Nigista, seorang gadis cantik yang terlahir dengan kelebihan yang tak biasa, harus berjuang untuk bertahan hidup di tengah caci maki orang-orang sekitarnya. Dia hanya ingin hidup normal, seperti manusia lainnya, tapi takdir sepertinya tak berpihak padanya.
Nigista Kanaya Putri, nama yang indah, tapi ironisnya, di rumahnya dia lebih sering dipanggil "Si pembawa Sial" oleh ibunya sendiri. Setiap musibah yang menimpa keluarga selalu saja dia yang disalahkan.
Tapi, Nigista memiliki kemampuan unik - dia bisa mendengar bisikan-bisikan dari orang-orang yang butuh pertolongan, sebuah kelebihan yang membuatnya sering merasa terjebak. Di sekolah, dia menjadi target bully-an teman-temannya karena sering menjerit-jerit ketika bisikan itu datang, membuatnya dicap sebagai "gadis aneh"
Yok ikuti kisah Nigista
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kak Nya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Nigista Dan Dunianya
"Gista mana ya?" Raden mengedakan matanya, mencari keberadaan kekasihnya.
Saat ini Raden berada di depan kelas Gista, bell pulang sudah di bunyikan sejak beberapa menit yang lalu dan Raden langsung pergi kekelas Gista walaupun sia-sia, Gista tak ada di dalam kelasnya.
"Cari siapa?" ucap seorang Gadis yang keluar dari kelas Gista
Raden menoleh pada sumber suara, dapat ia lihat gadis cantik yang terkenal dengan prestasinya disekolah ini, Aca. Siapa yang tak mengenal gadis yang memiliki nama lengkap Acana Azzahra, yang lebih kerap dipanggil Aca.
"Gista, lo tau dimana Gista gak ca?"
"Oh Gista.."
"Iya, lihat gak?"
Aca mengangguk. "Iya tadi habis ngobrol sama gue terus tiba-tiba ada Gala, mereka berdua ngobrol gak lama dari itu Gista izin pulang."
Mata Raden melebar saat mendengar ucapan Aca, tangan Raden mengepal. "Gala? Lo tau mereka ngobrolin apa?"
Aca menggeleng. "Gue gak denger soalnya Gala bawa Gista keluar, setelah Gista masuk dia izin pulang gitu aja."
"Oh gitu, yaudah makasih ca, gue cabut duluan." Raden pergi meninggalkan Aca yang berdiri di depan pintu
"Waduh, kayaknya Gista terlibat cinta segi tiga nih." gungam Gista sembari memandangi kepergian Raden yang terlihat menahan cemburu
Raden berjalan cepat menuju parkiran dimana motornya berada, pikirannya sudah dipenuhi oleh 'Gista dan Gala' tentunya dengan pikiran negatifnya.
'Gista sama Gala kemana ya? Kenapa mereka pergi bersama? Apa mereka memiliki hubungan ya?'
Bruk.
"Eh, sorry gue gak liat." Raden menabrak adik kelasnya dengan cepat ia hendak membantu adik kelasnya itu bangkit
"G-gak papa k-kak," Ujar adik kelas itu
Raden hendak membantunya berdiri namun siswi itu dengan cepat berlari dari sana bak orang baru selesai melihat setan
"Aneh."
"Woy raden!"
Raden mengedarkan pandanganya, netralnya terhenti tepat diparkiran dimana ternyata sudah ada sahabat-sahabatnya yang menunggunya.
"Lo dari mana?"
"Kemana aja sih den?"
"Iya gue kira udah balik duluan."
Pertanyaan demi pertanyaan Raden dapatkan dari sahabat-sahabatnya kecuali Gibran yang sudah tau dari mana Raden
'Pasti dari kelas Gista lagi..'
"Yaelah bukannya jawab malah bengong"
"Gue duluan ada urusan." ucap Raden tanpa menjawab pertanyaan para sahabatnya
"Ck, kita tungguin dia disini karena mau pulang bareng eh dia nya balik duluan." gerutuk Irsyad
"RADEN!" pekik Adara yang baru saja sampai diarea parkiran
"Yah raden udah pergi dar, lo balik naik apa?" ucap Pipit
Adara tak menjawab, gadis itu masih memandangi punggung Raden yang semakin mengecil dan menghilang dari pandanganya.
'Kenapa gue ngerasa sekarang Raden berubah ya?' batin Adara yang masih menatap kedepan sampai seseorang berhasil membubarkan lamunannya
"Dar lo dipanggil Gibran tu!" Anita menggoyang tubuh Adara hingga lamunan sang empuh buyar
"Hah?"
