NovelToon NovelToon
Dialah Sang Terpilih

Dialah Sang Terpilih

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi / Penyelamat
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: julieta

Charlotte, gadis yatim piatu ini tiba-tiba ditemukan oleh keluarganya dan dibawa pulang ke kerajaan Matahari, tempat kelahirannya. Alih-alih bahagia setelah ditemukan oleh keluarganya, gadis empat belas tahun justru mengalami kehidupan yang menyedihkan dibandingkan kehidupannya sebelumnya, sebagai tuna wisma di kerajaan cosmos dimana dia tinggal sebelumnya karena tak memiliki kekuatan dalam tubuhnya sehingga dianggap sampah dan aib bagi keluarganya.
Untungnya, ketika tengah berada diambang maut, ia tak sengaja bertemu dengan penyihir Beatrix yang juga mengalami nasib sama sepertinya.
Penyihir Beatrix yang tak ingin meninggal sia-sia dan ingin ada yang membalaskan dendamnya, memilih Charlotte sebagai orang yang dia warisi semua kekuatan hebat didalam tubuhnya.
Setelah diwarisi kekuatan dari penyihir Beatrix, bagaimana kehidupan Charlotte selanjutnya?
Apakah ia mampu mengubah garis takdirnya?
Ikuti semua kisahnya dalam cerita ini
Happy Reading...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon julieta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

HUKUMAN

“Tuan...Tuan Muda Pertama, hamba tidak bersalah. Kertas itu...kertas itu bukan milik Hamba. Hamba telah di fitnah!”, ucap Prilly panik.

Ia sebenarnya tak tahu apa yang tertulis didalam kertas kecil yang tadi sebelum semua pelayan dikumpulkan, diberikan oleh Samantha kepadanya.

Prilly pikir kertas tersebut berisi hal yang bisa membebaskannya terhadap tuduhan jika ia sampai ketahuan.

Tapi setelah melihat ekpresi Yohanes de Fleur tadi, ia merasa jika yang tertulis dalam kertas itu bukanlah sesuatu yang bagus hingga membuat Tuan Muda Pertama de Fleur itu merasa marah sehingga ia hanya bisa memohon ampun atas semuanya.

Yohanes de Fleur tak mengindahkan teriakan pelayan pribadinya dan menyuruh para pengawal untuk menyumpal mulutnya agar tak berisik.

Maria yang ingin membuka suara, melihat Prilly disumpal mulutnya pakai kain bekas, semua kata permohonan yang hendak diucapkannya pun tersangkut ditengorokan dan iapun bertindak patuh agar tak dipukul oleh pengawal.

Samantha yang merasa jika perhatian Yohanes de Fleur teralihkan merasa lega. Setidaknya, dengan mengkambing hitamkan Kediaman Archi dalam kasus ini tak akan menyeretnya kedalam masalah. Dan untuk Prilly serta Maria, bidak yang tak berguna seperti itu sudah sepatutnya disingkirkan.

Kali ini, sekeras apapun Prilly mengatakan jika ia yang menyuruhnya, Yohanes de Fleur dan Duke Aslan tak akan mudah untuk mempercayainya.

Hubungan buruk antara kedua keluarga yang sudah berlangsung lama, masih terus berlanjut hingga saat ini.

Kabar terbaru, perseteruan antara Charlotte de Fleur dengan Diego Archi juga, membuat Samantha yang dalam kondisi terdesak karena tak menyangka jika hanya tidak mati, gadis itu malah membuat keributan hingga membuat semua keluarganya turun tangan sehingga otak liciknya harus bekerja ekstra keras hingga menghasilkan rencana ini.

Meski sangat beresiko, tapi Samantha yang tak ingin rencana besarnya rusak terpaksa menempuh jalur berbahaya dan terjal ini.

Sementara itu Kediaman Archi yang tak tahu jika mereka tengah ditumbalkan oleh seorang pelayan tampak sangat sunyi.

Diego Archi untuk sementara waktu dilarang keluar kediaman hingga berita mengenai kejadian memalukan yang menimpanya mereda, begitu juga dengan anggota keluarga lainnya, dilarang keluar Kediaman jika tak ada hal yang benar-benar penting.

