Memiliki pasangan menjadi impian Citra selama ini, tidak menyangka laki-laki yang mengajak nikah selama 10 tahun memiliki niat buruk terhadap Citra. Apa yang akan dilakukan Citra untuk membalas dendam dan sakit hatinya terhadap suami tidak setia dan memanfaatkannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon maya ps, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 27
Air mata terus membasahi wajahnya, keputusan berat benar-benar harus jadi kenyataan demi ketenangan masa depan lebih baik, sudah cukup menjadi perempuan bodoh selama ini yang mau saja dibohongi sama Angga, bahkan diabaikan jarang sekali Angga ajak Citra jalan selalu saja ada alasan untuk membuat dirinya sendirian di rumah.
"Selamat tinggal laki-laki tidak berguna, perpisahan ini harus jadi kenyataan tidak mau dimanfaatkan dan dibohongi lagi sudah cukup selama sepuluh tahun diem saja dan percaya sama ucapan kamu." ucap Citra sambil membersihkan wajahnya pakai tissue.
"Ini air mata terakhir yang keluar dari mata kamu, kamu pantas bahagia mendapatkan pengganti yang jauh lebih baik dari Angga, dia layak ditinggalkan, dikerjain habis-habisan, dan dibuat tidak memiliki apapun. Sudah cukup lama dia puas mengambil harta kamu seenaknya dan sekarang harus kamu akhiri demi masa depan lebih baik." ucap Alex mengerti sekali apa yang dirasakannya, rasanya sakit sekali harus berpisah sama orang yang dicintainya tapi lebih sakit jika tahu di khianati cintanya selama ini bahkan dimanfaatin secara berlebihan rasanya sakit luar biasa.
"Kamu benar Lex, dia pantas untuk ditinggalkan hari ini dia dan sampahnya terakhir tinggal di rumah saya dan saya tidak akan biarkan mereka keluar bawa apapun dari rumah saya." lanjut Citra semakin yakin untuk berpisah.
Mengambil kertas dari dalam tas dan menulis alasan untuk menggugat cerai sama Angga, tidak sabar sepenuhnya berpisah dari Angga tidak mau lagi menderita apa lagi harus sakit hati melihat Angga selalu bersama Winda di rumah.
**
Setelah bicara sama Winda, Bik Sumini kirim chat pribadi ke Citra untuk kasih tahu alasannya mau bantu Winda dan minta persetujuan dari Citra dan minta majikannya memberikan syarat yang harus Winda jalanin nanti.
"Selesai deh tinggal nanti nunggu Nyonya pulang dan biar Nyonya yang kasih syarat biar lah tabungan ini kasih ke Winda kasihan dia, walaupun dia salah tapi dia berhak mendapatkan kebahagiaan lebih baik karena dia sudah mendapatkan balasan yang setimpal." ucap Bik Sumini masih ada niat baik membantu sesama, walaupun orang yang dibantu membuat kesalahan besar tapi difikir manusia masih punya kesempatan untuk dibantu dan berubah lebih baik, tidak akan membiarkan Winda pergi begitu saja setelah mendapatkan bantuan, Bik Sumini tidak rela Winda bersama Angga walaupun sudah pergi jauh apa lagi setelah mendapatkan bantuan nanti.
**
Diam-diam menulis surat cerai walaupun tidak bisa diajukan tapi setidaknya lebih jelas statusnya, apa lagi surat cerai yang dibuat akan diberikan ke Citra supaya istri pertamanya Angga percaya jika Winda serius meninggalkan Angga demi masa depan lebih baik biar lah hidup menjadi janda dari pada hidup bersama Angga tapi tidak tenang dan selalu di bully orang-orang.
"Selamat tinggal Angga, sudah cukup kebahagian dan penderita kamu berikan selama ini, tapi perpisahan ini harus terjadi karena aku tidak mau seumur hidup di cap plakor dan akhirnya merasa malu dengan ucapan kasar orang lain setiap tahu status pernikahan sebentar, bahagia sekali Bik Sumini mau bantu saya jadi saat meninggalkan Angga masih bisa buka usaha sendiri untuk masa depan."ucap Winda semakin yakin meninggalkan Angga, ternyata menjadi perebut suami orang tidak selamanya bahagia, akan ada saatnya rahasianya ketahuan orang lain dan menjadi masalah untuk dirinya sendiri, penyesalan kini dirasakan Winda dan rasa malu sudah cukup dirasakan tidak lagi untuk masa depannya tidak ingin di cap perusak rumah tangga orang lain sama orang-orang yang tahu rahasianya nanti.