NovelToon NovelToon
Penyihir Gila Dari Jurang Hantu

Penyihir Gila Dari Jurang Hantu

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Fantasi Isekai / Balas Dendam
Popularitas:737
Nilai: 5
Nama Author: AbdulRizqi60

Cakrawala Dirga Samudra adalah seorang Pangeran kerjaan Nirlata yang dibuang kedalam jurang saat umurnya baru menginjak 6 tahun. namun bukannya mati, di dalam sana ia justru bertemu sosok misterius yang membuat dirinnya menjadi penyihir gila. 7 tahun berlalu ia kembali dengan kekuatan baru untuk menuntut balas, merebut takhta yang seharusnya menjadi miliknya, dan mengungkap rahasia di balik tembok istana

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AbdulRizqi60, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

7 Petapa Kera Dari Jurang Hantu

Samudra kembali mengingat kejadian tadi, ia mengingat sosok yang berbicara dengannya memiliki rupa sangat mengerikan.

Raksasa menyerupai manusia setinggi 4 meter memiliki enam lengan yang sangat berotot dan tampak kuat, masing masing lengan memegang senjata aneh yang Samudra sendiri belum pernah melihatnya.

Tak hanya itu ia juga memiliki tiga kepala dan masing masing dari ketiga kepala itu menunjukan eksperesi yang berbeda, kepala bagian tengah menunjukan ekspresi dingin kepala bagian tengah itulah yang berbicara dengan Samudra, bagian kiri memasang ekspresi sedih dan menutup matanya seolah menangis, kepala bagian kanan mengekspresikan kesenangan, Samudra melihat kepala Bagian kanan itu tersenyum gila menatapnya dan matanya tidak menyala.

Ia mengenakan pakaian tempur yang megah namun terkesan gelap dan kuno, di tambah lagi sebuah mahkota besar bertengger di masing masing kepala.

Itulah deskripsi singkat tentang mahluk yang Samudra lihat di dasar jurang kala itu.

Samudra teringat bahwa ia melihat mahluk itu dan pemandangan dasar jurang yang sangat gelap karena ia membuka mata kirinya. Samudra berusaha membuka mata kirinya, namun itu terasa sangat sakit seolah bola mata Samudra hancur akibat tebasan belati Kerta Sena.

"Di mana ini?" Tanya Samudra ketika menyadari pemandangan di sini sedikit lebih terang di bandingkan dasar jurang karena ada cahaya remang bulan.

"Tempat ini berbeda dari tempat tadi." Batin Samudra.

Wus....

Semilir angin dingin menerpa tubuh Samudra, dari dinding goa terlihat bayangan tujuh sosok dengan penampilan aneh dan berbeda beda.

Samudra secara refleks menatap ketujuh sosok yang baru datang itu, betapa terkejutnya Samudra melihat 7 kera dengan pakaian kusam dan berbeda-beda berdiri menatapnya dengan tatapan menindas.

"Si... siapa kalian?" Tanya Samudra.

Yang tertua dari mereka berjanggut putih berambut putih panjang dan memakai jubah lusuh dari kulit kayu. Dia melangkah mendekati Samudra dengan langkah ringan dan tenang.. namun ruang di sekitarnya terasa bergetar, seolah tidak mampu menahan energi sihir yang merembes darinya.

"Namamu Samudra bukan bocah? Aku melihat darah bangsawan mengalir dalam dirimu. Kami menemukanmu di dasar jurang kesunyian. Aku sangat heran, bagaimana kau tidak mati setelah jatuh dari atas jurang. Ada yang menarik di dalam tubuhmu namun sulit di jelaskan oleh akal sehat." Ucap kera tua itu.

"Si... si... siapa kalian? Aku sama sekali tidak mengerti dengan ucapanmu kera tua. Apakah kalian monster yang suka memangsa manusia seperti yang di ceritakan orang orang?" Tanya Samudra dengan suara lemah bercampur rasa takut yang tidak bisa dia sembunyikan dari ketujuh sosok kera yang berdiri dan menatapnya.

"Bocah edan... kau benar, kami adalah bangsa monster yang sangat suka memangsa manusia, apalagi daging anak kecil sepertimu.. hahaha.." ucap seorang kera yang bertubuh besar dengan pakaian ketat selengan dan terselip pedang pemenggal besar di punggungnya.

Ucapan dari kera besar itu membuat Samudra semakin ketakutan, hal itu membuat jantung Samudra berdegub semakin kencang. Namun sebelum rasa takut mencapai puncak tertingginya Samudra melihat sosok kera wanita dengan pakaian longgar panjang bermotif bunga indah memukul kepala kera besar itu dengan tongkat yang ia bawa.

