NovelToon NovelToon
Menjadi Istri Kedua Pria Beristri

Menjadi Istri Kedua Pria Beristri

Status: tamat
Genre:Poligami / Ibu Pengganti / Menikah Karena Anak / CEO / Cinta setelah menikah / Tamat
Popularitas:27.6k
Nilai: 5
Nama Author: Rere ernie

Aruna tahu hidupnya tidak lama lagi. Demi suami dan putri kecil mereka, ia memilih sesuatu yang paling menyakitkan... mencari wanita yang akan menggantikannya.

Alana hadir sebagai babysitter tanpa mengetahui rencana besar itu. Adrian salah paham dan menilai Lana sebagai perusak rumah tangga. Namun, pada akhirnya Aruna memaksa keduanya menikah sebelum ia pergi untuk selamanya.

Setelah Aruna tiada, Adrian larut dalam rasa bersalah dan menjauh dari istri keduanya. Lana tetap bertahan, menjalankan amanah Aruna meski hatinya terus terluka. Situasi semakin rumit saat Karina, adik Aruna berusaha merebut Adrian dan menyingkirkan Lana.

Akankah Adrian berani membuka hati untuk Alana, tanpa mengkhianati kenangan bersama Aruna? Atau justru semuanya berakhir dengan luka yang tak tersembuhkan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere ernie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter — 27.

Keesokan harinya, Tania duduk di dalam mobil mewahnya, menatap gedung tinggi tempat Adrian bekerja. Matanya menyipit, bibirnya melengkung dalam senyum licik. Dia menyimpan niat licik, karena merasa dipermalukan semalam.

“Aku akan membuat perempuan kampung itu terlihat tidak pantas untuk Adrian...”

Setelah mengantarkan Alima sekolah dan menjenguk ibunya di rumah sakit, kini Alana berdiri di depan gedung perusahaan Adrian dengan membawa kotak besar berisi makanan. Ia mengenakan kemeja sederhana berwarna biru pastel dan celana panjang. Senyumnya tulus, matanya bersinar harap-harap cemas.

Hari ini ia ingin memberi kejutan untuk suaminya, membawakan bekal masakan rumah yang ia buat sendiri. Ada ayam lada hitam, tumis sayur, dan puding kesukaan Adrian.

Namun baru beberapa langkah masuk ke lobi, dua resepsionis langsung menghentikannya.

“Maaf, Ibu mau ke mana?” tanya salah satunya dengan nada sopan tapi dingin.

“Saya mau bertemu Pak Adrian,” jawab Alana dengan senyum ramah. “Beliau suami saya... saya bawakan makan siang untuknya.”

Resepsionis itu saling berpandangan, lalu menatap Alana dari ujung kepala sampai kaki.

“Suami Ibu? Maksud Ibu, Pak Adrian Halim Kusuma?”

Alana mengangguk, tetap sopan. “Iya, benar.”

Resepsionis itu tertawa kecil, nadanya merendahkan. “Maaf, Ibu mungkin salah orang. Pak Adrian belum menikah lagi. Istri beliau yang bernama Bu Aruna... sudah meninggal beberapa bulan lalu.”

“Tapi saya—”

“Kalau Ibu mau ketemu, silakan isi daftar tamu dulu. Tapi untuk naik ke lantai direksi, harus punya janji resmi. Tidak semua orang bisa masuk.”

Nada suara mereka makin ketus. Beberapa pegawai yang lewat melirik-lirik, mulai berbisik pelan.

“Katanya istri Pak Adrian…”

“Masa sih? Lihat aja pakaiannya, kayak ibu rumah tangga kampung…”

“Mana mungkin Pak Adrian yang lulusan luar negeri mau sama orang begini…”

Alana menggigit bibirnya pelan. Ia menunduk, mencoba menenangkan diri. Ia sudah terbiasa diremehkan, tapi kali ini rasanya berbeda. Ini tempat suaminya. Tempat yang seharusnya membuatnya merasa bangga, bukan malu.

Namun belum sempat ia bicara lagi, suara langkah sepatu tinggi terdengar mendekat.

“Oh, Alana? Kamu di sini rupanya.”

