NovelToon NovelToon
Manisnya Madu

Manisnya Madu

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Nikahkontrak / Poligami / Fantasi / Patahhati / Tamat
Popularitas:776.9k
Nilai: 5
Nama Author: Sadar T'mora

"Tidak akan, aku menyukai kamu sejak pandangan pertama." yakin Johan.

'Karena aku mirip ibu? Tuan, apakah kamu tidak tau bahwa aku ini adalah putrimu.'

Akhirnya aku bertemu orang yang sering disebut-sebut namanya di setiap pertengkaran ayah dan ibu, hah!

Karunia , 19 tahun.

*

Dewi pelangi, 28 tahun.


Selesai makan mereka duduk santai di ruang tengah menonton televisi. Dewi bersandar di dada Johan, dagu Johan di pucuk kepala istrinya.
"Mas, bagaimana kalau kita cari seorang perempuan yang mau dihamili." suara Dewi tiba-tiba mendongak pada Johan.

"Maksudnya apa sayang?" tanya Johan merasa aneh dengan perkataan istrinya, Dewi.


*


Kedua perempuan diatas adalah isteri Johan Alamsyah 37 tahun, Pria matang itu berniat poligami agar terhindar dari masksiat.

Apakah niatnya akan tercapai?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sadar T'mora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

27

Di ruang kerja, acara akad nikah.

Johan bolak balik bibirnya belibet saat ijab kabul, bukannya menyebut nama Shopie malah tersebut nama Dewi dan Karunia bergantian sebanyak 4 kali barulah yang ke 5 kali ia menyebut nama Shopie.

Sah, sah sah.. akhirnya aku sah menjadi istri Johan.

Batin Shopie tersenyum lebar, mulut terbuka sampai ke telinga.

Karunia yang turut hadir menyaksikan berlangsung nya acara, merasa mual melihat wajah Shopie yang sumringah.

Dewi menarik napas berat.

Waktu Johan menikahi Niah, bisa bisanya aku merasa bahagia. Sekarang Johan menikahi Shopie, entah rasa apa yang ada. Apa aku bisa mempertahankan kamu mas, setelah anak kita lahir.

Batin Dewi memandang Wajah Shopie yang bahagia dan wajah Karunia yang sinis bergantian. Bahkan si mbok wajahnya merengut melihat Shopie.

Selesai acara, Johan meminta supir segera mengantar Shopie pulang. Dengan berat hati dan menahan rasa kesal Shopie kembali ke apartemennya. Padahal sengaja ia gak bawa mobil, berharap bisa nginap di rumah Johan.

Sabarlah Shopie, semua ada waktunya. Buktinya kamu selangkah lebih maju, gak nyangka kan sekarang kamu berstatus istri, Nyonya Johan Alamsyah.

Batin Shopie menyemangati dirinya sendiri.

Sementara Devan masih tinggal, Johan mengajak nya makan mpek mpek Karunia. Beramai ramai mereka makan di ruang tengah, Johan, Dewi, Devan, tidak ketinggalan si mbok dan suaminya.

Tampak Johan menyuapi Dewi dengan kasih sayang dan cinta tanpa perduli wajah Karunia yang merengut kesal.

Kenapa tidak, dia beli mpek mpek maksudnya buat berdua dengan mbok Senah. Makannya mau di hemat hemat buat besok lagi, malah di habisin semua sama cuko nya kandas disedot Johan.

Arghhh. "Makasih ya Niah atas traktiran nya, kamu belinya sedikit sekali." ucap Johan mengusap bibirnya.

"Udah gratis masih protes, itu dua kilo Tuan habisin semua. Mana belinya di bandara harganya dua kali lipat." ketus Karunia gak mau menutupi lagi rasa kesalnya.

"Kamu kan banyak duit, jangan pelit." Johan mendelik.

"Ayo sayang, kita ke kembali ke kamar." ajak Johan pada istrinya.

"Devan, kamu jangan nginap!" Johan nada mengancam.

"Johan, sudah malam tega kau. Please, aku capek nyetir bolak balik bandara!" mohon Devan nada memelas.

Apanya bolak balik, perginya aku yang nyetir.

Jawab Johan hanya berani dalam hati. "Tidur di lantai atas." tegas Johan.

"Thanks, Bos." ucap Devan, tersenyum senang merasa ada kesempatan dekat dengan Karunia.

Cis, dengus Johan melihat raut senang Devan.

