NovelToon NovelToon
PEMBALASAN KETURUNAN DEWA ALKEMIS

PEMBALASAN KETURUNAN DEWA ALKEMIS

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi / Action
Popularitas:551
Nilai: 5
Nama Author: Nur Hali

Di benua Azure, kekuatan adalah segalanya. Namun, ada satu profesi yang paling dihormati dan ditakuti: Alkemis. Mereka yang bisa menciptakan pil roh, obat mujarab, dan racun mematikan.

Raymond adalah cucu dari Alkemis Legendaris yang pernah menyelamatkan dunia, Dewa Alkemis Zhuo Yi. Namun, sejak kakeknya menghilang secara misterius dan klan keluarga mereka dihancurkan oleh aliansi kekuatan jahat, Raymond hidup sebagai orang buangan yang menderita dan dipandang rendah.

Suatu hari, saat hampir dibunuh oleh musuh bebuyutannya, Raymond menemukan sebuah cincin batu giok peninggalan kakeknya. Di dalamnya tersembunyi jiwa sang Dewa Alkemis dan sebuah kitab suci "Formula Penciptaan Semesta".

Dengan warisan ilahi itu, Raymond bangkit dari lumpur. Ia mulai mencium bau bahan-bahan, meramu pil tingkat dewa, dan menumbuhkan kekuatan yang mengguncang langit. Ia berjanji pada dirinya sendiri: Semua yang pernah menginjak-injak martabatnya, semua yang membunuh keluarganya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Hali, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 23: KEHORMATAN DAN RUNTUHAN KUNO

Kemenangan Raymond mengubah seluruh tatanan di Akademi Roh Surgawi. Tidak ada lagi yang berani memandang rendah Kelas F. Mereka kini dipandang sebagai legenda hidup. Raymond tidak hanya memenangkan piala dan gelar juara, tapi juga rasa hormat dari seluruh murid dan guru.

Di upacara penutupan, Kepala Sekolah Qing Yun sendiri yang memberikan hadiah utama.

"Raymond, karena kemenangan luar biasamu ini, Akademi memberikanmu hak istimewa tertinggi. Kau boleh mengakses seluruh perpustakaan, mendapatkan sumber energi tak terbatas, dan... ini tiket masuk ke dalam Runtuhan Kuno yang akan dibuka bulan depan."

Kepala Sekolah menyerahkan sebuah liontin giok berwarna hijau tua.

"Terima kasih, Guru," jawab Raymond hormat.

Sore itu, setelah kerumunan bubar, Long Ao yang sudah sadar datang menemui Raymond di halaman belakang. Wajahnya lebam dan penuh rasa malu, tapi tatapannya tidak lagi penuh kebencian.

"Aku kalah... aku kalah telak," kata Long Ao pelan. "Selama ini aku sombong karena mengira bakatku yang terhebat. Tapi melihatmu bertarung... aku sadar ada dunia yang jauh lebih luas di luar sana."

Ia mengulurkan tangan. "Aku minta maaf atas semua perbuatanku sebelumnya. Mungkin kita tidak bisa jadi teman, tapi aku ingin mengakui kekuatanmu. Kau pantas menjadi yang teratas."

Raymond menatapnya sejenak, lalu tersenyum dan menjabat tangannya. "Lupakan masa lalu. Fokuslah berlatih. Dunia ini terlalu berbahaya untuk orang-orang yang lemah."

Sejak hari itu, nama Raymond melambung tinggi ke langit. Ia menjadi idola baru, namun ia tetap rendah hati. Ia menggunakan sumber daya yang didapat untuk memperkuat teman-temannya di Kelas F. Da Wei, Lin Mei, dan yang lainnya tumbuh menjadi kultivator muda yang sangat kuat dan disegani.

Namun, ketenangan tidak berlangsung lama.

Beberapa minggu kemudian, berita datang dari pusat kekaisaran. Istana Kematian mulai bergerak aktif kembali. Mereka melakukan serangan mendadak ke sekte-sekte kecil untuk mencari bahan obat langka dan informasi tentang keturunan Zhuo Yi.

"Kakek, sepertinya kita tidak punya banyak waktu," kata Raymond saat sedang meramu obat di kamarnya. "Aku harus menjadi lebih cepat. Aku butuh kekuatan yang melebihi Alam Asal. Aku butuh menembus ke Alam Roh!"

"Benar. Dan tempat terbaik untuk itu adalah Runtuhan Kuno yang disebutkan Kepala Sekolah. Di sana bukan hanya ada peninggalan klan kita, tapi juga ada Mata Air Roh Suci yang bisa memurnikan tubuh dan akar qi mu sampai tingkat maksimal," jawab Zhuo Yi. "Tapi ingat, di sana juga berbahaya. Banyak jebakan, binatang roh tingkat tinggi, dan juga murid-murid elit dari sekolah lain yang juga akan ikut masuk."