Tania muncul dengan gaun kantor elegan dan tas branded menggantung di lengannya. Ia tersenyum miring. “Kamu mau apa? Bawa makanan?”

Alana menatap Tania, bingung dengan sikapnya yang seolah sudah menunggunya. “Saya mau antar makan siang untuk suami saya.”

Tania tertawa pelan, suaranya tajam. “Suami kamu? Kamu yakin, bukan sedang berhalusinasi?”

Beberapa pegawai menahan tawa, suasana berubah tegang.

Tania melanjutkan dengan nada sinis, “Adrian itu pria berkelas. Kamu pikir perempuan kayak kamu pantas berdiri di sisinya? Lihat dirimu, pakaianmu, caramu bicara… semua serba kampung. Kamu cocoknya kerja di dapur, bukan berada di gedung perusahaan besar seperti ini.”

Alana menarik napas dalam-dalam, menatap lurus ke arah Tania tanpa gentar. “Saya tidak akan membiarkan siapa pun membuat saya merasa rendah, hanya karena latar belakang saya. Saya mungkin tidak punya gelar tinggi, tapi saya punya hati yang tahu caranya mencintai dengan tulus.”

Tania mendengus, lalu menoleh ke petugas keamanan. “Tolong antar dia keluar! Saya adalah calon istri Adrian."

Namun sebelum siapa pun sempat bergerak, suara berat penuh wibawa terdengar dari arah lift.

“Siapa yang berani usir istriku?”

Semua orang menoleh. Adrian berdiri di sana, wajahnya tegas, matanya dingin. Langkahnya pelan tapi menggetarkan setiap hati di ruangan itu.

Begitu matanya bertemu dengan mata Alana, nada suaranya melunak. “Sayang, kamu datang?”

Suara itu membuat semua pegawai terdiam.

Sayang?

Adrian langsung berjalan ke arah Alana, meraih tangan istrinya di depan semua orang. “Kamu nggak perlu antri, kamu bukan tamu. Kamu adalah istri sah-ku.”

Tatapan Adrian beralih pada resepsionis dan Tania. “Kalian mempermalukan istri saya di tempat kerja saya sendiri? Kalian pikir saya akan diam?”

Keduanya menunduk, wajah pucat.

“Mulai hari ini, saya ingin seluruh karyawan tahu... Nyonya Halim adalah Alana, istri sah saya. Saya tidak ingin satu pun dari kalian bersikap tidak sopan padanya.”

Suasana kantor membeku. Tania berusaha tersenyum, tapi suaranya gemetar. “Adrian, tadi aku cuma—”

“Cukup, Tania.” Adrian memotong dengan tatapan tajam. “Siapa kamu masuk ke perusahaan, lalu berani merendahkan istriku dan berbohong jika kamu adalah calon istriku? Kamu sudah melewati batas! Jangan pernah menginjakkan kaki lagi disini! Dan kerjasama proyek yang ingin kamu ajukan… aku tolak!”

Tania terbelalak. “Apa?! Kamu nggak bisa—”

“Aku bisa! Dan aku akan melakukannya.”

Lalu Adrian menatap tajam para karyawan yang tadi menghina istrinya. “Untuk kali ini, kalian aku ampuni. Tapi, kalian akan mendapatkan SP! Sekali lagi kalian berani merendahkan istriku, kalian akan langsung dipecat!“

Adrian menggenggam tangan Alana erat, lalu menariknya pergi dari kerumunan menuju ruangannya.

Di dalam ruangan, Alana menatap tangannya yang digenggam Adrian. “Mas… kamu marah banget, ya?”

Adrian menghela napas panjang, suaranya berat tapi lembut. “Aku nggak marah karena kamu datang ke kantorku, Al. Aku marah karena aku belum melindungimu dengan benar. Mereka berani menghina kamu... karena aku belum pernah memperkenalkan mu secara resmi pada dunia.”

Alana diam, matanya mulai basah. “Mas, saya nggak apa-apa kok. Saya sudah terbiasa dihakimi. Asal Mas percaya dan selalu membela saya, itu sudah cukup.”

Adrian menatapnya dalam, lalu menggeleng. “Tidak! Kamu pantas dihormati, Al. Dan aku akan pastikan... dunia tahu itu.”

