Arga adalah seorang dokter yang sangat jenius dimasanya, hampir semua penyakit bisa dia sembuhkan, karena kejeniusannya dia diberi julukan sebagai Dewa Obat.
karena sebuah kesalahan seorang dewa dia mati tersambar petir, untuk menebus kesalahannya sang Dewa menghidupkannya kembali menjadi seorang pangeran di jaman kuno, Dia terlahir kembali dengan ingatan kehidupan sebelumnya, Dengan kejeniusan dan bantuan dari Dewa dia akan merubah nasib dunia
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Akhmad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 27 : Menyerap Inti Monster
Setelah memenangkan turnamen Xiao Tian dan Taiwu kembali ke kerajaan untuk mengambil pakaian ganti dan berpamitan kepada semua orang.
"Xiao Tian aku tak tahu kalau kau sehebat itu, Ayah bangga padamu." Ucap Xiao Zhaoye
"Nak bisakah kau tetap dikerajaan, Ibu tak ingin kau pergi." ucap Xiao Hong
"Xiao Tian apa kau yakin akan pergi ke sekte Gunung api?" tanya Putri Jia Li
"Aku harus pergi agar bisa menjadi lebih kuat, Kalau kau ingin menemuiku kau sudah tahu caranya kan?" tanya Xiao Tian
"Berjanjilah kau tak akan mencari wanita lain saat kau jauh dariku!" ucap Putri Jia Li
"Jangan khawatir aku berjanji akan menunggumu datang, Karena aku pergi ke sekte gunung Api bukan untuk mencari wanita dan untuk sekarang kau satu-satunya wanita yang berhasil menggerakkan hatiku." ucap Xiao Tian sambil memegang tangan putri Jia Li
"Be..benarkah?" ucap putri Jia Li dengan wajah memerah
"Ehmm sejak kapan hubungan kalian jadi sedekat ini?" ucap Xiao Hong
"Sepertinya tak lama lagi akhirnya aku akan memiliki cucu." ucap Xiao Zhaoye
Mendengar godaan Raja dan Ratu, Xiao Tian dan putri Jia Li melepaskan tangannya dan membalikkan badan. Dengan wajah yang memerah terlihat jelas bahwa mereka sedang menutupi rasa malu.
"Kalau begitu aku pergi." sambung Xiao Tian
"Hati-hatilah dijalan." Putri Jia Li melambaikan tangan kearah Xiao Tian.
Xiao Tian pergi meninggalkan istana bersama Taiwu.
"Ehm, sepertinya aku memang tak salah membiarkanmu waktu itu." ledek Taiwu.
"Diam kau berhenti menggodaku." sambung Xiao Tian.
"Pfttt ternyata kau bisa malu juga ya." Dewa petir muncul tiba-tiba tepat disamping kiri Xiao Tian.
"Kemana saja kau selama ini!" bentak Xiao Tian.
"Aku kan selalu bersamamu." sambung Taiwu.
"Maaf aku ada perlu, aku kan tak bisa menemanimu terus."
"Selain seorang dewa, aku juga punya istri dan dua orang anak, aku tak bisa terus-terusan menemanimu." ucap Dewa petir.
"Iya-iya, aku mengerti."
"Tapi lain kali kalau mau pergi bilang dulu." ucap Xiao Tian.
"Aku selalu ijin ketika mau pergi." sambung Taiwu.
"Tapi aku pergi setiap hari loh ketika kau sedang tidur." ucap Dewa petir.
"Apa kau tak pernah tidur?" tanya Xiao Tian.
"Aku tidur setiap malam kok, Ada apa sebenarnya denganmu pangeran?"
"Kenapa menanyakan hal yang aneh?" Taiwu kebingungan dengan pertanyaan aneh yang Xiao.Tian katakan.
"Kau tahu kalau kau sudah menjadi dewa kau tak memerlukan tidur." jawab Dewa petir.
"Jadi begitu ya?" tanya Xiao Tian sambil menghadap ke arah Dewa Petir.
Taiwu mulai sadar kalau Xiao Tian tidak berbicara dengannya, dan dari tadi dia sedang diabaikan.
"Pa ... pangeran apa kau bicara dengan hantu?" tanya Taiwu.
"Hantu matamu!"
"Jelas-jelas kalau aku sedang bicara dengan ... " sebelum menyelesaikan kalimatnya Xiao Tian berhenti karena mengingat sesuatu.
