NovelToon NovelToon
BASTIAN

BASTIAN

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.6
Nama Author: karmela

Bastian, gak sebaik dan gak sesempurna yang kalian kira guys. Lihat kisahnya disini, dimana dia hanya menyewa seorang wanita, hanya untuk memenuhi keinginan sang mama, untuk memberikannya cucu.

Tara, terpaksa mau untuk menolong keluarganya, hal yang makin membuat bastian benci sekaligus mulai sayang padanya, tapi bastian terlalu bodoh dan gensi untuk mengakuinya.

Bagamana kisah bastian.
Masih pada inget sosok bastian gak?
udah pernah saya post, satu part, mau dilanjutkan di buku baru.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon karmela, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 27 - CARI PERHATIAN TARA

Bastian gak terima banget kalau bayu itu dekat dengan tara, dia melakukan berbagai cara agar bayu tau kalau tara memang lebih sayang padanya. Tara duduk dengan putri dan anak cewek lainnya, mereka sedang menikmati bakso acinya, sama dengan Bastian, bayu dan anak cowok yang lain.

"Neng, makasih udah diborong." kata mang ujang, yang ikutan duduk, seneng udah diborong ajar baru mangkal.

"Bukan tara mang yang borong. Masnya tuh.." tara menunjuk bastian yang mau duel dengan bayi, tapi duduk bersama dan makan disamping bayu. Bagi tara itu sangat menggemaskan seperti papa dan anak, mungkin jika bastian punya anak laki-laki, nanti gambarannya seperti itu. Lucu, marahan tetep aja saling sayang, berdua.

"Neng, semoga langgeng ya sama maut memishkan." doa dari mang ujang, melihat tatapan tara yang begitu dalam bastian.

"Amin. Makasih mang."

"Om, gimana bisa kenal kak tara?" tanya bayu pada Bastian, bayu hanya melirik lalu makan lagi. Bastian pun sama.

"Kepo!" jawab bastian yang malah bikin bayu makin kesal sama bastian. Tara yang duduk tak jauh dari mereka, yang memperhatikan mereka sejak tadi tertawa, bagaimana bisa bastian memberikan jawaban seperto itu, sangat kekanak-kanakan.

"Kak tara bilang, kak tara itu sangat sayang sama bayu. Paling sayang sama bayu. Cuma kak tara yang bisa bikin hati bayu luluh, gak akan ada cewek lain selain kak tara dihati bayu." bayu ingin menunjukan pada bastian, kalau tara dan dirinya itu saling menyayangi, cinta pertama bayu itu kak tara.

Bastian awalnya diam, tapi Bastian kemudian makib melirik bayu dengan sengit. Apa maksudnya cerita seperti itu.

"nanti kalau bayu udah gede, bayu balalan datengin kak tara dan rebut kak tara dan om, lihat saja nanti. Om itu seperti anak kecil, ditanya jawabnya gak bener." kaga bayu lagi, membalikan fakta, bayu kesal. Dia diam dan kembali menikmati bakso acinya.

"Mau liat seberapa cintanya kak tara ke om. Om ragu kak tara itu cinta sama kamu, om juga ragu, gak mungkinlah kak tara ninggalin suami secakep om." kata bastian, gak mau kalah.

"kan nanti om udah tua, jadi udah gak ganteng, gantengan bayu dong yang sudah dewasa." bayu gak mau kalah. Tara makin tak habis pikir dengan perdebatan keduanya. Sangat menggemaskan.

Vibes mata mereka kayak gitu lah, menggemaskan lucu. Keduanya gak mau kalah, terus merebutkan kalau tara lebih mencintai masing-masing, apalagi bastian yang ngoto gak mau kalah.

"Kak tara hanya mencintai aku, lebih mencintai aku. Kau tau?" bastian tak mau mengalah sedikit pun.

"tidak, kak tara lebih mencintai bayu." bayu juga, sama keras kepalanya dan gak mau kalah. Persis kayak anak dan bapak.

"Apa kau tau, aku akan tetap tampan walau menua karena aku tampan, kak tara akan tetap mencintaiku. Kau harus tau dan sadar diri bayu kecil."

