NovelToon NovelToon
Kaisar Alkemis Abadi.

Kaisar Alkemis Abadi.

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Reinkarnasi / Mengubah Takdir
Popularitas:28.5k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Di kehidupan sebelumnya, Jiang Chen adalah Kaisar Alkemis terhebat di Alam Dewa, mampu menciptakan pil legendaris yang bisa menghidupkan orang mati dan memberikan keabadian. Namun, karena terlalu percaya, ia dikhianati oleh murid kesayangannya sendiri yang bersekongkol dengan istrinya. Mereka meracuninya, merebut "Kuali Primordial Semesta" miliknya—artefak ilahi tertinggi—dan membunuhnya tepat saat ia akan mencapai terobosan ke Alam Penguasa Surgawi.

Namun, Kuali Primordial Semesta yang legendaris itu memiliki kesadarannya sendiri. Alih-alih membiarkan jiwa Jiang Chen lenyap, Kuali itu membawa serpihan jiwanya melintasi ruang dan waktu, bereinkarnasi ke dalam tubuh seorang pemuda bernama sama di dunia fana rendahan, ribuan tahun kemudian.

Ironisnya, tubuh barunya ini adalah "sampah" terkenal di klannya, dengan meridian yang hancur dan bakat kultivasi nol. Kini, dengan ingatan dan pengetahuan seorang Kaisar Alkemis, Jiang Chen memulai perjalanannya kembali ke puncak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1: Terlahir Kembali dari Abu

Rasa sakit

Itulah sensasi pertama yang merobek kesadaran Jiang Chen. Bukan rasa sakit agung dari jiwa ilahi yang terkoyak, atau sengatan pedih dari racun surgawi yang melahap organ dalamnya. Ini adalah rasa sakit yang kotor, kasar, dan fana. Punggungnya terasa seperti patah, setiap tulang di tubuhnya berderit protes, dan kepalanya berdenyut-denyut seolah akan pecah.

Di mana aku?

Ingatan terakhirnya adalah pemandangan dari puncak Gunung Surgawi. Langit dipenuhi awan keemasan, menandakan terobosannya ke Alam Penguasa Surgawi sudah di depan mata. Di hadapannya, berdiri dua orang yang paling ia percayai di seluruh alam semesta.

Xiao Tianlong, murid kesayangannya yang ia pungut dari selokan dan ia ajarkan segalanya.

Ji Lingxue, istrinya, permaisuri alkemis yang ia cintai selama seribu tahun.

Wajah mereka tersenyum, tetapi mata mereka sedingin es abadi. Cawan anggur yang mereka sodorkan—anggur perayaan—ternyata berisi "Api Pemadam Jiwa Sembilan Neraka", racun paling keji yang bahkan bisa melukai seorang Kaisar Dewa.

"Mengapa?" hanya itu kata yang berhasil keluar dari bibirnya saat kekuatan ilahinya mulai runtuh.

Senyum muridnya melebar menjadi seringai buas. "Guru, zaman Anda sudah berakhir. Kuali Primordial Semesta seharusnya tidak dimiliki oleh seorang alkemis tua sepertimu. Berikan padaku, dan aku akan membawanya ke puncak kejayaan!"

Pengkhianatan itu menghancurkan hatinya lebih dari racun mana pun. Saat kesadarannya memudar, ia melihat mereka merebut Kuali Primordial Semesta dari tangannya. Namun, tepat saat jiwanya akan lenyap, artefak ilahi yang telah menemaninya selama ribuan tahun itu tiba-tiba berdengung hebat. Ia melepaskan cahaya keemasan yang menyilaukan, membungkus serpihan terakhir jiwa Jiang Chen, lalu merobek ruang dan waktu.

Dan sekarang... ia di sini. Di sebuah ruangan gelap, pengap, berbau jamur dan obat murah.

Jiang Chen mencoba membuka matanya. Cahaya remang-remang dari celah pintu kayu menyakitkan matanya yang tidak terbiasa. Perlahan, serpihan ingatan asing membanjiri benaknya. Ingatan milik pemilik tubuh ini.

