NovelToon NovelToon
BUKAN AKU YANG KAU CINTA

BUKAN AKU YANG KAU CINTA

Status: tamat
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Tamat
Popularitas:58.4k
Nilai: 5
Nama Author: FR Nursy

Sekuel Novel Cincin yang Tertinggal

Kisah seorang laki-laki yang mengejar cinta wanita berhijab namun tak pernah berbalas. Hanya karena sesuatu yang terjadi akhirnya laki-laki itu mau menikahi wanita tersebut walaupun terpaksa.
Menikah dengan orang yang sangat dicintai adalah
impiannya namun menjadi pengantin pengganti bukanlah keinginannya.
Akankah rumah tangganya langgeng?
Yuk ikuti kisah mereka yang seru, menarik dan inspiratif hanya di Bukan Aku yang Kau Cinta.

Like, komeng and subcribe Terima kasih💕

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FR Nursy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 27 Momen Bersama

Untuk yang kedua kalinya Keira sudah membuat hati Kasdun ketar-ketir. Dalam keadaan panik Kasdun tidak ingat dengan ponsel yang seharusnya bisa menghubungi Keira saat itu juga.

Sikap Kasdun seperti itu sebelumnya tidak pernah dilakukan pada siapa pun kecuali pada Keira. Padahal Keira bukanlah anak kecil lagi yang harus dikhawatirkan keberadaannya saat hilang di tempat keramaian. Ia bisa pulang sendiri apalagi mall ini sering ia kunjungi.

Apakah benar ini yang dinamakan cinta? Pada saat masih mengejar Tiara pun, Kasdun sering mengkhawatirkan Keira padahal ia hanya salah satu penumpang agresif saat itu. Sikap Keira yang seperti itu sempat membuat Kasdun bergidik ngeri apalagi melihat kostum Keira yang aduhai.

Kasdun sudah merasa memiliki Keira walaupun statusnya belum jelas. Ingin rasanya melegalkan cintanya namun ia menyadari hal itu tidak mungkin terjadi mengingat harta dan tahta tidak ia miliki saat ini. Apalagi diketahui Keira ternyata anak pejabat, tentu membuat nyali Kasdun menjadi ciut.

Kasdun menyugar rambutnya merasa gagal menemukan Keira. Ia berusaha bersikap tenang lalu mengusap wajahnya dengan kasar setelah mengingat sesuatu. Ia pun kembali melangkahkan kakinya menuju gerai masakan sunda.

Kasdun mengedar pandangannya ke seluruh ruangan gerai tersebut, penuh. Hanya satu meja yang agak longgar tengah diduduki oleh seorang wanita berhijab yang dengan santainya melahap makanan yang tersaji di atas meja. Ia melangkah gontai menuju meja Keira. Senang, kecewa, gemas, lapar, haus menyatu dalam tubuhnya sehingga Ia merasa tengah dipermainkan oleh wanita yang sangat ia cintai itu.

"Kamu puas!" Kasdun marah sambil menarik kursi yang ada di hadapan Keira.

Keira menghentikan kunyahannya lalu mendongak. Ia tidak mengerti mengapa Kasdun marah, tapi Keira pura-pura tidak menghiraukannya.

"Bang Kasdun, Kamu kenapa sampai berkeringat begitu seperti habis marathon?" Tanya Keira tanpa berdosa.

Ia bertanya seperti itu karena peluh di keningnya mengucur

Kasdun duduk berhadapan. Matanya tak henti menatap wanita cantik yang sudah membuat kakinya pegal-pegal.

Menyadari dirinya ditatap seperti itu, Keira merasa risih. Ia pun memanggil waitress untuk memesan makanan. Belum juga Waitress itu sampai di hadapannya, Kasdun langsung menyantap makanan yang belum banyak dimakan Keira.

"Ih Abaang ini kan makanan punyaku, kenapa dimakan? Terus minumannya juga, sabar kenapa sih? Ini baru saja mau pesan lagi."

"Gimana mbak jadi pesan?" Waitress itu tersenyum melihat kelakuan Kasdun yang tengah makan dengan lahap.

"Oh ya pesan satu seperti yang ini lagi ya!"

Setelah dicatat pesanan yang diminta Keira, Waitress itu pergi.

"Abang kenapa sih? Seperti tidak makan seminggu lahap bener makannya."

"Ini hukuman buat kamu yang sudah membuatku ketar-ketir. Kalau bisa aku pengen makan kamu juga biar cepat kenyang." Kasdun masih kesal, ia kembali mengunyah.

"Iya tapi kan aku juga masih lapar, Bang!" Protes Keira cemberut.

"Sebentar lagi pesananmu akan datang. Yang ini buatku aja." Jawab Kasdun enteng.

Keira menopang dagunya sambil menatap Kasdun dengan puas. Kerinduannya terobati hari ini. Tidak beberapa lama kemudian Keira teringat dengan tiga orang yang bersamanya tadi. Kemana mereka?

"Bang ibumu dan teman-temanku kemana ya?"

Sebelum Kasdun menjawab, seorang Waiterss datang menyajikan makanan di atas meja.

Suasana yang cukup ramai membuat mereka terpisah dengan emak, Meira dan Rina. Entah mereka duduk di sebelah mana. Biarlah mereka terpisah sementara.

Ini kali pertama bagi Keira untuk bisa makan siang bersama dengan pujaan hatinya. Ia sangat bahagia kesedihannya semalam sudah terbayar lunas dengan pengakuan Kasdun tentang perasaannya.

Sesekali Keira disuapi Kasdun. Walaupun Keira sudah menolak namun Kasdun tetap saja menyuapi Keira yang masih terlihat gugup. Mereka tidak ingin berhenti. Hari ini mereka bahagia menikmati momen berdua tanpa terencana.