Meski merasa tak senang dan marah tapi mereka hanya bisa pasrah menerima pengaturan yang dibuat oleh Tuan Besar Archi dan meluapkan semua kebencian dalam hati mereka terhadap Keluarga de Fleur yang telah menjadi musuh bebuyutan Keluarga  Archi sejak dulu.

.

.

.

Disebuah tempat yang seluruh bangunannya berwarna putih bersih dan penuh dengan aura keagungan, seorang pria berjangung panjang menatap wanita muda cantik yang ada dihadapannya dengan tajam.

TRAKK!!!

Ia memukul tongkat kayu dengan batu merah menyala yang tengah digenggamnya ke lantai dengan keras hingga lantainya retak.

“Bodoh! Bagaimana bisa seluruh harta penyihir Beatrix menghilang tanpa jejak!”, teriaknya murka.

Ia sama sekali tak menyangka jika harta yang digadang-gadang mampu dipergunakan untuk membiayai organisasi miliknya raib tanpa jejak didepan matanya.

Belum juga amarahnya redah, salah satu anak buahnya datang dan memberi kabar jika mereka sama sekali tak menemukan mayat penyihir Betrix yang mereka yakini telah meninggal akibat racun ganas yang menyerang tubuhnya.

“Dasar tidak becus! Apa saja kerja kalian, hal sepel seperti ini saja kalian tak sanggup menjalankannya!”, pria berjangut panjang itu kembali berteriak dengan marah, membuat dua orang yang tengah menghadapnya itu hanya bisa menunduk ketakutan akibat tekanan aura kuat yang memancar dari tubuhnya.

Pria berjangut panjang tak menyangka jika  rencana besarnya untuk membunuh dan memanfaatkan tubuh penyihir Beatrix yang diyakini bisa meningkatkan kekuatan dalam tubuhnya dan memberikannya peluang untuk menjadi manusia abadi serta mendapatkan kekayaan melimpah yang wanita itu miliki, hilang begitu saja padahal ia sangat yakin jika penyihir Beatrix tak bisa bertahan lama ketika beberapa racun ganas yang masuk kedalam tubuhnya itu mulai bereaksi.

Salah satu pria tampan berambut merah panjang yang tadi melaporkan tak menemukan raga penyihir Beatrix, kini terlihat mulai mengangkat kepalanya.

“Ketua, saya menemukan jejak terbaru penyihir Beatrix yaitu di hutan yang ada dibelakang kediaman Duke Aslan de Fleur. Saya rasa mungkin wanita itu berada di wilayah ibukota Kerajaan Matahari dan tengah bersembunyi disana”, ucapnya melaporkan.

Pria berjangut panjang yang merasa jika mereka masih memiliki peluang untuk mendapatkan raga penyihir Beatrix pun mulai melunak.

“Jika begitu, sisiri seluruh kawasan Kerajaan Matahari. Kalian juga bisa menggunakan Raja Helios sebagai perantara untuk memfasilitasi kegiatan kalian ini”, ucapnya.

“Baik ketua, akan segera saya laksakan”, jawab pria muda itu yang langsung pamit undur diri untuk menjalankan tugasnya, meninggalkan wanita muda cantik yang masih berlutut dihadapan ketua mereka sambi menunduk dengan tubuh bergetar ketakutan.

Pria berjangut panjang itu melihat satu murid yang diandalkannya gagal menjalankan tugasnya segera mengayunkan tongkatnya dan seketika wanita muda itu pun berpindah tempat kesebuah ruangan dimana hukum menara suci dijalankan.

Suara teriakan dan jeritan kesakitan yang menggema dari tempat itu tak membuat para penjaga yang berdiri tegak diluar merasa iba karena mereka sudah kebal dengan suara-suara menyayat hati seperti itu.

Wanita muda yang mendapatkan hukuman itu hanya bisa mengertakkan giginya dengan marah karena tak menyangka jika penyihir Beatrix masih bisa hidup setelah dia meracuninya dengan berbagai macam racun berbahaya yang masuk kedalam tubuhnya.

