kisah ini menceritakan seorang gadis bernama NEINA KHUMAIRA yang terjebak pernikahan atas dasar balas dendam antara dua orang bersaudara.
Neina mencintai kekasihnya , seorang duda beranak satu, mereka berencana akan menikah setelah Neina lulus Sekolah. Namun di hari pernikahan seorang yang mirip dengan kekasihnya menjadi mempelai pria.
Sanggupkah Neina mengubah hati seorang Tuan Muda yang Sombong dan keras kepala menjadi cinta?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ang Hariyanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#menghapus bekas mantan
"Nanti aku ceritakan lagi, ayo kita ke kelas" Neina bangkit dari duduknya, kemudian di susul Hima yang mengekor di belakang.
Neina hanya menunduk saat Rayyan yang mengajar di kelasnya. Setelah mata kuliahnya selesai Rayyan keluar dari kelas Neina. Namun sejurus kemudian ia berbalik. "Neina Khumaira, ikut ke ruangan saya"
Neina tertegun sejenak, kemudian mengangguk. "Kenapa melihatku seperti itu?" Neina balik menatap Hima.
"Selesaikan masalahmu dengan mantan" Hima mengedipkan sebelah matanya. "Aku akan menunggu mu di Taman"
Neina mengangguk kemudian melangkahkan kakinya menuju ruang Rayyan. Ia menatap depan pintu sambil meremas kedua jarinya. "Huhh.. tenangkan hatimu Neina" ucap Neina sambil memejamkan matanya.
Ia kemudian mengetuk pintu. "Masuk" terdengar sahutan dari dalam. Neina masuk sambil menunduk.
"Duduklah" perintah Rayyan. Dengan patuh Neina mendaratkan tubuhnya di kursi tepat di depan Rayyan.
"Ada apa memanggilku?" tanya Neina memberanikan diri mengangkat wajahnya.
"Maaf, karena tidak pernah menghubungimu dan maaf juga karena selalu mengabaikan panggilanmu"
Neina tersenyum. "Tidak apa apa, "
"Bukan aku tidak ingin mengetahui keadaanmu, tapi ada dua hati yang aku jaga saat ini. Aku akan berusaha menghapus dirimu dalam hatiku. Kau juga harus belajar melupakan aku. Dan terimalah Rayhan sepenuhnya sebagai suamimu"
Neina mengangguk tanpa berani menatap Rayhan. "Aku akan belajar melupakan mu, tapi untuk menerima Rayhan itu tidak akan aku lakukan. Dia tidak akan pernah mencintaiku. Aku takut kecewa lagi" Neina menghapus buliran bening yang membasahi pipi mulusnya.
Rayyan menarik nafasnya panjang. "Maafkan aku, ini semua salahku"
"Tidak, ini semua sudah takdirku"
"Tapi, aku akan selalu menjagamu dari jauh. jadi kau jangan takut"
Neina mengangguk. "Aku pergi dulu" Ia beranjak sambil menghapus air mata di kedua pipinya.
Rayyan mengangguk. "Maaf"
Neina tersenyum mengangguk kemudian meninggalkan ruangan Rayyan. Dengan langkah gontai nya ia berjalan menuju taman menemui Hima.
"Kau menangis?" Hima memegang kedua bahu Neina. "Cepat ceritakan padaku"
Neina mulai bercerita dari awal hingga akhir ia menikah dengan Rayhan, tanpa melewatkannya sedikitpun.
"Rumit sekali" ucap Hima.
"Aku takut jatuh cinta dan kecewa lagi. " Neina menutupi wajahnya dengan kedua tangan. Hima merangkulnya mencoba menenangkan sahabat nya itu. "Tapi Mas Rayyan bilang dia harus menjaga dua hati, maksudnya apa?"
"Mungkin saja dia sekarang sudah memiliki kekasih" ucap Hima santai.
"Tidak mungkin,"
"Mungkin saja, dia kan tampan dan juga kaya.Banyak gadis yang akan mendekatinya"
Neina terdiam, entah apa yang di rasakan nya saat ini.
"Ayo kita pulang" Ajak Hima.
"Duluan saja, aku menunggu suamiku" ucap Neina.
"Aku akan menemanimu sampai suamimu itu datang" Hima menepuk sebelah bahu Neina.
"Terimakasih"
Saat mereka tengah asyik bertukar cerita, Tiba-tiba seseorang mengejutkan mereka.
"Ayo aku akan mengantarmu pulang"
Neina menggelengkan kepalanya. "Aku menunggu Mas Rayhan saja" Ucap Neina tersenyum menatap Rayyan.
"Dia sedang sibuk, tidak mungkin akan menjemputmu" .
"Darimana Mas tahu?"
"Ya, aku inikan saudaranya sudah tentu tahu"
Neina berpikir sejenak kemudian menganggukkan kepalanya. "Ayo kita pulang," Neina menarik tangan Hima.
Saat sampai di parkiran Neina melambaikan tangannya pada Hima.
"Duduk di depan" perintah Rayyan saat Neina hendak membuka pintu belakang kemudi.
Dengan patuh Neina berjalan membuka pintu depan. Rayyan mulai menyalakan mesin mobilnya menjauhi area kampus.
"Apa kau tidak pernah tidur dengan Rayhan?"
