NovelToon NovelToon
Petualangan Zhang Xiuhan

Petualangan Zhang Xiuhan

Status: tamat
Genre:Fantasi / Petualangan / TimeTravel / Fantasi Timur
Popularitas:4.9M
Nilai: 4.8
Nama Author: Hashirama Senju

Sebuah pusaka terlarang melemparkan seorang pemuda ke dalam dimensi waktu yang berbeda. Pemuda tersebut adalah Zhang Xiuhan, seorang tokoh penting dalam peperangan besar antar dua kekaisaran. Zhang Xiuhan terjerembab ke dalam lorong waktu dan membawanya pada sebuah kehidupan baru yang sangat asing dan liar. Ia harus kembali ke masa di mana seharusnya dia berada karena sebuah peperangan masih menunggu kedatangannya, tetapi masa lalu ternyata menunjukkan sebuah fakta yang membuatnya terbelalak. Ia pun mencari tahu sebanyak mungkin tentang masa lalu sebagai bekal untuk kembali ke masa sekarang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hashirama Senju, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch 26_ Sandiwara Zhang Xiuhan

Zhang Xiuhan melompat tinggi saat Patriark Bao Li mencoba untuk menusuknya. Ia lantas roll di udara dan mendarat di belakang Patriark Bao Li dan memberikan tendangan keras ke punggung lawannya itu sebagai salam pertemuan.

Patriark Bao Li terdorong beberapa langkah ke depan dan sempat kehilangan keseimbangan. Namun lelaki itu lekas menguasai dirinya.

"Kau boleh juga, pak tua!" ujar Zhang Xiuhan kembali mengejek.

Patriark Bao Li tidak mengatakan apapun. Ia langsung membalikkan badan dan kembali mengayunkan pedangnya ke arah Zhang Xiuhan.

Sebenarnya Zhang Xiuhan tidak perlu repot-repot menghindar ataupun menghalau tebasan pedang Patriark Bao Li karena ia memiliki jurus Raga Abadi, yang membuatnya kebal dari senjata tajam apapun.

Tapi tampaknya Zhang Xiuhan memang sedang ingin bermain-main. Ia sengaja membuat Patriark Bao Li naik pitam lantaran ayunan pedangnya selalu bisa dihindari oleh Zhang Xiuhan.

Maka, Patriark Bao Li terus memburu Zhang Xiuhan sebab tidak ada satu pun serangan pedangnya yang tidak meleset. Lelaki yang paling ditakuti di Haidong itu sampai terlihat sedikit berantakan dengan rambut yang mulai acak-acakan dan keringat yang terus keluar. Napas Patriark Bao Li juga tersengal-sengal karena dibuat pontang-panting, kesana kemari mengejar dirinya yang bergerak sangat lincah.

"Ini saatnya untuk kejutan," ujar Zhang Xiuhan dalam batin.

Bruuuk!

Zhang Xiuhan menjatuhkan diri sambil memegangi perutnya. Ia juga berguling agar lebih meyakinkan. Lansung disusul oleh suara tawa Patriark Bao Li yang kehilangan kecermatannya akibat terlalu fokus pada harapannya untuk melukai Zhang Xiuhan.

"Kau pikir bisa lari dari Bao Li? Heh, nyamuk saja tidak berani menggigitku."

Patriark Bao Li sesumbar dengan tangan berkacak di pinggang. Ia mengira bahwa ayunan pedangnya telah benar-benar mengenai perut Zhang Xiuhan dan menyebabkan munculnya luka yang parah.

"Sekarang saatnya kau pergi ke neraka!"

Patriark Bao Li mengangkat tinggi-tinggi pedangnya dan telah mengincar leher Zhang Xiuhan sebagai tempat pendaratan yang sempurna.

"Hiaaa... !" teriak Patriark Bao Li sambil menurunkan pedangnya kuat-kuat. Dalam pikirannya sesaat lagi kepala Zhang Xiuhan akan terpisah dari tubuhnya.

"Kau..." ucap Patriark Bao Li lirih dengan tatapan mata yang lebih lebar.

"Apa kau terkejut?" tanya Zhang Xiuhan masih dengan senyum mengejek.

Sudah pasti Patriark Bao Li kaget melihat Zhang Xiuhan baik-baik saja, bahkan mampu menahan pedangnya dengan tangan kosong. Ia tahu benar betapa tajam pedangnya itu. Jangankan tangan manusia, pohon saja bisa tumbang saat terkena tebasan pedangnya.

