Jatuh cinta pada anak tiri seiring nya waktu karena istri selingkuh terus menerus?! padahal... Renzo Draja adalah pria mapan.. bagaimana konflik mereka dan cara Renzo Draja mengatasi nya?
Setelah bercerai dengan istri nya, entah bagaimana caranya Nias Wiliam yaitu mantan istri nya Renzo Draja mendapatkan uang, sedangkan Renzo Draja nyaris menguasai semua bisnis di kota.
Setelah bercerai, Renzo di perintahkan untuk kencan buta dengan para wanita pilihan Ayah Renzo Draja, yaitu Jhonson Draja.
Gaskeun mampir baca novel ku cuyy!
[Karya Official Wulan.Chanz]
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wuna.Chanz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27 Klarifikasi
"Gila! lo serius bayar sebesar itu?! buat gue aja uang nya!", Ucap Ayden dengan seringai, Renzo menghela nafas.
"Buruan.. gue bayar lima ratus juta aja, tapi sidang sama kepengurusan cerai nya harus udah selesai sekarang", Perintah Renzo dengan muak, Ayden dan Zelia semakin tercengang mendengar nominal nya.
"E-Eh siap Baginda Draja hehe", Jawab Ayden dengan jahil, lalu membuka ponsel nya, menelpon teman pengacara itu.
"Halo Herman?", Tanya Ayden pada telpon.
"Halo Ayden, ada apa telpon aku?", Tanya balik dari Herman.
"Ini, besti gue si Renzo butuh bantuan lo, kira-kira jadwal lo kosong gak hari ini?", Tanya Ayden.
"Ooh aman-aman, jadwal aku kosong kok, kamu di mana?", Tanya balik dari Herman.
"Ini gue di rumah nya Renzo, gue kirim lokasi nya sekarang", Jawab Ayden lalu mematikan telpon nya dan mengirimkan lokasi ke Herman, setelah itu, Ayden menatap ke Renzo.
"Deal ya?", Tanya Ayden, Renzo hanya mengangguk.
Pelayan mansion datang, membuat Renzo, Zelia dan Ayden menoleh ke arah pelayan.
"Tuan, ada tamu", Ucap Pelayan ke Renzo dengan sopan, Renzo mengerutkan kening nya, menoleh ke Ayden dengan tatapan bingung.
"Herman udah dateng?", Tanya Renzo, Ayden menoleh juga.
"Gak mungkin secepat itu Daddy", Ucap Zelia dengan seringai, Renzo menoleh ke Zelia sebelum menatap kembali ke pelayan.
"Biarkan dia masuk", Perintah Renzo dengan tegas, pelayan mengangguk lalu berjalan pergi untuk membiarkan tamu masuk, Renzo berdiri, menarik tangan Zelia dengan lembut, menuntun nya untuk berdiri, Ayden juga ikut berdiri, tamu masuk, Renzo menoleh, mengerutkan kening nya saat melihat Arka.
"Arka? ngapain ke sini? cari Nias? Nias ada di rumah sakit", Ucap Renzo dengan dingin, Arka hanya tertawa gugup.
"Aku datang bukan buat Nias, aku mau ketemu sama kamu, Tuan Renzo", Jawab Arka, membuat Renzo kebingungan.
"Aku? mau ngapain?", Tanya Renzo.
"Ngobrol sebentar, tapi empat mata", Ucap Arka dengan serius, lalu Renzo berbalik ke Zelia.
"Tunggu ya, Baby?", Tanya Renzo sembari tersenyum lembut, Zelia mengangguk, lalu Renzo melepaskan Zelia dan menghampiri Arka, memimpin jalan untuk keluar dari ruang makan, Arka mengikuti Renzo dari belakang, Ayden menghela nafas saat melihat mereka pergi, lalu kembali duduk.
"Baby Zelia", Ucap Ayden, membuat Zelia menoleh.
"Mnh? ya om?", Tanya Zelia.
"Gimana kalian berdua bisa akrab cuman dari sehari?", Tanya Ayden, sembari memainkan garpu makan.
"Ooh itu, menurut Zelia sih karena Zelia sama Tuan Renzo saling mengerti sama saling mendengarkan keluh kesah satu sama lain", Jawab Zelia, Ayden mengangguk-anggukkan kepala nya.
"Ooh begitu ya? gak heran sih kalian langsung akrab gitu", Jawab Ayden, Zelia hanya tersenyum, mengangguk setuju. Renzo dan Arka berada di ruang tamu, Renzo menghadap ke Arka.
