NovelToon NovelToon
Dijual Teman Laknat, Dibeli Mantan Minus Akhlak

Dijual Teman Laknat, Dibeli Mantan Minus Akhlak

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Nikah Kontrak
Popularitas:11.5k
Nilai: 5
Nama Author: Dfe

Nyangka nggak kalau temen mu sendiri bisa jadi setan yang sesungguhnya di dunia nyata?

Ini yang dialami Badai, lelaki 23 tahun ini dijual ke mantan pacarnya sendiri sama temennya, si Sajen!

Weh kok bisa? Ini sih temen laknatullah beneran ya kan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dfe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bergerak dalam diam

Seminggu berlalu dengan sangat membosankan untuk Dai. Di rawat di Rumah Sakit dengan kondisi seperti ini adalah penjara yang nyata untuk dirinya. Meski fasilitas VIP dia dapatkan, perawatan terbaik jangan diragukan, tapi tetap saja Dai merasa hal ini menyebalkan.

Dan sejak terakhir kali Kilau pergi meninggalkan Dai di ruang rawatnya beberapa hari yang lalu, perempuan itu tak juga menunjukkan batang hidungnya. Sudah barang tentu hal itu juga lah yang membuat Dai sering uring-uringan.

Hari ini lelaki itu sudah diperbolehkan pulang, yang pertama karena memang kondisi Dai sudah stabil. Kakinya juga sudah bisa diajak berjalan meski harus dengan bantuan kruk. Dai pikir Kilau memang sudah tak mau bertemu dengannya, tapi ternyata ketika lift terbuka, pemandangan pertama yang Dai tangkap adalah wajah cantik yang beberapa hari ini dia rindukan.

"Ki.." spontan Dai menyerukan nama perempuan yang kini berjalan ke arahnya.

"Hati-hati jalannya. Jangan meleng, Dai." sigap Kilau memapah Dai meski tubuhnya jauh lebih kecil daripada lelaki yang kini tersenyum memandanginya.

"Lo kemana aja sih, Ki?" tanya Dai kemudian tanpa mengalihkan pandangan. Dai menuntut penjelasan, ingin tahu alasan Kilau menghilang dari radiusnya beberapa hari terakhir.

"Nguras samudra gue. Sibuk banget pokoknya." jawab Kilau asal. Terdengar dengusan pelan, gaya bicaranya santai tapi binar matanya tak bisa dibohongi jika Kilau tampak lelah.

Dai terkekeh kecil, senyum tulus pertama setelah berhari-hari hanya bisa merengut. Dia tahu kalimat tadi hanya cara Kilau menghindari pembicaraan serius, tapi Dai tak keberatan. Setidaknya, Kilau ada di sini sekarang.

"Abis nguras samudra lo masih harus ngurus Badai, apa nggak remuk itu badan." sambung Dai sekenanya.

Keduanya saling pandang, Kilau memicingkan mata, bibirnya mengerucut tipis membentuk ekspresi yang sangat familiar di mata Dai. "Siapa juga yang mau ngurus lo. Udah gede juga ngambekan, ogah amat gue jadi baby sitter balita uzur macam lo."

"Astaga mulut lo, Ki. Kayak gini juga gue masih pacar lo, Ki. Eh masih dianggap pacar nggak sih gue?"

Kilau tak langsung menjawab. Ya sudah lah, Dai juga nggak mau banyak bicara. Takut salah ngomong malah bikin suasana jadi canggung. Dai menurut saja ketika Kilau dan Arga membantunya masuk mobil, ada pak Arif di sana yang menyapa Dai sambil tersenyum ramah.

Begitu pun Ambar dan Senja yang juga turut masuk mobil karena segala urusan administrasi, penebusan obat-obatan, hingga jadwal kontrol Dai selanjutnya sudah diurus tuntas oleh Arga sebelum mereka keluar tadi.

