NovelToon NovelToon
Secret Love

Secret Love

Status: tamat
Genre:Menikah Karena Anak / Anak Kembar / One Night Stand / Anak Genius / Hamil di luar nikah / Tamat
Popularitas:280.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: Irma

Nusantara Alam Lestari, seorang wanita yang tak percaya cinta sejati. Suatu ketika, ia tak sengaja bertemu dengan seorang pria bernama Langit di Kala Sore di sebuah pinggir pantai di pulau Dewata.

Mereka berkenalan dan terlibat obrolan seru. Namun siapa sangka alkohol yang menemani obrolan mereka, membuat mereka hilang kendali dan membuat mereka terlibat cinta satu malam.

Keesokan paginya mereka terbangun oleh ketukan kencang di kaca mobil Kala, para nelayan setempat memergoki mereka berduaan di mobil tanpa busana. Di tengah kepanikan karena penggerbegan itu, Tari berhasil melarikan diri dari amukan para nelayan. Ia bisa kembali ke hotelnya dengan selamat dan terbang ke Jakarta meninggalkan Kala yang harus menghadapi amukan masa seorang diri.


Selang lima tahun kemudian Kala bertemu dengan dua anak kembar yang begitu mirip dengan dirinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 27

Tiba di The Great Ocean Kala bergegas menuju wahana Water Stuntman Show dengan di temani oleh Bianca dan staff lainnya. "Maaf Pak, kami belum membereskan bekas kebaran kemarin," ucap Bianca. "Bu Amber yang memerintahkan kami jangan melakukan apa pun, sampai Bapak melihat langsung."

"Apa kemarin dia ada di sini?" tanya Kala, seraya mempercepat langkahnya.

"Benar Pak, saat kejadian Ibu Amber berada di tempat kejadian."

Kala merasa sedikit aneh, seharusnya Amber melakukan sesuatu atas insiden tersebut tapi malah menyerahkan semuanya padanya. "Tidak apa-apa biar nanti aku yang mengurusnya, yang terpenting tidak ada korban yang terluka."

Begitu memasuki arena wahana, Kala menghembuskan napas lega. Kekhawatiran akan adanya kerusakan yang fatal seketika sirna, Kala melihat hanya ada beberapa alat pertunjukan yang rusak dan terbakar. "Hanya ini saja yang rusak?" tanya Kala.

Bianca mengangguk, wanita itu mencerita kronologi kejadian yang terjadi kemarin dimana salah satu pemain yang tengah melakukan aktraksi, terjatuh dan terpeleset akibat ada sebuah ember yang terguling ke arahnya, kemudian api yang tengah di pegang oleh pemain tersebut terjatuh dan membakar peralatan yang berada di dekatnya. "Kami langsung memadamkan api, tapi setelah itu Bu Amber menyuruh kita membiarkan tempat ini dan menutup wahana hingga Pak Kala datang."

Kala langsung mengumpulkan semua staff yang bertanggung jawab di wahana tersebut, termasuk para pemain drama. Pria itu mengambil keputusan menutup wahana Water Stuntman Show selama satu minggu kedepan, satu minggu tersebut ia gunakan untuk mengganti perlengkapan drama yang rusak, serta memastikan lantai di arena wahana tidak licin meskipun terkena air. "Aku beri waktu empat hari untuk perbaikan, akan aku kontrol setiap harinya. Di hari ke lima, enam, dan tujuh semua pemain berlatih, agar kejadian serupa tidak terulang, baru di hari ke delapan wahana ini bisa di buka kembali," terang Kala. "Apa ada pertanyaan?"

Karena tidak ada yang bertanya dan mereka semua sudah paham dengan apa yang Kala instruksikan maka Kala membubarkan timnya, ia langsung menyuruh para pemain untuk pulang dan beristirahat sampai perbaikan selesai. "Bianca aku masih ingin bicara denganmu," pinta Kala.

Keduanya duduk di pinggir arena wahana untuk membicarakan bahan baku yang akan di gunakan untuk memperbaiki lantai serta menambah keamanan wahana. "Baik Pak, semua yang Bapak katakan sudah saya catat dan akan saya kerjakan hari ini juga."

"Baiklah, kalau begitu aku ke kantor dulu. Jangan segan-segan hubungi aku jika ada masalah," Kala beranjak dari tempatnya namun Bianca menahannya.

"Tunggu dulu Pak...!"

Bianca terlihat bingung dan gugup, hal itu membuat Kala penasaran sebab ia kenal betul dengannya, pasti ada sesuatu yang tidak beres. "Ada apa Bianca?"

