NovelToon NovelToon
Ketika Takdir Kembali Memilih

Ketika Takdir Kembali Memilih

Status: tamat
Genre:Nikahkontrak / Nikahmuda / Single Mom / Wanita Karir / Tamat
Popularitas:9.5M
Nilai: 4.8
Nama Author: Rosee_

Novel Ketiga

Berdasarkan survei, sedia tisu sebelum membaca😌

--------
Mencintai, lalu melepaskan. Terkadang cinta itu menyakiti, namun membawa kebahagiaan lain di satu sisi. Takdir membawa Diandra Selena melalui semuanya. Merelakan, kemudian meninggalkan.

Namun, senyum menyakitkan selalu berusaha disembunyikan ketika gadis kecil yang menjadi kekuatannya bertahan bertanya," Mama ... apa papa mencintaiku?"

"Tentu saja, tapi papa sudah bahagia."

Diandra terpaksa membawa kedua anaknya demi kebahagiaan lainnya, memisahkan mereka dari sosok papa yang bahkan tidak mengetahui keberadaan mereka.

Ketika keegoisan dan ego ikut andil di dalamnya, melibatkan kedua makhluk kecil tak berdosa. Mampukah takdir memilih kembali dan menyatukan apa yang telah terpisah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rosee_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menyesali Keputusan

"Dian ..." lenguhan lirih Nico membuat Dian segera mendekat. Pria itu masih belum sadarkan diri, tapi mengigau dalam tidurnya.

"Jangan pergi ... jangan tinggalkan Papa, Nak ...."

Dian terpaku di samping ranjang. Dulu ia melakukan apa yang dirinya inginkan tanpa perlu menyesal. Tidak ada kata penyesalan dalam kamus hidupnya. Jika berani membuat keputusan, maka juga harus berani menanggung resiko.

Tapi hari ini, untuk pertama kalinya ia menyesali keputusannya. Jika tahu akhirnya akan seperti ini, ia takkan pernah mengalah. Ia salah karena berpikir Nico akan bahagia setelah dirinya pergi, namun pria itu justru menderita. Menderita melebihi dirinya.

Ia bisa sedikit melupakan dan terobati berkat kehadiran anak-anaknya, tapi Nico? Pria itu hanya sendirian. Dian mengusap pelan air mata Nico yang keluar dari sudut matanya dengan ujung jari.

"Aku disini, jangan takut," ujar Dian lirih penuh kelembutan.

"Dian ... aku mencintaimu. Jangan pergi."

Kekehan kecil Dian yang diiringi lelehan bening akhirnya tak dapat ditahan kembali. Jika Nico mengucapkan nya lima tahun yang lalu, mungkin mereka sudah bersama.

"Orang bilang cinta dan benci itu berbeda tipis. Bagaimana jika aku mencintaimu, namun sebenarnya itu benci?"

Wanita itu menggenggam hati-hati tangan Nico yang berbalut infus dan mengusapnya perlahan.

"Bagaimana jika keduanya? Karena sikap kasarku juga berlaku padamu."

"Nona." Dian segera menghapus kasar air matanya saat mendengar suara ketukan. Dian keluar melewati Roby dan duduk di sofa yang berada cukup jauh dari kamar seraya menyuruh Roby mendekat.

Dian menyilangkan kakinya. Tangannya bertumpu di senderan sofa untuk menopang kepalanya. Dian terus menatap Roby hingga pria itu duduk di depannya.

"Bagaimana kabarmu, Rob?" Dian tersenyum miring. Roby balas menatapnya tanpa takut.

"Saya baik, Nona. Terima kasih sudah bertanya."

Dian mengangkat sebelah alisnya. "Apa aku salah mengingat jika kau dulu pernah memanggilku nona?" Dian sok berpikir.

Roby paham maksud wanita itu. Pria itu menghela nafas pelan. "Status saya dengan nona sudah berbeda. Maaf karena berlaku tidak sopan di masa lalu." Roby sedikit menunduk.

Dulu hubungan mereka cukup baik. Roby melindunginya seperti seorang kakak. Tidak ada tuan dan nyonya dalam pertemanan mereka.

"Wow, masih tentang kasta rupanya."