Kilau masih diam. Mungkin tidak sepenuhnya tutup mulut, tersebab jika Ambar atau Senja bertanya dia tetap menjawab sekenanya. Obrolan ringan antara mereka memecah keheningan dalam mobil. Namun ada sepasang mata yang terus memperhatikan setiap gerak-gerik Kilau selama di dalam kendaraan tersebut.

Sesampainya di rumah, Dai mengajak Kilau bicara di ruang tamu. Ambar dan Senja berinisiatif menyiapkan minuman dan camilan untuk Kilau, Arga, dan Pak Arif. Suasana hangat dan penuh perhatian itu sedikit meredakan ketegangan yang terasa sejak di rumah sakit.

"Ada apa, Ki? Lo kelihatan capek banget gitu. Gue yang sakit, kok malah lo yang ngenes." tanya Dai, begitu mereka berdua ditinggalkan sendiri di ruang tamu.

Kilau menghela napas sebelum menjawab, "Beberapa hari ini gue pusing banget sama sikap orang tua gue, Dai." Dia mulai mencurahkan isi hatinya.

"Kenapa? Lo masih dipaksa buat nikah sama si boti itu ya?" tanya Dai dengan nada tidak suka yang kentara.

"Lo lihat berita nggak sih? Heran gue sama lo. Gunanya HP lo itu apa, gue tanya? Minimal nonton TV atau scroll medsos gitu lho, Dai," balas Kilau dengan nada kesal yang terdengar tak dibuat-buat.

"HP gue aja mati. Nggak gue charge. TV di rumah sakit dikuasai Senja buat nonton Pororo sama Tayo, belum lagi Sajen yang suka nge-game tiap ke sana, cuma duduk di bawah stop kontak sambil nyolokin HP-nya. Nggak meledak ruangan itu aja udah paling bener," jelas Dai dengan nada membela diri.

Kilau hanya bisa menatap datar lelaki itu, menghembuskan napas pelan. Dia tahu, berdebat dengan Dai saat ini tidak akan ada gunanya.

"Tiga hari yang lalu, tiba-tiba saja saham perusahaan Adiwijaya anjlok. Produk mereka yang ada di pasaran diboikot besar-besaran. Orang tua Arang nuduh gue dalang dari semua kesulitan yang mereka alami," Kilau terkekeh sinis sebelum melanjutkan, "Mereka pikir gue punya kekuatan sekuat itu buat mengacaukan satu perusahaan besar? Nggak masuk akal."

Dai terkejut mendengar penjelasan Kilau. Otaknya berusaha mencerna semua informasi singkat yang baru saja ia dengar. "Terus?" tanyanya hati-hati, merasa ada sesuatu yang buruk akan terjadi.

"Sebagai bentuk 'pertanggungjawaban' atas kekacauan yang katanya gue ciptakan, gue disuruh mundur dari jabatan direktur yang bahkan belum genap setahun gue pegang. Nggak cuma itu, gue juga harus mengganti kerugian perusahaan Adiwijaya yang katanya mencapai triliunan dengan menjual saham gue di MahaTech. Coba, misal lo jadi gue, apa yang bakal lo lakuin?" Nada bicara Kilau terdengar getir.

"Anjing! Kok bisa gitu?! Kan bukan lo yang bikin mereka bangkrut, Ki? Sialan! Terus sekarang lo gimana? Lo setuju gitu aja?" Dai merespon dengan emosi yang meledak-ledak, menunjukkan ketidakpercayaannya atas apa yang baru saja ia dengar.

"Kalau gue nolak buat tanggung jawab, keluarga Arang minta gue nikah sama anaknya. Dan memberikan kuasa penuh untuk Arang mengelola MahaTech." ujar Kilau lesu sambil menunduk.

