NovelToon NovelToon
Zona Berondong

Zona Berondong

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Cintamanis / Berondong / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Cahya Senja

Semoga terhibur. Jangan lupa jejak ya.

Season 1

Memimpikan pasangan yang lebih dewasa, namun selalu terjebak cinta dengan pria berusia muda.

Dia adalah Rina Malinda. Menjalin kasih dengan pria yang lebih muda bukanlah impiannya, namun rasa nyaman yang didapatkan membuatnya susah berpaling dari pesona pria muda yang berhasil masuk ke hatinya.

Restu Andika. Pintar, tampan, humoris dengan segala kesempurnaannya membuat siapa pun termasuk Rina susah menolak pesonanya.

Sempat putus dan harus menghadapi berbagai cobaan, akhirnya hubungan mereka berlabuh dalam ikatan pernikahan.

Season 2
Lima tahun melalui mahligai pernikahan, Dika dan Rina belum juga dianugerahi momongan, bagaimana mereka menghadapi situasi ini?

Andre, pemuda yang selalu berdiri di belakang Dika setelah Dedi menempuh study kini berubah menjadi sosok yang tak kalah keras dengan bosnya.

Bagaimana ia melunakkan hatinya yang keras saat ia justru jatuh hati dengan Hana, wanita berbahaya dan harus dihancurkan olehnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cahya Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berselimut Kabut

"Kak?!" Rista menghampiri Rina yang nampak semrawut di atas ranjang Dedi. "Kak Rina kenapa?"

Dedi yang baru saja masuk hanya mendesah kala melihat kasur yang semula rapi kini bed cover-nya tertarik kesana-kemari. "Dika kemana?" tanya Dedi yang kini menyandarkan tubuhnya di tembok dengan sebelah tangan masuk ke dalam saku celananya.

"Dia di kamar mandi," lirih Rina.

Rista memandang sekeliling. "Kak Dedi kok berantakan banget sih." Rista kemudian memungut baju pria yang berserakan itu. "Ih jorok! Ini celana dalam kenapa juga bisa di sini sih Kak." Rista yang tak sengaja memungut benda keramat itu kemudian melemparnya dengan cepat ke sembarang arah.

"Ck." Dedi berdecak. Dika bang**t. "Rista taruh!"

"Taruh dimana Kak?"

Dedi berjalan mendekati Rista dan mengambil alih baju dan celana yang Rista pegang. Diletakkannya baju-baju begitu saja dihadapan Rina setelahnya ia menarik Rista keluar.

"Kak, mau kemana?" Rista menahan Dedi.

"Udah ikut aja!" Dedi terus berjalan dengan menggenggam tangan Rista. Tepat di depan pintu dia berhenti. "Kalian beresin semua. Kalau udah, suruh Dika calling." Setelah mengucapkan itu, Dedi meraih gagang pintu dan menghilang bersama pintu yang tertutup kembali.

Tak lama kemudian, Dika keluar dengan handuk yang melilit bagian bawah tubuhnya. "Tadi Dedi ya?"

"Iya."

Dika menghela nafas dan mengambil baju di hadapan Rina untuk segera dikenakannya di kamar mandi. "Rin, aku kudu gimana?" tanya Dika setelah kembali.

Rina menatap Dika dengan tatapan sendu. Apa kamu akan pergi kalau tahu ada orang lain yang udah pernah ngelihat tubuhku, bahkan menyentuhnya meskipun tak sampai kehilangan mahkota? Kristal bening lolos begitu saja dari sudut mata Rina.

"Maaf Rin, maaf." Dika membawa Rina dalam pelukannya. "Hubungan kamu sama Rio gimana?"

Mendengar nama Rio disebut, Rina kembali di dera rasa takut.

"Rin, kita nggak bisa terus-terusan gini. Bukan maksud aku mau ngerebut kamu dari Rio, tapi apa yang kita lakuin dan diluar batas wajar Rin. Aku bukan cowok brengsek yang bisa bersikap biasa aja abis giniin kamu." Meski nyatanya kalian yang lebih awal curangin aku.

Flashback On Dika POV

Rina pasrah saat aku membaringkan tubuhnya di atas ranjang. Aku juga tak paham dengan diriku, tapi naluriku sebagai lelaki mengalahkan logikaku.

Kini wajah kami begitu dekat, dan Rina justru memejamkan mata seolah siap menerima cumbu**nku. Saat aku nyaris meraup bibirnya, tiba-tiba logikaku berkata untuk berhenti saat itu juga. Kujauhkan wajahku dari sana, dan kunikmati cantiknya maha karya di hadapanku ini.

Hingga saat Rina membuka mata dan menatapku dengan tatapan sayu, logikaku mendadak hilang. "Apa boleh?" kata-kata itu lolos begitu saja dari mulutku.

