Chunxia tak pernah merasakan kehangatan keluarga sejak kecil. Kematian semua anggota keluarga mengubah hidupnya. Kini, ia hidup hanya untuk balas dendam. Ia berlatih dan berlatih hingga dewasa. Chunxia kecil mengubah namanya menjadi Zhen Yi, bahkan, ia rela bekerja di rumah bordir demi memuluskan rencananya.
Hingga saat ia menjadi Selir seorang Raja yang dikenal kejam dan tak punya rasa belas kasih. Ia harus berpura-pura menjadi wanita yang lemah lembut dan penurut, namun yang tak mereka sadari Zhen Yi memiliki rencana yang besar. Demi sebuah ambisi yang besar ia rela memanipulasi orang-orang yang begitu tulus padanya.
Putra Mahkota yang terpikat dengan kecantikannya bahkan sampai rela merebutnya dari sang Kaisar. Akhirnya perlahan kokohnya kerajaan goyah.
Mampukah Zhen Yi melancarkan aksi balas dendamnya? Atau justru, ia akan terjebak dalam permainan balas dendamnya sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uswatun Kh@, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
31. AMSALIR
Suasana pagi yang awalnya menenangkan tiba-tiba pecah saat Selir Ling Xian menerobos masuk ke kediamannya. Zhen Yi yang masih berada di Ting tetap bersikap tenang. Ia tahu hal ini pasti akan terjadi.
"Lepaskan aku! Aku mau bertemu jalang itu!" pekiknya keras sambil berusaha menerobos masuk saat beberapa pelayan di rumah itu menghalangi.
Zhen Yi menoleh, dan menatapnya dingin. "Biarkan selir Ling masuk. Kalian bisa pergi."
Para pelayan segera mundur dan melepaskan Ling Xian. Dengan langkah lebar dan penuh amarah ia menghampiri Zhen Yi.
Prang!
Vas bunga yang baru selesai Zhen Yi rangkai, ia buang begitu saja hingga pecah berserakan di lantai. Matanya membelalak penuh amarah.
"Bagus! Kau sekarang enak-enakkan di sini bersantai dengan tak tahu malu setelah merebut semuanya dariku," desis selir Ling.
Zhen Yi hanya menyunggingkan bibirnya tampak begitu tenang namun tatapan matanya jelas dingin menusuk. "Apa yang saya rebut dari Selir Ling. Saya tidak pernah meminta apa pun pada Yang Mulia. Beliau yang tiba-tiba memberikan gelar itu kepada saya."
Zhen Yi berdiri perlahan, melangkah mendekati kepingan vas yang pecah. "Tapi sekarang Selir Ling datang ke saya dengan amarah seperti ini, bukankah sungguh tidak pantas. Bukankah sama saja Selir Ling menghina Yang Mulia Kaisar."
Ucapannya yang tenang namun tajam itu membuat Ling Xian merasa semakin direndahkan.
Zhen Yi melirik ke sudut gerbang kediamannya, ia melihat bayangan jubah naga yang sedang bergerak mendekat. Ia tahu Yang Mulia Kaisar telah tiba. Dalam hitungan detik, raut wajahnya yang dingin berubah menjadi ketakutan.
Saat Ling Xian hendak berteriak lagi, Zhen Yi sengaja menjatuhkan dirinya ke arah pecahan vas yang berserakan. Dengan gerakan yang sangat cepat dan halus, ia merenggut satu serpihan tajam dan menekannya ke lengan kirinya.
Srett!
Darah segar merembes keluar, membasahi kain sutra putih yang ia kenakan.
"Ah!" jerit Zhen Yi, seolah ia baru saja didorong dengan keras.
"Zhen Yi!" Suara bariton yang menggelegar menggetarkan seluruh paviliun.
Kaisar muncul dengan wajah merah padam karena murka. Di matanya, ia melihat Selir Ling Xian berdiri dengan tangan gemetar di atas pecahan vas, sementara Zhen Yi tersungkur di lantai dengan darah yang terus mengalir dari lengannya.
"Yang ... Yang Mulia! Ini tidak seperti yang Anda lihat! Dia—" Ling Xian mencoba membela diri, wajahnya mendadak pucat pasi.
Kaisar tidak mendengarkan. Ia segera menghampiri Zhen Yi, mengangkatnya ke dalam pelukan dengan penuh kekhawatiran. "Zhen Yi, bertahanlah! Panggil tabib!"
Zhen Yi menatap Kaisar dengan mata berkaca-kaca, suaranya bergetar hebat. "Jangan ... jangan salahkan Selir Ling, Yang Mulia. Dia hanya sedang emosional. Saya yang kurang berhati-hati ..."
Ucapan itu justru menjadi bensin bagi api amarah Kaisar. Bagi sang penguasa, ini adalah penghinaan terang-terangan terhadap otoritasnya yang baru saja menaikkan derajat Zhen Yi.
Kaisar berdiri, tatapannya kini mengarah pada Ling Xian seolah ingin membunuhnya di tempat. "Berani sekali kau menyentuh apa yang menjadi milikku di hadapanku sendiri! Kau tidak hanya menyerang Selir Agung, tapi kau telah merendahkan martabatku!"
"Yang Mulia, hamba mohon ampun! Hamba tidak melakukannya!" Ling Xian berlutut, bersujud hingga dahinya membentur lantai.
"Diam!" bentak Kaisar. "Pengawal! Seret wanita ini ke lapangan hukuman. Berikan seratus cambukkan di depan seluruh penghuni istana sebagai peringatan!"
Dali dan para pelayan lainnya terkesiap. Seratus cambukkan bagi seorang wanita bangsawan sama saja dengan hukuman mati secara perlahan.
"Dan tidak hanya itu," lanjut Kaisar dengan suara dingin. "Seluruh anggota keluarga Ling akan dicopot gelarnya dan diasingkan ke perbatasan utara yang gersang hari ini juga. Jangan biarkan satu pun dari mereka menginjakkan kaki di ibu kota lagi!"
Ling Xian menjerit histeris saat para pengawal menyeretnya keluar. Suaranya yang memohon ampun perlahan menghilang.
Di dalam pelukan Kaisar, Zhen Yi menyembunyikan wajahnya di dada sang penguasa. Tak ada yang melihat, di balik isak tangis palsunya, bibir Zhen Yi menyunggingkan senyum kemenangan.
'Satu sudah tersingkir," batinnya.
takutnya kacau nnti
mancing sesuatu yaaa
gass aja balas dendam nya💪💪💪
sorry ya keskip bab 3, karna iklan nya tuh😭 maaf aja dah lama ga baca di novel 🙂↕️🙏