Kini pedang Patriark Bao Li bergetar sebab tangan yang memegang gagang pedang itu juga bergetar karena takut sekaligus terlalu terkejut. Zhang Xiuhan yang masih berada dalam posisi berbaring kemudian membuat Patriark Bao Li menjadi lebih dekat dengannya setelah ia menarik ujung pedang lelaki itu.

Bruuuk!

Patriark Bao Li terjatuh ke belakang setelah tendangan Zhang Xiuhan mengenai perutnya dengan sangat kuat. Ia tidak mampu lagi mempertahankan pedangnya.

"Coba kita lihat apa yang bisa kau lakukan tanpa pedangmu," kata Zhang Xiuhan yang telah berdiri sambil memainkan pedang Patriark Bao Li.

Zhang Xiuhan berjalan perlahan, mendekat pada Patriark Bao Li yang berusaha berdiri dengan memegangi perutnya yang terasa nyeri.

"Kurang aj*r! Siapa kau sebenarnya? Mengapa kau ikut campur dalam urusanku?" Patriark Bao Li bertanya masih dengan wajah penuh amarah.

"Aku? Anggap saja aku datang dari masa depan untuk melenyapkan nyawamu agar Haidong menjadi damai. Apa kau tidak tahu, jika seluruh wargamu berdoa untuk kematianmu?"

 

"Kurang aj*r! Beraninya kau bocah teng*k!"

Patriark Bao Li menyerang Zhang Xiuhan dengan berbagai pukulan. Ia sangat ingin membuat wajah tampan Zhang Xiuhan menjadi memar dan babak belur. Lelaki asing yang tiba di Haidong dan mengacaukan semuanya itu sungguh berhasil membuat Patriark Bao Li murka sebab selama ini semuanya patuh dan tunduk padanya. Tidak pernah ada yang berani melawan Patriark Bao Li.

Lagi-lagi Patriark Bao Li dibuat geram karena tenaganya terkuras dengan sia-sia belaka. Jangankan membuat Zhang Xiuhan penuh luka lebam, menyenggolnya saja tidak.

"Sekarang giliranku."

Slice!

Pertama kali pedang itu diayunkan Zhang Xiuhan ke arah pemiliknya, dan langsung membuat Patriark Bao Li meringis sambil menekan lengan kanannya yang berdarah tergores cukup dalam.

Slice!

Kini Patriak Bao Li hanya bisa melihat lengan kirinya yang baru saja mengeluarkan darah. Ia tidak bisa menekan aliran darah itu dengan tangan kanannya yang telah terluka lebih dulu.

"Bagaimana Patriark Bao Li yang terhormat, apa kau masih kuat untuk menerima lebih luka lagi?" tanya Zhang Xiuhan sambil tersenyum lebar dan memutar-mutar pedang Patriark Bao Li di samping kanan.

"Bangs*t! Tidak salah lagi dugaanku, kau pasti dalang di balik semua kekacauan di Jin Quo!"

"Jadi kau menuduhku? Jahat sekali! Padahal kita baru saja bertemu. Aku baru saja berpikir untuk belajar padamu tentang cara mendatangkan kematian yang pantas untuk orang sepertimu."

Slice!

Kali ini perut Patriark Bao Li yang mendapat giliran untuk terluka. Zhang Xiuhan diam sejenak di tempatnya. Menikmati wajah kesakitan yang ditunjukkan Patriark Bao Li yang sekarang menyandarkan punggungnya di sebuah rak besar yang memang berjejer berisi aneka pil.

Dalam batinnya Zhang Xiuhan mengakui keberanian dan kecongkaan lelaki di depannya yang berjalan mundur sebab ia terus maju mendekat. Kebanyakan musuh yang dihadapi Zhang Xiuhan selama ini, pasti sudah memohon ampun jika berada dalam posisi Patriark Bao Li.

"Apa kau pikir bisa membunuhku dengan pedangku? Cih! Kau sudah keliru karena berani bermain-main denganku."

Patriark Bao Li merogoh sesuatu di dalam bajunya. Lalu terlihat meringis menahan sakit ketika menggerakkan tangan kanannya dengan cepat untuk memasukkan apa yang baru saja ia ambil ke dalam mulutnya.

