(Belum Revisi)
Menceritakan pernikahan seorang "Raka wijaya" yang merupakan CEO tampan tapi playboy dengan "Raina Agestia" gadis biasa dari kalangan bawah. dan kisah pertemuan antara "Reno" playboy kelas kakap sekaligus sahabat "Raka" dengan "Nela Sasmita" biduan dangdut yang merupakan sahabat Raina.
Penasaran kan??
yukkk mari kepoin!!!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amallia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part.27
Hari ini hari pertama pesta pernikahan mereka di lakukan. karena agendanya akan diadakan selama 4 hari 4 malam. tentu dengan berbagai acara.
Raina dan keluarganya sudah bersiap ke tempat acara resepsi yaitu di lapangan dekat kecamatan. karena memang kalau di desa tidak ada gedung pernikahan dan memang halaman rumah raina yang sempit sehingga tidak bisa untuk menyelenggarakan acara yang semeriah itu.
Menurutnya tempat yang paling cocok untuk acaranya hanya di lapangan yang dekat kecamatan karena memang jalanannya yang rata, tidak naik turun dan tidak berkelok-kelok sehingga akan lebih nyaman untuk para tamu dan juga tersedia tempat parkir yang cukup luas tentunya.
Ada juga beberapa tamu penting dari pihak raina yang memang di undang khusus.
yaitu bapak bupati, bapak camat, kepala desa, dan kepala dusun setempat.
Kalau dari pihak raka sendiri tentunya para kerabat, beberapa rekan bisnis dari dalam negeri atau pun dari luar negeri.
Raina dan raka sudah tampak serasi menggunakan baju jawi jangkep yang merupakan baju adat jawa tengah yaitu baju beskap hitam yang dipadukan dengan kain batik atau jarit sebagai bawahan.
Karena memang acara ijab qobulnya sudah dilakukan, jadi sekarang langsung ke upacara panggih pengantin. yaitu dipertemukannya pengantin pria dan wanita yang di dampingi oleh kedua orang tua. adapun rangakaian upacara ini yaitu balangan gantal, ngidak tagan, sinduran, bobot timbang, minum rujak degan, kacar-kucur, dulangan, dan terakhir sungkeman.
Raka yang memang heran dengan serangkaian acara ini hanya diam saja dan mengikuti arahan. walaupun ada sedikit risih contohnya di acara ngidak tagan atau nginjak telor baginya itu sesuatu yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. tapi dia mencoba agar terlihat tetap tenang walau pun sebenarnya tidak nyaman.
Setelah acara sungkeman selesai kedua mempelai diarahkan berdiri di pelaminan untuk menyambut tamu yang hendak mengucapkan selamat.
"Kamu mau kemana mas "tanya raina yang melihat raka hendak melangkahkan kakinya.
"Nyari toilet mau cuci kaki agar steril tadi kan habis nginjak telor. "jawab raka
"Bukannya tadi sudah dicuci. jawab raina
"Tadi kan tidak memakai sabun, takutnya bau telornya malah nempel terus nggak hilang-hilang. "ucap raka
"Dasar orang kota "ucap raina
"Raka kemana rai, "tanya bu sandra yang tadi melihat anaknya pergi meninggalkan pelaminan.
"Katanya mau ke toilet mah "jawab raina jujur
°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°
Raka yang mau berjalan ke arah toilet diurungkan karena melihat seseorang yang dikenalnya sedang duduk menggoda beberapa gadis desa.
"Hey "sapa raka
"Eh lo mau kemana ninggalin sang ratu dipelaminan. "tanya reno
"Siapa ratu "tanyanya
"Tuhhh " ucapnya sambil menunjuk ke arah raina.
"Gue nggak nyaman bro disini "jawab raka sambil mendudukan dirinya di kursi sebelah reno.
"Kalau nggak nyaman mending lo ikut gue bro ke hotel. gue udah ada mangsa baru nih. "bisik reno sambil melirik ke arah nela yang merupakan bunga desa di daerahnya.
"Gila bro, ini di desa loh, jangan asal bawa anak gadis orang. "ucap raka
"Orangnya juga mau diajak, bagiku itu tidak masalah. "jawabnya
"Awas nanti lo kena karmanya karena suka nidurin banyak wanita. "bisik raka kepada reno
"Bukannya lo yang udah kena karma yah bro, sekarang nggak bisa mainin wanita lagi soalnya udah ada istri. "bisik reno
"Lihat saja nanti lo juga kena gilirannya. "ucap raka
"Ha ha ha "reno tertawa meremehkan ucapan raka.
"Udah bro gue tinggal, ayo sayang" ajaknya sambil menggandeng tangan nela meninggalkan tempat acara.
Nela yang pertama kali di ajak kenalan sama lelaki yang menurutnya paling tampan dari pada pemuda di desanya tentu membuat dirinya sangat bangga.
Sebenarnya reno mengajaknya jalan-jalan. tentu itu semua sebuah rencana untuk merayu nela nantinya.
Setelah pergi ke toilet raka kembali ke pelaminan.
"Ke toilet ko lama sekali ka "tanya bu sandra
"Tadi ngobrol dulu sana reno mah "jawab raka
"Mana renonya ko nggak di ajak kesini. "tanyanya
"Nggak mah, katanya mau langsung pergi lagi. "jawabnya
"Mah raka boleh pulang mah, cape banget "tanyanya
"Tunggulah sebentar lagi, memang kamu tidak mau melihat acara hiburannya. "tanyanya
"Males mah, nggak level lihat ginian "jawabnya
"Huss, jangan ngomong sembarangan ini di desa loh, nanti kalau ada yang denger bisa jadi masalah. "tegur bu sandra
"Baiklah "jawabnya
Setelah menyalami semua tamu yang ada, raka dan raina memilih pulang ke rumah raina karena memang sudah sangat lelah. sedangkan orang tua mereka tetap melanjutkan acaranya karena sebagai tuan rumah tentunya tidak enak kalau pulang duluan.
sabar ya Nela
bodohnya raina.
penyesalan itu, selalu datang diakhir.
kalo diawal namanya pendaftaran.
msih jauh dri kata Hot.