NovelToon NovelToon
Istriku Berubah Setelah Hilang Ingatan

Istriku Berubah Setelah Hilang Ingatan

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Crazy Rich/Konglomerat / CEO Amnesia / Cinta Seiring Waktu / Pelakor jahat / Gadis Amnesia / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Itha Sulfiana

Edward terkejut saat istrinya yang hilang ingatan tiba-tiba mengajukan gugatan cerai kepadanya.

Perempuan yang selama empat tahun ini selalu menjadikan Edward prioritas, kini berubah menjadi sosok yang benar-benar cuek terhadap apapun urusan Edward.

Perempuan itu bahkan tak peduli lagi meski Edward membawa mantan kekasihnya pulang ke rumah. Padahal, dulunya sang istri selalu mengancam akan bunuh diri jika Edward ketahuan sedang bersama mantan kekasihnya itu.

Semua kini terasa berbeda. Dan, Edward baru menyadari bahwa cintanya ternyata perlahan telah tumbuh terhadap sang istri ketika perempuan itu kini hampir lepas dari genggaman.

Kini, sanggupkah Edward mempertahankan sang istri ketika cinta masa kecil perempuan itu juga turut ikut campur dalam kehidupan mereka?

*Sedang dalam tahap revisi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Itha Sulfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menyesali segalanya

"Kamu dimana?" tanya Edward melalui sambungan telepon kepada Samuel.

....

"Oke. Tunggu aku disana. Lima menit lagi aku sampai," lanjut Edward sambil mendengus kasar.

Ponsel pun gegas ia matikan kemudian menambah kecepatan kendaraannya agar cepat sampai.

Bugh!

Tanpa basa-basi, begitu Edward berhasil menemukan Samuel, ia langsung menghadiahi sahabat baiknya itu dengan pukulan keras.

Samuel terjungkal ke belakang. Bibirnya bawahnya tampak pecah akibat hantaman tinju milik Edward.

"Edward! Apa-apaan, sih?" protes Samuel yang ikut naik pitam karena tidak tahu apa-apa.

"Sialan kamu, Sam!!!" teriak Edward. Dia hendak memukul Samuel lagi namun Andro dengan cepat menghalangi.

"Stop, Ed! Ini tempat umum. Orang lain bisa melaporkan kamu dan kita semua akan terkena masalah," peringat Andro.

Edward pun seketika tersadar. Ya, Andro memang benar. Ini tempat ramai. Sebuah cafe yang biasa mereka datangi untuk nongkrong disaat bosan.

"Lepas!" kata Edward. Dia menyentak tangan Andro yang masih memegang kedua bahunya dengan kasar.

Andro pun melepaskan tangannya. Dia meminta kedua sahabatnya untuk duduk bersama. Tentunya, dia yang berada di tengah untuk mengantisipasi adu jotos kembali berlanjut.

"Kamu gila ya, Ed? kenapa kamu tiba-tiba memukulku, hah?" tanya Samuel tak terima.

Bibirnya berdarah. Wajar jika dia marah.

"Apa yang sudah kau katakan pada Nana tempo hari?" tembak Edward dengan emosi yang masih kentara di nada suaranya.

"A-aku nggak bicara apa-apa," elak Samuel dengan nada gugup.

"Jangan bohong!" hardik Edward.

Samuel reflek memejamkan matanya. Tak ia sangka jika Nana berani mengadukan dirinya kepada Edward.

"Kamu bilang, kamu ingin membeli Nana untuk semalam, hah? Kamu pikir, kamu siapa, Sam?"

Edward tiba-tiba meraih kerah kemeja Samuel dengan erat.

"Sam, apa maksud Edward?" tanya Andro tak mengerti.

Sementara, yang ditanya hanya diam saja.

"Jawab, Bangs@t!" hardik Edward penuh emosi. Kerah kemeja Samuel masih ia tarik dengan kencang.

"Aku minta maaf!" ucap Samuel pada akhirnya.

Seketika, Edward melepaskan kerah kemeja Samuel dengan kasar. Ia mengusap wajahnya. Ingin sekali dia menghabisi Samuel saat ini juga namun dia masih mengingat bahwa pria itu adalah sahabat baiknya sendiri.

"Sam, kamu benar-benar mengatakan hal seperti itu ke Nana?" Andro masih berusaha mengonfirmasi.

"Aku cuma bercanda sama Nana, Ndro. Aku nggak benar-benar serius."