*

Pagi pagi di kediaman Johan.

Karunia sudah ngantri di abang jualan sayur, ia menyiapkan sarapan nya sendiri kepengin makan seperti kebiasaan nya waktu di malaysia, nasi lemak sambal ikan kayu (ikan tongkol).

"Tuan Devan, mau buat kopi?" tanya Niah, melihat Devan sudah rapi masuk ke dapur.

"Mau Niah." jawab Devan, terpesona melihat wajah pagi Niah, polos tanpa noda.

"Biar saya yang buat Tuan duduk saja." ujar Niah.

"Kamu masak apa, wangi sekali?" tanya Devan basi basi.

"Ini menu sarapan ala orang melayu. Untuk Tuan sudah ada sarapan di meja ala Nusantara." jelas Niah.

"Apa aku bisa cicip masakan kamu Niah?" Devan duduk di meja makan dapur.

"Tentu boleh Tuan kebetulan saya masak lebih, tunggulah di ruang makan nanti saya antarkan." Niah tersenyum manis, semanis pagi yang cerah.

Setiap hari melihat wajah ini, aku bisa awet muda.

Batin Devan, melihat Johan yang baru mau masuk ruang makan mengepal tangan geram.

Hihi, mana berani si Johan menunjukkan perasaannya terhadap Niah, ada Dewi.

Dan benar saja Johan tidak mengomeli Johan, duduk manis di ruang makan bersama Dewi di sampingnya. Devan menghampiri nya.

"Pagi Bos." sapa Devan.

"Apa tidurmu nyenyak Devan?" sindir Johan, menahan kesal.

Semalam Devan ngobrol dengan Niah sampai lewat malam, saat Johan menelpon barulah Devan masuk ke kamar. Pagi pagi melihat lagi Devan bersama Niah, walaupun kesal sialnya ia tidak bisa berbuat apa apa.

Karunia masuk membawa kopi dan sarapan Devan. "Terima kasih Niah." ucap Devan, tersenyum lebar.

"Sama sama Tuan." jawab Niah.

"Nyonya mau cicip juga, saya masak nasi lemak." ujar Niah menawari Dewi.

Melihat Johan lebih tertarik dengan sarapan Devan daripada sarapan yang di piringnya. "Baiklah Niah, bawa sini." jawab Dewi.

"Baik Nyonya." Karunia berjalan ke dapur.

"Aku juga!" seru Johan kesal akhirnya, kenapa ia tidak ditawari.

Astaga. "Gak ada lagi Tuan, cuma sisa satu porsi." jawab Karunia teriak dari dapur.

"Ini Nyonya." Karunia meletakkan piring nasi lemak di depan Dewi.

Melihat itu. "Punya kamu bawa sini! Bukan kah kamu sudah sering, sekarang biarkan aku dulu yang makan." Johan ketus, nada memaksa.

"Ya sudah, tunggulah." Karunia balas ketus.

"Tidak usah Niah, ini aku minta memang untuk mas Johan." ujar Dewi.

Johan tersenyum lebar. "Sayang, I love you." ucap nya mengecup Dewi di bibir.

Cis, Devan mencibir.

"Jaga ekspresi kamu Devan." tegur Johan.

"Iya Bos." jawab Devan kembali fokus makan.

Dewi memandang Johan dan Devan makan dengan lahap masakan Karunia.

Apa segitu enak nya.

Batin Dewi mengunyah makanannya perlahan.

***

Dua hari kemudian.

Karena gak sabar menunggu beberapa hari lagi, Karunia permisi pada Dewi mau keluar sebentar. Ia ingin segera mengetahui apakah benar Johan bapak biologis nya.

Setelah mendapat ijin, karunia bergegas ke rumah sakit besar Sibolon menumpang taksi online walaupun Dewi menawarkan mobilnya.

Niah juga batal menggunakan jasa rumah sakit Bagus mengingat Bagus berteman dengan Johan bisa saja Bagus memberitahu nya.

Johan yang menerima laporan sekuriti segera menghubungi petugas rumah sakit menggunakan koneksi keluarga nya, untuk mengorek informasi selengkap lengkapnya dari Karunia.

Kebetulan memang keluarga besar Johan, merupakan customer tetap rumah sakit Sibolon. Mudah saja bagi Johan memerintah petugas dengan sedikit tekanan.

Setelah mengisi formulir pendaftaran Karunia menyerahkan sampelnya.

