Lanjutan Feng Zun Journey
Bagi yang belum baca season sebelumnya, saya sudah merangkumnya di bab pertama.
Disaat Little Leaf sedang menghadapi bencana, pergolakan besar justru terjadi pada klan yang dia pimpin.
Dia adalah wanita bergelar Permaisuri pertama dari klannya, dan rumor mengatakan bahwa dia adalah kekasih dari guru Feng Zun, Long Shangdi.
Dalam konflik kali ini, Klan Ular Hantu bukan hanya ditekan dari semua sisi, tapi para anggota Aliansi Fantian Absolut dari Wild Orion yang dipimpin oleh murid Xuanwu Yang juga muncul, ikut campur menekan klan tersebut.
Jika antek Kaisar Iblis Damballa juga muncul disini, mungkinkah Feng Zun mampu kembali menenangkan badai sendirian?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon UdahPernah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CH 27 : Keganasan Jagal Tua
Yuan Louhan bergidik dari ujung kepala sampai ujung kaki.
Niat membunuh Tukang Jagal Tua itu menyebar seperti longsoran gunung es, mengunci erat dirinya.
Pada saat itu, kulit kepalanya mati rasa, dan tubuhnya seperti tertusuk saat dia merasakan ancaman yang begitu mematikan.
"Bangkit!"
Yuan Louhan berteriak, dan pedang perak muncul, melayang di udara seperti naga es yang anggun.
Pedang itu membawa serta energi padat Hukum Dao, saat ia membelah langit dengan ganas.
Para hadirin di bawah Immortal God mundur dengan ketakutan tanpa terkecuali, lalu mencari perlindungan di bawah kekuatan formasi pertahanan Aula Utama Leluhur.
Bagaimana dengan para Immortal God?
Semuanya harus mengedarkan basis kultivasinya, sebelum bisa menetralisir efek dari kekuatan mengerikan ini.
Tapi Tukang Jagal Tua itu tidak mengelak, hanya mendengus dingin dan menampar kehampaan udara dari jauh.
Dentang!!!
Pedang perak meratap dan bergetar hebat, saat tamparan itu membuatnya terbang menjauh.
Ekspresi Yuan Louhan berubah drastis.
Tapi sebelum dia bisa menyesuaikan diri, Tukang Jagal Tua menyerang, niat membunuhnya yang mengerikan memenuhi udara.
Tangan Tukang Jagal Tua itu memancarkan cahaya merah darah saat dia berkata, "Berlutut!"
Dia seperti penguasa iblis yang begitu tirani, bahkan membuat Ying Liujiang, Han Wu'an, dan Shi Yue yang berada jauh gemetar.
Di mata mereka, pemilik Paviliun Menara Langit yang selama ini hidup dalam pengasingan, kini tampak sama menakutkannya dengan penguasa iblis di zaman kuno.
Setiap gerakannya dipenuhi dengan niat membunuh yang tak terkendali, memperlihatkan sosok aslinya yang sangat kejam!
Hanya Feng Zun yang tetap tenang.
Puluhan ribu tahun yang lalu, Tukang Jagal Tua itu dikenal sebagai Kaisar Pembantai Darah, seorang ahli yang mampu dengan bebas melintasi pelosok Laut Kesengsaraan yang tabu. Immortal God tahap menengah yang perkasa bahkan tidak layak untuk dia perhatikan.
Mata Yuan Louhan melotot, dan dia berteriak, "Aktifkan!"
Merasakan krisis yang luar biasa ini, dia mau tak mau mengeluarkan teknik rahasia tertinggi.
Bang!
Seluruh tubuhnya meledak dengan cahaya ungu, terkondensasi dengan Hukum Dao yang dia kendalikan, dan berubah menjadi api kehancuran berwarna ungu.
Samar-samar sebuah lentera teratai ilusi terbentuk, yang kemudian perlahan mewujudkan siluet ilusi dari Dewa Ular Hantu.
Domain Ular Hantu!
Ini adalah teknik warisan inti dari Klan Ular Hantu. Rumor mengatakan bahwa mereka mendapatkannya dari kekuatan bawaan Ular Naga Cahaya, Binatang Spiritual Sejati di zaman kuno. Ketika digunakan, itu bisa memenjarakan kekuatan dao dan menekan jiwa, dengan dominasi yang sangat kuat.
Api kehancuran ungu di dalam lentera ilusi tersebut, melambangkan mata Ular Naga Cahaya!
Jika dia tidak merasakan potensi ancaman yang begitu mematikan, Yuan Louhan tidak akan menggunakannya dengan sembarangan, karena seni rahasia ini sangat menguras kekuatan jiwa dari penggunanya.
Bang!!
Tukang Jagal Tua itu mengangkat tangannya, lalu mengayunkannya ke bawah.
Seolah-olah matahari merah menghantam api kehancuran ungu, menimbulkan gelombang kekuatan penghancur yang mengerikan tak terkira.
Seluruh aula utama berguncang.
Meja, kursi, dan perabotan lainnya seketika meledak dengan keras.
