NovelToon NovelToon
Dokter, I Love U.

Dokter, I Love U.

Status: tamat
Genre:Romantis / Nikahmuda / Dokter / Tamat
Popularitas:2.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: cietyameyzha

Warning📢

Novel ini mungkin menyebabkan para pembacanya sakit perut
Semoga selera humor kita sama😁✌


Seseorang yang terlihat ceria justru dialah orang yang sanggup menyembunyikan kesakitannya.



Bercerita tentang seorang gadis biasa bernama Syasa yang setiap harinya selalu tersenyum dan ceria, hatinya sudah terpatri oleh seorang dokter muda ganteng, salah satu langganan di tempat makan ibunya.


Ferdy, dokter muda yang di kenal baik dan ramah, namun memiliki kisah masalalu yang tak di ketahui banyak orang.



Bagaiamana perjuangan gadis ini untuk bisa bersama dengan sang dokter?


Akahnkah Syasa bisa menerima masalalu dokter tampan ini?


Simak terus ya Say😉


Selalu beri dukungan untuk Author dengan
Like
Coment
Vote
Rate 5


Haturnuhun😁✌

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cietyameyzha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 26

Mobil Ferdy baru saja tiba di halaman rumahnya. Ia melihat ada satu mobil terparkir rapih di garasinya. Ia segera menyusul masuk ke dalam garasi.

Setelah selesai memarkirkan kendaraannya. Ferdy segera keluar, terlihat Darrel tengah duduk di kursi sambil asyik bermain ponsel.

Ferdy menghampirinya sambil berkata, "Loh, Lo ke sini engga ngasih kabar dulu?"

Darrel terperanjat sampai ponsel miliknya terjatuh ke lantai. Untung saja ponsel itu dilapisi pengaman yang kuat, kalau tidak sudah pasti berakhir tragis.

"Kebiasaan, kalau datang suka tiba-tiba!" sungut Darrel kesal.

Darrel meraih benda pipih itu, lalu mengusapnya lembut sambil berkata, "Untung kamu engga apa-apa, Nak! Papa pikir kamu akan mati."

Ferdy menggelengkan kepala. Ia berpikir mungkin temannya ini terlalu banyak bermain dengan pasien kecilnya. Sehingga membuat ia terbawa seperti anak-anak.

"Ayo, masuk!" ajak Ferdy.

Darrel segera menyusul Ferdy ke dalam. Ia menunggu lelaki itu hampir setengah jam. Untung saja ia senang bermain game, jadi waktu tidak terasa olehnya.

Darrel sudah tidak asing lagi dengan rumah ini. Ia bahkan sering menginap, jika kemalaman sehabis berkunjung.

"Lo, lapar engga? Gue mau masak mie instan!" tawar Ferdy.

"Boleh, jangan lupa pake telur dua, sayuran dan sedikit cabe biar ada rasa pedas," sahut Darrel.

"Ini bukan warkop!" ketus Ferdy.

Darrel terlihat tertawa.

"Iya, gue tahu! Oh, ya Lo habis dari mana? Gue nungguin sampai sejam!" kata Darrel.

"Kencan!" singkat Ferdy.

Darrel berjalan ke arah dapur, kemudian duduk manis di kursi sambil menemani Ferdy memasak mie instan.

"Kencan! seru Darrel tidak percaya.

Ia mengorek-ngorek kupingnya takut salah mendengar. Yang dia tahu, sejak berpisah dengan Ibunya Nabila. Ferdy tidak pernah berinteraksi dengan wanita secara pribadi. Maksudnya menjalin hubungan spesial.

"Sama siapa?" tanya Darrel kembali.

Ferdy sejenak menghentikan aktivitasnya. Ia melirik sekilas pada Darrel, lalu kembali memasak air di panci untuk merebus mie instan.

"Siapa, Fer?" desak Darrel.

"Syasa." Tangannya meraih mie instan di dalam penyimpanan.

"Apa! teriak Darrel.

"Engga usah teriak, ini bukan sesuatu yang mengejutkan," tegur Ferdy.

"Tunggu! Bukannya Lo bilang cuman anggap Syasa itu seperti adek doang 'kok bisa kencan? atau Lo-,"

"Gue mencintainya!" singkat Ferdy.