Namanya juga Jiang Chen. Usia enam belas tahun. Satu-satunya putra dari kepala keluarga Jiang di Kota Awan Bambu—sebuah kota kecil di perbatasan Kekaisaran Angin Biru. Dikenal di seluruh kota sebagai... "sampah"

Lahir dengan meridian yang tersumbat, ia tidak dapat berkultivasi sama sekali. Statusnya sebagai tuan muda hanya membuatnya menjadi bahan lelucon yang lebih besar. Tunangannya, Hong Mengyao, putri dari keluarga Hong yang merupakan keluarga nomor satu di kota, baru saja secara terbuka membatalkan pertunangan mereka di alun-alun kota pagi ini.

Pemilik tubuh ini, dalam kemarahan dan rasa malunya, mencoba menantang penjaga keluarga Hong yang menghinanya. Hasilnya? Ia dipukuli hingga nyaris mati dan dilempar kembali ke kediaman Jiang seperti anjing jalanan. Ia meninggal karena luka dalam dan kebencian beberapa saat yang lalu.

"Sungguh ironis..." Jiang Chen bergumam dengan suara serak. "Seorang Kaisar Alkemis yang agung, penguasa pil dan kehidupan, bereinkarnasi ke dalam tubuh sampah yang tidak bisa berkultivasi."

Ia mencoba menggerakkan tubuhnya, tetapi rasa sakit yang menusuk membuatnya terbatuk hebat, mengeluarkan seteguk darah hitam pekat.

Namun, di tengah rasa sakit itu, Jiang Chen yang sekarang bukanlah pemuda lemah yang putus asa. Dengan kemauan setingkat Kaisar, ia memaksa dirinya untuk tenang dan mulai memeriksa kondisi tubuh barunya dengan sisa-sisa kesadaran rohaninya.

Kondisinya lebih buruk dari yang ia bayangkan. Meridiannya bukan hanya tersumbat, tapi hancur lebur. Seperti sungai kering yang retak di mana-mana. Bagi kultivator mana pun di dunia fana ini, ini adalah vonis mati. Tidak ada harapan.

Tapi seulas senyum tipis justru terukir di bibir pucat Jiang Chen.

"Hancur? Tidak, tidak... ini bukan kehancuran. Ini adalah kanvas kosong!" bisiknya pada diri sendiri. "Meridian fana penuh dengan kotoran duniawi. Membangunnya dari nol berarti aku bisa menciptakan fondasi ilahi yang sempurna, sesuatu yang bahkan tidak bisa aku capai di kehidupanku sebelumnya!"

Tiba-tiba, ia merasakan sesuatu yang lain. Jauh di dalam lautan kesadarannya, di inti jiwanya, ada kehangatan yang familier. Sebuah kehadiran yang agung dan kuno.

Kuali Primordial Semesta!

Artefak ilahi itu tidak direbut! Ia telah menyatu dengan jiwanya dalam proses reinkarnasi!

Kegembiraan luar biasa membanjiri hatinya. Dengan Kuali ini, apa itu meridian yang hancur? Dengan Kuali ini, apa itu dunia fana yang kecil? Kuali Primordial Semesta bisa memurnikan segala sesuatu di alam semesta. Memurnikan ramuan menjadi pil ilahi adalah fungsi dasarnya. Yang lebih menakutkan adalah kemampuannya untuk memurnikan garis keturunan, meningkatkan bakat, bahkan memurnikan hukum alam itu sendiri!

"Xiao Tianlong, Ji Lingxue," Jiang Chen mengepalkan tangannya yang lemah, matanya berkilat dingin. "Kalian pikir kalian telah mengambil segalanya dariku. Tapi kalian meninggalkan hal yang paling penting: pengetahuanku, dan artefak tertinggi ini."

Ckiiit...

Pintu kayu berderit terbuka. Seorang gadis muda berpakaian pelayan yang sederhana masuk sambil membawa semangkuk bubur panas yang beruap. Wajahnya kurus, matanya merah dan bengkak karena menangis.

"Tuan Muda," isaknya pelan, "Anda sudah sadar? Syukurlah... Cepat minum ini. Aku berhasil mendapatkan sedikit ginseng dari dapur."

