NovelToon NovelToon
WAJAH BERBAYAR: KONTRAK KEMBARAN

WAJAH BERBAYAR: KONTRAK KEMBARAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ai_Li

Terjerat utang ratusan juta dan ancaman pernikahan paksa, Alisha kehilangan segalanya termasuk kenangan dari kekasihnya. Di tengah keputusasaan, ia bertemu Aruna, wanita kaya berwajah identik yang menawarkan kontrak gila: Bertukar hidup demi pelunasan utang.

Alisha terjun ke dunia mewah yang palsu, namun tantangan sesungguhnya adalah kakak laki-laki Aruna. Pria dingin namun sangat penyayang itu mulai mencurigai perubahan pada "adiknya" sosok yang kini tampak lebih lembut dan tulus. Di balik kemegahan yang dingin, Alisha menyadari bahwa menjadi orang lain jauh lebih berbahaya daripada menjadi miskin saat ia mulai mempertaruhkan hatinya pada pria yang kini menjadi pelindungnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ai_Li, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34: Aroma Dapur dan Pengintai di Sudut Gelap

Pagi menjelang siang di kediaman Ardiansyah biasanya menjadi waktu tersibuk bagi para asisten rumah tangga. Di dapur utama yang luas dan canggih itu, Mbak Sari tengah memimpin orkestra bumbu dapur. Namun, ritme kerjanya mendadak kacau saat seorang gadis dengan kaos rumahan mewah bersikeras ingin merebut talenan dari tangannya.

"Nona, demi tumpukan cucian yang belum kering, tolong letakkan pisau itu!" bisik Sari dengan nada panik yang tertahan. Matanya melirik waspada ke arah dua pelayan lain yang sedang mencuci piring di sudut ruangan.

"Cuma potong wortel, Mbak Sari. Aku bosan kalau cuma duduk diam," balas Alisha.

Tangannya bergerak lihai, mulai mengiris sayuran itu dengan kecepatan dan presisi yang tidak wajar bagi seorang pemula.

Sari hampir saja berteriak. Masalahnya, Aruna yang asli adalah sosok yang sangat asing dengan urusan dapur. Jangankan memasak, menginjakkan kaki ke area ini saja merupakan kejadian langka, kecuali untuk mengomplain suhu air minumnya. Meskipun ada alibi amnesia, memperlihatkan kemahiran memotong setingkat koki profesional ini benar-benar tindakan berisiko bagi penyamaran mereka.

"Nona, ingat! Nona Aruna itu kalau ke dapur cuma buat lewat, bukan buat bikin rendang!" Sari mencoba merebut pisau itu lagi, namun Alisha menghindar dengan lincah, seolah memasak adalah insting yang tak bisa ia bendung.

Melihat beberapa pelayan mulai berbisik-bisik dan menoleh dengan kening berkerut, Sari segera mengeluarkan jurus andalannya. Ia berkacak pinggang, menatap para pelayan itu dengan mata melotot, namun tetap dengan nada manja yang menjadi ciri khasnya.

"Heh! Kalian berdua! Apa lihat-lihat? Nona Aruna lagi butuh stress relief, tahu! Katanya dokter, orang amnesia itu harus sering melihat warna-warni sayuran segar supaya ingatannya cepat pulih!" Sari mengoceh tanpa titik koma.

"Sana! Kamu bersihkan gudang belakang, dan kamu... gosok perak di ruang makan sampai mengkilap kalau tidak mau aku adukan ke Tuan Gathan! Biar urusan dapur ini jadi urusanku dan Nona saja. Hush! Pergi!"

Begitu kedua pelayan itu terbirit-birit pergi, Sari mengembuskan napas panjang.

"Aduh Nona, jantung saya hampir copot. Jangan terlalu pamer skill, dong. Kalau mereka curiga bagaimana?"

Alisha terkekeh, bahunya yang tegang perlahan merileks.

"Maaf, Mbak. Habisnya, memasak itu obat stresku. Di sini aromanya enak, jauh lebih baik daripada aroma parfum Elena yang menusuk itu."

