NovelToon NovelToon
PEWARIS TERHEBAT 7

PEWARIS TERHEBAT 7

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Action / Crazy Rich/Konglomerat / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Sci-Fi / Balas Dendam
Popularitas:6.9k
Nilai: 5
Nama Author: BRAXX

Lorcan (pemimpin Ultra Tech) yang terluka parah harus bertahan dari kejaran Galata bersama sisa anak buahnya, sambil berusaha mencapai Mondeno. Sementara itu, Xander dan kelompoknya—termasuk Osvaldo Tolliver, Lance, George, dan yang lain—berusaha melindungi diri dan menyelidiki misteri sosok hitam yang menjadi sumber kekuatan Draco.

Galata kini menggunakan "orang-orang berkemampuan khusus" yang telah dimodifikasi untuk melacak dan menyerang musuhnya. Luc dan Graham berusaha meretas sistem Galata, sementara Lorcan terpaksa bekerja sama dengan mantan musuhnya untuk bertahan hidup. Di sisi lain, Osvaldo Tolliver justru menyerahkan diri sebagai umpan untuk mengelabui Draco.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BRAXX, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27

"Semua itu bukanlah mimpi." Edward mengamati keadaan sekitar untuk ke sekian kali. "Aku tidak menemukan pintu di mana pun. Sialan! Di mana sebenarnya aku, dan ruangan seperti apa ini?"

Edward menyentuh dinding, menekan-nekannya, bergerak dari ujung kiri ke kanan, atas ke bawah. Pria itu memutari ruangan berkali-kali hingga terdiam di tengah ruangan.

"Dasar brengsek! Di mana aku sebenarnya?" Edward mengepalkan tangan erat-erat. "Ketiga orang itu mengatakan jika mereka tidak akan mengganggu aku lagi. Aku yakin mereka sudah mengurungku dan yang lain di sini."

"Edison." Edward memeriksa keadaan anak kecil itu yang tampak nyaman dan tenang. "Dia tidak boleh terjebak dalam situasi ini. Edison sudah cukup menderita selama ini."

Caesar, Franklin, Theron, dan Leandro mulai sadarkan diri, membuka mata. Troy, Tyler, dan Leonel menyusul beberapa detik setelahnya. Mereka mengamati keadaan sekeliling, terkejut saat melihat Edward dan keadaan ruangan yang kosong.

"Edward!" teriak Caesar, "katakan apa pun untuk menjelaskan situasi kita sekarang!”

"Bukankah kau pergi bersama orang-orang sialan?" tanya Franklin sembari menggeleng-gelengkan kepala.

"Sialan! Di mana kita sekarang? Kenapa semuanya berwarna putih? Ini bisa membuat kita gila dengan cepat," kata Tyler.

"Edward, katakan sesuatu!" pinta Leonel.

Edward merasa lega saat melihat Caesar dan yang lain sadarkan diri. "Kalian mungkin akan menganggapku gila, tapi kalian harus percaya jika aku mengatakan hal yang sebenarnya."

Edward mengecek keadaan Edison sesaat. "Greg dan sampah-sampahnya menyerangku saat di penginapan. Mereka bertujuan untuk menghabisiku. Aku bahkan terjatuh ke jurang hingga dalam keadaan kritis. Para bawahan Osvaldo Tolliver pun tidak melakukan apa pun."

"Dasar sialan! Aku sudah menduga mereka akan menghabisimu!" pekik Caesar.

"Lalu, bagaimana kau selamat dan kita berada di sini, Edward?" tanya Leandro.

"Tiga orang aneh menolongku. Mereka juga membantuku untuk membebaskan kalian dari Osvaldo Tolliver. Aku tidak tahu siapa mereka sebenarnya, tetapi mereka sepertinya memiliki urusan dengan Osvaldo Tolliver dan juga Alexander.

Mereka juga mengorek informasi dariku mengenai mereka berdua."

Edward tiba-tiba teringat perkataan ketiga pria asing itu soal informasi berbeda mengenai Osvaldo Tolliver. "Katakan informasi yang kalian tahu mengenai Alexander dan Osvaldo Tolliver serta hubungan mereka."

Caesar, Franklin, Theron, dan yang lain saling berpandangan. Satu per satu dari mereka berbicara, dan hasilnya informasi mereka sama.

Edward terkejut, termenung cukup lama "Apa maksud kalian semua? Orang-orang aneh sempat datang ke tempat Osvaldo Tolliver, termasuk pria bernama George? Selain itu, Alexander dan Osvaldo Tolliver memiliki hubungan selain kerja sama dalam bidang teknologi."

Caesar, Franklin, Theron, dan yang lain saling berpandangan.

"Dengarkan aku baik-baik. Aku tidak tahu apa yang sudah terjadi, tetapi informasi yang kalian tahu adalah salah, dan informasi dariku adalah benar."

Sebuah lubang mendadak terbuka, ketiga beberapa orang berpakaian hitam memasuki ruangan. Edward seketika mengenali tiga orang yang berada paling belakang.