“Sialan kamu Beatrix! Sudah sekarat saja masih membuatku sengsara!”, batinnya penuh dendam.

Wanita muda itu mengira, setelah ia mengalami kelahiran kembali, ia bisa mendapatkan segalanya.

Terutama menyingkirkan penyihir Beatrix yang selama ini membuatnya iri karena bukan hanya cantik, wanita itu juga kuat dan hebat, membuat dirinya yang selama ini berada disisinya hanya menjadi bayang-bayangnya saja.

Setelah kelahirannya kembali, menggunakan ingatannya tentang masa depan untuk merebut semua yang penyihitr Betarix miliki, sesuai dengan obsesi dan ambisinya.

Dengan ingatan akan masa depan ia bisa membuat menara suci menjadi lebih makmur dan membuatnya terhindar dari malapetaka yang dulu sempat terjadi pada organisasi itu. Karena kemampuannya inilah wanita muda cantik yang bernama Iliana itu pun menjadi salah satu orang kepercayaan ketua.

Ia jugalah yang memberi tahu ketua mengenai keistimewaan yang dimiliki oleh penyihir Beatrix hingga peristiwa naas itu pun terjadi.

Kini, Iliana yang sudah biasa mendapatkan pujian dan namanya selalu di elu-elukan dimana pun ia melangkah, dihukum seperti ini jelas menguncang harga dirinya yang tinggi. Dan semua ini terjadi karena penyihir Beatrix yang tidak ia sangka berhasil lolos dari maut meski sudah sekarat dan tanpa ia duga telah memindahkan seluruh harta yang ada didalam kastilnya ke tempat lain.

Iliana tidak tahu dimana penyihir Beatrix memindahkan hartanya itu karena ketika wanita itu dikejar oleh menara suci dalam kondisi sekarat, ia masih melihat jika harta itu masih menumpuk dikastil tersebut.

Bahkan ia sudah memasang formasi pelindung berlapis-lapis untuk mencegah pencuri masuk yang sayangnya harta itu tetap saja hilang hingga membuatnya harus menanggung hukuman berat seperti ini.

Hukuman berat yang Iliana alami juga dialami oleh kedua pelayan pribadi Tuan Muda de Fleur. Duke Aslan sangat murka ketika keduanya terlihat bungkam meski telah disiksa dengan berat.

Hal ini terjadi karena diam-diam, sebelum semua pelayan berkumpul didepan Yohanes de Fleur, Bilna telah memberikan mereka minuman yang membuat keduanya menjadi bisu. Karena efek racun itu sedikit lambat, keduanya tak menyadari dan baru saja mereka sadar setelah Duke Aslan datang ke penjara dan menginterogasi keduanya.

“Bunuh mereka dan buang ke hutan. Biarkan jasadnya dicabik-cabik binatang buas!”, perintah Duke Aslan.

Melihat kedua pelayan yang dicurigai menjadi mata-mata Kediaman Archi telah menjadi bisu, Duke Aslan sudah tak terlalu terkejut lagi karena busuh bebuyutannya itu mampu melakukan apapun dengan rapi. Hal ini jugalah yang membuatnya selama ini kesulitan mendapatkan bukti untuk mengirim mereka ke penjara istana dan menuntut balas atas semua tindakan keji yang terarah pada keluarganya.

Kabar mengenai perseteruan antara Charlotte de Fleur dengan Diego Archi di restoran juga sudah Duke Aslan dengar.

Sebagai orang tau yang tahu jika Charlotte de Fleur tak memiliki kekuatan apapun, membuat seorang poemuda jenius seperti Diego Archi berlutut seperti itu, rasanya sangat mustahil sehingga Duke Aslan pun menduga jika ada pihak lain yang memang sengaja memasang jebakan untuk putri bungsunya agar menjadi sasaran kemarahan Keluarga Archi yang selama ini telah menjadi musuh bebuyutan Keluarga de Fleur.

1
PengGeng EN SifHa
Sikap tegas seorang dara 14thn memang tiada kaleng...meskipun kekuatan milik orang lain...semoga bisa mengendalikan kekuatan itu dgn sangat baik.
PengGeng EN SifHa
BEST👏👏👏👏👏👏👏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!