Darrel tertegun. Matanya membelak tidak percaya dengan pernyataan Ferdy. Bukankah dulu lelaki ini membiarkan dirinya mendekati Syasa? kenapa sekarang malah Ferdy yang mengencani gadis manis itu.

"Mengapa?" tanya Darrel.

Ferdy tidak langsung menjawab. Ia menutaskan terlebih dulu aktivitasnya. Cacing di perut sudah sangat berisik meminta jatah malam ini.

Mie selesai di masak. Ferdy membawa dua mangkok mie instan ke meja makan. Darrel langsung mengambil bagiannya. Ia masih menunggu jawaban dari mulut Ferdy.

"Tidak ada alasan untuk itu. Gue mencintainya, berarti dia adalah orang spesial ." Menatap penuh keseriusan.

Darrel melihat itu. Sebenarnya ia ingin berteriak marah. Namun, lagi-lagi ikatan persahabatan diantara mereka menjadi pereda egonya.

Darrel tertawa renyah.

"Lo serius cinta sama gadis somplak itu?" tanya Darrel.

"Ya, meskipun Syasa memang terkadang bikin otak gue semrawut karena tingkahnya. Tapi itu justru hal paling menarik dari dia," jawab Ferdy.

"Wah, gue engga nyangka Lo bisa jatuh cinta lagi. Gue kira Lo bakal terpendam di masa lalu!"

"Jangan bahas masa lalu, gue paling benci mengingatnya! tegur Ferdy.

"Tapi apa Syasa tahu Lo punya anak tanpa menikah?" tanya Darrel.

Mie di hadapan Darrel mulai mengembang. Ia lebih tertarik mengintrogasi temannya dibanding menyantap makanan miliknya.

"Dia tahu!" ungkap Ferdy.

"Serius! Sejak kapan Syasa tahu?" tanya Darrel.

"Sejak Nabila datang ke rumah ini waktu itu. Gue pikir dia bakal ngejauh, tapi ternyata engga. Dia malah dekat dengan Nabila, begitu pun Nabila yang menganggap Syasa ibunya." Menyeruput mie yang sudah mulai dingin.

"Benarkah? Gue jadi iri," keluh Darrel.

Ferdy tidak menjawab lagi, ia memilih menghabiskan mie nya yang mulai mengembang. Pikirannya melayang mengingat kejadian yang baru saja ia alami.

Entah bagaimana sikap Syasa besok padanya. Mungkinkah wanita itu akan menjauh! Padahal dirinya sama sekali tidak mempernasalahkan masa lalu gadis itu.

Acara makan yang singkat itu selesai. Kini Darrel an Ferdy tengah bersantai di ruangan tv. Mereka berencana menonton pertandingan sepak bola yang akan segera tayang sebentar lagi.

"Fer, Lo nerima Syasa apa ada nya, kan?" tanya Darrel

"Tentu! Kenapa?" tanya Ferdy kembali.

"Ya, gue takutnya Syasa cuman pelampian Lo doang karena Lo terlalu lama sendiri!" jawab Darrel.

Ferdy menoleh ke arah temannya. Tatapannya penuh tanda tanya. Ferdy berkata, "Dia bukan pelampisan buat gue, tapi penyelamat hidup gue. Hanya saja--"

"Kenapa? apa Syasa engga nerima Lo?" potong Darrel cepat.

"Bisa dibilang begitu. Dia seperti ragu sama gue, padahal gue udah mulai tertarik sama daya pikatnya. Entahlah, mungkin ada satu alasan tersembunyi yang gadis itu miliki," bohong Ferdy.

"Bukannya dia ngejar-ngejar Lo? dia bahkan lebih perhatian sama Lo diantara yang lain." Menyenderkan punggungnya ke sofa.

Ferdy menyusul Darrel menyenderkan punggung. Kedua tangannya ia lipat sambil berpikir.

"Ya, itu memang benar. Gue juga mikirnya dia bakal welcome, tapi ternyata dia masih butuh buat mantepin hatinya," jawab Ferdy.

"Lo terlalu lama menyambutnya," sungut Darrel. "Dia mungkin sudah lelah mengejar. Jadi dia berpikir untuk berhenti."

Ferdy terdiam mencoba mencerna ucapan temannya. Malam itu mereka habiskan dengan menonton bola. Mereka memang sudah berteman lama. Jadi hampir tidak ada yang disembunyikan.