Tiba-tiba, pintu samping terbuka dan muncullah Pak Tejo, suami Mbak Sari yang merangkap sebagai kepala kebun. Ia masuk sambil membawa sekeranjang cabai rawit segar dengan langkah santai.

"Waduh, ada aroma surga apa ini? Apakah bidadari lagi turun kasta jadi asisten dapur?" celetuk Pak Tejo dengan gaya humorisnya yang khas.

"Bidadari matamu picek, Mas!" sahut Sari ketus, tapi matanya berbinar melihat suaminya.

"Ini Nona lagi bantu, jangan berisik!"

Pak Tejo tertawa renyah. Ia meletakkan keranjang cabainya lalu mendekat ke arah Alisha.

"Nona, hati-hati sama Mbak Sari. Dia ini kalau di depan orang lain gayanya seperti mandor kawat, tapi kalau berduaan sama saya di rumah, manjanya minta ampun. Minta dipijitlah, minta dibelikan seblaklah..."

"MASS TEJOOO! Jangan buka kartu di depan majikan!" Sari memukul lengan suaminya dengan serbet, wajahnya memerah padam antara malu dan gemas.

Alisha tertawa lepas. Sungguh, interaksi pasangan ini adalah pemandangan paling jujur yang ia lihat di rumah besar yang penuh kepura-puraan ini. Melihat Sari yang galak tapi sebenarnya penuh kasih, serta Pak Tejo yang selalu punya cara menggoda istrinya, membuat Alisha mendadak rindu rumah. Mereka adalah pengobat rindu pada sosok Mama dan Papa yang sederhana.

"Pak Tejo, Mbak Sari... terima kasih ya," ucap Alisha tiba-tiba, suaranya sedikit merendah.

"Terima kasih untuk apa, Nona?" tanya Pak Tejo bingung sambil mencomot sepotong wortel mentah.

Alisha terkesiap. Ia hampir saja terhanyut. Ingatan tentang Rendy dan luka hatinya yang menganga sejak kemarin nyaris tumpah begitu saja. Ia sadar, kesedihan itu adalah rahasia yang tidak boleh diketahui siapa pun di rumah ini, termasuk Sari.

"Ah... terima kasih karena sudah buat aku tertawa lagi," ungkapnya cepat, lalu segera menunduk melanjutkan pekerjaannya agar matanya yang berkaca-kaca tidak terlihat.

Sari dan Tejo saling melempar senyum hangat, merasa senang bisa menghibur sang majikan. Namun, kehangatan di dapur itu seolah diawasi oleh hawa dingin yang tak kasat mata.

Tanpa mereka sadari, di sudut lorong yang gelap, ada Julian yang berdiri mematung. Matanya menatap tajam ke arah dapur, lebih tepatnya tertuju pada Alisha. Pandangannya tidak lepas dari wajah sang adik tiri, seolah sedang membedah setiap tawa dan gerak-gerik gadis itu dengan penuh selidik. Ada sesuatu yang menurutnya tidak sinkron, dan Julian bukanlah orang yang mudah dikelabui oleh tawa sederhana.

1
Anisa Muliana
🔥🔥
Anisa Muliana
seru banget thor🔥🔥
Ai_Li: Terima kasih kak
Semoga betah bacanya yaa hehehe
total 1 replies
Rania Venus Aurora
Hallo..👋🏻
Ai_Li: Mohon saran dan kritikannya ya kak
Supaya bisa jadi lebih baik
total 3 replies
Anisa Muliana
domisili Jember kak..😊
Ai_Li: Masya Allah jauh ya
Salam dari Medan ya😇
total 1 replies
Ai_Li
Yukk komen para daerah asal kalian dimana 🤭🥰
Anisa Muliana
seruuuuu banget ceritanya thor😍
semoga bisa bertahan sampai akhir ceritanya y thor..
semangat ✊✊
Ai_Li: Oiya kak, terima kasih sarannya 🥰
total 3 replies
Ai_Li
Jangan lupa like yaa dan tinggalkan komentar
Ai_Li
🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!