Ini adalah Qing'er, satu-satunya pelayan yang masih setia dan peduli pada Jiang Chen yang asli.

Melihat kekhawatiran tulus di wajah gadis itu, sedikit kehangatan menyentuh hati dingin Jiang Chen. Di kehidupan sebelumnya, semua orang di sekitarnya mendekat karena kekuasaannya. Gadis ini, di sisi lain, tulus.

"Qing'er," kata Jiang Chen. Suaranya lemah, tetapi nadanya tenang dan membawa otoritas yang tak dapat dijelaskan, membuat gadis pelayan itu tertegun. "Jangan menangis."

"Tapi Tuan Muda... Keluarga Hong... mereka keterlaluan! Nona Hong Mengyao bahkan mengatakan bahwa bertunangan denganmu adalah aib terbesar dalam hidupnya!"

Jiang Chen tersenyum tipis. "Hong Mengyao? Seekor burung pegar yang berpikir dirinya adalah feniks. Suatu hari, dia akan menyadari bahwa kehilangan pertunangan ini adalah penyesalan terbesar dalam hidupnya."

Qing'er menatap tuan mudanya dengan bingung. Tuan Muda tidak pernah berbicara seperti ini. Matanya... biasanya penuh dengan keputusasaan dan kemarahan, kini sedalam langit malam, penuh dengan kepercayaan diri yang mutlak. Seolah-olah orang di depannya adalah orang yang sama sekali berbeda.

"Beristirahatlah, Tuan Muda. Aku akan menjaga di luar," kata Qing'er, masih sedikit bingung, lalu meletakkan mangkuk dan pergi.

Sepeninggalnya, Jiang Chen duduk bersila di ranjang, mengabaikan rasa sakit yang menyiksa. Ia menatap tangannya yang pucat dan kurus.

"Perjalanan kembali ke puncak dimulai sekarang."

Ia menutup matanya. Di dalam lautan kesadarannya, ia memanggil kekuatan Kuali Primordial Semesta. Sebuah cahaya keemasan redup mulai bersinar dari dalam jiwanya. Dengan susah payah, ia mengarahkan seutas energi primordial yang sangat murni—energi yang bahkan akan membuat para dewa iri—menuju salah satu fragmen meridiannya yang hancur.

Prosesnya sangat lambat dan menyakitkan. Tapi bagi Jiang Chen, ini adalah musik terindah di dunia.

Retakan kecil di meridian itu mulai menyatu.

1
Eko
ayooooo terobos🤣
Aman Wijaya
mantul lanjut terus Thor
Aman Wijaya
kotos kotos jooooz Thor lanjut terus
Aman Wijaya
jooooz pooolll Thor 💪💪💪
Aman Wijaya
markotop top top lanjut terus
ddrhart
mengyao melongo .... pasti nyesel tuh
ddrhart
kenapa ditolong, kalaupun.biar suruh babak belur dulu....
ddrhart
masih baik hati.... tidak dibantai semuanya
ddrhart
kelihatan banget beda kelas..... kota awan bambu ga cukup buat nahan Jiang Chen
ddrhart
zhang wei sok kuat.... tetua sj tumbang.... bodoh banget
ddrhart
kibarkan !!!!!
ddrhart
mantaaafffff..... ayah lebih percaya kepada anaknya, yang akan bangkit menjadi naga sakti
ddrhart
selalu ada wanita yang tidak tulud. tapi hanya menghitung untung rugi dalam hubungan dengan orang lain...
ddrhart
persiapan mengjadapi tikus yang lebih besar dengan membuat sekutu yanv kuat
ddrhart
gilaaaa.... langsung bunuh tanpa rasa takut !!!!
ddrhart
bagaimana menghadapi kemarahan patriark zhang ?
ddrhart
ngapain di tanya-tanya, cewek matre kays gitu ?
Eko
ditunggu update terbaru thor
Eko
hehehehe final melawan perang gila nih
ddrhart
apakah cukup dengan tingkat empat untuk membuat gebrakan di kota awan bambu dan mengembalikan hinaan yg selama ini diterima ?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!