NovelToon NovelToon
Marni, LC Sholehah

Marni, LC Sholehah

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Mengubah Takdir / Penyelamat
Popularitas:32.8k
Nilai: 5
Nama Author: Qinan

Marni gadis desa yang mencoba peruntungannya di kota namun karena ditipu oleh temannya sendiri membuatnya terpaksa menjadi seorang LC disebuah karaoke, saat bulan ramadhan tiba karaoke tempatnya bekerja harus ditutup dan terpaksa membuatnya pulang kampung untuk sementara waktu.

Namun siapa sangka pekerjaannya yang sudah ia tutup rapat-rapat itu tak sengaja terbongkar oleh warga desa hingga membuatnya hampir diusir dari kampungnya jika saja Firman anak pak lurah seorang pemuda sholeh menolongnya, saat pria itu berkeinginan melamarnya tiba-tiba ditolak mentah-mentah oleh keluarganya sendiri karena pekerjaan gadis itu yang tidak pantas dan juga mereka telah menyiapkan seorang calon istri yang jauh lebih sholeha.

Lalu bagaimana nasib hubungan Marni dan Firman selanjutnya, akankah mereka akan direstui saat di hari kemenangan tiba atau justru kandas begitu saja sebelum hari raya? yuk kepoin di cerita Marni, LC sholeha (cerita edisi ramadhan)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Qinan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab~10

"Nak, ayo ikut ibu beli sayur di depan." ajak ibunya Marni pagi itu.

Marni yang baru menyapu halaman rumah langsung melangkah mengikuti sang ibu keluar dari pekarangan rumahnya yang lumayan luas itu karena rumahnya sendiri memang kecil.

"Wah ada nak Marni, tambah cantik saja pulang dari kota." sapa tetangga depan rumahnya yang juga sedang membeli sayuran di pedagang sayur keliling yang biasanya berhenti di depan rumahnya karena kemarin libur jadi kini beberapa tetangganya langsung menyerbunya.

"Ibu," sapa Marni sembari tersenyum tersipu menatapnya.

Semua orang pun melihat kedatangan wanita itu dan tak sedikit dari mereka mengakui jika anak gadis tetangganya itu memang berubah lebih cantik dengan kulit putih dan bersih dari balik baju longgar serta hijab yang menutupi kepalanya itu.

"Ngomong-ngomong di kota nak Marni kerja apa? asisten rumah tangga ya?" tanya tetangga lainnya karena kebanyakan wanita di kampungnya yang putus sekolah bekerja sebagai pembantu di kota.

"Cuma pelayan cafe bu," sahut Marni disela memilih sayur dihadapannya itu.

"Oh pelayan cafe, cocok sih nak Marni kan cantik jadi kalau asisten rumah tangga kurang cocok." puji tetangganya yang bertanya tadi.

"Benar yang ada nanti majikannya kesemsem lagi," seloroh ibu-ibu lainnya hingga membuat mereka semua langsung tertawa mendengarnya.

"Oh ya dulu yang bawa mbak Marni si Asih bukan?" tanya tetangganya yang baru gabung bersama Astuti, keduanya memang sangat akrab karena rumahnya bersebelahan dan suami mereka sama-sama bekerja di kota hanya saja tetangga satunya itu suaminya bekerja di bengkel.

"I-iya bu," Marni mengangguk kecil membenarkan meskipun perasaannya mulai tidak enak.

"Loh si Asih toh yang bawa kamu Marni bukankah dia sempat viral disini karena menjadi wanita panggilan?" timpal Astuti sedikit terkejut.

Marni pun juga terkejut mendengarnya, karena memang ia sudah tak pernah lagi berhubungan dengan wanita itu setelah sebelumnya menjualnya di tempat karaoke setahun yang lalu.

"Aku sudah satu tahun tak pernah bertemu dengannya lagi mbak Astuti, memang sekarang dia dimana?" ucapnya menatap wanita itu.

"Ya tetap kerja di kota tapi kerja ga benar kata mas Joko sih pernah ketemu dia kerja di panti pijat, sekarang orang yang kerja di kota dan tiba-tiba sukses ga bisa di percaya jangan-jangan malah jual diri lagi." tukas Astuti yang langsung diangguki oleh yang lain.