"Kau lupa ya?"
"Dia kan tak bisa melihat dan mendengarku." Dewa petir mencoba mengingatkan Xiao Tian.
"Hahah benar juga, abaikan saja dia." ucap Xiao Tian
"Sebelum pergi menemui tetua Gu Yan sebaiknya kau serap dulu inti monstermu itu." ucap Dewa petir.
"Ah benar Juga." Ucap Xiao Tian.
"Pa ... pangeran sebenarnya kau bicara dengan siapa?"
"Dan apa yang kau maksud dengan benar?" Taiwu terus bertanya kepada Xiao Tian yang terlihat berbicara sendiri dan terus mengabaikannya.
"Sudahlah anggap saja aku sedang bicara sendiri." jelas Xiao Tian.
Xiao Tian mengeluarkan inti monster dari dalam cincin ruangnya. Lalu duduk diatas batu besar sambil memegang inti monster.
"Aku ingin menyerap inti monsterku."
"Kau juga lakukan hal yang sama, jangan mengganggu konsentrasiku." jelas Xiao Tian.
"Baiklah." sambung Taiwu.
Taiwu melompat kearah batu besar yang berada tepat disamping batu yang diduduki oleh Xiao Tian. Dia mengeluarkan inti monster dari cincin ruangnya lalu melakukan hal yang sama seperti Xiao Tian lakukan.
"Ki merah yang sangat banyak, sepertinya hanya yang cocok dengan elemen api yang bisa menyerapnya. Syukurlah aku memiliki elemen api yang murni."
"Apakah pangeran Xiao Tian bisa menyerapnya ya, aku tak tahu elemen apa yang dia miliki." Gumam Taiwu dalam hati.
"Jadi ini kekuatan dari inti monster?" "benar-benar ki yang melimpah, akan kuserap hingga habis." Pikir Xiao Tian.
Ketika Xiao Tian menyerap Inti monster itu tiba-tiba saja cuaca mendadak berubah.
Awan hitam berkumpul diatas langit tepat dimana dia bersemedi.
Kemudian awan hitam tersebut menjatuhkan puluhan sambaran petir putih, petir tersebut terus menyambar kearahnya tapi tak bisa mengenainya.
Petir itu selalu menghilang ketika sudah berjarak satu kaki orang dewasa dengan kepala Xiao Tian. Petir tersebut menghilang karena diserap oleh roh beladiri miliknya.
Xiao Tian yang fokus menyerap qi api murni tidak menyadari apa yang sedang terjadi. Sedangkan Taiwu masih fokus berkultivasi. mereka berdua tak terganggu dengan suara petir yang memekakkan telinga Karena tak ingin gagal menyerap qi.
Setelah menyerap banyak petir putih, Roh beladiri Xiao Tian berevolusi lagi hingga ke tingkat 7. Kejadian ini disaksikan oleh Dewa petir.
Dewa Petir yang berdiri tepat dibelakang Xiao Tian terus mengamati tubuh serta roh beladiri milik Xiao Tian. Dia sedikit kebingungan
dan tak mempercayai apa yang dia lihat. Alasan dibalik kebimbangannya yaitu karena ini merupakan pertama kali baginya melihat sebuah roh beladiri yang bisa terus naik tingkat.
Bersamaan dengan meningkatnya tingkatan roh beladirinya, kecepatan Xiao Tian dalam menyerap qi pun bertambah. Dia selesai sebelum Taiwu selesai, Kini kekuatan Xiao Tian berada pada tingkat petarung perunggu bintang 6.
"Ini luar biasa, Jadi ini inti monster tingkat atas, Hanya menyerapnya saja bisa membuatku melewati sepuluh lapisan." ucap Xiao Tian.
"Kalau tidak salah roh beladiri dari Taiwu adalah roh beladiri tingkat 9 kan?"
"Kenapa dia masih berkultivasi?" ucap Xiao Tian.
"Dia pernah terluka, Dan kini roh beladirinya setara dengan tingkat 3, Meski kau pernah menyembuhkannya itu hanya menyembuhkan orangnya, Tapi tidak roh beladirinya."
"Jika bukan karena bantuanmu, Mungkin dia akan menjadi sampah selamanya." ucap Dewa petir.
"Jadi aku belum menyembuhkannya hingga tuntas ya?" ucap Xiao Tian.
