Stefani Agnesia Smith, Dokter cantik berumur 22 tahun yang terlahir dari keluarga terpandang. Memiliki otak super cerdas dan cantik membuat semua pria tertarik kepadanya. Tapi karena sifatnya yang judes dan dingin membuat semua lelaki tidak berani untuk mendekatinya. Hingga ada seorang pria tampan yang merupakan ceo muda dari perusahaan terkenal mendekatinya.
Bisakah sang Ceo menaklukan hati si Dokter cantik?
Tunggu lanjutan ceritanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Suci Aulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sebuah Hadiah
Rembulan bersinar terang, bintang-bintang kecil menghiasi polosnya langit malam. Udara nan sejuk begitu menenangkan hati. Tapi tidak dengan Stefani. Gadis itu sedang dilanda rasa gelisah.
"3 hari lagi" gumam Stefani pelan. ia membuang nafas kasar.
"Apa gue bisa bertahan sama Leo?, gimana nanti kalo gue nggak bisa nerima Leo sepenuhnya?." ucap Stefani. Rasanya dia benar-benar gelisah sekarang.
"Nggak, gue harus yakin. Semuanya akan baik-baik aja. Pernikahan ini akan berjalan dengan semestinya dan keluarga gue sama Leo bakalan bahagia. Lo harus yakin sama rencana tuhan Stef, harus!" Stefani berusaha meyakinkan dirinya. ia kembali menata hatinya satu kali lagi agar yakin bahwa ia tidak salah mengambil keputusan.
****
"Dimana mereka?"
"Disana Tuan"
Leo melangkahkan kaki jenjangnya kesebuah ruangsn yang ditunjukkan Jack. ia meraih knop pintu hingga pintu terbuka sempurna. Ia memasuki ruangan itu dengan aura dingin yang terpancar dari tubuhnya.
"Lepaskan penutup matanya!" titahnya pada salah satu anak buahnya yang ada di ruangan itu.
Orang itu membuka penutup mata pada orang yang tengah terikat di hadapannya.
Seseorang itu mengerjapkan matanya berulang kali untuk menyesuaikan cahaya yang masuk ke retina matanya setelah sekian lama tertutup. Hal pertama yang ia lihat adalah ia sedang berada di sebuah ruangan sempit tanpa fentilasi dengan beberapa orang berbaju hitam disana. Dan satu lagi, ia juga melihat orang yang ia kenal sedang sama-sama diikat seperti dirinya.
"Siapa kalian, kenapa kalian membawaku kesini?!" serunya sekaligus bertanya. Tak ada yang menjawab. Semua hanya menatap dingin kearahnya.
"Apa kabar Nona Shyla, Tuan Stuard?" ucap seseorang. ia membalikkan tubuhnya setelah daritadi ia hanya memunggungi sanderaannya.
"Leo, lee tolong aku. Tolong lepasin aku dari mereka. Aku takut" dengan bodohnya Shyla mengucapkan permohonan yang sangat mustahil di kabulkan oleh Leo.
Leo menyeringai iblis saat mendengar ucapan Shyla.
"Gue bakal lepasin kalian. Tapi setelah....." ia mendekat kearah Shyla dan mendekatkan kepalanya ke telinga gadis itu.
"Urusan kita selesai" lanjutnya dengan berbisik. Tubuh Shyla menegang seketika.
"Ngapain lo disini, dan siapa mereka?!" tukas Stuard.
"Seharusnya lo tau kenapa gue ada disini" jawab Leo.
ia berjalan kearah sofa yang ada dibelakangnya dan mendudukkan dirinya disana. Matanya menatap satu persatu orang yang ada dihadapannya dengan raut wajah yang sulit untuk diartikan.
"Kalian nggak inget, apa yang udah kalian rencanain buat gue dan Stefani?" tanya Leo dengan wajah datar tanpa ekspresi.
Shyla dan Stuarf menegang seketika. Keringat dingin mulai membasahi tubuh mereka. Keduanya tidak menyangka jika Leo bisa mengetahui bahwa merekalah yang merencanakan kejadian di malam itu.
"Ren-rencana?" ucap Shyla terbata-bata.
