NovelToon NovelToon
Father'S Beloved Adopted Daughter

Father'S Beloved Adopted Daughter

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / Roh Supernatural / Fantasi
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: sky tulip

Ada yang bilang anak perempuan itu kesayangan ayahnya
tapi, Anisa bukan putri kandung keluarga ini
Ia anak adopsi yang kebetulan bertemu dengan James Arthur didepan panti asuhannya.
Pertama kali melihat Anisa James langsung membawanya.
Anisa menjadi kesayangan James saja nyawanya hampir dalam bahaya.
Karena Anisa sadar ia kesayangan pria yang dianggapnya ayah sekarang semua bahaya itu ia tantang seperti masalah kecil.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sky tulip, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Anisa hanya mau dengan ayah

Kedatangan Raze dan Theo bersama dua orang lainnya yang mengurus tentang sebab kematian Rosa yang sebenarnya James tidak mau tau sebenarnya ia sudah menyelidikinya diam-diam.

"Kematian Nona Rosa disebabkan karena mengetahui rahasia keluarga Australis yang mu membuat keluarga Oceanus bangkrut dalam satu malam kejadian itu terjadi saat anda ada di luar negeri dan kami juga menemukan jika Nona Rosa hamil dengan salah satu kerabat Oceanus yang sekarang di tahan di rumah sakit jiwa padahal ia tidak gila. " Jelas Raze.

"Tapi, Orang dari keluarga Oceanus itu sudah di temukan mati beberapa hari anda membawa Nona kerumah ini, kata perawat yang menanganinya ia terkena serangan jantung dan juga tidak makan beberapa hari. "

"Dan rencana mereka adalah untuk membuat bank Pacificum bangkrut dengan menyelipkan parasit lalu membuat beberapa usaha yang di bawah naungan bank Oceanus mati perlahan. "

Keluarga Australis memang payah dalam bersaing mereka memang memiliki kesetaraan dalam hal apapun dengan Oceanus tapi, mereka tak pernah siap menghadapi badai dan selalu memilih jalan pintas jika suatu saat merak hampir gagal.

Anisa diam didepan pintu yang sedikit terbuka.

"Mina sepertinya aku akan tidur awal saja, aku tidak jadi mendatangi ayahku. "

Mina melihat raut wajah sedih Anisa.

"Nona Rosa mati dalam perjalanan untuk menemui nenek anda untuk melaporkan semuanya alasannya karena Nona Rosa tak ingin rencana jahat keluarga berjalan mulus. "

"Kau tahu?" Tanya James pada Silva yang sejak tadi diam tiba-tiba bicara seperti itu.

"Memang saya pernah merasa kalo Nona Rosa menyukai anda tapi, Nona Rosa seperti sedih setelah mengatakan itu, bukannya setelah mengatakan itu anda memunggunginya lalu pergi dengan wajah yang datar."

" Salah satu keluarga Oceanus yang pernah diangkat anak di keluarga inti karena memiliki kekuatan Telekinesis yang memang setara dengan anda menyukai Nona Rosa."

James menghentak tangannya diatas meja kepalan yang kuat itu.

"Anisa keponakanku, dia memang putri dari Rosa tapi, dia juga putri dari keluarga Oceanus ?"

James masih tak percaya, sulit untuknya berpikir jernih dengan duduk ia berdiri berhadapan dengan Silva yang diam berdiri di sebrang mejanya.

"Aku... "

Suara Anisa. James yang mau melanjutkan ucapannya berhenti dan melirik mereka semua untuk keluar.

Melangkah ke pintu dan membukanya ternyata Silva sudah melihat Mina membawa Anisa menjauh dari ruangan James.

"Sepertinya nona mendengar semuanya Tuan. " Ucap Silva.

James menatapnya.

"Biarkan saja aku akan mengurusnya. "

Di dalam kamarnya.

Anisa memegangi beberapa origami kecil dari pita yang diam-diam dia buat bersama Canaria dan sekarang sudah banyak dan sudah ada lampu di dalamnya berwarna-warni.

Membayangkan kalo keluarga aslinya mengambilnya dari ayah apa Anisa bisa seperti ini sekarang?

****

James tidak pernah membayangkan hal itu. Anggota keluarga jauhnya yang ternyata waktu itu memiliki kekuatan yang sama dengannya menyukai Rosa juga dan Rosa sudah dalam kondisi melahirkan Anisa. Lalu pergi untuk memberitahukan kalo keluarganya mau membuat hancur keluarga Oceanus dengan parasit yang sengaja mau di taruh untuk merusak sistem didalamnya.

Ternyata selama ini James susah-susah membersihkan semua masalah, parasit itu sudah ada sejak awal.

Pagi ini tidak terlalu cerah dan Anisa yang tak ada kegiatan tiba-tiba berpikir untuk mengambil kelas bela diri dimana kalo sewaktu-waktu ayah berubah pikiran dan mengeluarkannya ia bukan lagi perempuan lemah dan bisa jaga diri sendiri.

Baru saja mengide untuk meminta izin Sol keluar dari ruang kerja ayah.

"Loh Nenek Kenapa keluar dari ruangan ayah dan kenapa kok sepi?"