"Naik, gue anter." ucap Gibran yang berhasil membuat mata Adara melebar
"Waras? Belum minum obat lo ya?
"Lo mau pulang naik apa? Raden udah balik, masih untung gue mau anter lo."
"Siapa juga minta anter sama lo?"
"Ck." Gibran berdecak kesal, ia bingung harus melakukan apa agar Adara tak mengangganya musuh lagi
"Eh, eh lo mau apa gib? Turunin gak? TURUNIN..." Adara berterik saat Gibran menggendongnya
"Diem, atau gue cium mau?" ancam Gibran mampu membuat Adara terdiam membisu, bukan hanya Adara tapi para sahabatnya pun ikut mematung
"Good girl"
Gibran melajukan motornya membela kota Jakarta, tak ada obrolan dari keduanya mereka sama-sama terdiam membisu sampai akhirnya Gibran menghentikan laju motornya tepat didepan taman kota.
"Mau ngapain berhenti disini? Rumah gue masih jauh.." Adara buka suara setelah cukup lama terdiam
"Gue tau."
"Terus?"
"Kita beli es krim bentar disini, lo 'kan suka es krim?"
"Kok lo tau?"
"Apasih yang gue gak tau tentang lo." ucap Gibran sebelum berlalu meninggalkan Adara yang terlihat kebingungan
'Apasih yang gue gak tau tentang lo maksud Gibran apa?' isi pikiran Adara saat ini dipenuhi dengan pertanyaan-pertanyaan tentang Gibran
____________
Markas geng Lavegas, saat ini Gista berada. Ia di temani oleh Gala, kedatangan mereka untuk mengambil kembali motor milik Gista. Ya, tadi Gala datang dan mengatakan kepada Gista bahwa ia bisa membantunya mengambil kembali motornya itu karena Noah adalah kakak kandung Gala.
Gala mengetahui bahwa motor Gista diambil oleh kakaknya karena tak sengaja mendengar percakapan antara Gala dan Raden beberapa hari yang lalu. Kini kedua remaja sma itu berdiri tegap menghadap sang ketua Lavegas yaitu Noah.
"Jadi bener lo pacar adik gue?" tanya Noah pada Gista
Gista terdiam, ia masih ragu dengan rencana yang dia dan Gala sepakati. Tadi, sebelum tiba di markas geng lavegas..
Flashback on:
Gala menghentikan laju motornya ditepi jalan, kemudian ia turun diikuti Gista yang turun juga atas permintaan sang pemilik motor.
"Kita udah sampai gal? Kok gak ada tempat kek basecamp atau perumahan disini?"
"Belum sta, tempatnya masih agak jauh."
"Terus lo ngapain berhenti di tempat sepi kayak gini? Lo enggak—"
"Ada yang mau omongin sama lo." potong Gala cepat, ia tau arah pikiran Gista kemana
Dahi Gista mengerut. "Mau bilang apa?"
Gala menarik napas dalam-dalam. "Kak Noah gak bakal kasih motor lo secara percuma, apalagi dia tau lo deket sama Raden."
"Jadi gue harus gimana?"
"Lo harus pura-pura jadi pacar gue."
Mendengar ucapan Gala membuat Gista terkejut. "Hah?"
"Lo bercandakan gal? Apa hubungannya motor gue sama pura-pura pacaran sama lo?"
"Gue tau betul sifat kak Noah gimana sta, dia paling benci sama Raden dan keluarganya.."
'Termasuk gue juga benci sam dia.'
"Intinya kak Noah benci sama orang-orang yang disayang Raden, gue cuma gak mau lo disakiti kak Noah jadi gue harap lo mau pura-pura jadi pacar gue. Ini demi keselamatan lo dan juga lo bisa ambil kembali motor lo."
Flashback off
Gista menganggukan kepalanya. "Iya, gue pacar Gala!"
"Berapa lama kalian pacaran? Gue liat-liat lo deket sama bocah sok jagoan itu, Raden." ucap Gala yang menatap Gista dengan tatapan tak percaya
Gista melirik Gala bingung harus menjawab apa. "Kita pacaran udah satu minggu yang lalu kak, dan memang benar dulu Gista deket sama Raden tapi sekarang gak lagi karena kita udah pacaran." ucap Gala
Noah menganggukan kepalanya walaupun masih terlihat ragu. "Ini kunci motor lo, gue balik'in karena lo pacar adik kesayangan gue."
Gista tersenyum, akhirnya motornya kembali ke tangannya lagi. "Makasih kak."