Tanya Rayyan hati hati sambil menatap Neina yang berada di sampingnya. Neina menggeleng. "Kami tidur terpisah" jujur Neina.
Rayyan menggelengkan kepalanya. "Ini akan sulit"
"Sulit ? apa yang sulit?"
"Tidak ada, lupakan" Rayyan kembali fokus mengemudikan mobilnya.
"Sudah sampai ayo turun" Rayyan memarkirkan mobilnya di depan gerbang. "Astaga dia tidur" Ia menatap Neina yang sedang tertidur pulas.
Seulas senyum jahil Rayyan terlintas. Ia kemudian membuka pintu mobilnya sambil menarik tubuh Neina yang sedang tertidur pulas. Ia menggendong tubuh Neina memasuki rumah Rayhan. Dengan patuh mereka membuka pintu setelah melihat Nona mereka di gendongan Rayyan.
"Aku habis jalan - jalan dengannya, dia tertidur di mobilku" Bohong Rayyan saat berpapasan dengan Pak Eko.
Setelah meletakkan tubuh Neina di tempat tidur Rayyan kemudian meninggalkan rumah Rayhan sambil tersenyum penuh kemenangan.
****
Di kantornya Rayhan sedang uring-uringan saat menerima beberapa foto dari orang suruhannya yang mengawasi Rayyan. Betapa tidak kesal istri kecilnya dalam pelukan Rayyan. Sedangkan ia belum pernah sama sekali menggendong Neina.
Rayhan mengambil kunci mobilnya kemudian bergegas keluar. "Mau kemana?" tanya Arsen saat melihat Rayhan meninggalkan ruangannya dengan tergesa gesa.
"Bukan urusanmu"
"Ini urusanku ..klien menunggu kita" teriak Arsen.
"Kau urus saja"
Arsen berdecak kesal.
Rayhan segera melajukan mobilnya menuju kediamannya. Sesampainya di depan pintu ia bertemu Pak Eko. "Dimana dia?"
"Nona di kamarnya Tuan tadi Tuan Rayyan mengantarnya sehabis jalan-jalan. Sepertinya Nona kelelahan"
Tanpa menjawab Rayhan langsung menapaki tangga mencari keberadaan istri kecilnya itu.
Rayhan membuka pintu kamar Neina. Tampak Neina sedang tertidur pulas.
Rayhan mendekatinya, ia duduk di tepi ranjang menatap Neina sambil menelusuri wajah Neina. "Dia memang sangat cantik" batin Rayhan.
"Eummm" Neina menggeliat kecil. Neina mengucek kedua matanya. "Kenapa Mas Rayhan?"
"Kau tidak suka, masih berharap laki-laki lain menjamahmu?"
"Jangan sembarangan, aku tadi berada di dalam mobil bersama Mas Rayyan. Kenapa sekarang aku di kamar dan bersamamu Mas" Neina bangun dan mengambil posisi duduk di depan Rayhan yang sedang menatapnya tajam.
"Sudah melakukan apa saja dengan Mantanmu itu?"
"Aku tidak pernah melakukan apa-apa" kesal Neina yang merasa di pojokkan.
"Apa dia melakukan ini juga padamu" Rayhan mendorong tubuh Neina hingga terlentang. Ia menindih nya kemudian men*umat bibir Neina dengan buas.
Neina mencoba menjauhkan tubuh Rayhan darinya, namun sia - sia saja tubuh Rayhan jauh lebih kuat. Saat melihat Neina yang kesulitan bernafas, Rayhan segera menghentikan ciumannya. "Kau ingin membunuhku !" Bentak Neina sambil mengusap bibirnya yang basah.
"Aku hanya ingin menghapus bekas mantanmu itu"
"Hanya kau yang pernah menciumku. Karena memang hanya kau yang memiliki kelakuan kurang ajar" teriak Neina sambil mencoba melepaskan diri dari kungkungan Rayhan.
"Benarkah hanya aku?"
Tangan Rayhan mulai tak terkendali. Ia kembali Me*umat bibir mungil Neina. Tangan bergreliya di balik pakaian Neina, mencari dua benda kenyal dengan penuh hasrat.
Neina menangis di perlakukan secara brutal oleh Rayhan. Melihat air mata Neina, Rayhan menghentikan aksinya. Ia bangun dan merapikan jasnya. Ia keluar tanpa mengatakan apapun. "Shitt" umpat nya kesal. Juniornya yang sudah tak terkondisikan akibat perbuatannya sendiri.
Rayhan masuk ke dalam kamarnya kemudian langsung menuju kamar mandi. Ia mengguyur seluruh tubuhnya yang masih berpakaian lengkap dengan air dingin. Hasrat untuk memiliki Neina sudah menari nari di kepalanya.
Baca novelku judulnya 'Cinta sejati'. Tentang dua orang yang menemukan cinta sejatinya serta lika-liku perjalanannya. Klik foto profilku buat baca...
Baca dulu sinopsisnya dan 3 episode awal.
Tentang Kenangan💙 disini
udh up lohh
Salam manis dari "Cinta Sang Desainer" terimakasih🙏
Salam manis dari "Cinta Sang Desainer" terimakasih🙏
rayhan tegas x. olivi gk tau diri. rayhan hrus lbih waspada.