Bahkan formasi yang menyelimuti keempat sisi dinding aula menghasilkan fluktuasi energi yang hebat, mengejutkan para peserta yang saat ini berada di bawah perlindungannya.
Hanya Immortal God yang hadir yang bisa melihatnya dengan jelas, tapi..
Matahari berwarna darah mulai terbenam, menghancurkan api kehancuran ungu di depan Yuan Louhan sedikit demi sedikit.
Pada akhirnya, ilusi Dewa Ular Hantu yang diwujudkan oleh lentera tidak dapat menahan tekanan yang terlalu mengerikan, lalu hancur, dan menyebarkan cahaya seperti hujan.
Tidak ada tempat bagi Yuan Louhan untuk lari, jadi dia langsung dipaksa jatuh ke tanah.
Bang!
Lantai bergetar saat lutut Yuan Louhan menyentuh tanah, dan dia memuntahkan seteguk darah.
Wajahnya memucat dan matanya melotot.
Di tengah suasana yang sunyi senyap, debu memenuhi udara di aula yang berantakan.
Mata semua orang membelalak, dan hati mereka bergetar.
Satu serangan, dan dia telah menekan Tetua Ketiga Yuan Louhan!!
Tidak ada yang menduga hasil ini!
"Siapa orang ini? Kenapa dia begitu kuat?" Ekspresi Shi Yue berubah.
Dia telah menjalani pertempuran yang tak terhitung jumlahnya, namun hal ini tetap saja mengejutkannya, dan dia tidak bisa tetap tenang.
Ying Liujiang, Han Wu'an, dan kelompok mereka juga bereaksi.
Di mata mereka, Tukang Jagal Tua itu tampak seperti penguasa iblis yang perkasa. Aura ganas yang memancar darinya, bahkan sebanding dengan para ahli ortodoksi iblis puncak di Wild Orion!
"Jadi, ternyata senior ini sangat kuat…." Yuan Ruoyi bergumam pada dirinya sendiri.
Adapun anggota Klan Ular Hantu lainnya yang hadir? Terlepas dari apakah mereka berasal dari keturunan utama atau tiga cabang, mereka semua tercengang.
Ini adalah jantung wilayah mereka, tanah terlarang klan yang dilindungi oleh Formasi Pembantai Bintang Perak!
Namun Tetua Ketiga Yuan Louhan, masih kalah, bahkan hanya dengan satu serangan!
Hasil ini tentu saja sangat meresahkan!
Tukang Jagal Tua berkata, "Meski aku belum pernah membuat terobosan apapun selama puluhan ribu tahun terakhir, dan meski aku belum bertarung sekuat tenaga selama ini… Orang sepertimu masih belum cukup untuk bersaing denganku."
Dia menatap Yuan Louhan dengan dingin, "Jika Tuan Mudaku tidak memerintahkan untuk menangkapmu hidup-hidup, aku pasti sudah membunuhmu dalam satu tamparan."
Sikapnya yang sombong mengirimkan gelombang dingin ke dalam hati setiap penonton.
Dan saat Yuan Louhan berlutut di tanah, dia sangat malu hingga ingin mati.
Dia adalah seorang tetua tertinggi di Klan Ular Hantu, namun hari ini, dia dipaksa berlutut di depan orang banyak.
Ini sungguh memalukan!
"Kau berani menghina seluruh Klan Ular Hantu." teriak seorang tetua dengan marah. "Jangan mendorong kami terlalu jauh!"
Mata Tukang Jagal Tua itu berkilau dingin. "Aku mengenalimu. Sebelumnya, kau telah bicara tak terkendali ketika menghina Tuan Mudaku. Tidak kusangka kau masih berani menggonggong bahkan sampai sekarang. Kau benar-benar mencari kematian!"
Sebelum suaranya selesai bergema di udara, dia menampar udara dari jauh.
Bang!
Orang tua itu meledak menjadi bubur daging, menghancurkan jiwa dan raganya.
Wajah anggota tiga cabang lainnya pucat pasi, semuanya diliputi ketakutan dan kegelisahan.
"Cukup. Setiap kejahatan mempunyai pelaku utama. Membunuh karakter tidak penting itu tidak akan ada gunanya." kata Feng Zun dengan tenang.
Tukang Jagal Tua itu mengangguk, "Sesuai perintah Anda, Tuan Muda."
Satu kalimat, dan para hadirin merasakan serangkaian emosi yang sangat kompleks.
Betapa menakutkan dan tidak terkendalinya Tukang Jagal Tua itu?
Siapa yang bisa membayangkan bahwa dia akan memperlakukan seorang kultivator immortal muda dengan begitu hormat?
Yuan Yingsan dan Yuan Ruoyi tiba-tiba menyadari mengapa Feng Zun begitu misterius!
Shi Yue mengalami konflik dalam hati.
Sebelumnya, dia merasa tidak tega ketika membayangkan Feng Zun akan terluka atau terbunuh, sehingga dia mendorong Feng Zun untuk menundukkan kepala.
Sekarang, dia tiba-tiba menyadari… betapa konyol perilaku dia sebelumnya.
