Dituduh Cinta karena kesalahan. Rama membuktikan kalau cintanya bukan kesalahan, murni rasa dari mata turun ke hati. Usaha mendapatkan cintanya seolah didukung oleh jagat raya meski berawal dari kesalahpahaman.
“Nggak masalah nikah karena digrebek, yang penting sah.”
“Siapa kamu, berani mencintai seorang Bimantara.”
“Di dunia ini, Rama jodohnya Gita.”
Kisah cinta Rama Purwangga dan Gita Putri Bimantara, jadilah saksi seberapa darurat cinta mereka.
Spin off Bosku Perawan Tua dan Diam-diam Cinta
=== Mohon dengan sangat agar tidak baca dengan melompat bab dan ikuti sampai akhir ya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dtyas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
18. Kangen ....
Bab 17
Mendadak Gita merasa pasokan oksigen seolah menipis, bisa-bisa asmanya kambuh lagi. Tangannya masih berada di dalam genggaman Rama, begitu hangat. Jangan tanya bagaimana degup jantungnya, sudah pasti mengalahkan suara beat musik. Sekelilingnya seolah menjadi saksi bisu bagaimana ia mendengar pernyataan cinta dari pria ini Rama Purwangga.
Bahkan ia sampai mengerjapkan mata berkali-kali menghalau rasa panas dan membuatnya berkaca-kaca. Selama ini ia hanya membayangkan bagaimana rasanya jatuh cinta dan dicintai oleh pria selain keluarganya, pun hanya bisa mendengarkan saat teman sekelasnya berceloteh ditembak oleh sang pujaan hati. Kali ini ia merasakannya dan mengalaminya sendiri.
“Kok, diem? Ta, Cinta … kamu ngerti maksud aku ‘kan?”
Gita mengangguk pelan.
“Kenapa diam aja, nggak suka?”
“Loh, abang bilang nggak usah dijawab tapi dibalas aja,” sahut Gita lalu menunduk. “Tapi nggak ngerti balasnya gimana.”
Rama terkekeh lalu menepuk keningnya. “Hadeh, jatuh cinta bikin gue jadi beg0 gini. Tapi kamu suka aku juga ‘kan? Hei, jangan nunduk gitu dong.” Tangan Rama satunya meraih dagu Gita dan mengarahkan agar menatapnya.
“Siap ‘kan dicintai seorang Rama?”
Perlahan Gita tersenyum dan mengangguk.
“Cie, makin cantik aja cintanya aku.” Rama tidak segan mencolek dagu Gita lalu mengusap pipi gadis itu dengan punggung tangannya.
Udah boleh gue cip0k belum ya, batin Rama.
Obrolan mereka masih berlanjut, Rama menggoda dengan candaan membuat Gita sesekali tergelak sampai memukul lengan pria itu. Bahkan Rama sempat mengajaknya ber selfie
“Masih ada kuliah?”
“Nggak ada. Tinggal ke perpus pinjam buku untuk referensi tugas, terus pulang.”
“Boleh aku anter nggak?” tanya Rama. Ia tidak ingin dekat sembunyi-sembunyi seperti ini, be a gentle karena ingin serius bukan sekedar cinta monyet.
“Ada Pak Iwan.”
“Lain kali kalau aku sempat, biar aku yang anter atau jemput ya?” Gita pun mengangguk. “Sekalian aku mau kenal juga sama orangtua kamu.”
“Sabar ya, aku ‘kan harus pelan-pelan bilang sama papa. Kalau Abang langsung datang ke rumah, bisa-bisa shock.”
“Anak mama papa ya,” ejek Rama sambil menarik ujung hidung Gita.
“Ish, abang.”
“Besok kuliah?”
Gita mengangguk. “Minggu depan aku ujian semester.”
“Hm, kalau gitu besok ketemu lagi ya. Minggu depan nggak bisa aku ganggu, nanti ujiannya nggak fokus.”
“Yeay, nggak gitu juga kali. Aku masih bisa konsen kok. Ketemu di mana?”
“Tunggu aja, tahu-tahu aku datang.”
Rama mengantar Gita kembali ke kampus bahkan sampai ke perpus dan menunggu di luar. Tidak ingin gadis itu kembali bertemu Arlan meski kemungkinan besar besok-besok pasti terjadi.
...Tim Pencari Kitab Suci🤸...
