NovelToon NovelToon
Bukan Salah Orang Ketiga

Bukan Salah Orang Ketiga

Status: sedang berlangsung
Genre:Tukar Pasangan / Poligami / Cerai / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Model / Berbaikan
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: Rani

Bukan salah Mika hadir dalam rumah tangga Naya sebagai orang ketiga. Karena hadirnya juga atas permintaan Naya yang tidak ingin punya anak gara-gara obsesinya sebagai model. Mika melawan hati dengan rela menerima tawaran Naya juga punya alasan. Sang mama yang sedang sakit keras menghrauskan dirinya untuk mendapatkan uang dalam jumlah besar dalam waktu singkat. Sedangkan Naya sendiri, karena rasa bersalah pada suaminya, dia rela mencarikan istri untuk si suami.

Bukan salah orang ketiga. Ini murni kisah untuk Mika, Naya, dan Paris. Tidak sedikitpun aku terlintas di hati untuk membela orang ketiga. Harap memakluminya. Ini hanya karya, aku hanya berusaha menciptakan sebuah karya dengan judul yang berbeda untuk kalian nikmati. Mohon pengertiannya. Selamat membaca. Temukan suasana yang berbeda di sini. Dan, ambil pelajarannya dari kisah mereka. Bisakah cinta segitiga berjalan dengan bahagia? Atau malah sebaliknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab*18

"Kau egois, Naya. Sangat egois."

"Ya. Aku egois. Karena keegoisan ku itu aku telah membuat dirimu dan diriku ada dalam bencana. Aku tidak ingin hubungan kita semakin memburuk, Paris. Tolong, menikahlah dengan gadis yang aku pilihkan untukmu."

"Tidak! Kau sangat keterlaluan."

Setelah berucap, Paris ingin langsung pergi untuk meninggalkan Naya. Tapi Naya langsung menahannya. Naya langsung berlutut di depan Paris.

"Jangan buat aku semakin terpuruk, Paris.

Lihatlah dia!" Naya berucap sambil memperlihatkan layar ponselnya. Di sana, wajah Mika terpajang dengan sangat jelas.

Paris sontak langsung membulatkan mata. Bibirnya ingin memanggil nama Mika. Tapi sayang, lidahnya kelu. Dia hanya bisa membulatkan mata tanpa bisa mengeluarkan sepatah katapun.

"Bukankah dia cantik? Dan, bukankah dia terlihat sangat manis, Paris?"

"Dia juga gadis yang baik. Susah payah aku membujuknya, meyakinkan dia untuk setuju. Hingga akhirnya dia bersedia. Jadi, ku mohon, Paris. Menikahlah dengannya. Aku yakin, tujuan mu untuk memiliki anak akan segera tercapai."

Mendengar kata anak, amarah Paris yang sempat mereda gara-gara melihat wajah Mika, kini naik kembali. Kemarahan itu muncul dengan sendirinya gara-gara Naya menyebutkan soap anak. Paris pikir, Naya tidak pernah memahami dirinya. Sejak awal hingga akhir, Naya hanya ingin dipahami. Tapi, tidak bersedia untuk memahami.

"Kamu gila, Nay. Sangat gila."

Ucapan Paris sontak membuat Naya menarik diri dari berlutut. Dia tatap wajah Paris dengan tatapan lekat. "Ya. Aku memang sudah gila sekarang, Paris. Dan, akan semakin gila lagi jika kamu tidak bersedia menikah dengan wanita yang aku pilihkan."

"Naya!"

"Paris, sejak kamu tahu aku mengugurkan kandungan ku, kamu tidak pernah bertemu dengan ku lagi. Kamu sangat jauh berbeda. Kamu mengabaikan aku. Bersikap dingin padaku. Bagaimana aku bisa tetap tenang, ha?"

"Jika kamu tidak mau menikah dengan gadis ini, maka aku akan carikan gadis yang lainnya lagi, Paris. Aku akan carikan banyak wanita untukmu sampai kamu bersedia menikah dengan wanita yang aku pilihkan. Karena hanya dengan kamu menikah, lalu punya anak dengan istri keduamu, barulah bisa membuat hatiku menjadi tenang. Rasa bersalah yang aku rasakan pun akan berkurang."

Sekarang, Paris benar-benar kehabisan kata-kata. Naya memang selalu berusaha keras untuk mendapatkan apa yang ia inginkan. Tidak pula dia pikirkan konsekuensi dari cara yang dia ambil. Yang penting, tujuannya tercapai.

Naya terkesan sangat egois. Entah karena tekadnya yang memang sudah terbiasa kuat. Atau hal lain yang sudah tertanam dalam hati. Yang jelas, Naya sangat keras kepala dan terlalu gigih.

Paris sebagai suami cukup mengenal Naya dengan baik. Mulai dari sifatnya, sampai keteguhan hatinya. Singkatnya, Paris tahu seperti apa Naya. Dan, dirinya juga sudah memanjakan Naya sejak mereka menikah. Tidak ada hal yang tidak Paris turuti dari apa yang Naya pinta. Mungkin karena hal ini juga Naya jadi semakin semena-mena ketika mengambil keputusan di depan Paris.

"Paris."

"Aku akan menikah dengannya jika itu yang kamu inginkan. Tidak perlu mencarikan aku wanita lain. Apakah kamu puas sekarang, Naya?"

Naya terdiam. Kesanggupan Paris membuatnya membatu. Harusnya dia bahagia karena keinginan hatinya telah Paris penuhi. Tapi saat ini, hatinya malah terasa perih.

"Paris, kamu setuju?"

"Bukankah itu yang kamu inginkan?"

"Iya. Baiklah. Terima kasih karena kamu masih mau mendengarkan apa yang aku katakan, Paris."

