NovelToon NovelToon
Sistem Harapan

Sistem Harapan

Status: sedang berlangsung
Genre:Menjadi Pengusaha / Anak Genius / Bepergian untuk menjadi kaya / Bullying di Tempat Kerja / Sistem
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Khusus Game

Arlan menatap gedung Megantara dengan map biru di tangan. {Sanggupkah semut sepertiku menang?} Tiba-tiba, layar biru muncul: [Status: Pengangguran Berbahaya]. "Tahu diri, Arlan. Kasta rendah dilarang bermimpi," cibir Tegar. Tapi Arlan tak peduli karena sistem mulai membongkar busuknya korporasi. Demi ibu yang masih menjahit di desa, ia akan merangkak dari nol hingga menjadi penguasa kasta tertinggi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khusus Game, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 25

Layar televisi di ruang kerja Arlan masih menampilkan grafik pergerakan saham maskapai kargo nasional yang merosot tajam. Arlan segera mengambil jasnya dan berjalan keluar ruangan dengan langkah yang sangat cepat. Siska mengikuti dari belakang sambil terus mencoba menghubungi sekretariat Federasi Logistik Terbuka melalui ponselnya.

"Pak Ketua sudah menunggu di gedung pusat, Arlan," kata Siska sambil menutup sambungan teleponnya.

"Katakan pada Maya untuk terus memantau pergerakan dana Aquila Logistics di bursa," perintah Arlan tanpa menghentikan langkahnya menuju lift.

Mobil MPV hitam milik perusahaan sudah menunggu di depan lobi dengan mesin yang menderu. Tegar segera membukakan pintu untuk Arlan dan Siska dengan wajah yang tampak sangat tegang. Perjalanan menuju gedung pusat Federasi Logistik Terbuka terasa jauh lebih lambat karena kemacetan siang hari yang padat.

"Mas Arlan, tim lapangan melaporkan ada tiga truk lagi yang mati mesin di area lingkar luar," ucap Tegar sambil melirik kaca spion tengah.

"Biarkan tim teknis menanganinya sementara waktu, Tegar. Fokus utama kita sekarang adalah mencegah mereka menguasai jalur udara," jawab Arlan sambil menatap layar tabletnya.

Arlan memperhatikan barisan data transaksi saham yang ditampilkan oleh sistem di matanya. Ia melihat ada sebuah pola pembelian yang sangat agresif namun tidak melalui jalur resmi lantai bursa.

[Sistem: Deteksi Transaksi 'Dark Pool'] [Analisis: Aquila Logistics menggunakan perusahaan cangkang di negara suaka pajak untuk membeli saham minoritas secara kolektif.]

"Mereka tidak hanya membeli saham utama, Siska. Mereka sedang mengumpulkan suara dari para pemegang saham kecil melalui jalur belakang," ucap Arlan sambil menunjukkan data di tabletnya.

"Jika mereka berhasil mengumpulkan tiga puluh persen, mereka punya hak untuk merombak dewan direksi maskapai kargo tersebut," sahut Siska dengan nada suara yang penuh kecemasan.

Mobil akhirnya sampai di depan gedung Federasi Logistik Terbuka yang dijaga ketat oleh petugas keamanan berseragam biru. Arlan langsung menuju ruang rapat utama di lantai dua belas. Di sana, Pak Ketua sudah duduk bersama beberapa anggota dewan senior yang wajahnya tampak sangat muram.

"Selamat datang, Arlan. Saya rasa kamu sudah mendengar berita buruk pagi ini," kata Pak Ketua sambil memberikan isyarat agar Arlan duduk di kursi di hadapannya.

"Saya sudah mendengarnya, Pak Ketua. Ini adalah serangan langsung terhadap kedaulatan distribusi kita," jawab Arlan dengan nada suara yang sangat tegas.

"Dewan direksi maskapai kargo sedang berada dalam tekanan besar. Aquila Logistics menawarkan suntikan dana yang sangat menggiurkan untuk menutupi kerugian mereka tahun lalu," ucap salah satu anggota dewan senior dengan suara yang parau.

"Dana itu adalah racun yang dibungkus dengan emas, Bapak-bapak sekalian," sahut Arlan sambil berdiri dan meletakkan tabletnya di atas meja.

Arlan mengaktifkan proyeksi data dari tabletnya ke layar besar di depan ruangan. Ia menunjukkan peta kekuatan Aquila Logistics di seluruh Asia Tenggara yang menunjukkan pola monopoli yang sangat merugikan pengusaha lokal di negara lain.

"Jika kita membiarkan mereka masuk, Federasi Logistik Terbuka hanya akan menjadi penonton di rumah sendiri. Mereka akan menaikkan tarif kargo udara hingga kita tidak sanggup membayar," jelas Arlan dengan penuh wibawa.

"Lalu apa solusi yang kamu tawarkan, Arlan? Federasi tidak memiliki dana tunai sebanyak yang dimiliki Megantara Global untuk membeli kembali saham-saham itu," tanya Pak Ketua sambil menyandarkan punggungnya ke kursi.

"Kita tidak perlu membeli saham itu dengan uang, Pak Ketua. Kita akan membatalkan akuisisi tersebut menggunakan regulasi anti-monopoli yang baru saja kita tanda tangani kemarin," jawab Arlan dengan senyum tipis di bibirnya.

Seluruh ruangan rapat mendadak menjadi sangat sunyi. Para anggota dewan senior saling pandang satu sama lain dengan raut wajah yang tidak percaya.

