Dark romance !!
Adegan kekerasan dan darah !!
Bocil harap minggir, karena banyak adegan spicy 🌶️ !!
Lepas dari lubang buaya, kini dia jatuh ke lubang singa.
Demi melindungi kedua anaknya yang masih bayi dari kejaran ayah kandungnya, Beverly terpaksa masuk ke sebuah kapal mewah dan bersembunyi dari kejaran ayah kandungnya yang hendak membunuh kedua anaknya.
Tanpa Beverly sadari, kapal besar itu milik seorang mafia kejam yang baru saja keluar dari rumah sakit jiwa, yaitu Giovanni.
Melihat ada wanita nakal masuk ke dalam kapal miliknya, membuat ide licik bagi Giovanni yang tertarik pada wajah cantik dan tubuh indah itu.
“Aku akan menjagamu dan melindungi anak-anakmu, dengan syarat puaskan aku di atas kasur~”
“Dasar gila !!!”
“Aku memang mantan pasien RSJ, sayang~”
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agnes Fetrika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
11. Pesta + Cast
Cast untuk para pemain sekaligus pakaian mereka saat masuk ke pesta. Di mulai dari yang lebih dewasa atau tua ya..
1. Arnold Holt Abraham
Kepala Keluarga Abraham, yang usianya 48 tahun.
2. Catalina Lice Abraham.
Nyonya Besar Keluarga Abraham, usianya sebenarnya udah enggak muda, tapi masih awet wajahnya hehehehe dia 40 tahun.
3. Giovanni Ace Abraham
Kelihatan muda, tapi usianya udah 28 tahun hehehehe.
4. Gregor Lice Abraham
Adek yang ngeselin buat Giovanni ini, usianya hampir sama kaya Beverly 21 tahun, jaraknya cuma satu tahunan.
5. Beverly Briel Caledon
Yah, ini dia wanitanya si Giovanni, usianya 20 tahun. Mamud dia, mama muda hehehe..
Itu aja cast wajahnya, inget ya warna mata mereka masih sama yang Author kasih kemarin, ini cuma buat contoh wajah mereka aja.
Udah itu aja, Happy reading.
Malam itu di sebuah gedung mewah, beberapa pengusaha besar dan para elit mengadakan sebuah pesta cukup besar dan terlihat mewah. Lampu pesta berkilau kelap kelip, beberapa minuman dan hidangan makanan tersedia di sana.
Beberapa orang menggunakan pakaian formal untuk pria, dan gaun indah untuk para perempuan. Para tamu saling berbicara satu sama lain, sambil memegang sebuah gelas berisikan whiskey dan juga vodka sebagai minuman utama yang di sediakan bagi para tamu.
Hingga dari arah pintu masuk utama, terlihat sebuah keluarga masuk ke dalam, dengan berjalan saling bergandengan dan ada yang berdampingan di samping. Beberapa tamu yang menyadari hal itu, langsung menoleh ke arah mereka yang baru saja datang, dengan tatapan kagum, terkejut, ada pula yang memberikan tatapan tidak suka di sana.
Keluarga itu, adalah Keluarga Abraham. Keluarga yang begitu berpengaruh bahkan sampai di masuk jajaran para elit yang menguasai pasar dunia, dan Perusahaan Arlina menjadi perusahaan terbesar di California yang diakui oleh Presiden.
Arnold di dampingi istrinya, Catalina berjalan dengan anggun melewati para tamu yang datang, diikuti oleh Giovanni sebagai putra pertama yang bersebelahan dengan Beverly sambil mendorong kereta bayi, lalu di belakang disusul Gregor sang putra kedua yang tampil tidak terlalu formal tapi cukup rapi dan terlihat sempurna.
Para tamu berbisik satu sama lain, bahkan mereka memandang bingung ke arah Giovanni yang datang dengan seorang perempuan yang menurut mereka terlihat asing, dan bahkan dia mendorong kereta bayi yang berisikan dua anak kembar, hal itu membuat beberapa tamu terkejut.
Keluarga itu kemudian berjalan terus hingga mereka naik ke atas panggung. Beverly awalnya merasa bingung, karena dia berpikir ini hanyalah pesta biasa, ternyata bukan.. Ini pesta yang di adakan Keluarga Abraham, sebagai bentuk ucapan syukur sekaligus menyambut kembalinya Giovanni yang di kabarkan sempat kabur dari rumah. Jadilah Arnold yang akan menjadi memberikan kata-kata sambutan bagi para tamu.
Saat Keluarga Abraham sudah berada di atas semua, barulah beberapa orang yang berada di belakang panggung muncul dan menyerahkan sebuah microphone kepada Arnold. Lalu lelaki itu menggandeng Catalina maju ke depan, menatap ke arah kerumunan para tamu undangan yang hadir.
“Selamat malam untuk para tamu yang hadir, terima kasih atas waktu kalian mau menghadiri pesta besar yang kami siapkan malam ini. Pertama, tujuan pesta ini adalah menyambut kepulangan putra pertamaku, Giovanni Ace Abraham yang sempat di kabarkan pergi dari rumah selama setahun. Tapi malam ini, saya akan mengatakan sesuatu kepada kalian semua..” Arnold sempat menghentikan kalimat sambutannya, bukan karena panik, atau gugup, melainkan matanya menelusuri setiap tamu undangan yang hadir, hingga matanya menangkap sosok yang akan menjadi pelaku utama yang akan di sorot oleh Arnold.
“... Ada yang harus saya luruskan di atas sini, bahwa putra saya.. Giovanni tidak pernah kabur atau pergi dari rumah.. Tapi dia harus di rawat di Rumah Sakit Jiwa untuk melakukan rehabilitasi.”
