NovelToon NovelToon
Sistem Pemburu Iblis

Sistem Pemburu Iblis

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Iblis
Popularitas:636
Nilai: 5
Nama Author: Kacarealitas

Bayangkan di sebuah kehidupan indah Bumi, terdapat teror yang di rahasiakan pemerintah semua umat manusia. Teror Iblis, siluman, dan Kaiju.

Umat manusia yang memiliki kekuatan khusus disebut Exorcist mampu melawan 3 musuh besar umat manusia. Tapi umat manusia tidak bisa selamanya menang atau di bilang selalu kalah.

Kekuatan Iblis jauh lebih kuat dari pada Exorcist disebabkan kasta Level, sehingga umat manusia hanya bisa menutupi kekalahan dari teror mengerikan.

Akan tetapi itu tidak selamanya, karena Reyhan seorang siswa SMA biasa di Jakarta mendapatkan sebuah Sistem Pembunuh Iblis. Tugas Sistem itu memberi Reyhan sebuah misi dan kekuatan untuk mengalahkan Iblis-iblis lawan manusia.

Akan tetapi saat Reyhan melangkah lebih jauh sebagai Exorcist, Reyhan semakin tahu bahwa kekuatannya bukan apa-apa untuk Iblis atau Exorcist lainnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kacarealitas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

29. Kaiju Kematian

Kairo, Mesir...

Kerusakan akan pertempuran yang besar menyebabkan semua fasilitas hancur lebur.

Pada mala hari Kilvara justru pergi ke tempat bekas pertarungan Stain Er'lord. Ada alasan kenapa Kilvara disebut monster kematian.

Kilvara menatap mayat Stain Er'lord dengan mata menyipit. "Kau berusaha dengan keras agar membangun kan ku"

Kilvara mengambil mayat Stain Er'lord. "Aku berterima kasih padamu, karena itu sebagai balasan aku akan membangkitkan mu"

Kilvara membacakan sebuah mantra berbahasa asing, perlahan-lahan struktur tubuh Stain Er'lord berubah bentuk.

Stain Er'lord kembali hidup dengan sosok yang lebih mencekam, Anubis dengan 4 tangan serta wajah buaya.

"Tuan Kilvara, anda membangkitkan saya" Stain Er'lord berlutut di telapak tangan Kilvara.

"Saya berterima kasih sebanyaknya pada anda tuan"

Kilvara mengangguk lalu menaruh nya di tanah. "Stain Er'lord, kamu akan membantuku membunuh Savage demi kekuasaan ku di daratan"

Stain Er'lord mengangguk dengan mata terpejam. "Dengan senang hati saya akan melayani anda tuan"

"Bagus" Kilvara menghentak tanah dan seketika puing-puing membentuk sosok golem batu.

Stain Er'lord berdiri dan memanggil bawahan Anubis nya, Kilvara dan Stain Er'lord segera pergi ke posisi Savage atau Kode-7.

....

Tetapi di Meishan, Alisa masih menahan serangan nafas api Kode-7.

"I-ini panas sekali" Alisa meringis sebab tangannya sudah mulai kepanasan.

Flower menatap dengan cemas kemudian mendapatkan ide setelah melihat punggung Kode-7.

"Aku tahu!" Flower berdiri dan dia masuk ke dalam akarnya, sekarang Flower adalah bunga itu sendiri.

Mawar besar tumbuh melebihi tinggi kode-7, akarnya yang besar langsung memecut punggung Kode-7.

"Ngrahh!" Kode-7 terjatuh dan nafasnya berhenti menyembur.

Alisa berhenti bertahan serta nafasnya terengah-engah. "Terimakasih Flower"

Flower tidak berhenti menyerang, melihat kode-7 berdiri dia menembakan duri-duri mawar yang tajam pada nya.

Karena sudah kesal di halangi, kode-7 berlari ke arah Flower untuk menyerang dengan frontal.

Akan tetapi akar-akarnya yang banyak menahan gerakan Kode-7 dengan 8 akar di titil tubuh yang berbeda.

Alisa melihat ada kesempatan dia terbang ke langit dan tombaknya berputar cepat seperti bor.

"Aku akan selesaikan dengan membunuh mu!"

"Haa!!" Alisa melesatkan tombaknya.

Kode-7 tiba-tiba diam lalu tanduk-tanduk kecil di punggungnya memancarkan halilintar.

"Grahh!!" Dia berteriak ke langit malam.

"Grr.." langit bergemuruh.

Tombak trisula tidak bergeming, dia terus bergerak dengan cepat.