Sol mengusap kepala Anisa.

"Sejak subuh tadi Tuan pergi karena ada urusan Nona di bebaskan melakukan apapun yang nona mau dengan catatan pergi dan pulang sesuai jam yang sudah di tentukan Tuan. "

Terdiam Anisa langsung menarik tangan Sol.

"Nenek Sol aku mau mengambil kelas bela diri. "

Terdiam hingga beberapa detik lalu terkejut.

"Nona ini berat untuk saya memberi izin jika Anda terluka Tuan akan marah bagaimana jika Nona menundanya sampai Tuan kembali. "

Anisa mengangguk diam dan menghela nafasnya. Berbalik pergi menuruni tangga.

Melihat ada Rudolf dan juga Noah disana Anisa melebarkan tangannya.

Noah menyambutnya tak lama Canaria datang.

"Nona selamat pagi?"

"Pagi semuanya. "

Ehm..

"Nona butuh sesuatu?"

Canaria menyadari dari ekspresinya seperti mau menginginkan sesuatu.

Menyadari Canaria sadar dengan apa yang mau di katakan ya Anisa sedikit mendekat mengatakan dengan tangannya untuk mendekat sedikit mau berbisik.

Canaria menunduk mendekatkan telinganya.

"Apa! Nona... Anda tidak mau melakukan hal yang sama seperti waktu itu kan?"

Noah yang ada didekat Canaria menoleh kaget dan Rudolf merasakan ada sesuatu yang mulai bermasalah dengan kagetnya Canaria.

"Nona, untuk sekarang anda boleh melakukan apapun dengan aturan pasti dari Tuan, jam keluar dan jam selesai dan waktu yang tetap, Tuan sedang ada urusan dan jika permintaan anda membutuhkan persetujuan Tuan lebih baik tunda dan simpan sampai Tuan Kembali, bagaimana?"

Usulan Rudolf yang terdengar jelas dan memohon pengertian Anisa.

Menghembus nafasnya seperti memang gagal misi ya, dikiranya Canaria akan memihak nya.

"Tenang lah, Paman Noah, Paman Rudolf dan Kak naria, aku yang akan menanggung amarah ayah kalo sampai ayah marah, nenek Sol sudah memperingatkan aku tapi, aku tetap ingin... Atau kakak dan paman yang mengajariku, bukannya ada ruang latihan dirumah ini. "

Ketiganya saling berpandangan.

"Mungkin hanya kita yang mengajari bukan masalah besar. " Noah bersuara dengan wajah, turuti saja kasihan.

"Bagaimana kalo dia terluka?" Rudolf yang bicara membuat keduanya berpikir lagi.

Anisa diam memperhatikan sampai wajahnya kembali kesal.

Canaria menghela nafasnya, bagimana ia bisa lupa kalo keonaran yang terjadi belakangan ini bisa nona mudanya sebabkan karena ia memanfaatkan bukti kesayangan dari Tuan.

"Baiklah anda diizinkan."

Canaria mengangguk, melihat Anisa masih tak percaya dengan ucapannya.

Sekarang diruang latihan Anisa yang belajar dasar pemanasan dan olah raga untuk merenggangkan otot.

Tiba-tiba jatuh tanpa tersandung apapun.

Di bawah seseorang yang sangat tidak di harapkan kedatangannya datang dengan cara memaksa dan Anisa yang baru saja duduk setelah pemanasan di hampiri Sol.

"Nona ada yang mau bertemu dengan anda."

Noah dan Rudolf juga saling bertatapan.

Anisa berdiri.

"Aku akan kesana, tidak tahu kenapa perasaanku tidak enak."

Langkahnya menuruni tangga dengan pakaian sudah berganti dan kini tatapannya sambil menuruni tangga bukan lagi keramah-tamahan.

"Cucuku yang manis, mari pulang dengan kakek yaa."

Melihat ada yang aneh sampai duduk didepan meraka.

"Aku tidak kenal dengan kalian."

Semuanya tersenyum penuh arti antara kesal atau marah besar.

"Kami keluargamu, Rosa Alba adalah anakku dan kau juga anaknya dan bibimu waktu itu sudah datang tapi, tidak kau sapa dengan baik."

"Cih."

Semua diam mendengar tanggapan Anisa.

"Tuan Grey Alba Australis anda bahkan sudah bertemu denganku di kantor ayah dan anda juga sudah pernah tahu kenapa Alexa Alba Australis terluka kemarin, kenapa anda masih berusaha keras menjemputku?"

"Kau mengakui kami ?"

"Tidak Tuan Grey."

"Lalu menjemput? Kau berharap untuk kamu jemput kami bersedia melakukan apapun untuk menjemputmu."

Kembali Anisa berdecih dan wajahnya sombong.

"Anisa hanya mau dengan ayah!"

"Kalian sudah dengar itu!"

Suar James terdengar datang dari pintu dan berdiri di samping sofa Anisa.

" Aku akan mengurus sisanya dan keluarlah dari rumahku di jam putriku harusnya makan siang."

1
Berlian Nusantara dan Dinda Saraswati
jangan kasih ampun
Berlian Nusantara dan Dinda Saraswati
hajarrr
Jijah Atul
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!