"Baiklah Nona, Kolom ini harus diisi dengan nama asli. Banyak yang melakukan tes walaupun kesalahan jarang terjadi tapi takut ada komplain di kemudian hari, pihak rumah sakit tidak mau dirugikan akibat kesalahan klien dalam memberikan informasi." jelas petugas menunjuk kolom tempat nama kedua sampel.

Gleg Karunia menelan ludah. "Tapi anda tidak akan memberi tahu siapa siapa kecuali saya kan, Pak." yakin Karunia.

"Tentu Nona, kami sangat menjaga kerahasiaan pasien. Anda jangan khawatir, kami telah disumpah untuk itu." jelas petugas sedikit gugup.

Akhirnya Karunia menulis asli namanya dan juga nama Johan, petugas mengerut dahi.

"Baiklah Nona, anda bisa datang minggu depan mengambil hasil tesnya."

Petugas rumah sakit memberi Karunia surat tanda terima yang nanti dibawa lagi saat pengambilan hasil tes.

Petugas menelpon Johan sesaat Karunia meninggalkan ruangannya.

"Apa!" Johan terperanjat kaget.

"Apapun hasilnya, saya harus yang pertama diberitahu!" Johan suara tegas pada petugas.

"Baik, pak." jawab petugas.

~

"Kenapa Karunia menduga aku ayahnya sampai sampai melakukan test DNA segala." tanya Johan nada heran pada Devan.

"Mungkinkah memang Karunia itu anak mu Johan." ujar Devan diam diam mengharap itu kenyataan.

"Gila kau, Devan. Aku hanya mengintip ibunya mandi sambil c0li, masa bisa hamil!" ketus Johan dengan gak tau malunya..

Hihi, "Yakin, cuma itu!" Devan terkikik geli.

"Tentu saja aku yakin." tegas Johan.

***♥️ jumpa lagi.

Jangan lupa like y guys.

1
Yati Syahira
laki doyan slengki lain jgn dipercaya akan ulangi dgn yg lain
Yati Syahira
dewj muna juga
Yati Syahira
smpi bucin begitu sama nia jon
Yati Syahira
sdh iklasin wi jihan buat niaj pergi dan cerai
Yati Syahira
laki laknat bikin dewi hamil yrus pergi dan cerai
Yati Syahira
kapan dewi cerai ,nikah sama demian punya anak
Yati Syahira
klu johan bener anak biologis johan terkutuk
Yati Syahira
johan srakah doyan juga semoga nia tdk bisa diketemukan ,dewi cerai berjodoh dgn yg lain
Yati Syahira
kho shopie tdk bunting juga apa johan mandul
Emy Sudarwati
hi
rita ratnawati
ni ceritanya Sofi ko hilang ya
kemana sofinya Thor
Jupilin Kaitang
disini semua menyala kan niah namun ini semua tidak akan terjadi kalau bukan dewi punyi cedangan.
Jupilin Kaitang
sudah dibagi yang segar si jon apa lagi naik buluh lah,lebih baik bagi tau nona besar selasai semuanya
Jupilin Kaitang
semua bermula dari penikahan kernah anak,dewi sendiri yang mengatur maka itu iklas kan saja dewi yang silap itu si nia yang sama dengan cinta lama si jon maka itu dia tegila2
Jupilin Kaitang
dasar lelaki miang tidak cukup 2 mau lagi apa lelaki memang gitu yah.nafsu diturut2
Jupilin Kaitang
sendiri juga sakit dewi atas apa yang kamu lakukan ,kenapa juga kamu sangup buat suami nika
Jupilin Kaitang
bukan tujuan si nia minta nika hanya ingin kepastian siapa ayahnya kenapa juga salakan nia itu juga kehandak si dewi,lelaki mnah juga yang tidak gila bila dibagi nika sama dengan wanita masalalunya si jon
Jupilin Kaitang
rancangan mu sendiri dewi nyuru suami nika ,kan sendiri makan hati lelaki mnah yang tahan kalau sudah didapan ini sah isteri lagi.sebelum buat ko tidak ingat sakitnya kan
Jupilin Kaitang
kehandak kamu sendiri dewi ,kamu rancang semuanya gara2 anak kenapa sekarang merasa sakit ,apa lagi kalau kau tau suamimu itu sudah lama selinku sama sopia
Jupilin Kaitang
buat ranjangan gila2 sendiri sakit hati bukan kah bodoh namanya,ne lagi suami si dewi gatal sangat gila
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!