🏆JUARA 2 (EVENT CINTA YANG TAK DIRESTUI-SEASON 3)
Kecelakaan 2 tahun yang lalu membuat rumah tangga Aslan hancur. Bagaimana tidak? Akibat kecelakaan itu dia mengalami difungsi ereksi atau impoten. Bahkan ia rela dan pasrah saat istrinya meninggalkannya dan menikah dengan pria lain. Di saat sedang terpuruk dia bertemu dengan seorang wanita malam yang bersedia membantu mengatasi masalahnya.
“Aku akan membayarmu 1 Miliyar jika kamu berhasil menyembuhkan penyakitku,” tegas Aslan.
“Berikan aku waktu 1000 jam untuk menyembukanmu!” balas Irina.
Lalu bagaimana kisah mereka selanjutnya? Simak terus kelanjutannya ya!
Jangan lupa subcribe dan beri bintang ⭐⭐⭐⭐⭐
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lena linol, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Merasa kehilangan
Bu Nining memarahi putranya yang bersikap berlebihan kepada Irina. Akan tetapi Yoga seolah tidak mendengarkannya.
“Kalau kamu tetap pada pendirianmu dan tetap percaya pada mimpimu itu, jangan salahkan Ibu kalau suatu saat nanti kamu kehilangan Irina!” ucap Bu Nining jengkel kepada putranya.
“Bagaimana kalau Irina benar menjadi simpanan pria kaya?” balas Yoga menatap jengah pada ibunya.
“Ibu pasti akan kecewa kepadanya, tapi di sisi lain Ibu juga akan sangat berterima kasih kepada Irina karena rela berjuang dan berkorban demi menyelamatkan hidupmu!” balas Bu Nining yang berpikir realistis.
“Tapi, seperti yang aku katakan sebelumnya. Aku lebih baik mati dari pada harus di selamatkan dengan uang haram,” balas Yoga lagi.
Bu Nining benar-benar tidak habis pikir dengan pikiran putranya. Dia menghela nafas kasar kemudian mengambil pisau buah yang ada di atas meja lalu memberikan kepada putranya.
“Bunuh diri saja sekarang kalau kamu ingin mati! Ibu bakalan ikhlas dan rela kehilangan anak yang kurang ajar dan nggak tahu terima kasih kayak kamu! Kata-kata kamu bagaikan belati tajam yang nusuk ke jantung ibu!” tegas Bu Nining penuh emosi dan kecewa.
“Jika benar, Irina menjadi simpanan orang kaya, semua itu di lakukan karena demi kamu! Sepatutnya kamu bersyukur karena kamu di kasih umur yang panjang oleh Tuhan, masih bisa bernafas, masih bisa makan dan masih bisa menikmati waktu di dunia ini!” lanjut Bu Nining masih dengan emosi dan nafasnya menderu-deru hingga membuat dada naik turun tidak karuan.
“Apa gunanya waktu di dunia kini kalau hanya untuk melihat istriku menjadi pendosa besar!” balas Yoga seraya meletakkan pisau yang ada di atas pangkuannya ke atas meja.
“Kamu belum tahu tentang kebenarannya, tapi kamu sudah berani berkata seperti itu! Ingat, Ga, semua perkataan yang keluar dari mulut kita di dengar oleh Tuhan!” ucap Bu Nining sambil menghela nafas kasar, lalu mengelus dada berulang kali, berusaha untuk tetap sabar menghadapi putranya yang keras kepala seperti batu besar.
Yoga terdiam, tertunduk, menyesali semua perkataannya yang baru saja dia lontarkan.
Bu Nining mendudukan diri di kursi setelah berhasil menenangkan hati dan pikirannya. Berdebat dengan Yoga benar-benar menguras pikiran dan tenaganya.
Aslan kembali ke rumahnya setelah selesai mencurahkan isi hatinya kepada Dimas. Perutnya lapar, dia langsung menuju ruang makan, ternyata di sana ada Irina yang juga sedang makan malam.
Dengan sigap Irina langsung mengambilkan makan malam untuk pria tersebut. Wanita itu begitu tulus dan telaten melayaninya. Hal inilah yang membuat Aslan langsung jatuh cinta, dan juga sulit untuk melepaskan Irina.
“Apakah aku sanggup kehilangannya meski hanya untuk sementara waktu?” tanya Aslan di dalam hati, menatap Irina yang sedang meletakkan sepiring nasi dan lauk pauk di hadapannya, lalu beralih mengambilkan segelas air untuknya.
“Terima kasih,” ucap Aslan.
Irina tersenyum tulus sambil menganggukkan kepala, lalu kembali menikmati makan malamnya.
“Kamu dari mana?” tanya Irina.
“Ke rumah Dimas,” jawab Aslan singkat dan terdengar datar, kemudian dia mengambil sendok dan garpu, mulai fokus makan malam. Dia tidak mau memandang wajah Irina terlalu lama karena takut kalau dirinya semakin tidak bisa melepaskan wanita tersebut.
Irina memakan makan malamnya sambil melirik Aslan yang sama sekali tidak menatapnya. Biasanya pria itu akan selalu memandangnya dan terus memuji kecantikannya, tapi kali ini berbeda, pria itu kembali bersikap dingin seperti pada waktu mereka baru saling kenal.
Tanpa Irina sadari, ruang hatinya merasa hampa ketika Aslan bersikap dingin kepadanya, dan merasa kehilangan Aslan yang hangat, penyayang dan selalu perhatian padanya.
****
Yakin Irina mau meninggalkan Aslan? Pikirkan baik-baik ya, kok emak jadi nggak ikhlas ya kalau mereka pisah 😭
Weslah, yang penting jangan lupa jempolnya ya 😘