Beberapa hari kemudian, Adrian mengumumkan secara terbuka kepada media bahwa ia telah menikah dengan Alana. Tapi bukan hanya itu, ia juga mengadakan resepsi pernikahan megah di ballroom hotel terbesar di kota.

Dress putih sederhana yang dikenakan Alana tampak elegan di bawah lampu kristal. Seluruh tamu undangan, rekan bisnis, dan pejabat tinggi hadir malam itu.

Di depan semua orang, Adrian menggenggam tangan Alana dan berkata lantang.

“Perempuan di sampingku ini bukan hanya istriku, dia adalah... rumahku. Orang yang mengajarkanku arti keikhlasan, dan ketulusan. Siapa pun yang pernah merendahkannya, hari ini... lihatlah betapa tinggi aku menghargainya.”

Bahkan, semua itu belum berakhir di situ. Adrian lalu mengeluarkan bukti rekaman—Aruna sendiri yang memintanya untuk menikahi Alana. Tak hanya itu, ia juga menunjukkan rekaman pernikahan mereka yang berlangsung di hadapan Aruna, di ruang rumah sakit tempat istrinya itu dirawat.

Fakta-fakta tersebut menjadi tamparan keras bagi mereka yang berani berbisik bahwa Alana hanya perempuan oportunis yang ingin memanjat tangga sosial. Padahal, kenyataannya justru Aruna sendiri yang memilih Alana sebagai pendamping hidup sang suami yang ditinggalkannya.

Malam itu, Alana berdiri sebagai wanita yang dimuliakan oleh cinta dan keberanian.

1
Rohmi Yatun
makasih Thor udah kasih hiburan yang luar biasa.. ditunggu karya selanjutnya.. 👍
Tiara Bella
ehhh udh tamat aja ini...
Tiara Bella: okey semoga sehat selalu ya thor
total 4 replies
DC
/Good//Good//Good//Good/
Ariany Sudjana
puji Tuhan, happy end, cerita bagus, ga terlalu panjang juga, jadi ga capek bacanya 😄
Rere💫: Makasih kasay udh baca 😍
total 1 replies
Tiara Bella
typo Thor hrsnya Alima ditulisnya asmara....yg alima nunggu satria dirmh sakit
Tiara Bella: sama² kak Rere yg cantikkk 😍
total 2 replies
Akasia Rembulan
cemburu ya
Tiara Bella
Asmara cemburu nh.... Airlangga awas ada macan ngamuk krna cembokur.....
Akasia Rembulan
berat amat ya untuk pasangan pengantin baru.. semoga badai cepat berlalu 💪
Dian Rahmawati
jgn smpe deh Airlangga tergoda sama Alima
Suanti
jangan sampai lama2 airlangga jatuh cinta pula sm alima 🤣🤣
Tiara Bella
takutnya nnti ada apa² ditengah jalan atas pernikahan asmara sm Airlangga
Ariany Sudjana
bagus Airlangga, kamu harus terbuka sama orang tuanya asmara, tentang apa yang sebenarnya terjadi. jangan bertindak bodoh seperti asmara (yang tidak pernah bisa jujur), juga si bodoh alima (yang mau saja dimanipulasi Karina)
Lovita BM
syukurlah ada Airlangga yg teges, menunjukkan posisi asmara 🧐
Suanti
alima terlalu egois penyakit nya dia bikin jadi ancaman 🤣
Dian Rahmawati
good job airlangga
Tiara Bella
good job Airlangga....masa kalah sm Alima....
Dian Rahmawati
kok alima gtu
Agunk Setyawan
masa mau dibikin sama sih dengan cerita ibunya g seru thor KLO kaya gitu
Agunk Setyawan: masa gara"alima sakit asmara ngalah
kan g seru juga
total 2 replies
Tiara Bella
Alima ko km gitu sh....sakit sh tp ko mintanya KY gitu blm tentu kan Airlangga suka sm km...
Rere💫: Banget 🤭
total 6 replies
Tiara Bella
Alima butuh pencerahan ini Thor....kasian dimanfaatin sm Karina....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!