"Ya. Mungkin aku terlahir memang untuk mengikuti perkataan mu."

Setelah kata-kata itu Paris ucap, pria tersebut langsung beranjak. Paris pergi meninggalkan Naya membawa hatinya yang luka. Sementara di sisi lain, operasi mama Mika berhasil. Mika bahagia bukan kepalang. Kini, nyawa sang mama masih bisa di tolong meski dengan dirinya yang harus mengorbankan diri agar bisa mendapatkan biaya yang dibutuhkan.

Keesokan harinya, di saat Mika sedang menyuapi sang mama bubur hangat, dering panggilan masuk terdengar. Mika pun harus mengalihkan panggilan dari orang tua tersayang yang kini masih terlihat lemas karena baru sadarkan diri setelah penyelamatan panjang kemarin.

"Angkat saja, Nak. Kenapa ragu?"

"Mika gak ragu kok, Ma. Hanya ... sedikit gugup."

"Gugup? Siapa sih yang menghubungi anak mama sampai harus merasa gugup?"

"Itu ... bos, Ma."

"Bos tempat Mika bekerja?"

"Iy-- iya."

"Hah ... mungkin bos nya kesal gara-gara Mika gak masuk kerja. Semua gara-gara mama."

"Ah, jangan ngomong gitu mama ih .... Mika ini anak mama. Sudah seharusnya Mika melakukan semua ini demi mama. Ini saja masih jauh dari kata cukup jika dibandingkan dengan jasa mama saat melahirkan Mika."

"Mika memang anak kebanggaan mama."

Bunyi ponsel kembali terdengar. Perhatian mereka kembali teralihkan. Sang mama langsung meminta Mika menjawab panggilan tersebut.

"Angkat, Mika."

Mika pun mengangguk pelan. Dia bagun dari duduknya, membawa ponsel keluar agar tidak menganggu ketenangan sang mama yang sedang beristirahat.

"Ha-- halo."

"Mikaila. Di kamar mana mama kamu di rawat sekarang?" Suara khas milik Paris langsung terdengar.

"Pak."

"Ssttt! Aku sedang menghubungi Mika," ucap Paris menghentikan niat Rama untuk berucap.

Si asisten pribadi yang sangat peka, tentu saja langsung mengerti apa yang bosnya maksudkan. Rama pun memberikan anggukan pelan.

Lalu, Paris kembali mengajak Mika bicara. "Jemput aku sekarang. Aku ada di lantai dua saat ini."

Setelah mengatakan kata-kata itu, Paris langsung memutuskan sambungan telepon. Mika yang tidak sempat berucap menjawab apa yang Paris katakan hanya bisa terbengong sambil menahan rasa kesal.

"Hah?"

Mika pun langsung mengetuk pelan layar ponselnya seolah ponsel itu adalah Paris. "Untung kamu bos aku, pak Paris. Jika tidak, ah, tidak bisa aku katakan apa yang akan aku lakukan padamu. Dasar! Agh!"

Mika menghentakkan kakinya dua kali. Sungguh, gadis itu sangat ingin memukul Paris supaya rasa kesal yang hatinya rasakan bisa terbalaskan. Sayang, itu sama sekali tidak bisa ia lakukan.

"Huh .... Baiklah, Mika. Ayo jalan! Jemput bos tersayang mu itu. Bukankah dia sudah punya niat yang baik? Dia ingin menjenguk mama kamu. Ayo jemput dia!" Mika berucap pada dirinya sendiri.

Dua kali dia menarik napas dalam-dalam, lalu membuatnya secara perlahan. Senyum terpaksa pun dia tarik dari sudut bibirnya. Dia harus terlihat baik-baik saja di depan bos dinginnya itu.

"Huh ... ayo berangkat!" Mika pun melangkahkan kaki untuk menjemput Paris.

Nyatanya, tidak sulit untuk Paris menemukan kamar rawat mama Mika. Karena di sana, mereka bisa bertanya pada resepsionis. Dan, pada kenyataannya pula, Rama sudah pun bertanya sebelumnya. Namun, Paris sengaja jahil. Dia sengaja menghubungi Mika agar gadis itu menjemput dirinya.

1
Ani Basiati
aku pernah baca deh thor alur cerita sama nm2 nya jg sama tp sdh lm.
Cindy
lanjut
Cindy
lanjut kak
Dew666
💎💎💎💎
Rani: makasih banyak yuhu.... 🫰
total 1 replies
Cindy
lanjut kak
Rani: Siap di laksanakan. yuhu....
total 1 replies
Dew666
🔮🔮🔮🔮
Rani: makasih banyak🥰🥰🥰🥰
total 1 replies
Cindy
lanjut
Rani: yuhu .... 🫰
total 1 replies
Cindy
lanjut kak
Rani: oke2👍🫰
total 1 replies
Dew666
💜💜💜
Rani: 🫰🫰🫰🫰🫰🫰🫰🫰
total 1 replies
Dew666
🍡🍡🍡🍡🍡
Rani: 🫰🫰🫰🫰🫰🫰🫰
total 2 replies
Cindy
lanjut kak
Rani: syiap👍🫰😍
total 1 replies
Dew666
💎💎💎💎💎
Rani: 🫰🫰🫰😍😍😍😍
total 1 replies
Soraya
lanjut thor
Rani: A syiap👍🤭
total 1 replies
Soraya
vote untuk mu thor
Rani: terimakasih banyak. 🫰🫰🫰 yuhu ....
total 1 replies
Cindy
lanjut
Rani: siap👍☺️🫰
total 1 replies
Cindy
lanjut kak
Rani: siap👍 dilaksanakan 🫰🤭
total 1 replies
Soraya
mampir thor
Rani: yuhu ... moga betah yah
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!