Rama P. : Foto
Bukan hoax, fix kita pacaran next seserahan
S4pri : Pelanggaran ini, kenapa nggak bilang. Kan bisa kita kawal lagi
Yuli Imut : Serius dia mau? Gue pikir dia bakal kej4ng-kejang
Rama P. : Kagak sudi gue kencan ditongkrongin lo semua. Mana tau berikutnya bisa nyosor 🫣🤣
Lisa Kanaya : Nggak boleh Ram, Gita masih polos nanti dewasa sebelum waktunya 😊
Beni Ganteng : Temui bapaknya dong, ngaku kalian pacaran. No picture hoax
Rama P. : B4ngke juga abang yang satu ini. Baru juga jadian udah disuruh menghadap calon mertua, bisa dieliminasi gue
Asoka Harsa : Kalau butuh dikawal buat nemuin orang tua Gita, saya siap Ram
Lisa Kanaya : Tuh Ram, dikawal sama satu grup nih. Perlu hubungi grup sebelah nggak?
Rama P. : Sorry ya, gue sibuk nungguin neng cinta belajar. Biar punya ilmu untuk mendidik anak-anak kita nanti, calon mami idaman
Beni Ganteng : No picture hoax
Yuli Imut : Lagi di mana sih?
S4pri : Share lock, mas
Rama P. : Ogah
“Udah selesai?” tanya Rama menghampiri Gita.
“Udah.”
“Mau langsung pulang?” dijawab dengan anggukan.
“Ya udah, telpon dulu supir kamu.” Rama masih setia menemani kekasihnya sambil menatap sekeliling.
“Bentar lagi Pak Iwan kemari. Abang mau ke SM?”
“Nggak, nanti malam. Ini mau pulang. Nanti kabarin kalau udah di rumah. Jaga kesehatan, mau ujian jangan sampe sakit.”
Gita mengangguk sambil mengu-lum senyum. Sekarang bukan hanya keluarganya saja yang perhatian akan kesehatannya. Rama pun pamit, Gita dadah-dadah sebelum mereka berpisah. Padahal Rama belum pergi, masih mengawasi dari jauh. Tanpa mereka sadari ada yang mengawasi sejak tadi termasuk interaksi di cafe.
Foto-foto kebersamaan Gita dan Rama juga insiden di koridor dengan Arlan, sudah sampai ke tangan Arya.
“Putriku sedang jatuh cinta.”
***
Rama serius dengan ucapannya, seminggu ini dia tidak menemui Gita yang fokus dengan ujian. Sesekali berkirim pesan dan menghubungi menanyakan kabar, serta semangat. Jangan tanya bagaimana perasaannya sudah pasti galau.
“Lebay emang abege tua ini. Lebay nggak ketulungan,” seru Beni sambil menggeleng pelan melirik Rama di sampingnya. “Uring-uringan gak jelas.”
“Lo nggak tahu rasanya bang, kangen gue udah mentok ini.”
“Tinggal di samperin aja, Mas.”
“Besok Sap, hari ini dia masih ujian. Kasihan dia nanti nggak fokus, dunianya teralihkan kalau ketemu gua. Bukannya nulis nama sendiri malah nama gue yang dia catet. ‘Kan bahaya.”
“Otak kau yang bahaya. Nongkrong di cafe mulu.”
Rama terbahak. “Nanti mau gue ajak nonton bang, lumayan tempatnya gelap. Bisa gue peluk sambil nyosor.”
“Khawatir bentar lagi digerebek.” Beni berdecak sambil menggeleng.
Trio semprul itu sedang kumpul di kantin SM. Beni yang shift pagi sedang rehat, begitu pula Sapri. Sedangkan Rama sebenarnya shift sore, tapi sudah sampai di SM karena gabut.
“Eh, neng cinta nelpon nih. Nggak usah pada berisik lo,” cetus Rama. “Halo, cinta. Gimana, udah beres ujiannya?”
“Jangan mau neng,” ejek Sapri.
“Iya nih, lagi di kantin SM. Nemenin temen aku yang pada galau,” seru Rama dibalas decakan oleh Sapri dan ump4tan dari Beni. “Sama, aku juga kangen. Besok kita nonton yuk!”
“Wah, bahaya ….”
dah tau pake nanya 🤭
orang tua kalian juga kalau tau kelakuan kalian begitu pasti kecewa 😔
denger arlan orang baik mah pasangannya sama orang baik, nah situ maniak cewe dapetnya juga tar yang sama kaya kamu 😏
Kalian yang jomblo & dokter vampire duda tambah ngiri aja ya, jangan sampe nganan itu lampu shein hatinya, ngiri aja 😜
ndak jujur az kalo ketangkep basah ma Camer???
hadew....