💮💮💮💮💮

Pagi sudah datang menyapa. Selesai melaksanakan sholat subuh Syasa bergegas ke dapur membantu ibunya.

"Selamat pagi, Baginda ratu." Mengangguk hormat.

Bu Mirna yang tengah asyik berpacaran dengan cabe dan bawang merah itu terperanjat kaget.

"Dasar Bocah ngegetin Emak aja! ketus Bu Mirna.

Syasa tertawa bahagia. Ia segera duduk disamping ibunya, lalu berkata, "Emak, si Raka kemana? tumben tu anak belum ngerecokin Emak di dapur!"

"Adikmu demam. Semalaman badannya panas banget. Kamu 'sih tidur kayak kebo, Emak ketuk pintu kagak di buka!" keluh Bu Mirna.

"Masa, Mak? perasaan Syasa tidur biasa aja, kagak lelap amet!" bantah Syasa.

"Sudah, sebaiknya kamu liat adikmu sana. Cek suhu badannya, sudah turun apa masih naik?" perintah Bu Mirna.

"Kayak harga sembako aja, turun naik. Keren amet tuh demam," celetuk Syasa.

"Kamu ini selalu aja jawab!" kesal Bu Mirna.

"Lah, kan Emak nanya, ya Syasa jawab dong!" Beranjak dari tempat tidur.

"Emak malah khawatir nanti yang jadi suamimu, Sya," tutur Bu Mirna.

"Emang kenapa, Mak?" tanya Syasa.

Bu Mirna menyimpan bawang yang sudah dikupas, lalu memasukkannya ke dalam blender dengan bumbu lainnya. Bu Mirna berkata, "Emak takut suamimu kewalahan karena nanggepin ocehanmu yang kaya radio butut seperti yang Raka katakan."

Syasa tertawa, sambil berkata, " Tenang, Emak! Kalau itu Syasa udah punya penangkalnya. Di jamin yang jadi suami Syasa bakalan awet muda, karena setiap hari ketawa ketiwi kagak jelas. Engga apa-apa dibilang stress, yang penting kita senang."

...****************...

Bersambung~~~

Jangan lupa like, coment dan vote.

Kamu tim Syasa dan Kang Gendang, apa tim Syasa dan Darrel?🤗😍

1
s e n j a✨
ga sesuai ama khayalanku visual syasa.. kirain yg kek gadis lugu polos gitu mukanya.. ini lbh cocok jd Bu mirna/Facepalm/
𝑆𝐸𝑁𝐺ᵟᴷᵁᴺᴵ
masuk rak.
Susi Andriani
Kecewa
@@Ayyaa@@
olahraga pipi ya.. Syasa
😆😆

saya mampir.. othor
Dharni Dharmawan
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
aisya_
ciieee bakal ada yg CLBK nih... wkwkwk
aisya_
masih bingung sbnrnya kang gendong bnr tulus cinta gak sih sama syasa
Dewi Sartika Manalu
good
Endah Fitriyani Pipit
kayanyababang fei dech
Herta Siahaan
syasa hamidun pasti bang gendang geger dibuat
Herta Siahaan
duh Thor jgn biarkan manusia gila seperti Mila merusak Ferdy sekeluarga dan sasaya
Herta Siahaan
asli matai kutu babang dokter ama hon hon
Eka Widya
tambah satu lagi saingan kang kendang
Juarsih Putri
aku mampir Thor,,akang gendang ah baru pertama baca Udeh bikin sakit perut🤣🤣🤣🤣🤣
Yani Cuhayanih
Kalo dok Ferdy jujur sama syasa apakah rasa cintanya akan berkurang pada kang gendang nya.ko aku jd ragu ya....
Yani Cuhayanih
Gadpol sya jgn bikin kendor ngejar dok Ferdy ....wkwkwk.....
Yani Cuhayanih
Aku pusing sama goyanganya syasa semoga bukan iklan pasta gigi kalo mo pamer senyum bukan pamer thor itu masalah BB.....maaf baru hadiiir jd masih mencerna ceritanya bukan masalah lambung .....
Intan Sistanti
baru jga bab 1 udah bikin gemes, hehhehe
abdan syakura
oohh kak Ciety dr Sunda yaaa
abdan syakura
aiiishhhh
akang Ferdy...
love love dah ...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!