"Saya pernah tidak sopan pada pewaris keluarga Hanasta."

Siapa yang tidak terkejut jika mengetahui wanita yang pernah menjadi nyonya di kediaman Abraham rupanya adalah seorang konglomerat. Wanita itu bahkan diperlakukan bagai pembantu karena mengira usulnya tidak jelas.

Roby memang sudah merasa jika Dian tidak sesederhana itu. Nyonya Mita begitu kasar, tapi Dian masih bisa tersenyum tanpa rasa sakit. Bahkan mencoba menghindar pun tidak. Dian menerima begitu saja perlakuan mereka.

Sekarang semua sudah jelas. Wanita yang tampak arogan di depannya inilah Dian yang sebenarnya. Wanita itu membiarkan lawannya berada di atas angin lebih dulu, lalu membiarkan mereka jatuh hingga meninggalkan luka.

"Kau lihat jendela itu?" Dian menunjuk jendela besar yang terbuka lebar. Roby yang tidak bisa menebak hanya mengangguk. "Bagaimana jika aku menjatuhkan mu dari sana?" Dian tersenyum menyeringai.

"No– nona. Akhh!" Roby jatuh dari kursinya karena terkejut oleh Dian yang berdiri tiba-tiba. Tubuhnya refleks bergerak karena takut

Wanita itu tertawa puas dan duduk kembali ke tempatnya. "Kau takut? Payah!" sentaknya. Roby kini merasakan sendiri ketakutan orang-orang yang menghindari Dian. Selain bicaranya yang sesuka hati, wanita ini bisa melakukan apa saja tanpa memikirkan perasaan.

"Panggil aku Dian! Aku bukan nona mu!"

"Saya tidak bisa, Nona." Pria itu belum berdiri dari posisinya.

Dian mengangguk. "Kalau begitu aku pergi saja. Lagipula aku hanya dianggap orang asing yang bergelar nona." Berdiri.

"Jangan seperti itu, Nona. Kondisi tuan belum membaik. Bisa saja bertambah jika tahu Nona pergi lagi."

Wanita itu memberi senyuman. "B-u-k-a-n u-r-u-s-a-n-k-u!" Memperlambat setiap ucapannya, lalu berbalik pergi.

Roby mengumpat dalam hati. Bodoh! Tentu Dian tidak peduli.

"Baiklah! Dian," putus Roby akhirnya. Dian berbalik kembali menghadap Roby yang sudah berdiri. "Good boy. Jadi ingatlah baik-baik. Jangan membicarakan tentang status di depanku. Aku hanya Dian, bukan tuan Puteri."

"Tapi bisakah aku memanggil begitu jika hanya ada kita. Dulu juga seperti itu, kan." Roby masih mencoba bernegosiasi. "Ok," jawab Dian singkat. Wanita itu kembali ke kamar Nico.

-

-

-

-

-

"Lily, kau sedang apa?"

Mita kagum mendengar tus tus piano dari ponsel Lily. Gadis kecil itu memainkan nada yang tak pernah Mita dengar dengan jari kecilnya yang menari di layar ponsel.

"Lily sedang berlatih, Nyonya. Lily akan tampil di acara pesta ulang tahun perusahaan Hanasta."

"Really?!" Mita tak menyangka gadis kecil seperti Lily sudah memiliki koneksi sejauh ini. Lily hanya tersenyum tanpa berniat menjelaskan. Sudah jelas karena ia merupakan cucu dari pemimpin tertinggi.

"Kami juga di undang. Oma jadi tidak sabar melihat penampilan mu."

"Hm, semoga semua menyukainya."

"Tentu saja suka. Oma akan bertepuk tangan untuk Lily."