"Teknikmu tak akan berpengaruh. Roh beladiri orang lain tak bisa kau sentuh, Kecuali kau membunuh pemiliknya." ucap Dewa petir
"Lalu apa yang harus kulakukan untuk membantunya?" tanya Xiao Tian.
"Kau perlu kristal duri naga dan bunga Kristal es, hanya itu yang kau perlukan untuk menyembuhkan luka dari roh beladiri miliknya." ucap Dewa petir.
"Jadi tidak hanya kultivasi dan tubuhnya yang terluka. Sekte kegelapan bisa melukai roh beladiri tanpa membunuh pemiliknya."
"Benar-benar kelompok orang yang berbahaya." Ucap Xiao Tian
"Jadi Kita tak ada pilihan lain selain menunggunya berkultivasi ya?" tanya Xiao Tian
"Kalau kau menunggunya mungkin baru selesai besok pagi, Kau bantu dia dengan memegang punggungnya. Rasakan aliran qi di dalam tubuhnya telusuri hingga kau merasakan aliran ki yang dia serap dari inti monster itu. Setelah kau merasakan jalur aliran qi nya, cobalah kau kontrol aliran qi dari inti monster itu, dan tarik semua energi itu ke dalam tubuh Taiwu." ucap Dewa petir
Xiao Tian melakukan semua yang di ucapkan Dewa petir untuk mempercepat Taiwu dalam berkultivasi. Dengan bimbingan Dewa petir dia berhasil mempercepat proses kultivasi *** Wu. Taiwu merasakan qi murni yang amat banyak masuk ke dalam tubuhnya, Dia juga merasakan ada yang memegang punggungnya.
Saat ini Taiwu Pikir kalau yang menolongnya berkultivasi adalah seorang ahli, Setelah menyerap semua ki dari inti monster Taiwu kini berada di tingkat Grand master petarung lapisan ke 8.
Setelah selesai menyerap ki Taiwu langsung membuka mata dan membalikkan badan untuk berterimakasih kepada seirang ahli yang membantunya, Tetapi dia terkejut kalau ternyata yang menolongnya berkultivasi adalah Xiao Tian.
"Pa.. pangeran apakah tadi kau yang membantuku berkultivasi?" ucap Taiwu.
"Siapa lagi kalau bukan aku, kau berkultivasi terlalu lama makanya aku membantumu, Kalau aku menunggumu kita akan ditinggal oleh tetua Gu Yan, ayo cepat bangun dan lanjutkan perjalanan!" ucap Xiao Tian.
"Pangeran hamba benar-benar berterima kasih, Hamba sudah mencoba berkultivasi sejak kekuatan hamba kembali Tapi tak pernah bisa naik tingkat karena aku lambat dalam menyerap ki, tak kusangka hamba naik 5 lapisan dalam satu hari, hamba sangat berterimakasih, nyawa hamba adalah milik pangeran dan hamba berjanji tak akan menghianati pangeran!" ucap Taiwu sambil bersujud.
"Berhentilah bersikap formal, Kau benar-benar merusak suasana, aku sudah mendengar sumpahmu beberapa kali, kau tak perlu mengulanginya. Bagaimanapun kita itu memiliki umur yang sama, anggap saja aku sebagai temanmu, Jadi bicaralah seperti biasa ya." ucap Xiao Tian
"Baik pangeran." ucap Taiwu
"Ayo berhenti berdirilah, kita harus cepat-cepat menuju perbatasan kerajaan untuk menemui tetua Gu Yan!" ucap Xiao Tian
"Baik pangeran." ucap Taiwu
Setelah mereka selesai berkultivasi, mereka pergi ke perbatasan untuk menemui tetua Gu Yan. Sampai di perbatasan Huang Li dan Tetua Gu Yan sudah menunggu mereka.
"Apa kalian sudah selesai berpamitan?" ucap Tetua Gu Yan
"Sudah." ucap Xiao Tian dan Taiwu
"Kalau begitu ayo kita pergi!" ucap Tetua Gu Yan
Saat bersama dengan Xiao Tian tetua Gu Yan merasakan hal yang aneh. Karena dia merasa kalau kultivasi mereka naik terlalu tinggi.
Dia tahu kalau mereka mendapat inti monster tingkat tinggi. Tapi dia juga tahu kalau roh beladiri mereka tak mungkin bisa menyerap inti itu hanya dalam beberapa jam. Memikirkan hal yang aneh ini tetua Gu Yan semakin tertarik kepada mereka berdua.
sayang banget padahal seru