Itu adalah sebuah pil yang mampu membuat seseorang sembuh dengan cepat dari berbagai luka luar, seperti luka goresan senjata tajam dan luka bakar.

Benar saja, darah yang keluar dari kedua lengan dan perut Patriark Bao Li sudah berhenti. Diikuti dengan tertutupnya bekas sayatan pedang.

"Gila, itu benar-benar kembali seperti sediakala," gumam Zhang Xiuhan dalam hati.

Zhang Xiuhan menatap tajam Patriark Bao Li yang sekarang kembali memasang senyumnya. Zhang Xiuhan yakin ada banyak pil berkhasiat lainnya yang tersimpan di dalam baju Patriark Bao Li.

Zhang Xiuhan pun menjadi lebih waspada. Rupanya apa yang dikatakan Kim Ju benar lagi, bahwa Patriark Bao Li bukan orang yang mudah untuk dilenyapkan.

Sementara itu, Patriark Bao Li sadar benar bahwa ia bukanlah tandingan dari Zhang Xiuhan. Jika ia melawan pemuda itu begitu saja, sudah pasti kekalahan mutlak menjadi miliknya.

"Tapi akan lain ceritanya jika aku menggunakan apa yang tidak ia ketahui untuk menyerangnya."

Patriark Bao Li semakin membuat Zhang Xiuhan curiga dengan senyum lebarnya. Ia lantas berlari cepat di antara rak-rak kayu itu.

Zhang Xiuhan mengikuti Patriark Bao Li dengan ragu-ragu. Sebenarnya mudah saja baginya untuk menangkap Patriark Bao Li. Tapi Zhang Xiuhan tidak lekas melakukannya karena tahu kalau petinggi Fengbao itu tidak sedang berniat untuk melarikan diri, sebab Patriark Bao Li tidak bergerak menuju pintu keluar. 

1
Dedi Mulyadi
Luar biasa
Yurika23
aku mampir ya kak ipus...suka bgt baca novel ka ipus ...
support novelku juga ya kak...mohon kritik dan sarannya....
M. Syafri
Lumayan
Ivan Sumampouw
koq ga menyerang balik ke kaisar ming 🫤
Munawir
Luar biasa
Abu Fadhila
Perbeda'an karakteristik antara penulis Novel Laki² & Perempuan, jika penulis novel seorang laki², biasanya cenderung membuat MC memiliki lebih dari satu pasangan, karna memang hal tersebut termasuk sifat dasar seorang laki², sedangkan jika penulis Novelnya seorang perempuan lebih cenderung membuat MC nya setia pada satu pasangan, karna sifat dasar seorang perempuan tdk mau berbagi (perempuan mana juga yg mau dimadu), tp dlm alur ceritanya jg kebanyakan Intrik, cinta bertepuk sebelah tangan, cita segi tiga dll. dlm alur cerita biasanya "sedikit dialog tp penjelasan sangat panjang.

Ini hanya sebatas pendapat saya sendiri, jd tdk perlu terlalu ditanggapi 🤣🤣🤣
Abu Fadhila
Benar² luar biasa, jika di'ibaratkan pepatah; "Sedikit bicara banyak bekerja", ini sungguh Novel yg sangat unik, utk satu kata; "Sial", penjelasannya hampir seperempat Bab, jadi pribahasanya; "Satu dialog seribu penjelasan". mantap👍🤣
Muhammad Kussairi
Luarbiasa dan Terimakasih untuk Nopel PPN dan PZX
Kuma Bear
Luar biasa
@gus j
gak besa di percepat
@gus j
iklannya terlalu memaksa
Mulyoto
bagusss
Khairul Azman Abdul Kahar
sebuah karya yg menarik utk dibaca
⚔️Perusuh⚔️
Cerita kultivator ngelantur jadi cerita roman picisan....
⚔️Perusuh⚔️
Pergi ke masalalu, kok ada kisah lain di ceritakan? Aneh sekali ceritanya....
⚔️Perusuh⚔️
Di cerita sebelumnya di akhir2nya cerita ini sudah di tulis sampe beberapa Chapter, terus kenapa di ulang2 lagi di sini??
Omang Q
/Good//Good/
Omang Q
👍👍
Wanta Ru
Biasa
Muh Ismar Tahsan
Mantap
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!