan ngelakuin hal hal bodoh " ucap singkat seorang perempuan yang lewat siapa lagi kalau bukan Nurul
" hah maksudnya ?? tanya Aidil tapi tidak mendapatkan jawaban
dengan langkah kaki lemas Aidil mesuk kedalam kamarnya
" nasib ,nasib "