NovelToon NovelToon
REINKARNASI ALKEMIS SUCI

REINKARNASI ALKEMIS SUCI

Status: sedang berlangsung
Genre:Kultivasi Modern / Kelahiran kembali menjadi kuat / Reinkarnasi / Budidaya dan Peningkatan
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: ARIYANTO

Xue Xiao adalah seorang alkemis hebat nomor satu di alam abadi, bahkan bakatnya di gadang-gadang akan mampu memecahkan batasan alam abadi dan membuka jalur kenaikan menuju alam Dewa yang telah tersegel selama jutaan tahun melalui Dao alkimia.

Namun pada suatu saat, Xue Xiao dikhianati oleh sahabat dan kekasihnya untuk merebut Artefak Dewa yang dimiliki Xue Xiao.

Selama ratusan tahun, Xue Xiao hanya berfokus pada Dao Alkimia. Meskipun kultivasinya tinggi, namun dibandingkan mereka yang menempuh jalur Dao beladiri tentu ia tidak bisa menjadi lawan.

Hingga akhirnya, Xue Xiao yang terpojok dan putus asa, memilih untuk meledakkan dirinya dan menyeret para penghianat itu untuk menemaninya di jalan kematian.

Tapi tak disangka, Artefak Dewa yang ia miliki justru menyelamatkan jiwanya disaat-saat terakhir dan membawanya ke dunia yang sama sekali baru, bahkan merekonstruksi tubuh fisiknya yang sudah hancur berkeping-keping.

bagaimana perjalanan Xue Xiao di dunia baru, ikuti terus cerita ini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ARIYANTO, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 29

Kedua penjaga itu saling bertukar pandang, wajah mereka memerah karena marah. Mereka mencoba menangkap lengan Xue Xiao, namun sebelum tangan mereka menyentuh kain jubahnya, mereka merasakan sebuah tekanan udara yang sangat padat menghantam dada mereka. Seolah-olah ada dinding transparan yang bergerak maju bersama Xue Xiao.

BUM!

Kedua penjaga itu terpental ke samping, menabrak pagar besi hingga mengeluarkan suara dentang yang keras. Mereka terjatuh dengan napas tersengal, mata mereka penuh ketakutan melihat pria berambut panjang itu berjalan masuk dengan tenang tanpa menoleh sedikit pun.

Xue Xiao melewati halaman luas yang diisi oleh murid-murid muda yang sedang berlatih tinju. Suara teriakan mereka yang serempak seketika terhenti saat mereka melihat orang asing masuk dengan aura yang begitu menekan. Xue Xiao terus berjalan menuju bangunan utama, sebuah aula besar dengan pilar-pilar merah raksasa.

Di dalam aula, suasana sangat hening. Di ujung ruangan, terdapat sebuah meja panjang yang dengan tujuh orang tua berpakaian formal yang sudah duduk di kursi mereka masing-masing. Di tengah-tengah mereka duduk seorang pria tua dengan jenggot putih panjang dan mata yang tampak tertutup, dialah Ketua Cabang Asosiasi, Master Song. Di sisi kiri ruangan, Wang Xiong berdiri dengan wajah yang penuh dendam, matanya merah menatap Xue Xiao.

"Xue Xiao! Kau benar-benar berani datang!" teriak Wang Xiong, suaranya menggelegar di dalam aula. "Hari ini, di depan para tetua asosiasi, kau harus mempertanggungjawabkan perbuatan biadapmu pada putraku!"

Xue Xiao berhenti di tengah ruangan. Ia melipat payung bambunya dan menyandarkannya di lantai. Suara ketukan payung itu pada lantai marmer terdengar seperti detak jam kematian di ruangan yang sunyi itu.

"Aku datang bukan untuk mendengar gonggonganmu, Wang Xiong," ucap Xue Xiao datar. Ia kemudian menatap tujuh tetua di depan. "Siapa di antara kalian yang menyebut diri kalian hakim? Dan atas dasar apa kalian merasa berhak mengatur hidupku?"

Master Song, sang ketua, perlahan membuka matanya. Pupil matanya tampak berkilat dengan cahaya Qi yang tipis. "Anak muda, kesombongan adalah langkah pertama menuju kehancuran. Kau dituduh telah mencatatkan luka permanen pada seorang praktisi dari keluarga besar tanpa adanya tantangan resmi. Di dunia beladiri, itu adalah tindakan kriminal yang setara dengan pembunuhan."

Xue Xiao tertawa kecil, suara tawanya membuat pilar-pilar di aula itu bergetar halus. "Kriminal? Anak itu datang ke tempatku, menghina pasienku, dan mencoba membakarku dengan energinya yang murahan. Aku hanya memberinya sedikit pelajaran tentang hukum sebab akibat. Jika kalian menyebut itu kriminal, maka asosiasi ini hanyalah sekumpulan orang tua yang melindungi anak-anak manja mereka."

"Lancang!" Salah satu tetua, seorang pria bertubuh gempal bernama Tetua Zhao, menggebrak meja hingga retak. "Kau tidak memiliki sertifikasi, tidak memiliki silsilah guru, dan tidak memiliki rasa hormat! Sesuai aturan asosiasi, kau harus menyerahkan tangan kananmu sebagai kompensasi bagi keluarga Wang, atau kau akan menghadapi ujian 'Tangga Surga' untuk membuktikan kelayakanmu!"

Xue Xiao menyipitkan mata. "Tangga Surga? Jelaskan padaku mainan apa itu."