"Aku siap menghadapi apa saja," tekad Raymond bulat.

Hari pembukaan Runtuhan Kuno tiba.

Di depan sebuah gerbang batu raksasa yang tertutup lumut dan ukiran kuno, berkumpul ratusan pemuda terbaik dari berbagai sekte dan akademi besar. Di sana ada murid dari Sekte Pedang, Sekte Api, dan bahkan utusan dari keluarga kerajaan.

Suasana tegang. Mereka semua adalah saingan yang memperebutkan harta yang sama.

"Wah, lihat! Itu si 'Naga Hitam' Raymond!"

"Iya, dia yang mengalahkan Long Ao. Katanya dia punya senjata legendaris."

"Hmph, sombong sekali dia berdiri sendirian. Lihat nanti di dalam, siapa yang bisa hidup keluar."

Raymond mengabaikan bisik-bisik itu. Matanya terfokus pada gerbang batu itu. Ia bisa merasakan panggilan samar dari dalam sana. Seperti ada sesuatu yang sangat akrab memanggil namanya.

TRING!

Gerbang batu raksasa itu perlahan terbuka. Suara engsel besi tua berdecit keras mengudara.

Di dalamnya terlihat lorong-lorong gelap yang tak berujung, memancarkan aura kuno dan misterius.

"MASUKLAH! WAKTU HANYA 7 HARI! AMBIL APA YANG KALIAN BISA, TAPI INGAT... NYAWA ADALAH TARUHANNYA!" teriak pengawal dari luar.

Para peserta berlarian masuk dengan semangat. Beberapa berkelompok, beberapa berani masuk sendirian.

Raymond menarik napas panjang. "Da Wei, Lin Mei, kalian tetap di luar area berbahaya, kumpulkan material biasa. Aku akan masuk ke bagian inti."

"Siap Kak! Hati-hati!" seru mereka.

Raymond melangkah masuk. Kegelapan langsung menyelimutinya, tapi matanya yang sudah memiliki penglihatan malam bisa melihat dengan jelas.

Lorong di dalam Runtuhan Kuno sangat luas dan megah, meski sudah hancur sebagian. Dinding-dindingnya dipenuhi lukisan peradaban kuno yang menceritakan tentang para dewa dan naga.

Semakin masuk, semakin sedikit orang yang ia temui. Banyak yang memilih mencari harta di area luar yang lebih aman.

Raymond terus berjalan menuju arah yang ditunjukkan oleh cincin di jarinya. Cincin itu bergetar semakin kencang.

Akhirnya, ia sampai di sebuah ruangan besar yang tersembunyi di balik dinding palsu. Di tengah ruangan itu, ada sebuah altar batu kuno. Dan di atas altar itu...

Terletak sebuah buku kulit tua dan sebuah botol kaca berisi cairan keemasan yang berdenyut hidup.

"Itu... itu adalah Kitab Suci Alkemis Sejati! Dan itu... Air Mata Naga!" teriak Zhuo Yi tak percaya dan haru. "Ini adalah harta karun terbesar yang kutinggalkan sebelum terjadi bencana!"

Raymond berjalan mendekat dengan hati berdebar. Ini adalah warisan sesungguhnya dari kakeknya. Ini adalah bukti bahwa jalannya benar.

Namun, saat tangannya hampir menyentuh buku itu...

WUSH! WUSH! WUSH!

Tiga sosok berpakaian hitam total dengan topeng bulan sabit melompat turun dari atap ruangan, memblokir jalan keluar Raymond.

Aura mereka... sangat kuat! Masing-masing setara Alam Asal Level 4 atau 5!

"Hahaha... akhirnya kami menemukanmu, Keturunan Zhuo Yi," suara salah satu dari mereka serak dan dingin. "Tuan Muda Hitam sudah menunggumu. Serahkan semua warisan itu dan ikut kami, atau mati di sini dan jadi tulang belulang seperti tempat ini."

Raymond perlahan menurunkan tangannya. Ia tidak panik, justru tersenyum. Senyum yang penuh niat membunuh.

"Kalian datang tepat waktu. Aku sedang mencari alamat markas kalian. Ternyata kalian yang datang menyerahkan diri."

Raymond mencabut Pedang Bayangan Naga. Cahaya hitam memancar memenuhi ruangan.

"Karena kalian sudah datang... jangan harap bisa keluar hidup-hidup."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!