...****************...

Sementara itu di tempat yang sama namun meja yang berbeda tiga orang wanita sedang menikmati makan siangnya sambil bercengkrama. Tidak ada ketegangan diantara

mereka. Ketiganya terlihat akrab walaupun baru saja kenal.

"Kasdun lama banget ya? Sampai mau habis makanan Emak." Emak Kasdun melihat ke kiri dan ke kanan untuk memastikan keberadaan anaknya.

"Pusing juga nyarinya." Gumamnya pelan.

"Mak kenapa?"

"Ini anak Emak kok ga datang-datang? Oiya siapa gadis yang diantar Kasdun tadi?"

"Keira Mak. Sudah Mak ga usah dipikirin, mereka kalau lagi jalan emang lama bisa mampir kemana-mana dulu."

"Bukan begitu, masalahnya Emak ga bisa bayar makanan ini. Kan uangnya ada di Kasdun." Ujar Emak polos.

"Apa! Jadi Emak engga bawa uang?" Rina terhenyak tak percaya sementara Meira masih asik mengunyah makanannya. Kalau Emaknya Kasdun tidak bisa membayarnya lantas siapa yang mau bayar makanan tersebut? Rina mencari cara agar ia tidak disuruh bayar karena memang Rina juga tidak bawa dompet. Buat apa bawa dompet kalau isinya zonk, begitu pikir Rina.

"Dompet Emak ketinggalan di rumah tadi. Gara-gara Kasdun nyulik Emak dari rumah."

"Emak tenang aja. Ada bosku kok yang bakalan bayarin. Iya kan Mei?" Akhirnya ide brilian Rina pun langsung terlontarkan. Dengan cara begitu diharapkan Meira mau membayarnya.

Uhuk

Uhuk

Uhuk

Meira tersedak karena kaget. Bisa-bisanya Rina mengatakan kalau dia seorang bos. Bisa mampus ini. Karena isi dompet dia pun sebenarnya sedang menipis. Meira tersenyum kikuk sambil melotot ke arah Rina. Rina tersenyum penuh kemenangan.

"Oooh jadi Meira seorang bos diantara kalian? Waah hebat ya masih muda sudah jadi bos!"

"Ah itu hanya pendapat Rina saja Mak, dia suka berlebihan menilai orang."

"Engga apa-apa kalau memang seperti itu kenyataannya. Iya kan Mak?" Rina cekikikan mendapat tatapan tajam dari Meira. Ia berhasil mengerjai sahabatnya itu.

Dengan berat hati Meira membayarkan tagihan makan siang di gerai tersebut.

"Alhamdulillah cukup walaupun harus memakai uang kontrakan tapi setidaknya ini bisa menyelamatkan kami." Gumamnya dalam hati.

"Maafin Emak ya Mei, harusnya Emak yang traktir kalian."

"Tidak apa-apa Mak. Saya senang bisa makan siang bareng Emak. Doakan saja agar rezeki Meira lancar."

"Aamiin."

Tidak menunggu waktu lama mereka keluar dari gerai tersebut. Sambil berjalan Emak Kasdun menelepon anak semata wayangnya.

Mereka duduk di teras mall menunggu dua orang yang entah sedang berada di mana. Emak Kasdun menatap langit yang terlihat mendung sepertinya hujan akan segera turun.

"Kalian kemana saja?"

"Kami makan dulu Mak. Oiya kalian kan bawa mobil, bisa antar Emak pulang? Khawatir hujan di jalan. Biar saya naik motor sendiri. Bisa kan?"

"Bisa Bang. Biar saya ambil mobilnya dulu." Keira kembali berpamitan menuju area parkir, kali ini tidak ditemani Kasdun namun ditemani Meira.

"Ya ampun Kei aku lupa hari ini mulai kerja di rumah Blu. Haduh pasti dia marah nih, gimana dong?"

1
Yuningsih Nining
horeee akhirnya blu lamar meira
hadeuhh gmn nnti saat si tiara tau blu akhir nya meminang meira yng si tiara tau meira dulu perawat nya blu saat sakit, jg si tiara saat itu udah ada cembokur kan?
Yuningsih Nining
😄🤭strategimuuu uqie.... bikin yng baca satu ini ketawa
Yuningsih Nining
pp Keira bin neneng kayak nya punya nilai plus buat kasdun utk gadisnya Keira / neneng
Yuningsih Nining
keputusan kalsdun bagus, gak usah akan ada yng lebih baik dari si tira dun
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
kalau sudah bertemu dengan orang tepat hidup jadi bahagia
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
gitu dong baikan semua
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
Kapok kamu Riska, jadi orang kok pemaksa banget
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
nanti kamu bakal kaget lagi kalau dengar kejutan lagi Genta
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
bau bau cemburu lagi
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
nah loh Blu ketahuan kan
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
Wah keren itu Tiara langsung di angkat jadi sekertaris
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
Kamu salah Tiara, Genta orang besar itu
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
Ternyata si kakek sendiri yang jadi tumbal
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
Akhirnya Tiara sembuh ini. Dengan adanya Genta yang hadir dalam hidupmu semoga kamu tidak menyia nyiakan orang yang perduli dengan mu
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
pasti ayah Tiara ini yang pulang
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
siapa cowok yang datang lagi itu
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
pasti si kakek Mirja ini. tapi untuk apa melakukan cara seperti itu
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
ih kok serem gini bersetubuh dengan makhluk halus
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
memang kamu salah kok Nurmala, sudah tau salah masih diam saja
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
hukuman buat Tiara semasa hidupnya karena selalu menyakiti semua
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!