"Dia istriku, Sam! Dan, dengan seenaknya kamu malah merendahkan dia? Kamu pikir, kamu siapa, hah?"

Edward berniat meraih kerah kemeja Samuel lagi. Namun, Andro dengan cepat menghalangi.

"Jangan emosi, Ed! Tenang!" kata Andro.

"Bagaimana mungkin aku bisa tenang, sementara sahabatku sendiri malah dengan lancangnya merendahkan harga diri istriku, Andro?" pekik Edward dengan suara melengking.

"Tak hanya itu, si bangs@t ini juga sudah berbohong kepadaku. Dia bilang, dia dipecat karena jebakan orang suruhan Nana. Padahal, faktanya dia memang melakukan tindak korupsi di kantornya," lanjut Edward berapi-api.

"Apa?" Andro tampak begitu terkejut. Dia menoleh ke arah Samuel yang kini sudah tertunduk karena merasa malu sekaligus bersalah.

"Kamu korupsi di kantormu, Sam?" tanya Andro yang wajahnya terlihat sangat syok.

"Maaf!"

Hanya satu kata itu yang meluncur dari mulut Samuel. Ia tak bisa membela diri lagi karena Edward sudah tahu semuanya.

"Gara-gara kamu, hubunganku dan Nana jadi semakin memburuk. Sialan!!!"

Bugh!

Edward memukul permukaan meja dengan sangat keras.

"Kalau sampai aku benar-benar bercerai dengan Nana, maka kamu orang pertama yang akan aku hajar, Sam!" lanjutnya memperingatkan Samuel.

"Kenapa tiba-tiba kamu jadi membela Nana, Ed?" tanya Samuel yang akhirnya merasa jengah juga disalahkan.

"Selama ini, kamu orang pertama yang selalu menghina dan menjelek-jelekkan Nana. Kamu nggak pernah menghargai Nana sehingga kami pun enggan untuk menghargai dia. Andai dari awal kamu memperlakukan Nana dengan sedikit lebih baik, apa kamu pikir aku akan berani untuk merendahkan dan melecehkan dia?" tukas Samuel panjang lebar.

"Aku hanya melakukan hal yang selama ini sering kamu lakukan ke Nana, Ed! Jadi, kenapa kamu malah marah sekarang?"

Tangan Edward semakin mengepal kuat. Dia menatap Samuel dengan tatapan sengit. Dan, sekali lagi, tinjunya menghantam wajah Samuel dengan sangat keras.

Bugh!

"Awas kalau kamu berani mendekati Nana lagi!" peringat Edward sebelum meninggalkan tempat itu.

Ya, pria itu akan kembali untuk menemui Nana. Perkataan Samuel tadi sukses membuat matanya jadi terbuka lebar.

Orang-orang disekitarnya memang tak pernah menghargai Nana karena Edward sendiri tak pernah memberi muka untuk Nana didepan umum.

Dimanapun itu, jika Edward ingin menghina Nana, maka Edward akan melakukannya tanpa beban. Jadi, wajar saja jika orang-orang akhirnya memperlakukan Nana sama dengan yang dilakukan oleh Edward.

"Maaf, Na! Ternyata semua salah aku," lirih Edward.

Dia semakin menambah kecepatan kendaraannya. Dan, begitu ia sampai di rumah sakit, dia langsung menuju ke ruang perawatan Nana.

"Nana!" panggil Edward tak sabaran.

Akan tetapi, yang dia dapati hanya ruangan kosong tak berpenghuni. Ruangan tersebut tampak sudah rapi tanpa adanya jejak Nana yang tersisa.

"Kamu kemana, Na?" lirih Edward dengan gelisah.

Dia pun segera mencari perawat untuk menanyakan soal keberadaan Nana.

"Maaf, Sus... apa pasien di ruangan sana sudah pindah?"

"Oh, Mbak Nana, ya? Mbak Nana sudah keluar sejak satu jam yang lalu, Tuan."

Degh!

Pria itu nyaris kehilangan keseimbangan. Dia tampak limbung setelah mendengar informasi dari perawat yang bertugas di bangsal tersebut.

Edward pun dengan terburu-buru menuju ke apartemen Rossa. Dia berharap, istrinya ada di sana.

"Nana!! Keluar, Na! Aku mohon!!" teriak Edward frustasi.

Dia sudah menekan bel berkali-kali namun tak ada seorang pun yang keluar untuk menemuinya.

"Hei, jangan ribut!" tegur tetangga sebelah.