Ucapan Arnold membuat para tamu yang hadir langsung terdiam sejenak, mereka membulatkan mata dengan lebar seakan tidak percaya dengan kalimat itu, bahkan ada yang ternganga dengan mulut terbuka kecil.
Di belakang, Giovanni menggenggam tangan Beverly, bukan karena merasa takut, atau khawatir, sebaliknya. Dia merasa mantap untuk menjelaskan sedikit mengenai apa yang terjadi pada dirinya. Dia sudah membahas masalah ini dengan ayahnya, untuk membuka sedikit peristiwa yang terjadi setahun yang lalu.
Dia tahu, dia tidak akan bisa selamanya bersembunyi dengan alasan ‘kabur dari rumah’ selamanya.
“Untuk lebih jelasnya.. Saya meminta putra saya, Giovanni untuk maju ke depan dan menjelaskan semuanya.” Arnold menoleh ke belakang tepatnya ke arah Giovanni, lalu menganggukkan kepalanya pelan setelah mengucapkan kalimatnya.
Giovanni mengajak Beverly untuk ikut maju ke depan, sambil mendorong kereta bayi di depan mereka. Arnold dan Catalina sempat mundur beberapa langkah ke belakang, memberikan ruang bagi Giovanni dan Beverly.
Arnold sempat menoleh ke belakang, memberikan kode melalui tangannya pada Gregor, langsung saja putra keduanya berjalan ke arah ayahnya, dan berdiri di sebelah ayahnya. Arnold sempat mencondongkan tubuhnya ke arah samping, berbisik ke telinga Gregor, entah kalimat apa yang dia katakan, tapi Gregor menanggapinya dengan menganggukkan kepalanya dan tersenyum kecil.
Arnold lalu menepuk pelan bahu, Gregor seakan menunjukkan kebanggaan tersendiri pada putra keduanya.
Beralih ke depan, Giovanni mulai berbicara di microphone, memberikan beberapa kata dan mulai menceritakan apa yang sebenarnya terjadi kepadanya.
“Sebelumnya selamat malam, dan terima kasih kepada kalian semua yang sudah hadir disini. Seperti yang di katakan oleh ayah, mengenai peristiwa setahun yang lalu. Aku belum bisa menceritakan secara detail, tapi singkatnya.. Seseorang memberikan aku sebuah obat bernama lithikum. Obat yang mengendalikan pikiranku, dan membuatku.. Hampir mencelakai orang lain.” Ujar Giovanni dengan nada perlahan tapi penuh penekanan di bagian akhir, matanya mengamati setiap wajah tamu yang hadir.
Berbagai macam ekspresi di keluarkan, ada yang menutup mulut mereka, menggelengkan kepala perlahan, sampai ada yang memberikan respon kesal saat mendengarkan kisah singkat Giovanni.
“Tapi beruntung saja, ayah cepat tanggap dan langsung membawaku ke Rumah Sakit Jiwa untuk rehabilitasi. Maaf, jika saat itu.. Kami menggunakan alasan ‘kabur dari rumah’ untuk menutupi kekacauan yang terjadi.” Ujar Giovanni tanpa rasa takut, tegang, atau bahkan gugup. Bahkan Giovanni mengatakan semuanya dengan tenang, seakan itu bukanlah masalah yang besar.
“Dan satu lagi, selama perjalanan kesembuhan saya. Saya bertemu perempuan yang begitu luar biasa, bernama Beverly Briel Caledon. Dia akan menjadi calon keluarga Abraham, dia adalah calon tunanganku. Saya harap kalian bisa menerimanya dengan baik, dan tidak menjelekkannya karena masa lalunya, dan saya harap kalian mau hadir di acara pertunangan kami minggu depan, terima kasih semua.” Ujar Giovanni memperkenalkan Beverly secara singkat, membuat tepuk tangan kecil dari para tamu.
Beverly sempat menundukkan kepalanya perlahan di hadapan apra tamu, sebagai bentuk penghormatan dan juga menunjukkan kerendahan hati.
...
Setelah acara pembukaan singkat itu, akhirnya Keluarga Abraham bercampur dengan para tamu untuk mengobrol satu sama lain. Di atas panggung kini terlihat seorang penyanyi yang diiringi suara piano dan biola yang merdu sebagai pengisi suasana di pesta itu.
Arnold dan Catalina beberapa kali berbicara dengan para pengusaha lainnya yang ada di sana. Aura dan wibawa dari Arnold membuatnya menjadi sosok yang di segani oleh orang-orang di sekitar, kecuali musuhnya.
Disisi lain, Beverly sendiri duduk di sebuah kursi yang memang juga di sediakan oleh para panitia acara, dan Giovanni setia menemani wanita itu di sebelahnya, Gregor malah asyik bermain dengan kedua bayi Beverly menggunakan mainan.
“Kau tidak berbicara dengan tamu yang lain ??” Tanya Giovanni kepada adiknya.
“Malas, disini terlalu banyak penjilat yang sok akrab, kau tidak lihat topeng sok manis mereka di hadapan Dad !!” Ujar Gregor berbisik lirih pada kakaknya.
Saat di atas tadi, Giovanni sengaja menyebut Arnold dengan sebutan ayah, supaya lebih formal. Panggilan Dad hanyalah mereka gunakan saat di rumah.
💙❤️💙❤️💙❤️💙❤️
gio mirip ky mathias yg viral itu🤣🤣😄
gak sabar nunggu respon dad gio🤣