"Kebetulan, aku juga mau tanya sesuatu tentang Nias", Ucap Renzo pada Arka dengan serius.
"Tentang bayi itu?", Tanya Arka.
"Ya, bayi itu, itu bayi kamu?", Tanya Renzo, Arka memalingkan pandangan nya.
* Ya, harus jujur, lagian udah ketahuan juga kan? *
Ucap Arka dalam hati lalu menatap ke arah Renzo.
"Iya, tapi bukan dari keinginan aku", Jawab Arka, membuat tatapan Renzo menjadi keras.
"Begitu? jadi karena Nias yang mau?", Tanya Renzo, Arka hanya mengangguk perlahan, Renzo menggeram kesal, menghela nafas mencoba tenang.
"Kayak yang barusan aku bilang, aku ke sini mau bicara sesuatu ke kamu" Ucap Arka dengan agak pelan agar tidak memancing emosi Renzo.
"Iya, aku dengarin kamu", Jawab Renzo, lalu bersandar ke dinding.
"Ya.. harus nya aku tolak permintaan nya Nias, tapi uang yang Nias kasih terlalu menggoda", Ucap Arka dengan gugup, Renzo mengerutkan kening nya lagi.
"Dia bayar?", Tanya Renzo dengan keras, Arka mengangguk.
"Wah, gila tuh cewek... berapa dia bayar kamu?", Renzo bertanya lagi dengan lebih serius.
"Satu miliar..", Jawab Arka dengan gugup, mata Renzo melebar.
"H-Ha?! satu miliar buat bayi?", Ucap Renzo dengan tidak percaya lalu tertawa pelan.
"Iya, satu miliar, lumayan lah buat gua jajan", Jawab Arka dengan kekehan gugup.
"Aku minta maaf, Renzo, ini salah aku", Ucap Arka dengan malu-malu, Renzo tersenyum kecil.
"Santai", Jawab Renzo dengan singkat nya, Arka mengangguk.
"Jadi... kamu gak marah ke aku?", Tanya Arka sembari menatap Renzo dengan gugup.
"Enggak, mau gimana lagi kan? terus gimana tentang Nias? kamu kunjungi dia?", Tanya balik Renzo.
"Enggak, malam itu, aku udah putuskan persahabatan aku sama dia, aku gak kuat lagi temanan sama orang kayak dia, sebenar nya begitu, sebenar nya juga aku gak suka apa yang dia lakuin, salah satu nya selingkuh dari lo Ren, gue gak kuat, gue kasian aja ke elo, elo kan kerja keras buat dia", Ujar Arka sembari menundukkan kepala nya, Renzo memperhatikan dengan tajam, mencari celah dari simpati nya Arka.
"Ooh... begitu ya? makasih", Ucap Renzo dengan singkat.
"Terus, lo biayain lahiran dia?", Tanya lagi dari Renzo, Arka menatap ke Renzo.
"Barusan gue transfer uang nya", Jawab Arka dengan terpaksa.
"Ya lagian itu anak lo", Jawab Renzo dengan seringai.
"Sebenar nya gue gak mau, asli", Keluh Arka dengan muak.
"Tanggung jawab lah", Ucap Renzo, Arka hanya mengangguk.
"Iya gue tau, eh gue mau tanya, lo cerai sama si Nias?", Tanya Arka dengan penasaran.
"Ya iya lah, masa kagak", Jawab Renzo dengan geli.
"Oh iya bagus lah kalau gitu", Jawab Arka dengan lega, Renzo mengangguk, tiba-tiba ada suara bell mansion berbunyi.
Ding-Dong~
Renzo dan Arka menoleh ke arah pintu, pelayan segera berlari kecil ke arah pintu mansion, lalu membukakan pintu mansion, ternyata itu Herman.
"Tuan Herman?", Tanya Renzo dengan penasaran.
"Yap itu Tuan Herman", Jawab Ayden dari tangga mansion bersama Zelia, Renzo menoleh ke arah tangga, lalu Renzo menoleh kembali ke Herman.
"Ayo masuk Tuan Herman", Ajak Renzo, membuat Herman berjalan masuk.
"Terima kasih Tuan Draja", Jawab Herman dengan sopan.
"Siapa Herman ini?", Bisik Arka ke Renzo.
...-Bersambung-...