"Anda tahu, kemana pemilik apartemen ini pergi?" tanya Edward tanpa peduli pada teguran wanita paruh baya itu.

"Oh, Rossa, maksud Anda? Sepertinya, dia sedang pergi berlibur. Sekitar setengah jam yang lalu, saya melihatnya datang bersama seorang pria tampan dan pergi dengan membawa dua buah koper besar."

Edward semakin bingung. Informasi mengenai keberadaan Nana semakin kabur.

Perempuan itu sepertinya benar-benar sudah mantap untuk meninggalkan Edward. Sementara, Edward sendiri justru semakin takut kehilangan.

*

"Ed? Kamu darimana saja? Kenapa kamu nggak ada kabar seharian?"

Baru saja memasuki rumah, Edward sudah direcoki oleh suara cempreng Silva.

"Bisa tolong tinggalkan aku? Aku ingin sendirian, Silva!"

"Ed, tadi ada orang yang kirim surat. Katanya, ini untuk kamu."

Silva memberikan surat dengan logo pengadilan agama tersebut ke tangan Edward.

Dengan tak sabaran, Edward membuka surat itu dan membaca isinya dengan serius.

"Nana benar-benar ingin bercerai?" lirihnya sembari menjatuhkan kertas tersebut tanpa sadar.

1
Neti Herawati
bgs cerita'y padat jelas tdk btele2👍
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
lu siape ngajarin ngajar2in anak orang? guru BK kah 🤣 kalo bukan anak lu sendiri tp lu nanganin padahal masih ada bapaknya lu yg ga sopan bambang 😌
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
tiap ada "ndro" aku baca nya bernada pake nada nya dono warkop 🤣
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
lah hubungannya sm numpang gimana sih bos? kalo orangtua nya mahira meninggal trus rumah di sita bank okelah numpang di rumah sodara, kalo cuma krisis ekonomi trus kenape? emang orangtua mahira ga punya rumah apa gimana main nitap nitp aja, mana yg di titip modelan nya enggak tau diri masa mau di kamar anak yg punya kan kampring 🤬
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
nah ini siluman rubah ketemu siluman ular, mantep licik nya setara 🤣
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
😂🤣 bener2 ya beda pasangan langsung beda rejeki nya si edward, sm nana dia banyak cuan sama silva dapet amsyong nya 👍
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
baju habis? emang baju nya di makan mbak wkwk ya kalo baju nya mau habis di cuci dong masa di rumah edward kaga ada mesin cuci 😂 aku tau sengaja tp tetep aja agak dongdong alesan nya 🙏
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
lah emang gitu kan sistem nya gundik 🙏
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
siapa suruh sama laki orang mbak wkwk mana asli nya lebih kaya isteri nya lagi, kalo dilepas trus dapet nya kamu bukan cuma rugi tp ga balik modal plus minus se akar akar 😂
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
yana yana, makanya kalo punya temen pilih2😂 rubah di temenin ya gini kalo udah ga berguna sama dia kawan sendiri pun di tikam 😂
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
temen macam apa yg sampe di bawa kerumah, bener2 ya lu kampring banget 🤬👊
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
demi un gr semua isteri walopun ga amnesia juga drama ya bro kalo perlu jd sumala kalo suami nya bawa gundik ke rumah 😂
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
nah ini ga usah repot cari cara biar bisa pisah rumah malah di permudah 😂
YuWie
Luar biasa
RieNda EvZie
/Good//Good//Good//Good//Good/
Diny Julianti (Dy)
Edward bner2 bego bgt jadi cowo
Sandisalbiah
kenapa para pria yg deket dgn Silva ini kok bodoh bin tolol semua ya.. Edward.. Samuel.. itu matanya pad buta apa gimana kok gak bisa melihat kelakuan Silva yg kek dajjal itu.. ampun deh.. 🤦‍♀️
Diny Julianti (Dy)
keluarganya juga ngga tau diri ternyata
Sandisalbiah
nyatanya Ed emang gak pernah bisa berubah... mengulangi kelakuan yg sama dulu pd Nana sekarang pd Silva pun tetep sama, gak menghargai keberadaan istri, gak belajar dr pengalaman.. padahal Silva dulu di ratusan dan menyakiti Nana, terlepas dr sifat dan kelakuan buruk Silva.. bukankah itu wanita pilihannya harusnya dia Terima dong baik buruk nya Silva
nanik sriharyuniati
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!