"Bajingan! Se asyu itu ya mereka. Mata mereka buta apa gimana? Yang mereka tindas ini perempuan lho, cuma berdiri sendiri tapi terus dipojokin kayak gini!" Dai merespon dengan amarah yang membara. Dia mengepalkan tangannya, geram dengan ketidakadilan yang menimpa Kilau. "Mereka pikir lo barang yang bisa seenaknya mereka atur? Mereka pikir lo lemah karena lo perempuan? Mereka salah besar, Ki!"

Dai bisa menebak dengan tepat siapa dalang di balik semua kekacauan ini. Siapa lagi kalau bukan kekuatan besar dari Hiro Daichi, ayahnya yang berada jauh di Jepang sana. Mustahil bagi Kilau untuk bisa meruntuhkan Adiwijaya Grup dalam waktu tiga hari. Kilau tak punya power sekuat itu.

Wajah Dai menegang, rahangnya mengeras. Tanpa membuang waktu, dia meminta Kilau meminjamkan laptopnya. Amarahnya sudah mencapai ubun-ubun, dia tak tahan lagi hanya berdiam diri menyaksikan ketidakadilan yang menimpa Kilau, hanya karena telah membantunya.

"Lo mau apa?" tanya Kilau penasaran tapi tetap menuruti permintaan Dai dengan memberikan laptop yang ada di dalam tasnya.

"Ngasih tunjuk ke mereka kalau nggak ada yang boleh nyentuh apalagi nyakitin pacarnya Badai Ananta Dewa." Jari-jarinya mulai menari di atas keyboard, dengan gerakan cepat dan terampil. Kilau hanya bisa terpaku, menyaksikan perubahan drastis pada diri Dai. Dai mau ngapain ya kira-kira?

1
Badai pasti berkilau
Waduhh sesek ini, kalo sampe ibunya Dai tau 🤔
Bulan-⁶
bagaimana perasaan sang ibu kalo badai masih berhubungan dengan ayahnya
Bulan-⁶
untung dai punya bekingan yang lebih kuat
Bulan-⁶
wawwwwww
Bulan-⁶
ngerti sekarang kamu dai?
Bulan-⁶
sajen nganan liat pasangan didepan mata
Bulan-⁶
kebanyakan laki gak tahan sakit, langsung manjanya kumat
Bulan-⁶
bakar aja arang biar jadi abu,, ehh nunggu besok lah bentar lagi idul adha buat bakar sate aja biar lebih berguna itu arang
p
luar biasa
𝐔 𝐏 𝐈 𝐋 𝐈 𝐍
skrg bisa seenaknya mengaggap Badai sampah yg tak layak bersanding dg keluargamu Dji..
tapi nanti, stlh kamu tau siapa dia sbnrnya, pasti kamu bakal gencar agar mreka cepet² meresmikan hubungannya kan?! 😏
𝐔 𝐏 𝐈 𝐋 𝐈 𝐍
Wijaya Saha Thor?
𝐔 𝐏 𝐈 𝐋 𝐈 𝐍
widih, Badai emg dabes lah Ki..
bisa diandelin buat jadi pasangan😚
𝐔 𝐏 𝐈 𝐋 𝐈 𝐍
Badai klo udah spaneng, bisa menerjang lawan sampe luluh lantak nih
📌♏♎®️𝕯µɱՇɧeeՐՏ🍻¢ᖱ'D⃤ ̐
🤣🤣🤣🤣siap2 sujud2 noh bapaknya kilau kalo tau Badai anak sultan tajir melintir 🤭
Bulan-⁶
wkwkwk aman dai gak bakalan ditampar
Bulan-⁶
sajen beneran pasangannya dedemit
Bulan-⁶
wes lah mau pura2 atau beneran pacaran juga silahkan, udah kokopan juga tadi kan
Bulan-⁶
pake tossa aja thor
Bulan-⁶
perjalanan mu masih panjang dan berliku dai
📌♏♎®️𝕯µɱՇɧeeՐՏ🍻¢ᖱ'D⃤ ̐
sombong dikit boleh kok Dai🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!