"Sekarang giliranmu."
Feng Zun tiba-tiba mengarahkan pandangannya pada Ying Liujiang, Han Wu'an, dan yang lainnya.
"Kau memiliki andil besar atas konflik internal Klan Ular Hantu. Saat ini, sudah tidak ada lagi alasan bagimu untuk menyembunyikan motifmu."
Ekspresi Ying Liujiang dipenuhi ketidakpastian. Dia tahu bahwa situasi ini bukanlah pertanda baik baginya.
Inti permasalahannya adalah Yuan Louhan telah menderita kekalahan yang telak, dan bahkan formasi utama Klan Ular Hantu pun tidak berguna melawan Feng Zun dan Tukang Jagal Tua.
Dia tidak pernah membayangkan, bahwa ketika dia sudah yakin akan kemenangannya, pemuda berjubah putih itu turun tangan, dan merusak segalanya di saat-saat terakhir!
Han Wu'an mendengus dingin, "Kami diundang untuk menjadi saksi konferensi ini. Bagaimana kau bisa menganggap kami memiliki motif tersembunyi? Anak kecil, kata-katamu ini hanya fitnah yang tidak berdasar!"
Bahkan sampai sekarang, dia tetap tenang, dengan keyakinan pada identitasnya.
Karena Paviliun Pedang Merah berdiri di belakangnya, serta Aliansi Fantian Absolut!
"'Fitnah tak berdasar?'" Feng Zun tertawa, lalu berkata kepada Tukang Jagal Tua, "Aku serahkan dia padamu. Kau tidak perlu membiarkannya hidup."
"Di mengerti."
Tukang Jagal Tua itu langsung menyetujuinya.
Han Wu'an membeku, lalu berkata dengan nada tidak percaya, "Apakah kau tahu apa konsekuensi atas tindakanmu ini!?"
Bang!
Tukang Jagal Tua itu tidak peduli, dan menyerangnya dari jauh.
Han Wu'an tampak kehilangan ketenangannya.
Dia tidak menduga bahwa ada orang yang berani mengabaikan Paviliun Pedang Merah, yang berdiri di bawah panji Aliansi Fantian Absolut!
Sayangnya, dia terlambat menyadari ini.
Menghadapi serangan telapak tangan itu, Han Wu'an tampak sangat lemah. Dalam sekejap mata, dia meledak, menghancurkan tubuh dan jiwanya.
Ini adalah penindasan mutlak baik dari segi kekuatan maupun kultivasi!
Bahkan Yuan Louhan telah terjatuh dalam satu serangan telapak tangan, apalagi Han Wu'an belaka!
Darah berceceran seperti hujan, membuat aula besar sekali lagi sunyi senyap.
Semua orang tercengang, dan keringat dingin membasahi seluruh tubuh mereka.
Dengan itu, seorang tetua dari Paviliun Pedang Merah Wild Orion, telah terbunuh.
Semua orang sekarang sadar sepenuhnya, bahwa tidak ada status transenden atau latar belakang termasyhur yang bisa membantu, semua itu tidak ada artinya sama sekali bagi Feng Zun dan Tukang Jagal Tua itu!
Dengan kata lain, baik Paviliun Pedang Merah maupun Aliansi Fantian Absolut, sama sekali tidak dianggap sebagai ancaman bagi keduanya!
Sekarang setelah Han Wu'an terbunuh, tidak ada lagi harapan di hati Yuan Louhan, yang tersisa hanya perasaan putus asa dan ketidakberdayaan.
Pada saat yang sama, wajah cantik Ying Liujiang memucat putus asa.
Dia juga menyadari dampaknya.
Di masa lalu, bahkan meskipun dia hanya berada di Alam Immortal, statusnya sebagai murid Xuanwu Yang berarti dia diperlakukan dengan hormat kemana pun dia pergi, tidak ada yang berani memprovokasinya dengan enteng.
Itu sebabnya dia begitu percaya diri sebelumnya, dia sangat percaya pada latar belakangnya.
Namun status dan latar belakang yang selama ini dia andalkan, ternyata tidak berguna melawan Feng Zun dan si Tukang Jagal Tua!
"Sekarang bisakah kau memberitahu apa yang sedang kau incar?" Feng Zun memandang Ying Liujiang.
Tak seorang pun tokoh termahsyur di aula utama, yang berani meremehkan pemuda immortal ini!
Ying Liujiang menarik napas dalam-dalam, matanya bersinar seperti kilat saat dia menatap Feng Zun, "Kami para pewaris Yang Mulia Dewa Naga Sejati, tidak pernah menjadi pengecut!! Kami tidak takut mati, tidak di masa lalu, tidak sekarang, dan tidak sampai kapanpun!"
Begitu mendengar ini, Feng Zun tertegun. Ada gelombang aneh yang mengalir di hatinya.
Sebelum suara Ying Liujiang selesai bergema di udara, sosoknya melesat ke depan, dan menyerang Feng Zun.
Jarak antara mereka hanya sekitar seratus kaki, jadi dia yakin dia bisa menghancurkannya!