"Memang mas Joko sering ke pantai pijat ya mbak kok tahu mbak Asih kerja disana?" ucap Marni tiba-tiba semoga saja wanita itu sedikit peka dengan kelakuan suaminya di kota.

Astuti pun langsung menatapnya tajam. "Melihatnya di panti pijat belum tentu mas Joko pergi kesana Marni, bisa saja kan pas kebetulan mas Joko lewat kan suamiku sopir di kota." ucapnya tak mau kalah, enak saja menuduh suaminya yang setia suka main ke panti pijat.

"Benar itu mbak Astuti jaman sekarang memang harus berhati-hati dengan suami kita, itu tetangga kampung sebelah tiba-tiba sukses ternyata di kota kerja jadi LC malah sekarang dengar-dengar selingkuh sama suami tetangganya sendiri." timpal yang lainnya malah mengompori.

"LC itu apa sih bu?" tanya ibunya Marni yang memang kurang begitu update karena pekerjaannya setiap hari hanya membantu suaminya di kebun mengurus ternaknya.

"Itu loh bu cewek-cewek nakal yang kerjanya di tempat karaoke katanya sih bisa di booking jadi teman bobo," terang tetangga depan rumahnya.

"Astaghfirullah, perempuan seperti itu memang pantas diusir bikin kampung kita kena karma saja." tambah ibu-ibu lainnya.

"Benar bu-ibu untung putriku kerja di cafe jaman sekarang memang kalau tidak menjaga pergaulan bisa terjerumus ke hal-hal yang tidak benar." timpal ibunya Marni menanggapi.

Marni nampak panas hati, lalu segera memberikan beberapa ikat sayuran dan ikan kepada penjual untuk dihitung. "Berapa total semuanya kang?" ucapnya.

"Nak Marni kok buru-buru amat?" ucap tetangga depan rumahnya.

"Iya bu mau melanjutkan ngecat rumah yang kemarin belum selesai selagi masih pagi karena kalau sudah siang mulai panas," sahut Marni menatapnya dengan terseyum tipis.

"Halah rumah papan mau kamu poles beberapa kali juga akan tetap jadi papan, Marni." sindir Astuti namun Marni hanya tersenyum menatapnya.

"Kalau begitu saya permisi duluan ibu-ibu ayo bu," ucap wanita itu yang enggan menanggapi dan memilih pulang membawa sayur belanjaannya bersama ibunya.

Dari kejauhan ia masih mendengar pembicaraan ibu-ibu bersama tukang sayur itu tentang LC dan mereka terlihat geram serta berapi-api.

"Semoga saja di kampung kita tidak ada LC bisa gawat kalau ada karena pasti suami-suami kita dan anak-anak bujang kita akan tergoda,"

Marni hanya menghela napasnya pelan, entah bagaimana jika mereka tahu tentang pekerjaannya bisa-bisa ia akan di usir dari sini. Semoga saja keberkahan puasa membawa banyak hikmah dan perlindungan padanya karena ia masih ingin bekerja untuk mengangkat derajat keluarganya yang selama ini dipandang sebelah mata oleh para tetangganya.

"Nak, kok ibu jadi kepikiran sama cerita ibu-ibu tadi ya kamu benar-benar kerja di cafe kan nak?" ucap ibunya Marni ketika putrinya baru saja meletakkan belanjaannya diatas meja.

"Tentu saja bu, gaji Marni besar karena Marni sering lembur." sahut Marni meyakinkan ibunya tersebut.

"Syukurlah, ibu tidak mau malu jika kamu ternyata bekerja jadi LC." ibunya Marni yang nampak lega namun tidak dengan Marni yang terlihat sedih menatapnya.

"Maafkan Marni bu," gumamnya dalam hati.

Kemudian Marni pun segera melanjutkan mengecat rumah yang kemarin belum selesai, saat sedang mengoleskan kuas ke dinding ia mendengar sebuah keributan dari dalam rumah Astuti.

"Jawab jujur mas, mas kok tahu itu si Asih kerja di panti pijat apa mas Joko pernah pergi kesana? apa pijatanku kurang enak hah?"

Sepulang dari berbelanja Astuti langsung mencecar suaminya yang pagi ini hendak kembali bekerja ke kota. "Siapa yang bilang begitu dek?" sahut pria itu kemudian.