"Hihh... pede banget. Coba kita tanya aja ke kak tara." bayu tak mau kalah. Dia menyudahi makannya, menaruh mangkook acinya yang memang sudah habis. Dia berjalan kearah tara.

"ok, siapa takut." Bastian juga tak mau kalah, dia ikut menaruh mangkooknya dan mengikuti Bayu berjalan mendekati tara. Bahkan bastian berlari mendahului bayu yang berjalan santai. Bastian nyolong star dan peluk tara. Tara yang sudah tak terlalu memperhatikan, ngobrol dengan putri dan anak-anak yang lain, sampai kaget dibuatnya.

"Ta, kamu sayang kan sama aku?" tanya bastian memeluk tara dari samping. Mereka duduk dilesehan, seperti post kamling kampung tapi luas. Tempat biasa mang ujang mangkal.

"Om curang main peluk kak tara, gak boleh kalau gitu, gak sportif." kata bayu yang protes.

"Kenapa sih? ada apa sama kalian?" tanya tara melirik bingung keduanya. Bastian malah memeluk tara erat dan mencium pipinya.

"kamu gak bisa gini kan sama kak tara, wlee..." dengan cara kekanakannya bastian memamerkan kekuasaannya pada tara, dia miliknya. Tara miliknya, bayu harus tau itu.

"kak tara jahat, kenapa dulu kakak gak terima lamaran bayu. Tapi malah terima lamaran om bastian dan nikah sama om bastian. Mentang-mentang bayu kecil, kak tara tolak bayu gitu aja."

Tara mengingat bagaimana dulu ketika dia pertama kali kenal bagu, bayu yang bertengkar dan selalu kabur karena malu punya orang tua seperti tante ica, lalu tara yang akan datang menghibu, menemani bayu main, hingga bayu senang bersama tara, sayang sama tara. Lalu pada suatu hari bayu menyatakan cintanya di lapangan bola. Saksinya anak-anak.

"Kak tara, bayu sayang sama kak tara." kata bayu setelah main bola bersama.

"kak tara juga sayang sama bayu."

Tapi kenyataanya sekarang. Tara malah menikah dengan lelaki lain. Bayu tak terima.

"Kak tara bilang ke bayu, kalau kakak sayang kan ke bayu. Sayang sama cinta sama kan? cinta itu ya juga sayang sama seseorang?" protes bayu mengingatkan kejadian yang dulu.

Tara tersenyum, tara tau maksudnya. Bayu memang butuh tempat bersandar, selain pada papanya yang mengecewakan, tapi kondisi ekonomi mungkin membuat om ical, nama sebenarnya tante ica jadi seperti ini. Satu kali tara pernah mencoba berbicara, tapi katanya susah, kayak udah panggilan jiwa. Tara hanya mencoba menghargai keputusan tante ica. Sementara banyak yang menghujat, yang juga berdampak pada bayu. Bayu akan kabur, dari pada luntang-lantung dijalan, tara sering mengajaknya ke rumah. Sampai sekarang akhirnya bayu sudah mengerti posisi tante ica.

"Biar bayu yang pergi, bayu tau diri, om bastian kaya, tampan dan dewasa." bayu akhirnya menyerah.

"Makasih buat tampannya, bay." bastian malah makin senang, rasanya kayak bertengkar sama anak. Bastian makin memeluk tara dengan erat dan menciumi tangan tara, yang gak bisa bayu lakukan. Sesekali menciumi rambur tara, menghirup bau wangi dari tara. Seakan mau pamer ke bayu, kalau tara miliknya. Titik.

"lucu ta, kayak bertengkar sama anak aku sendiri, papanya sama anaknya yang lagi rebutan mamanya. Nanti kasih aku anak cowok ya ta." bisik bastian, seperti dugaan tara, bastian sedang mempermainkan bayu.

"bayu pamit. Bayu gak mau ketemu lagi sama kak tara." bayu mau pergi, tapi tara langsung menghalanginya.

"Bayu, dengerin kakak dulu." tara menahan tangan bayu.