Dan dua kata itu berbalas anggukan. Saat itulah hasratku mengalahkan logika secara telak.

Aku melu**t perlahan bibirnya tipisnya. Tanganku merambat dan melepas satu persatu kancing bajunya, dan saat semua sudah terlepas aku baru sadar kalau Rina juga melakukan hal yang sama dan hanya dengan satu tarikan, aku lebih dulu top less.

Kutarik wajahku hingga memaksa tautan kami untuk lepas. Ragu tiba-tiba kembali menyerbu. "****". Entahlah, ini umpatan atau ungkapan syukur saat Rina justru mengalungkan tangannya di leherku. Ku lepaskan logika dan kewarasanku hingga kini aku sudah berada diujung nafsu.

"Aaa!!!"

Sedikit kewarasan menghampiriku saat ku dengar Rina merintih. Sekelebat bayangan adikku lewat dalam benakku. Aku kini hampir merusak seorang gadis, bagaimana kalau adikku kelak diperlakukan seperti ini oleh lelaki. Spontan aku bangkit dan bergegas ke kamar mandi. Ku tinggalkan Rina yang berantakan tanpa busana di ranjang Dedi. Mungkin permainan solo adalah pilihan yang tepat saat ini.

Flashback off Dika POV end

"Hiks hiks..." Rina terisak dalam pelukan Dika. Aku bingung Dik. Berasa kayak mu*ahan aku saat ini. Aku nggak bisa jauh dari kamu, tapi aku nggak bisa mutusin Rio. Aku takut dengan keberadaan video itu. Tapi kalau harus sama Rio, aku juga takut.

"Kamu ngomong dong Rin, jangan nangis terus?"

"Egois nggak kalau aku minta kamu jangan pergi tapi aku juga belum bisa ngejelasin semua sekarang."

Dika mendesah. "Kalau aku ngomong nggak bisa gimana?"

Air mata Rina kian deras.

Dika melonggarkan pelukannya dan menangkup wajah Rina. "Rin, dengerin. Kalau kamu emang mau aku bertahan, kasih aku kejelasan." Dika menghela nafas. "Banyak pertanyaan yang berseliweran di kepalaku tentang kita. Tentang kamu yang ngajak putus tiba-tiba sampai hubungan kita yang melampaui batas seperti ini di saat kamu sudah punya yang lain."

"Maafin aku," lirih Rina di sela tangisnya.

Dika menggeleng. "Jangan sesali yang udah terjadi, sekarang kita pikirkan hal yang bakal kita lalui."

"Dika..."

"Aku nggak mau kita gini terus, aku cuma pengen kamu jujur, selanjutnya aku bakal mutusin buat lanjut atau berhenti."

Bukannya lekas bicara, kini Rina malah menyemburkan tangisnya.

Dika hanya mampu mendesah dan kembali membawa Rina dalam pelukannya. Nggak nyaman rasanya jalan dalam kondisi berselimut kabut kayak gini. Saat itu juga Dedi masuk bersama Rista.

"Kak Rina kenapa?" tanya Rista yang segera menghampiri Dika dan Rina.

Sementara itu Dedi hanya menatap dari dekat pintu. "Dik, gue mau ngomong." Ucap Dedi sebelum keluar tanpa menunggu persetujuan Dika.

"Aku keluar bentar ya?"

Rina menggeleng.

"Kamu nggak sendiri, ada Rista," ucap Dika dengan sabar.

Akhirnya Rina melonggarkan pelukannya kemudian menelungkupkan wajahnya pada kedua kakinya.

"Aku keluar bentar ya," ucap Dika sekali lagi. Setelahnya dia melangkah menuju pintu dan menghilang di baliknya.

Bugh!

Baru saja muncul dari balik pintu, Dika sudah mendapatkan sambutan dari sahabatnya. "Apa-apaan ini?!" protes Dika.

"Lu yang apa-apaan. Lu apain Rina di kamar gue?!" geram Dedi dengan mencengkeram kerah Dika.

"Gue ngapa-ngapain!" ucap Dika nggak mau kalah.

Dedi menghela nafas dan melepaskan cengkeramannya. "Terus itu kenapa? Sama baju elu kenapa bisa berceceran di lantai?" tanya Dedi penuh selidik.

Dika mendudukkan pantatnya di atas lantai dan mengeluarkan rokok dari sakunya. Setelah menyalakan sebatang, dia mulai menceritakan bagaimana Rina bisa di bawa ke kamar kos Dedi hingga aktivitas terlarang yang hampir mereka lakukan.