"Ya, rencana penjebakan yang kalian buat untuk gue dan Stefani. Dan apa kalian tau akibat dari rencana kalian itu?, gue harus berakhir tidur dengan Stefani karena rencana bejat kalian!!" tukas Leo sambil menatap tajam kearah dua tawanannya.
"Seharusnya, gue bilang makasih ke kalian. Karena berkat rencana kalian itu, gue bisa nikah sama Stefani. Dan sebagai ucapan terima kasih, gue mau kasih kalian sebuah hadiah" lanjutnya. Shyla dan Stuard tertegun. Mereka tak menyangka kalau rencana yang mereka buat untuk memisahkan Leo dan Stefani malah membuat Leo dan Stefani bersatu.
"Jack!!" panggil Leo. Jack yang berada di luar ruangan langsung masuk saat nendengar namanya di panggil.
"Ada yang bisa saya bantu Tuan muda?" tanya Jack sopan.
"Panggil mereka semua" titahnya. Jack mengangguk. ia kemudian keluar ruangan untuk memanggil orang suruhan Leo.
Tak butuh waktu lama. Masuklah sekitar 15 pria berumur berbadan kekar dan 15 wanita yang sudah tidak bisa di bilang muda. Mereka serempak membungkuk hormat ke Leo.
"Selamat malam Tuan muda" ucap mereka serempak. Yang hanya dibalas anggukan oleh Leo.
"Apa-apaan ini Le?" tanya Shyla sambil gemetar. Perasaannya mengatskan bahwa ini bukan situasi yang baik untuk dirinya.
"Seperti yang gue bilang tadi, gue mau kasih kalian sebuah hadiah. Hadiah yang akan selalu kalian ingat seumur hidup" jawab Leo sambil menyeringai.
"Apa lo nggak cukup membuat perusahaan kita hancur, apa masih kurang lo udah membuat keluarga kita jatuh miskin?" teriak Stuard dengan emosi.
Rahang Leo mengetat. ia menatap tajam kearah Stuard. Satu bogeman mentah ia layangkan kearah Stuard hingga kursi yang ia duduki sedikit terpundur ke belakang.
"Ini nggak ada apa-apanya, Tuan Stuard. Ini masih permulaan. Apa lo tau?, tindakan lo itu udah hampir membuat Stefani depresi andai dia nggak kuat mental. Dan yang perlu lo tau, gue akan membalas setiap orang yang berani menyakiti Stefani walau seujung kuku. Gue akan membalas dengan pembalasan seribu kali lebih kejam" tukas Leo dengan penekanan di setiap ucapannya.
Stuard tak menjawab. Ia hanya meringis merasakan kepalanya yang berdenyut akibat pukulan Leo.
Leo mengalihkan atensinya ke sekumpulan pria dan wanita di hadapannya. Senyum bengis kembali terpatri di wajah tampan pemuda 23 tahun itu.
"Kalian, buat mereka berteriak kenikmatan dan jangan buat saya kecewa, oke?!" ucap Leo.
Shyla terkesiap seketika.
"Le, aku mohon jangan. Leo please, jangan lakuin ini" mohon Shyla sambil beruraikan air mata.
"Ini hadiah dari gue, selamat menikmati" ucap Leo licik. ia lalu keluar ruangan diikuti Jack dan anak buahnya.
Tinggallah Shyla, Stuard, dan orang-orang itu. Mereka semua mendekat kearah Shyla dan Stuard dengan senyuman mesumnya.
"Berhenti, jangan mendekat!!" sery Stuard. Tapi mereka seolah tuli. Mereka terus mendekat kearah dua orang itu.
"Leo please, lepasin gue!!" teriak Shyla. Tapi teriakan itu tak ada gunanya. Leo tak akan melepaskannya dengan semudah itu. ia hanya akan melepaskan tahanannya jika mereka sudah benar-benar tersiksa hingga lebih memilih mati daripada hidup di dunia.
Pria dan wanita itu terus mendekat kearah Stuard dan Shyla. Dengan ganas, mereka merengkuh tubuh dua orang itu hingga suara teriakan dan desahan terdengar dari luar ruangan.
Di luar sana, Leo tersenyum simpul saat mendengar suara Shyla dan Stuard.
"Ini balasan yang setimpal" ucapnya.
**Tandai typo.....jangan lupa like, coment, and vote ya guys...
Happy Reading 😘**