"Apakah kalian siap untuk membalas dendam pada Alexander?" tanya Draco di balik topeng, tersenyum bengis.

Edward, Caesar, Franklin, dan yang lain sontak terkejut, saling menatap sesaat, mengamati orang-orang bertopeng di depannya. Mereka tentu saja ingin membalas dendam pada Xander atas semua tindakannya selama ini. Mereka tidak ingin lagi menjadi budak yang berada di bawah kaki Xander selamanya.

"Siapa kalian sebenarnya? Apa kalian yang mengurung kami di sini?" tanya Franklin sembari berjalan maju. "Jangan bertingkah di depanku dan buka topeng sialan itu sekarang juga! Jika tidak, aku akan menghajar kalian!"

Seorang anggota bertopeng menembak Franklin dengan pistol hingga pria itu membeku di tempat. Edward, Caesar, dan yang lain sontak terkejut, menjauh dari Franklin dan orang-orang bertopeng.

Edward mengingat salah satu senjata yang diciptakan oleh Osvaldo Tolliver. "Mereka tampaknya adalah orang-orang berbahaya seperti pria bernama George. Aku dan yang lain tidak akan bisa mengalahkan mereka," gumamnya.

"A-apa yang kau lakukan pada Franklin?" Caesar mengamati sosok beku Franklin di dekatnya. Ia memastikan berkali-kali kenyataan saat ini dengan menggigit bibirnya.

Draco tersenyum saat melihat wajah ketakutan Edward dan yang lain. "Aku sangat menikmati ekspresi mereka. Mereka seperti hewan kecil yang memohon belas kasih dari pemangsa yang akan melahap mereka," gumamnya.

Draco maju beberapa langkah. "Dengarkan aku, kaum rendahan. Kalian seharusnya berterima kasih padaku sebab aku memberikan kesempatan pada kalian untuk hidup. Jika aku mau, aku bisa memerintahkan para bawahanku untuk menghabisi kalian sejak awal."

Draco menoleh pada Edward. "Kalian beruntung karena sampah itu memiliki informasi yang aku butuhkan. Jika tidak, dia dan kalian semua, termasuk anak kecil itu, akan tewas."

Edward, Caesar, dan yang lain sontak terdiam. Mereka nyaris tidak bisa bergerak dari tempat mereka saat ini. Ketegangan ini membuat mereka seolah membeku seperti Franklin.

"Aku akan memberikan kesempatan satu kali lagi pada kalian. Apakah kalian ingin membalas dendam pada Alexander?" tanya Draco.

"Ya, aku ingin sekali membalas dendam pada sampah itu. Aku akan melakukan apa pun agar dendamku terbalas. Dia sudah menginjak-injak harga diriku selama ini." Edward berkata dengan penuh kesungguhan, mendadak berlutut. Ia tidak masalah merendahkan diri asal dirinya bisa membalas dendam pada Xander.

Edward melirik sosok beku Franklin, tersenyum bengis. Ia mendaratkan dahinya di lantai, mengepalkan tangan erat-erat saat semua rasa sakit hatinya pada Xander terasa. "Aku mohon bantuanmu, Tuan."

Caesar, Theron, Troy, Tyler, Leonel, dan Leandro saling bertatapan, bergegas berlutut seperti Edward. Satu-satunya keinginan mereka sebelum mati adalah membalas dendam pada Xander. Mereka tidak akan rela mati sebelum melihat pria itu menderita.

Draco memberi tanda pada anggota yang menembak Franklin. Saat pistol diarahkan pada Franklin, pria itu kembali ke keadaan semula.

Franklin mendadak ambruk di lantai, menggigil kedinginan. Ia melihat Edward, Caesar, dan yang lain sudah nyaris bersujud. "Sial, apa yang sebenarnya terjadi? Aku mendadak tidak bisa bergerak. Aku rasanya seperti mati untuk beberapa menit."

Franklin bergegas mundur saat melihat orang-orang bertopeng di dekatnya. "Sial, mereka bukan orang yang bisa aku kalahkan. Apa yang harus—”

Theron tiba-tiba menarik Franklin, menekan kepala pria gondrong itu ke lantai seperti dirinya dan yang lain. "Ikuti aku jika kau tidak ingin mati. Mereka bukan orang yang bisa kita kalahkan."

Franklin mendengkus kesal, terdiam saat melihat wajah pucat dan tubuh gemetar Theron. Saat menoleh pada Edward dan yang lain, ia mendapati penampakan serupa. "Sial."

Draco tertawa. "Jika kalian ingin menghancurkan Alexander, kalian harus mengikuti semua perintahku. Kalian mengerti?"

"Kami mengerti," jawab Edward dan yang lain serempak.

1
Nathan Grdn
tarik nafas
Nathan Grdn
masa kalah terus jagoan nya,persis di konoha penjagat selalu di depan
MELBOURNE
saksikan terus
jangan lupa juga baca novelku yang lain yaa👍👍
aim pacina
Miguel Mikael dan govin berikan kekuatan khusus thor biar seru karna fisik mereka kuat
Glastor Roy
update ya torrr ku
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!