"Regulasi itu belum didaftarkan secara resmi ke kementerian, Arlan," kata Pak Ketua dengan nada suara yang penuh keraguan.

"Maya sedang memproses pendaftaran digitalnya melalui jalur prioritas sekarang juga. Dalam waktu satu jam ke depan, aturan itu akan berlaku secara sah di seluruh ekosistem logistik nasional," jawab Arlan sambil melirik jam tangannya.

"Tapi Aquila Logistics pasti akan menuntut kita ke pengadilan internasional," sahut anggota dewan lainnya.

"Biarkan mereka menuntut. Selama proses hukum berjalan, operasional mereka akan kita bekukan di seluruh wilayah hukum kita. Itu akan memberikan kita waktu untuk memperkuat armada udara mandiri milik federasi," ucap Arlan dengan nada suara yang sangat dingin.

Siska yang sejak tadi mendengarkan mulai menambahkan analisis operasionalnya untuk meyakinkan dewan.

"Kita bisa mengalihkan sebagian arus distribusi ke jalur laut menggunakan kapal-kapal kecil milik anggota federasi sebagai alternatif sementara," kata Siska sambil membuka peta jalur laut.

Pak Ketua terdiam cukup lama sambil mengetuk-ngetukkan jarinya ke meja kayu yang besar. Beliau menatap Arlan dengan tatapan yang sangat dalam, mencoba mencari keraguan di mata pemuda itu.

"Baiklah, Arlan. Saya akan memberikan dukungan penuh dari dewan. Lakukan apa yang harus kamu lakukan untuk menjaga langit kita," ucap Pak Ketua dengan suara yang mantap.

Arlan mengangguk pelan dan segera keluar dari ruang rapat diikuti oleh Siska. Ia merasa beban di pundaknya semakin berat, namun semangatnya justru semakin berkobar. Saat mereka berjalan menuju lift, ponsel Arlan kembali bergetar.

"Arlan, ini Maya. Aku baru saja menemukan sesuatu yang sangat aneh di balik server Aquila Logistics," ucap Maya dari seberang telepon dengan suara yang sedikit bergetar.

"Apa itu, Maya?" tanya Arlan sambil menekan tombol lift.

"Ada sebuah akun administrator yang aktif di dalam sistem mereka menggunakan nama pengguna 'Wiratama-01'. Sepertinya mantan ketua aliansi kita masih memiliki kendali jarak jauh dari dalam selnya," jelas Maya dengan nada suara yang sangat serius.

Arlan terhenti di depan pintu lift yang terbuka. Ia menyadari bahwa pengkhianatan di dalam negeri ternyata memiliki akar yang jauh lebih dalam daripada yang ia perkirakan.

"Mbak Siska, tolong hubungi Kapten Bramanto lagi. Saya ingin tahu siapa saja yang mengunjungi Pak Wiratama di penjara dalam dua puluh empat jam terakhir," perintah Arlan dengan nada suara yang sangat misterius.

"Kamu pikir ada orang dalam di federasi yang bekerja sama dengan dia?" tanya Siska dengan wajah yang penuh dengan kebingungan.

"Saya tidak hanya berpikir begitu, Siska. Saya yakin ada seseorang di ruangan rapat tadi yang baru saja mengirimkan pesan kepada Aquila tentang rencana kita," jawab Arlan sambil menunjuk ke arah ruang rapat yang baru saja mereka tinggalkan.

Tepat saat pintu lift tertutup, sebuah ledakan kecil terdengar dari arah area parkir bawah tanah gedung federasi. Arlan merasakan guncangan yang cukup kuat hingga lift terhenti secara mendadak di antara lantai sepuluh dan sebelas.

[Peringatan Darurat: Terdeteksi Gangguan Sistem pada Lift] [Status: Kabel Penyangga Mengalami Kerusakan Mekanis Secara Sengaja]

"Arlan! Apa yang terjadi?" teriak Siska sambil memegang pegangan besi lift dengan sangat erat.

"Seseorang baru saja mencoba menghentikan kita dengan cara yang sangat kasar, Siska," jawab Arlan sambil menatap ke arah panel kontrol lift yang mulai mengeluarkan percikan api.

Arlan mencoba memfokuskan pikirannya untuk mengambil alih kendali sistem lift menggunakan kemampuannya, namun ia menyadari bahwa listrik di seluruh gedung baru saja diputus secara total. Di tengah kegelapan lift yang sempit, Arlan menyadari bahwa ia baru saja masuk ke dalam jebakan yang dirancang dengan sangat sempurna di rumahnya sendiri.

1
boy
sistem gk guna,udh di tampar,kluar darah,tpi bacot doang,goblok
boy
Arlan pengecut,udh bner tpi masih pengecut,goblok lu Arlan,
Was pray
langkahmu terlalu cepat pingin sukses Arlan, pingin kaya secara instan , sukses instan, ntar kamu jadi mie instan lama lama Arlan, lalui proses dengan sabar, pertajam kemampuan bisnismu , perkuat koneksi bisnismu, baru punya ilmu analisis data secuil udah mendirikan perusahaan ... 🤣🤣🤣
Was pray
terlalu awal Arlan terjun ke dunia bisnis, kerja di megantara grup baru nenapak, asah dulu otak bisnismu dengan menimba ilmu di megantara, setelah kakimu kokoh berdiri baru terjun ke dunia korporat
Pakde
up thor 🙏🙏🙏
Pakde
lanjut thor 🙏🙏🙏
Pakde
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!