Kepala kode-7 menatap tombak itu dengan mata merah petir halilintar.

Tanduk-tanduk di punggungnya mengeluarkan petir halilintar hingga tombak trisula terhempas.

Alisa terkejut, Flower juga.

Tombak trisula Alisa raih kembali dam menatap perubahan Kode-7 dengan serius. "Sama seperti 10 tahun lalu, di saat serius dia memakai kondisi ini"

Alisa menggertakan giginya mengingat kematian suaminya karena demi mengurung kode-7.

"Aku tidak akan memafaafkan mu!" Alisa memakai domainnya sekali lagi.

Domain sekali lagi merangkap semua objek dalam radius 5 km.

Namun Kode-7 sama sekali terlihat tidak takut, justru dia melepas akar-akar Flower dengan hanya menyobek saja.

"Ahh" Flower memegang tangannya dengan kesakitan. "D-diam kenapa tiba-tiba kuat sekali?"

Kode-7 berjalan dengan langkah berat, dia membuka mulutnya serta tanduknya mulai mengeluarkan petir halilintar lagi.

Mata Alisa memancarkan sinar biru dan Avatar besar nya muncuk lagi. "Aku akan membalas kematian suamiku disini"

Paus-paus biru berjumlah banyak berenang di belakang Alisa, Alisa segera menunjuk Kode-7.

"Ungg..." Paus-paus itu mengeluarkan suara dan bergerak.

Kode-7 menatap seperti mengejek, ia menembak api nya serta menembakkan halilintar secara acak.

Akar Flower juga sampai terkena petir dan serangan paus itu karena kehilangan kendali.

Flower terkejut dan dia terpaksa keluar dari tubuh mawar, dia berlari menjauh.

Ia menatap belakang dengan terengah-engah. "Sial, mereka berdua bertarung tanpa berpikir"

Alisa menyipitkan matanya. "Kau tangguh juga tapi aku aku tidak akan mengalah"

Alisa akan melakukan teknik yang sama seperti membereskan iblis sebelumnya.

"Ha!" Teriaknya dengan berenang serta ujung trisula di depan.

Kode-7 meraung juga dan dengan cepat ia memutar tubuhnya dan menampar posisi Alisa dengan ekornya.

Alisa terbelakak, dia terlempar ke samping. Alisa meringis kesakitan tapi eskpresi nya tak percaya karena Kode-7 menembakan nafas api dan halilintar.

Alisa melindungi tubuhnya dengan Avatar, akan tetapi serangan itu membuat kondisi Alisa semakin terpojok.

"Bom!"

Ledakan keras terjadi di dalam domain, Flower yang berlari sampai harus berhenti dan menoleh kebelakang.

Domain tiba-tiba hilang, Flower merasa firasat buruk. Dia segera kembali ke posisi Alisa.

Sedangkan Alisa dalam kondisi mengeluarkan asap dari tubuhnya serta zirah retak dan Avatar nya hilang terpental dan menabrak jalan hingga retak.

Alisa jatuh dengan putus asa, sebuah prajurit tim mendekati Alisa untuk membantunya pergi.

Namun Kode-7 tiba, menatap orang-orang di sekitar Alisa dengan geram. "Manusia seperti semut yang tidak ada habisnya" bersuara dengan suara serak seperti pria tua.

Alisa terbelakak, bukan cuma dia saja bahkan orang-orang yang membantunya juga tak percaya ini.

Alisa berdiri memegangi perutnya. "K-kau bisa bicara?"

Kode-7 mendekatkan wajahnya serta menatap Alisa dengan mata merahnya. "Jangan menghalangi ku manusia, aku harus membunuh Kilvara"

Alisa mengerutkan kening. "Apa maksudmu, aku tidak bisa membiarkan mu pergi!"

Kode-7 menggeram dan hendak menembak nafas api, tapi Reyhan datang dengan tepat waktu.

Dalam kondisi kerasukan putri Petir, ia menutup mulut kode-7 dengan hentakan kakinya saja.

Kode-7 terbelakak dengan aura itu. "Ro-roh puncak?"

Sedangkan Alisa terbatuk-batuk dan mengibas tangannya agar bisa melihat sosok orang itu.

Tapi begitu melihat nya Alisa merasa sesak karena itu Reyhan. "Reyhan!"