Master Song menjawab dengan suara berat. "Tangga Surga adalah ujian fisik dan mental. Kau harus berjalan melewati dua belas murid terbaik kami yang akan menekankan energi Qi mereka padamu. Jika kau berhasil mencapai ujung tanpa berlutut, kami akan mempertimbangkan untuk melepaskan tuntutan ini. Namun, jika kau jatuh... kau akan menjadi budak keluarga Wang selama sepuluh tahun."

Wang Xiong tersenyum sinis. Ia tahu bahwa dua belas murid itu adalah praktisi tingkat Transformasi Otot puncak yang bisa menggabungkan energi mereka untuk menciptakan tekanan ribuan kilogram. Bahkan seorang ahli Pemurnian Jantung pun akan kesulitan untuk tetap berdiri di bawah tekanan kolektif tersebut.

"Hanya itu?" tanya Xue Xiao dengan nada meremehkan. "Baiklah. Mari kita selesaikan ini dengan cepat. Aku punya pasien yang menungguku di klinik."

Dua belas murid berseragam abu-abu segera masuk dan membentuk dua baris, menciptakan sebuah lorong sempit menuju meja para tetua. Mereka mulai menarik napas dalam-dalam, dan seketika, udara di sekitar mereka mulai bergetar. Sebuah medan energi transparan mulai terbentuk di tengah lorong tersebut. Tekanan itu begitu kuat hingga lantai granit di bawah kaki mereka mulai menampakkan retakan halus.

Xue Xiao melangkah masuk ke dalam lorong tersebut dengan tangan di belakang punggung.

Begitu ia menginjakkan kaki di langkah pertama, tekanan Qi yang luar biasa menghantam bahunya. Seolah-olah ada beban satu ton yang mendadak jatuh dari langit. Namun, wajah Xue Xiao tidak berubah sedikit pun. Ia terus berjalan dengan langkah yang stabil, detak jantungnya tetap tenang, bahkan tidak ada satu tetes keringat pun di keningnya.

Langkah kelima, langkah kedelapan...

Para murid mulai berkeringat deras, wajah mereka memerah karena mengerahkan seluruh energi internal mereka. Mereka tidak percaya bahwa pria di depan mereka seolah-olah berjalan di taman bunga, bukan di bawah tekanan yang bisa menghancurkan tulang rusuk sapi jantan.

"Lebih kuat lagi!" teriak Tetua Zhao yang mulai panik.

Dua belas murid itu berteriak serempak, mereka melepaskan seluruh simpanan Qi mereka hingga pembuluh darah di pelipis mereka menonjol. Tekanan di lorong itu kini mencapai puncaknya, mengeluarkan suara mendengung yang menyakitkan telinga.

Xue Xiao berhenti tepat di tengah-tengah mereka. Ia menutup matanya sejenak, merasakan energi spiritual bumi yang tipis namun liar di dalam tekanan tersebut. Ia kemudian menghentakkan kaki kanannya ke lantai.

BRAKKK!

Lantai marmer di seluruh aula itu meledak hancur. Sebuah gelombang kejut fisik yang murni, menyebar dari titik hentakan kakinya. Gelombang itu menghantam dua belas murid tersebut seperti badai topan. Mereka semua terpental ke belakang, menabrak dinding dan pilar aula hingga pingsan dengan mulut mengeluarkan darah.

Xue Xiao melanjutkan langkahnya hingga ia berdiri tepat di depan meja para tetua yang kini wajahnya sudah sepucat kertas.

"Ini yang kalian sebut Tangga Surga?" tanya Xue Xiao sambil menatap Master Song. "Tangga ini terlalu pendek dan rapuh. Apakah ini standar terbaik dari seniman beladiri Shanghai?"

Master Song berdiri, tangannya gemetar. Ia bisa merasakan bahwa pria di depannya ini bukanlah praktisi beladiri biasa. Tidak ada Qi yang mengalir, namun setiap sel di tubuhnya seolah-olah memiliki berat dan kepadatan yang tidak masuk akal.

"Kau... kau adalah praktisi 'Tubuh Abadi'? Siapa kau sebenarnya?" bisik Master Song dengan suara yang bergetar ketakutan.

Xue Xiao tidak menjawab pertanyaan itu. Ia justru menoleh ke arah Wang Xiong yang kini mencoba bersembunyi di balik kursi. Xue Xiao mengulurkan tangannya, dan dengan kecepatan yang tidak bisa ditangkap oleh mata, ia mencengkeram leher Wang Xiong dan mengangkatnya ke udara.

1
Mujib
/Good//Good//Good//Good//Good/
Mujib
/Pray//Pray//Pray//Pray//Pray/
Mujib
/Rose//Rose//Rose//Rose//Rose/
Mujib
/Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt/
Mujib
/Sun//Sun//Sun//Sun//Sun/
Mujib
/Heart//Heart//Heart//Heart//Heart/
Mujib
/Drool//Drool//Drool//Drool//Drool/
Mujib
/Angry//Angry//Angry//Angry//Angry/
Mujib
/CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy/
Mujib
/Casual//Casual//Casual//Casual//Casual/
Mujib
/Frown//Frown//Frown//Frown//Frown/
Mujib
/Smile//Smile//Smile//Smile//Smile/
Mujib
🤣🤣🤣🤣🤣
Mujib
/Coffee//Coffee//Coffee//Coffee//Coffee/
Mujib
😅😅😅😅😅
Mujib
👀👀👀👀👀
Mujib
🤔🤔🤔🤔🤔
Mujib
🖕🖕🖕🖕🖕
Mujib
💪💪💪💪💪
Mujib
👍👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!