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
Rai Gojess
anak selingkuhan melly
Rai Gojess
apa jadi sama hubungan nico sama kekasih pujaan hatinya?
mimief
OMG..udah tamat aja
but anyway
ini serial psikologis yg paling mengguncang buat ku si
nice ending
beautiful,it's very " beautiful story
sangat sangat menginspirasi
semua orang punya cerita dan luka masing"
tapi masih bisa berdiri tegak dan waras itu adalah sebuah prestasi terbesar
memaafkan diri sendiri
itu jalan pertama supaya kah bisa berbahagia
ayo .mkita tumbuh, sembuh dan berbahagia bersama
mimief
memaafkan masa lalu seperti kita memaafkan dirinkita sendiri supaya bisa menemukan kebahagiaan yg lain.
aku.... ikutan terenyuh thor🥹🥹
mimief
tapi kakakku juga begini
walaupun dijaga banget
mestinya kembar tapi yg berkembang janin nya cuman 1🥹🥹
mimief
banyak cerita yg mempunyai tema trauma psikologis
tapi ini yg paling membagongkan si.
kenapa?
karena mang realistis bgt, sebenarnya banyak sekali kasus ini terjadi disekitar kita.
dan kejam nya orang " malah menghakimi dengan jumawa . di cap orang aneh dan sakit..
sakit jelas,masih waras aja udah sebuah keajaiban bukan kalau lu punya hidup seperti ini.
trauma itu seperti racun yg diam diam merasuk disetiap aliran dan pikiran kita.
sembuh total? ga mungkin
dari menerima dan hidup berdampingan mungkin penyembuhan yg paling ajaib.
ayooo kita sembuh dan bahagia bersama🥹🥹🥹
mimief
tapi ini masih masuk akal Thor
ada beberapa kasus psikologi seperti ini
trauma itu ga akan bisa hilang dengan tuntas
berdamai ,iya
atau berjalan bersama dengan traumanya
iyaaa....sembuh? lupa?
ga akan mungkin
apalagi kasus Dian yg seumur hidup nya mendapatkan tekanan psikis dan fisik dr orang yg paling dia percaya untuk melindungi dan yg seharusnya menjadi tempat teraman di dunia ini.🥹🥹
mimief
wkwkwkkwk
kelamaan ,kan selesai dengan cepat bukan?🫣🤣🤣
mimief
wkwkwkkwk
kelamaan ,kan selesai dengan cepat bukan?🫣🤣🤣
mimief
bukan mencemari papa,tapi emang sedini mungkin anak harus diajarin mekanisme perlindungan diri dari pada buaya mangap mangap🤣🤣
mimief
🥹🥹🥹🥹🥹🥹
mimief
hanya menyesuaikan lah..
ketika kau baik,aku bisa lebih baik
tapi jika kau jahat....jgn dikira aku ga bisa lebih jahat dari mu 🫣
mimief
🥹🥹🥹🥹
mimief
🥹🥹🥹🥹🥹
mimief
jujur ini mah masih sesuai umur Thor
ada yg udah jago jadi hacker
ok...atau mungkin jadi mafia🤣🤣
serah lah
ini kan dunia novel bukan?🤣🤣🫣
mimief
othoooor
ini baru bab awal loh
kok nyesek bgt si
hafiz
selalu menyalahkan ibunya padahal Nico pun ikut andil dlm menyakiti yah walaupun tak sakit secara fisik tapi sakit secara batin, bukankah ibunya Mita tak pernah memaksa Nico menikahi Melly kan dari awal Nico sendiri yg bilang jgn berharap PD pernikahn ini krna dia sudah punya kekasih bahkan tetap akn menikahi kekasihnya tnpa menceraikan Dian,, JD Nico juga salah coba aja Melly gak selingkuh dan hamil dgn lki2 lain mungkin udh lupa dengan Dian
mimief: setujuu si
ibunya emang salah
tapi dia juga salah karena emang dr awal niatnya ga Baek
lah ga ada baru nyesel 😒
total 1 replies
Fitri Ernimalina
bagus banget
Deistya Nur
bagus ka, seman̈gat terus yaa, ditunggu karya terbarunya 👍💪😍
PrettyDuck: Halo pembaca setia Noveltoon 🤗
Aku baru merilis cerita berjudul : "In Between" ✨️
Kalau berkenan silahkan berkunjung dan nikmati ceritanya 💕

Mila tidak pernah menyangka kalau 'penghancur' masa remajanya akan kembali lagi jadi bosnya di kantor. Ini bukan cuma soal benci, tapi soal luka yang dipaksa sembuh saat pelakunya ada di depan mata.
total 1 replies
Vitriani
👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!