Putri Petir melirik Alisa yang babak belur. "Maaf aku Putri Petir bukan Reyhan, aku hanya mau memberi saran saja. Biarkan dia membunuu Kilvara karena kalian tidak akan bisa membunuh dua Kaiju penguasa"

Kode-7 mengeluarkan nafas seperti mendengus. "Kenapa? Apa Putri Petir juga tidak bisa melawanku?"

Putri Petir menatapnya tajam dan aura petir bahkan langit juga menyambar membuat Kode-7 terdiam.

"Aku tidak mau kerepotan untuk harus membunuh kalian berdua sekaligus" Putri Petir menendang wajahnya ke depan.

Kode-7 sedikit terdorong mundur tapi tidak jatuh. "Boleh aku tanyakan alasanmu kenapa kau membantu Manusia?"

Putri Petir melihat tangan Reyhan. "Sederhana nya karena aku suka tubuh ini, sebab ada energi petir dan pemahaman petir yang sama denganku"

Kode-7 meregangkan otot bahunya. "Terserah padamu, aku akan ke Kilvara" kode-7 berteriak sebelum pergi.

Melihat Kode-7 pergi, Putri Petir juga pergi dan Reyhan hendak jatuh tapi Asuna dengan cepat membantunya berdiri.

Alisa menatap Reyhan yang pingsan di gendongan Asuna. "K-kenapa bisa-

Asuna menyela. "Nyonya kita harus memberikan istirahat pada tuan"

Alisa mengangguk. "Kita akan ke pos militer, disana akan memberikannya pelayanan medis yang pas"

Alisa masih tak menyangka jika roh puncak itu justru membiarkan Kode-7 dan Kilvara bertemu untuk bertarung.

Tapi Alisa tidak bisa membayangkan konsekuensi yang harus dia terima karena melepaskan kode-7 begitu saja.

....

Sedangkan itu orang-orang yang membawa Shu Yuan dan Zahra pergi telah tiba di Irak.

Mereka mendarat di pangkalan darurat yaitu Baghdad, kota yang di jadikan pangkalan darurat.

Zahra dari atas melihat bahwa struktur kota telah di rubah menjadi pangkalan militer serta sistem rudal balistik dan semacamnya.

Ketika helikopter mendarat, Shu Yuan turun dan di sambut Jenderal Irak.

"Hormat pada anda Wakil komandan Shu Yuan, saya Jenderal Irak Mustaqeem"

Shu Yuan mengangguk dan membalas hormat Mustaqeem. "Saya senang bertemu dengan anda. Dan terima kasih telah mau berkerja sama dengan DGA"

Mustaqeem tersenyum tipis. "Anda tidak tahu perasaan saya saat melawan Monster bernama Kaiju itu. Saya sangat bersemangat dan menantikannya"

Shu Yuan mengangguk. "Zahra kau bisa pergi kemanapun kau mau, kau juga bisa kembali ke China atau organisasi karena ada pesawat logistik yang akan kembali"

Zahra masih duduk diam saja di bangku helikopter, dia tak berniat turun untuk sekarang.

Shu Yuan menggeleng. "Jenderal, bisa saya bertanya apa rencana anda?"

Jenderal Mustaqeem mengangguk lalu membawanya ke ruang operasi pusat.

Zahra menatap kepergian mereka, dia menatap tangannya dengan helaan nafas. "Kenapa kekuatan ku lemah? Meski tiba-tiba aku bisa jurus baru api itu tidak membantu sama sekali" gumamnya sedih.

"Ohh lihat! Itu Zahra!" Teriak seorang yang dia kenal, yaitu Julius.

Julius, Ram, dan Chen menemui Zahra dan merasa aneh karena Zahra cuma duduk termenung.

"Zahra? Ada apa?" Tanya Ram.

"Mungkin dia mengalami kejadian buruk saat operasi" ungkap Chen.

Zahra berteriak keras tiba-tiba dan mengentak helikopter dengan kakinya.

Sontak mereka bertiga terkejut, bahkan orang di dekat mereka yang mendengar nya juga memandang Zahra dengan heran.

"Aku sama sekali tak berguna..." Reyhan menutup kepalanya dengan bungkuk.

Mereka bertiga saling pandang dan tahu jika Zahra sedang tidak baik-baik saja.

Julius duduk di sebelah Zahra lalu mengusap bahu Zahra agar rileks. "Tidak apa.... Keluarkan saja, aku tau kau selalu berusaha terlihat kuat, Zahra"

Zahra seketika menangis saat mendengarnya, dia memang selalu terlihat kuat tapi dia juga lelah.

Karena kejadian ini Zahra terpaksa harus mengakui itu.

....

1
Anime aikō-kā
.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!