"kak tara sayang sama bayu, kayak kak tara sayang sama yang lain. Tapi sayang kak tara ke om bastian beda. Kalau kak tara sayang sama bayu dan temen-temen bayu kayak adek yang ada diperur kakak," tara mengusap perutnya, sayang seperti anak kandungnya.

"tapi kalau kakak sayang ke om bastian, karena om bastian itu suami kakak. Ayahnya anak-anak kakak gituu... Kak tara masih sayang, akan terus sayang sama bayu, sama temen-temen bayu kok. Kak tara gak akan pernah lupain bayu sama anak-anak disini." tara memaksa bayu untuk duduk dan menjelaskannya.

"Iya bay, kamu gimana sih. Kalau kita semua udah dewasa kan kita harus nikah sama yang dewasa juga. Gak bisa main-main terus." sambung putri membela tara. Bayu melirik tara seakan bertanya, tara mengangguk, meng iyakan jawaban putri.

"Aku juga bakalan ketemu sama sseorang laki-laki dewasa nanti kalau sudah dewasa, nanti kita akan saling sayang dan menikah, kayak kak tara sama om bastian. Kamu juga." lanjut putri lagi. Ouhh... bastian kagum pada penjelasan sederhana putri, bastian mengacungkan jempol ke putri.

"kak tara, kalau bayu menang main sepak bola kawan om bastian, kak tara balik ya jadi milik bayu. Jangan mau disentuh om bastian."

Bastian langsung melotot, nih anak kecil berani-beraninya melarang istrinya. Tara hanya diam. Bingung mau jawab apa.

"Gak akan, kamu kan kecil, om gak akan kalah dari kamu." Bastian beralih ke tara, "aku bakalan menangin kamu, ta dan kamu harus mau aku sentuh sepuas aku." kata bastian pada tara.

Mang ujang sejak tadi hanya diam dan memperhatikan. Awalnya lucu, tapi lama-lama, persaingan sengit.

"Ayo kita tanding, aku sama tim aku, om sama tim om, cewek-cewek."

Hah? bastian melongo, bayu curang kalau gitu, ya pasti menang cowoklah. Secara, dari cerita bayu aja mereka takut sama bola. Bastian tepok jidad. Tara apalagi, pusing ngadepin mereka berdua, sama-sama batu.

-

hahahaha kasian tara.

1
risna wati
Awalnya tertarik tapi setelah melihat bnyak typo jdi malas bacanya
Bangun Fitriadi
stop baca
Elda Juliana
kurang hot
Devi Sihotang Sihotang
haha..haha... lucu part ini
Tara
Maniez, Kalo bisa minta foto shirtless kak.. Tapi jangan yg duduk Kaya princess gitu, jadi ilang machonya🤭😱🤯🙈
Tara
Omg.. Guanteng Buanget.. Lope lope dach💕🤭😘
Tara
Keren.. 👍
Alyn Aziz
hadduuh...kok susah ya bacanya..
belibet..
krn sepasinya trlalu panjaang kadang bikin gk nyambung jadinya
🌻Ruby Kejora
Hai Kak salam kenal sukses yang semangat buat kakak😊💪💪
Yanti Natalia
lucu anak sm ibu kok dipanggil om dan tanta, aneh
re
Mulai
choi yongah
sukses selalu

💪💪💪💪💪

🙏🙏🙏🙏🙏🙏
Jilioni MD: terimakasih 🙏
total 3 replies
choi yongah
amin ud tamat
sukses selalu thor suka banget ceritanya
ditunggu cerita selanjutnya
semangat
💪💪💪💪💪💪
Heny Ekawati
perlu dikoreksi lagi
🌻Ruby Kejora: Apanya yg di koreksi kak
total 1 replies
Heny Ekawati
masih nyimak blm mengerti alurx
Rizky Aidhil Adha
lngsung suegeerr eeh Thor,liat visualx Bastian😍😍
Rizky Aidhil Adha
hayyuuuuk jaaahh Tian😉😘😘
Rizky Aidhil Adha
dunia milik brdua,yg lainx ngontrak 😏😀
Ingrid Patty Karyadi
thor..coba jangan terus2an ngambek..bosan
chipa'm
sabrina koq panggilnya om sih kan sepupu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!