NovelToon NovelToon
Ultimate Gacha Pengubah Takdir

Ultimate Gacha Pengubah Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Ruang Ajaib
Popularitas:16.9k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Ye Xuan, pria berusia 35 tahun yang terjebak dalam kehidupan monoton dan menyedihkan sebagai pekerja minimarket, tewas mengenaskan akibat tabrak lari di tengah malam yang sedang hujan lebat. Di detik-detik terakhir hidupnya yang dipenuhi penyesalan atas takdir yang selalu menginjak-injaknya, ia memohon sebuah kehidupan yang tenang.

Namun, kesadarannya justru ditarik ke dalam Ruang Gacha raksasa yang membekukan waktu, memberinya satu tiket emas sebagai kompensasi anomali takdir, lalu melemparnya kembali ke masa SMA.

Kini, dibekali warisan Tabib Dewa kuno dan sebuah sistem Gacha, pria paruh baya di dalam tubuh remaja ini harus merancang ulang jalan hidupnya, siap memotong siapa saja yang berani menghalangi tujuannya di dunia kultivasi modern wuxia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3 Masa Muda dan Gacha yang Kejam

Brakkkkk!

Suara hantaman penghapus kayu yang dipukulkan keras ke atas meja membuat suasana kelas yang tadinya bising mendadak hening.

"Ye Xuan! Jika kau datang ke sekolah hanya untuk tidur dan bermimpi di siang bolong, lebih baik kau keluar dan bersihkan toilet laki-laki sekarang juga!"

Suara Pak Guru Wang, guru matematika paruh baya dengan kepala setengah botak, menggema nyaring di seluruh penjuru ruang kelas. Urat lehernya menonjol keluar, menahan amarah melihat murid termiskin di kelasnya tertidur lelap saat dia sedang menjelaskan rumus di papan tulis.

Puluhan pasang mata murid kelas 2-B langsung menoleh ke arah meja di sudut belakang dekat jendela. Beberapa murid laki-laki mulai tertawa tertahan, sementara beberapa murid perempuan hanya menggelengkan kepala dengan tatapan meremehkan.

Ye Xuan duduk diam di kursinya. Dia baru saja melewati proses integrasi ingatan Warisan Tabib Dewa yang terasa seperti membelah otaknya menjadi dua. Keringat dingin masih menempel di dahi dan lehernya.

Dia menatap Pak Guru Wang dalam diam. Jika ini adalah Ye Xuan yang asli berusia tujuh belas tahun, dia pasti sudah menundukkan kepalanya dalam-dalam, gemetar ketakutan, dan bergumam meminta maaf dengan wajah merah padam karena malu.

Namun, jiwa yang ada di dalam tubuh remaja ini sekarang adalah seorang pria dewasa berusia tiga puluh lima tahun yang baru saja mati mengenaskan di aspal jalanan. Pria yang sudah terlalu muak dimarahi oleh manajer minimarket yang arogan dan diinjak-injak oleh kerasnya kehidupan kota metropolitan. Kemarahan seorang guru SMA baginya tidak lebih menakutkan daripada tagihan sewa kamar yang menunggak.

"Hahhhhh..."

Ye Xuan menghela napas pelan. Dia mengusap wajahnya yang basah oleh keringat dengan telapak tangannya, lalu berdiri dari kursinya dengan gerakan tenang dan tidak terburu-buru.

"Maafkan saya, Pak Wang. Saya semalaman bekerja paruh waktu mengangkut barang di pasar. Tubuh saya benar-benar kelelahan hingga saya kehilangan kesadaran. Saya akan mencuci muka di toilet sekarang agar tidak tertidur lagi."

Suara Ye Xuan terdengar sangat datar, tenang, dan tidak ada nada ketakutan sama sekali. Kalimatnya runtut dan sangat masuk akal. Dia tidak melawan, namun dia juga tidak merendahkan harga dirinya.

Pak Guru Wang yang sudah bersiap untuk memaki lebih panjang tiba-tiba terdiam. Dia sedikit terkejut melihat reaksi Ye Xuan. Biasanya anak yatim piatu ini sangat gagap jika dibentak. Tatapan mata Ye Xuan saat ini sangat berbeda. Tatapan itu dingin, dalam, dan tidak mencerminkan kepanikan seorang remaja.

"Hmm... pergilah. Cuci mukamu. Jangan sampai aku melihat matamu terpejam lagi di kelasku," dengus Pak Wang pada akhirnya, mengibaskan tangannya menyuruh Ye Xuan pergi.

Ye Xuan mengangguk kecil, lalu berjalan keluar kelas melewati deretan meja murid lainnya. Dia mengabaikan bisik-bisik dan tawa pelan dari teman-teman sekelasnya. Baginya saat ini, murid-murid SMA yang mengenakan seragam rapi ini hanyalah sekumpulan anak kecil yang hidupnya masih dibiayai oleh orang tua mereka. Tidak ada gunanya memedulikan pendapat mereka.

Langkah Ye Xuan terhenti sejenak di depan pintu kelas. Ingatannya yang tajam memproses informasi di sekitarnya.