"Dasar kera tidak punya otak! Badan saja besar, bisa bisanya kau menakut nakuti anak kecil yang sedang terluka parah!" Ucap kera wanita itu.

Rasa takut Samudra bukannya berkuruang justru bertambah ketika melihat kera wanita itu mendekatinya, Samudra langsung memegangi kepalanya karena takut di pukul.

"Kau tidak perlu takut padaku bocah... kami bertujuh adalah 7 petapa kera dari jurang hantu ini. Kami bukan monster, kami hanya sebagian kecil jiwa yang sedang menunggu kematian." Ucap kera wanita itu.

"Kami semua dahulu adalah penyihir yang sangat di segani di manapun kami berada. Hanya saja kami kalah melawan musuh yang sangat kuat, sejatinya kami sudah tewas apa yang kamu lihat saat ini hanyalah perwujudan dari secuil kekuatan kami yang kami buang ke jurang hantu ini.

Di sini kami berharap dapat memulihkan kekuatan kami dengan bertapa di sini, namun kami salah besar karena wujud kami tanpa jasad membuat kekuatan kami sama sekali tidak meningkat.. alhasil di sini kami putus asa dan hanya tinggal menunggu kematian. Hingga dirimu tiba, bocah ajaib yang tidak mati walaupun jatuh dari jurang sedalam ini."

"Penyihir yang sangat di segani? Kenapa penyihir sekuat kalian bisa kalah? Memangnya siapa yang kalian lawan?"

"Dewa dan iblis."

Mata Samudra melebar, "dewa? Artinya kalian orang jahat karena berani melawan Dewa?" Ucap Samudra.

"Pikiranmu masih terlalu polos bocah, tidak semua Dewa itu baik dan tidak semua iblis jahat."

"Istirahatlah, cepatlah sembuh, kau akan menjadi pewaris kami." Ucap wanita itu berbalik dan pergi di susul kera lainnya.

Hanya kera yang paling tua yang masih berdiri di sana, "ada yang istimewa dalam dirimu bocah, sesuatu yang sulit di ketahui bahkan aku sendiri tidak tau itu apa."

Wus...

Tubuh Kera tua itu tiba tiba menghilang dan meninggalkan puluhan daun daun hijau yang berjatuhan.

Samudra termenung, "sesuatu yang sulit di jelaskan? Sialan! Aku lupa bertanya kepada mereka tentang sosok dengan tiga kepala itu. Apakah mereka mengenalinya?"

***

Hanya dalam tiga hari seluruh luka di tubuh Samudra sembuh, itu semua semakin menambah keyakinan ketujuh kera itu bahwa Samudra cocok menjadi pewaris kekuatan mereka, ada sesuatu di dalam diri Samudra yang tidak di ketahui siapapun bahkan mereka

Siang hari di dasar jurang hantu yang berkabut.

"Aduuuhhh....!!! Kakiku patah..."

Tubuh Samudra tampak terjerembab di tanah, tubuhnya perputar tiga kali sebelum akhirnya menabrak pohon kayu hitam. Suara erangan terdengar dari mulutnya, sedangkan dari atas tebing batu terdengar suara tawa yang menertawakannya.

"Hahaha... dasar bocah lemah, ular pun kalau melihat kau berjalan akan kasihan!" Ucap Bara Tunggal seekor kera besar dengan pedang pemenggal di punggungnya.

Samudra masih merintih kesakitan sambil memegangi bokongnya yang terasa sangat sakit.. namun wajahnya terlihat tidak menunjukan rasa sakit, malah kadang ada suara cengengesan keluar dari mulutnya.

"Itu sihir apa guru? Mengapa syaratnya harus berdiri menggunakan kepala? Kalau otakku beku siapa di antara guru yang mau bertanggung jawab, hah?!!" Ucap Samudra. Tampak mata kiri Samudra kini di tutupi dengan semacam penutup mirip bajak laut.

Seekor kera bertelinga panjang dengan, pakaian emas, hidung mancung dan terdapat banyak gelang emas di lengannya menatap Samudra acuh, ia bernama Jagad Giri.

"Itu dasar sihir elemen angin bocah. Jika kau tidak bisa diam dan membalikan tubuh tanpa nafas, jangan harap bisa kabur dari sergapan naga. Jika hanya sihir dasar saja kau tidak bisa menguasainya lebih baik kau menjadi juru masak untuk kami di jurang hantu ini! Dan berhentilah untuk membalas dendam kepada orang yang membuangmu!" Ucap Jagad Giri.

1
anggita
nama ilmu yg keren. mantra api jiwa👏
anggita
ikut dukung ng👍like, 2x☝☝iklan. moga novelnya lancar.
anggita
novel laga lokal👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!