Dedi yang juga pusing dengan adik Dika kini turut meraih rokok yang tak jauh darinya. Dia kesal, kesal karena harus menahan semua, ini demi persahabatannya dengan Dika. "Rista ngajak jalan-jalan, kali aja Rina bisa lebih rileks. Jadi lu gampang ngajakin ngomong selanjutnya."

Dika menyudut putung rokok yang selesai dihisapnya ke dalam asbak. "Mereka kudu ganti baju deh kayaknya."

Dedi mengangguk. Mereka kemudian berdiri untuk menghampiri Rina dan Rista di kamar.

Cklek

Dika tersenyum menatap Rina yang kini tak lagi menangis. Dika berjalan mendekati adiknya sedangkan Dedi duduk di atas kursi belajarnya. "Rista mau jalan-jalan?"

"Emang boleh Kak?" tanya Rista antusias. "Sama Kak Rina juga ya?"

Dika hanya menunjuk Rina dengan dagunya.

"Aku pulang aja deh, nanti Mama nyariin."

"Yah, nggak asik nih." Rista menggerutu dengan wajah merengut.

Dedi yang semula menatap ketiganya, spontan membuang wajah kala Rista mulai berulah. Fix, aku bisa gila kalau keseringan ketemu Rista.

Setelah termakan bujuk rayu Rista, Rina akhirnya bersedia dengan catatan mamanya mengizinkan.

Setelah Dika dan kedua wanitanya siap, Dedi justru keluar dari kamar mandi hanya dengan mengenakan boxer dan kaos tanpa lengan.

"Kok kamu malah bajunya kayak gitu Ded?" tanya Dika.

"Terus kudu pake apa?"

"Ya kan jalan-jalannya sama kamu juga."

"Ogah gua. Palingan lu ngajak buat momong tuh bocah ababil," ketus Dedi sambil menatap Rista.

Rista merengut dan berjalan cepat ke arah Dedi. Dedi yang hendak menghindar kalah cepat dari pergerakan Rista. Saat itu juga Rista justru naik ke gendongan Dedi.

"Ih bocah. Apa-apaan ini. Turun nggak?!" Dedi berusaha menurunkan Rista.

"Nggak mau kalau Kakak nggak mau ikut!" ucap Rista sambil mengeratkan pelukannya.

Dedi frustasi karena dadanya kini berhimpitan dengan benda empuk dan kenyal milik Rista. "Iya, iya, iya! Cepet turun!" Dedi yang geram segera menghilang di kamar mandi setelah menyambar celana selutut yang belum lama di tanggalkannya.

"Ris, kamu dapat ide macam itu sejak kapan?" tanya Dika.

"Sejak tadi, hahaha!"

Melihat tingkah adik dan sahabatnya, Dika tak mampu menyembunyikan tawanya. Rina yang hari ini banyak diam pun akhirnya juga bisa pecah tawanya.

TBC.

1
Hadimulya Mulya
yg buat crita tau gk sih prinsip bisnis,ngarang z ngarang,tapi z di buat kayak crita sungguhan gtu Lo biar critanya kayak alur crita kenyataan
Hadimulya Mulya
crita gk bermoral,apa gunanya org tua klo gtu,takut nya ada yg mencontok nya
Devia Ratna
loh loh cepet banget
王贝瑞: Mampir juga kak ke Biru si ketos bad boy dan Love My Stepbrother 😄
total 1 replies
Devia Ratna
kok dikit sih kak partnya
Devia Ratna
hana hamil
Devia Ratna
kenape lagi kau rio
Devia Ratna
ujian apalagi ni andre hana
Devia Ratna
kaaaakkkk kemana ajaaaa
mbak i
iya 😥
FatimahArsyad
beneran tamat ya senja,,, dikit bgt hana sama andre bahagia,tp yg penting sah,,,
syumkia
looohhhhh Kak Senja kok sdh end' aj.....
kurang bnyakkkkkkkk extrapart ya❤️❤️❤️❤️❤️❤️
nuraeinieni
tp bgmn dady dan ryska,,,ada kah cerita mereka happy ending jg.
nuraeinieni
akhirx up jg,,,,,rindu dgn cerita rina dan dika.
evi priastuti
kak , tolong lanjut ke cerita arga dan senja , kangen mereka
sheila
alhamdulilah....Dedi n ristanya kapan thor
ᵉˡ̳༆yuli@_sm 💜💜💜💜
yahh kog end.... hmmm gk rela
🔵MENTARY
Happy Ending Kk
Tinggal Nunggu Kisah Dedi ama Rista
Ry Benci Pakpol Mampir
🔵MENTARY
Alhamdulillah akhirnya Andre dan Hana
Menikah jg
nur arifin
loh loh. kok belum rela
Aisyah Khumairah
Seru author
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!