Dia benar-benar kembali ke tahun kedua masa SMA-nya di SMA Jinghai. Waktu saat ini masih sekitar beberapa bulan sebelum ujian kelulusan. Di masa lalu, ini adalah masa-masa di mana dia sering kelaparan karena uang beasiswanya dipotong, dan dia harus bekerja sebagai buruh kasar sepulang sekolah hanya untuk bisa makan nasi dan sayur sisa.

Saat dia berjalan menyusuri lorong sekolah yang sepi menuju toilet, Ye Xuan memusatkan pikirannya.

"Coba kita lihat," batin Ye Xuan.

Dia mencoba mengingat informasi medis yang tadi dipaksa masuk ke kepalanya. Seketika, ribuan diagram anatomi tubuh manusia, letak 720 titik akupunktur, resep racun yang terbuat dari tumbuhan liar, hingga metode manipulasi pernapasan untuk mempercepat penyembuhan sel bermunculan di otaknya dengan sangat jelas. Pengetahuan itu menyatu dengan ingatannya seolah dia sudah mempelajarinya selama puluhan tahun.

"Luar biasa," gumam Ye Xuan dengan suara pelan. Ujung bibirnya sedikit terangkat. "Ini bukan halusinasi. Pengetahuan Tabib Dewa ini benar-benar ada di kepalaku. Jika aku menggunakannya dengan benar, mencari uang di dunia beladiri ini sama mudahnya dengan membalikkan telapak tangan."

Namun, Ye Xuan menyadari satu masalah besar. Dia mengepalkan tangan kanannya, lalu memukul pelan dinding beton di sebelahnya.

Kulit buku jarinya langsung memerah dan terasa nyeri.

"Tubuhku terlalu lemah," batinnya menganalisis. "Tinggi badanku cukup, tapi massa ototku sangat kurang karena gizi buruk. Tulangku rapuh. Jika aku harus menggunakan teknik jarum perak tingkat tinggi untuk menyembuhkan pasien atau membunuh seseorang, tubuh ini akan pingsan karena kelelahan sebelum aku sempat mencabut jarumnya."

Dia menyalakan keran air di wastafel toilet, membasuh wajahnya dengan air dingin, lalu menatap bayangannya di cermin.

Di sudut pandangannya, antarmuka sistem holografik itu masih melayang diam.

Ye Xuan menyentuh ikon [ Panel Misi ] di udara. Layar transparan itu langsung terbuka, menampilkan teks berwarna putih terang.

[ Misi Harian Tersedia ]

Tugas... Lakukan 100 kali push-up, 100 kali squat, dan lari sejauh 5 kilometer sebelum matahari terbenam.

Hadiah: 1 Tiket Silver.

Status: Belum Selesai.

"Standar pelatihan fisik dasar dari novel, komik maupun anime," batin Ye Xuan. "Sistem ini sepertinya tahu betul bahwa fondasi fisikku sangat buruk."

Tenggg... Tenggg... Tenggg...

Bel tanda pergantian jam pelajaran sekaligus waktu istirahat pertama berbunyi nyaring ke seluruh penjuru sekolah.

Ye Xuan mengeringkan wajahnya dengan tisu toilet dan berjalan santai kembali ke kelasnya. Saat dia baru saja masuk ke ambang pintu kelas, suasana sudah riuh. Murid-murid sedang membuka kotak bekal mereka atau bersiap pergi ke kantin.

"Ye Xuan!"

Sebuah suara perempuan yang sangat lembut dan manis terdengar memanggil namanya.

Ye Xuan menghentikan langkahnya. Dia menoleh ke arah sumber suara itu.

1
Fei Si
next
Fei Si
good
moon light
ada haremnya gak?
Fei Si
Bro langsung paham apa yang harus di lakukan 😂
REY ASMODEUS
lanjut othor 10 bab🤭🤭🤭🤭
Who's? me?: kalo libur bisa kak, kalo lagi kerja gk bisa/Blush/
total 1 replies
variable of ancient
up. Thor plisss
Malingseng si Pecundang
i like this MC, sigma man
Malingseng si Pecundang
pick me bgtt sialan
Malingseng si Pecundang
jahat ternyata
Malingseng si Pecundang
cantik bgtt, pantes dibilang primadona
Malingseng si Pecundang
Kenapa judulnya ndak, Warisan Tabib Dewa? Kayak Penguasa Absolute itu jadi bagus
Who's? me?: fokusnya gak disitu kk
total 1 replies
sitanggang
sampah system👎👎
hahaahaha
Luar biasa
Gege
karya yang warbyasaah
Zahra: Betul sekali kak. Bunga meluncur/Moon//Moon//Moon/
total 1 replies
Gege
kereeen beuuud alur ceritanya lanjutkan Ling peng
Ironside (Hiatus)
🥶
Zahra: ✋🥶🤚 ......
total 1 replies
Sang_Imajinasi
semangat thor🙏
Ironside (Hiatus): /Scare/
total 7 replies
Naga Hitam
baguss
Zahra: Bungai meluncur untuk karya ini/Rose//Rose//Rose//Rose//Coffee/
total 1 replies
Katsumi
10 bab sehari🔥
Who's? me?: ini nyelesain 1 arc doang kak
total 4 replies
Naga Hitam
lanjutt
Who's? me?: kau juga kak, apa yang kau lakukan ini
total 4 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!