"Anu Pak..." jawab Bianca ragu. "Sebelumnya aku mau minta maaf, aku tidak bermaksud menuduh siapa pun. Tapi seingatku saat kejadian itu, Bu Amber ada di dekat ember kayu yang terguling. Kebetulan aku ada di sini sedang mengontrol area."

"Amber?" Kala berpikir sejenak, apa ada kaitannya Amber dengan kejadian kemarin? Tak ingin menduga-duga, Kala memutuskan untuk mengecek CCTV. "Terima kasih atas informasinya, aku permisi dulu."

Lagi-lagi Bianca menahan Kala. "Aku tidak akan kena masalah kan Pak?" wajah Bianca pucat pasi.

Kala tersenyum menenangkan. "Tenanglah, kau aman. Jalankan saja apa yang aku perintahkan tadi." ia pun pergi meninggalkan wahana dan menuju ruang IT untuk melihat CCTV.

Pak Anton, selaku staff IT yang bertugas mengawasi CCTV begitu terkejut melihat Kala masuk ke ruang kerjanya. "Ada yang bisa saya bantu, Pak?" ia berdiri kemudian membungkuk memberi hormat pada Kala.

"Aku ingin melihat rekaman CCTV di wahana Water Stuntman Show saat kejadian kebakaran kemarin." Kala memberi kode kepada pegawainya untuk minggir karena ia sendiri yang akan memeriksanya.

"Silahkan, Pak Kala. Tapi untuk CCTV yang ada di bagian belakang wahana kemarin sempat mati sebentar, karena sedang ada perbaikan," pria itu menyingkir dari tempatnya mempersilahkan Kala duduk di tempat duduknya.

"Mati? Kenapa kau tidak mengatakan pada Bianca?"

Anton diam tak menjawab, ia memperhatikan Kala yang serius mengamati rekaman CCTV kemarin. Awalnya Kala tidak menemukan sesuatu, tapi setelah itu ia melihat Amber berjalan keruang IT sesaat setelah kejadian itu.

Kala tersenyum, kemudian ia mematikan rekaman kemarin dan mengembalikan tampilan seperti semua. "Terima kasih," ia pun pergi meninggalkan ruangan dan bergegas menuju kantor.

Sesuai dengan dugaannya, begitu tiba di kantor ia mendapatkan omelan dari Amber. Wanita itu marah dan protes karena seharian ia mengabaikan telepon darinya. "Kau sungguh tidak profesional, kau mengabaikan meetingmu dengan client, kau juga tidak peduli dengan wahanamu yang terbakar, padahal seharusnya kau memastikan wahana itu aman sebelum kau membukanya."

"Cukup, Amber!" Kala menghentikan ocehan Amber yang membuat kepalanya pusing. "Aku tidak mengabaikan pekerjaanku, meeting itu adalah tugasmu. Aku sudah membuatkan materinya dua hari sebelumnya, dan aku sudah menginformasikannya kepadamu," ucap Kala dengan tegas.

"Dan mengenai kejadian di wahana Water Stuntman Show, apa kau yakin kau tidak terlibat?" tanya Kala sembari tersenyum sinis menatap Amber yang terlihat sangat terkejut.

"A-apa maksudmu? Kau menuduhku?" Amber sampai terbata-bata mengatakannya.

"Aku sudah tahu semuanya. Kau lah yang menyebabkan wahana itu terbakar, dan sebagai hukumannya. Kau ikut perbaiki wahana itu bersama para pekerja, sampai selesai."

Tentu saja Amber tidak terima dengan hukuman yang di berikan "Kau tidak bisa memberikan hukuman padaku, The Great Ocean ini milikku," protesnya.

"Baiklah aku akan menghubungi polisi untuk mengusut kasus ini, jika di temukan kesengajaan. Maka kau bisa terjerat masalah hukum," Kala menjelaskan dengan santai dan penuh keyakinan.

Wajah Amber langsung terlihat ketakutan. "Kau tidak bisa melakukan itu padaku, Kala."

"Jalani hukumanmu atau aku lapor polisi?" ucap Kala dengan tegas. "Aku akan mengontrol tempat itu besok pagi, sekarang aku ada meeting internal. Aku tidak ada waktu mendengar protesmu!!" Kala melangkah pergi menuju ruang meeting,

Diluar dugaan Kala, meeting yang ia perkirakan selesai pukul 4 sore ternyata baru selesai pukul 20.00 malam karena mereka membahas soal kerugian akibat terbakarnya Water Stuntman Show, isu keamanan hingga berkurangnya kepercayaan keamanan pengunjung The Great Ocean mereka bahas tuntas.

Kala mengambil kebijakan, setelah wahana Water Stuntman Show kembali di buka The Great Ocean akan memberikan promo besar-besaran. Hal itu di lakukan untuk menarik minat pengunjung sekaligus membuktikan jika The Great Ocean arena bermain edukasi yang sangat aman.