"Itu kata si Marni kok mas Joko bisa tahu sih Asih kerja disana," tukas Astuti berapi-api.

Joko langsung menelan ludahnya, beberapa waktu lalu ia memang pernah keceplosan mengatakan kepada istrinya jika melihat Asih di panti pijat karena kebetulan ia di ajak temannya kesana dan temannya dilayani oleh wanita itu. Sebenarnya dari segi teknik mereka tak benar-benar memijat karena tak terlalu berasa kecuali masalah syahwat mereka memang ahlinya.

Marni yang mendengar pertengkaran mereka jadi menyesal kenapa tadi berkata seperti itu kepada Astuti, semoga saja hubungan mereka baik-baik saja dan Joko bisa berubah lebih baik lagi.

1
Rahmawati
wes mundur alon alon mar
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
dah pada gila ..anak pondok tapi geh begitu si Kania sama Farah 😌.... Astuti kamu pantes nya pake karung goni pas di badan mu 🤣
Arsyad Algifari.
Astuti ini ga punya kaca besar kali ya .yang kampungan itu kamu Astuti .kalau beneran lebel baju mu beneran ga di copot .sangat memalukan.dan PD amat kau Astuti punya badan kaya kerbau beranak aja .masih aja julid sama orang
վօօղíҽ̀z࿐༅ɯιƚԋ ʅσʋҽ࿐༅
Curiga si ibu sering konsumsi oseng kecubung /Sob/...
Ngereog mulu 🤦...
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
aduh.. mana udah diulti kalo ini karya gasampe lepas lebaran lagi ,sama othornya 😂
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
gada hubungannya wooiii.. salahin noh tiang listrik dipinggir jalan 😂😂
վօօղíҽ̀z࿐༅ɯιƚԋ ʅσʋҽ࿐༅
Waduhh jaga lilin kali dianya Mar, atau jual warisan /Panic/...
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
aku mulai ada di posisi ini, gabutuh validasi
վօօղíҽ̀z࿐༅ɯιƚԋ ʅσʋҽ࿐༅
Hati-hati Mas Paino nanti rezekimu seret penuh dengan elemen negatif 🙊...
Tuti Tyastuti
𝘮𝘶𝘭𝘶𝘵 𝘢𝘴𝘵𝘶𝘵𝘪 𝘮𝘪𝘯𝘵𝘢 𝘥𝘪 𝘴𝘶𝘮𝘱𝘦𝘭👟
Arsyad Algifari.
ibunya Marni ko gitu ya .di mana" seorang ibu itu mendoakan yang terbaik untuk anaknya dari segi jodoh dan pekerjaan .ini MH seperti di pakai umpan . walaupun miskin jangan keterlaluan lah Bu .
վօօղíҽ̀z࿐༅ɯιƚԋ ʅσʋҽ࿐༅
Waduuuww ketemu kumbang ganasss lagi 😱, predator kelas kakap..
Arsyad Algifari.
tinggal di panti jompo kalau ga ada duit pasti ga akan di terima mar .
aku juga orang kampung Lo bang qinan .aku anak ke 11 dari 18 bersaudara..tapi ga terlalu susah walaupun bapakku seorang petani . sekaligus pegawai pemerintah . karena walaupun petani tapi lahan punya sendiri
վօօղíҽ̀z࿐༅ɯιƚԋ ʅσʋҽ࿐༅
Nasibmu Mar, sana sini apes mulu /Sob/..
Penggemarmu gentayangan di mana -mana 😣...
Shafa 💫💫
perilaku Muh itu yg miskin akhlak astuti😆😆😆
Shafa 💫💫
wkwkw benar semahal apapun y tetap aja lebar 🤭🤣🤣🤣🤣
Eva Karmita
Tuti....Tuti mulutmu ya pengen di kasih salam biar mingkem....mau ibadah masih aja sempat bikin dosa 😤😏

sabar Marni fokus ibadah jangan dengarkan omongan seyton" di sekitar mu
Hanima
Oooooo
Naysila mom's arga
si astuti corocos aja kyk petasan imlek ya allah kalo aku gx kuat tetanggan sama dia, kapan tuh mulut bisa diem dpt karma sekalian
L i l y ⁿʲᵘˢ⋆⃝🌈💦
Sabar y Mar, jodoh g akan kemana mana
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!