"Oke, saya akhiri meeting hari ini. Saya tunggu follow up dari masing-masing departement," tutup Kala, kemudian ia bergegas keluar dari gedung sembari mencoba menghubungi Elok untuk menanyakan kedua anaknya.

"Anak-anakmu baik-baik saja, mereka baru saja tidur. Ibu yakin mereka sangat mengerti kau sedang sibuk." ucap Elok menenangkan hati Kala. "Menurut Ibu lebih baik kau ke Be Bread! saja menyusul Tari, karena sejak tadi dia sulit sekali di hubungi. Ibu sempat menghubungi pegawainya katanya dia lembur sendirian mengerjakan pesanan, tapi entah mengapa perasaan Ibu sangat tidak tenang."

Tari lembur sendirian? Kala pun memiliki firasat yang tidak enak. "Baik Bu, aku akan segera ke sana, nanti aku akan menghubungi Ibu begitu sampai." Ia mematikan sambungan teleponnya dan mempercepat langkah menuju parkiran.

Kala tersentak ketika kaca mobilnya di gedor oleh seseorang, saat ia hendak melajukan kendaraannya. Pria itu membuka kaca jendela dan melihat Amber berdiri di sana. "Aku ingin bicara sebentar denganmu," pintanya.

Kala menghembuskan napas berat, kemudian keluar dari mobil. "Ada apa lagi?"

Amber telihat ragu dan gugup, gadis itu menoleh ke kanan dan ke kiri seolah memastikan tak orang yang mendengar pembicaraan mereka. "Baiklah, aku mengaku. Aku tidak sengaja menendang ember kayu itu hingga menggelinding dan mengenai pemain yang sedang menyalakan api." Akhirnya ia mengakuinya.

"Aku kesal karena kau seharian mengabaikan teleponku hiks..." Bulir-bulir bening mulai jatuh di wajahnya. "Aku janji tidak akan melakukannya lagi." Ia bersandar di bahu Kala dan memeluknya erat. "Maafkan aku Kala."

Kala yang risih dengan pelukan Amber langsung melepaskan diri. "Untuk sekarang karena tidak ada korban jiwa, aku maafkan. Tapi lain kali, tolong hati-hati apa lagi untuk keselamatan pegawai dan pengunjung."

"Karena aku sudah mengaku, dan kau memaafkan aku. Apa aku terbebas dari hukumanku?"

Kala menggeleng. "Maafku tidak ada hubungannya dengannya hukumanmu, mulai besok pagi kau harus membantu para pekerja memperbaiki wahana. Jika kau mau aku tidak mengusut kasus ini!!" la menghubungi sopir kantor untuk segera ke parkiran dan mengantarkan Amber pulang.

"Pulang dan istirahatlah! Kau memerlukan energi yang banyak untuk besok pagi." Kala menggiring Amber masuk ke mobil kantor, dan menutup pintu mobil setelah gadis itu masuk.

Amber terlihat kecewa dan kesal, namun Kala sama sekali tak peduli. Setelah mobil kantor yang membawa Amber pergi, barulah Kala kembali ke mobilnya dan pergi menuju Be Bread!

1
Maryam Renhoran
Alhamdulillah...
Happy ending...😍😍
embun hujan
kala kala.. terlalu menye menye eh meragukan istrinya sendiri pula ckck cerai aja udah cerai
Niar Zahniar
semangat berkarya
Rosnah Yusuf
sangat bagus, terima kasih
Fera Damayanti
Luar biasa
Dewi Hutabarat
Lumayan
Aqilla Aqilla
Ceritanya bagus.. tapi kok gk dilanjut endingnya gk puas 😁
Sativa Kyu
👍
aku_aja
Luar biasa
Fransiska Musilah
emang ya amber cs tipe tipe manusia culas
Fransiska Musilah
hm....
rumput cari kuda.
Srie Ciwis Ladahitam
hahaha...mimpi NU yee... nenek sihir..../Curse//Curse//Curse/
Mei Mei
Luar biasa
Hadijah Nadia
👍👍👍👍👍
Hadijah Nadia
👍👍👍👍👍
Suzy Fahda
Luar biasa
Ir⍺ ¢ᖱ'D⃤ ̐☪️ՇɧeeՐՏ🍻𝐙⃝🦜
Nahhh kaannn.... ingin memperkaya diri dengan menghalalkan segala cara akhirnya yaaa begitu....
bunda DF 💞
good story
bunda DF 💞
kala sifatnya mirip bgt sm papanya jagat,, ga tegas sm perempuan
off
Luna posesif sekali
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!