NovelToon NovelToon
Moving On

Moving On

Status: tamat
Genre:Patahhati / Mafia / Cintapertama / Pihak Ketiga / Gangster / Healing / Tamat
Popularitas:10.1M
Nilai: 5
Nama Author: Sisca Nasty

Zeroun Zein. Pria yang pernah memimpin sebuah geng mafia itu harus merelakan cinta sejatinya berbahagia dengan pria lain. Ia tidak pernah menyangka kalau rasa cinta yang selama ini ia miliki harus terganti dengan rasa Sayang untuk seorang sahabat.

Mencari pengganti mantan tunangannya, memang bukan hal yang kini ia harapkan. Namun, apa yang terjadi jika ia dipertemukan dengan wanita yang bisa memporak porandakan hidupnya? Apakah Zeroun mau membuka hatinya untuk mencintai lagi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sisca Nasty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rumah Emelie

Gedung Istana terlihat sangat mewah dan luas. Di pintu gerbang masuk, ada banyak penjaga yang memakai pakaian seragam. Menunduk hormat saat mobil yang dikemudikan Lukas memasuki wilayah istana. Istana negara terletak di kota Cambridge.

Ada banyak gedung-gedung menjulang tinggi ke langit yang ada di lokasi itu. Istana itu terbagi atas beberapa nama istana. Ada istana utama utnuk melakukan tugas pemerintahan sekaligus rumah bagi Raja dan Ratu. Di sisi kanan dan kiri ada Istana berukuran lebih kecil dari istana utama yang dijadikan tempat tinggal untuk para keluarga kerajaan.

Lukas mulai mengingat jalan yang harus ia pilih saat ini. Pria itu terlihat sedikit bingung saat melihat dua jalan bercabang yang ada dihadapannya. Ini pertama kalinya ia masuk ke wilayah kerajaan. Siang ini dia tidak memiliki banyak waktu untuk mensurve wilayah kerajaan.

Lukas menurunkan kecepatan mobilnya agar bisa memiliki waktu untuk berpikir. Zeroun memandang Lukas yang terlihat bingung. Dari kejauhan, ujung jalan itu tidak terlihat mengarah ke Istana yang mana.

Emelie sadar kini Lukas dan Zeroun dalam kesulitan. Bibirnya tersenyum tipis saat memikirkan sebuah kalimat yang ingin ia katakan.

“Adriana, bagaimana keadaan Bibi? Patung angsa itu selalu saja menyambut setiap tamu yang ingin datang ke rumahnya.” Emelie tertawa kecil.

“Bibi, baik-baik saja Putri,” jawab Adriana tanpa curiga.

Lukas dan Zeroun tersenyum tipis mendengar perkataan Emelie. Patung angsa itu bediri tegak di gerbang masuk sebelah kiri. Itu menandakan kalau jalan ke arah kiri menunjukan ke istana yang ditempati para keluarga kerajaan.

Lukas membelokkan mobilnya ke arah kanan. Karena sudah bisa dipastikan, kalau Istana utama ada di dalan yang berada di sebelah kanan.

Emelie bersandar dengan posisi tenang. Selanjutnya, ia memikirkan cara agar penyamaran Zeroun dan Lukas tidak diketahui seluruh anggota kerajaan. Bagaimanapun, Zeroun hanya seorang mafia. Emelie takut jika Ratu akan salah paham dengan kehadiran Zeroun nantinya.

Mobil itu berhenti di depan pintu utama Istana. Beberapa pengawal berdiri siaga menyambut kedatangan Emelie dan Adriana. Sisanya membukakan pintu untuk memberi jalan kepada sang Putri.

Lukas dan Zeroun masih bertahan di dalam mobil. Memikirkan cara selanjutnya untuk kabur dari gedung istana itu.

Putri Emelie dan Adriana berjalan di atas karpet merah yang terbentang di sepanjang jalan masuk. Adriana menghentian langkah kakinya,sambil memandang ke arah mobil.

“Biarkan dua pengawal yang menolong Putri ikut masuk ke dalam Istana,” perintah Adriana tanpa memandang pengawal yang ia ajak bicara.

“Baik, Putri.” Pengawal itu menunduk hormat.

Emelie menghentikan langkah kakinya. Wajahnya sedikit panik saat mendengar perkataan Adriana.

“Putri Adriana, untuk apa mengurus pengawal itu. Biarkan saja mereka kembali dan beristirahat.” Putri Emelie memandang pengawal yang diperintahkan oleh Adriana.

“Untuk semua pengawal yang menjagaku hari ini. Aku berikan bonus dua kali lipat dan cuti berlibur selama 1 bulan.”

Pengawal itu menunduk hormat lagi. Jelas saja, perintah Emelie lebih didengar daripada perintah Adriana. Pengawal itu berjalan menuju mobil untuk memberi kabar bahagia itu kepada rekan seperjuangannya.

Emelie menatap wajahAdriana yang terlihat sedikit kesal.

“Putri Adriana, ayo kita masuk. Yang Mulia pasti sudah menunggu kita bukan?” Emelie mengukir senyuman manis. Memandang sekilaske arah mobil sebelum melanjutkan langkah kakinya ke dalam istana.

Adriana terlihat sangat kesal. Tadinya ia ingin menemui dua pengawal hebat itu secara langsung. Ingin menyelidiki identitas dua pengawal itu agar bisa leluasa memusnahkannya dari samping Emelie.

Kali ini kau masih beruntung. Kita lihat, sejauh mana keberuntunganmu itu selalu berpihak kepadamu, Putri Emelie.

Adriana mengukir senyum kecil sebelum mengikuti langkah Emelie dari belakang. Sepanjang jalan masukke dalam Istana, ada banyak pelayan dan pengawal yang menunduk. Seluruh penghuni Istana seperti menyambut kedatangan Emelie mala itu.

Di tengah-tengah ruangan berukuran luas. Seorang wanita paru baya berdiri dengan mata berkaca-kaca. Membuka kedua tangannya, saat berhasil menemukan wajah putrinya yang telah hilang.

“Emelie ....” ucap sang ratu sambil berjalan pelan.

“Yang Mulia,” ucap Emelie dengan suara serak. Dengan lagkah cepat ia berlari memeluk sang ibunda. Hatinya diselimuti rasa kerinduan yang sangat besar saat itu. Detik itu juga ia ingin melampiaskan rasa rindunya kepada orang yang paling ia sayangi. Matanya terpejam, dengan air mata yang mengalir deras.

Emelie memeluk sang ibu dengan begitu kuat. Seperti tidak ingin melepas pelukan itulagi.

“Maafkan Emelie, Yang Mulia ....” ucap Emelie di tengah-tengah tangis senggugukannya.

Ibunda Ratu mengelus punggung Emelie sambil tersenyum bahagia. Buliran air mata juga menetes membasahi wajahnya yang sudah hampir keriput itu.

“Emelie, Ibu senang bisa melihatmu kembali ke Istana. Jangan tinggalkan Ibu lagi sayang.” Ibunda Ratu mencium wajah Emelie dengan penuh kerinduan. Hingga mambekaskan air mata miliknya diwajah Emelie.

Dari posisi yang tidak terlalu jauh, Adriana berdiri sambil memandang tidak suka. Kedua tangannya ia genggam hingga memutih. Ingin sekali ia berlari untuk merusak momen ibu dan anak itu.

“Emelie, tadi ibu dengar kalian diserang oleh orang jahat. Apa ada yang terluka?” Ratu memeriksa seluruh bagian tubuh Emelie.

“Emelie baik-baik saja, Yang Mulia.” Putri Emelie mengukir senyuman manis.

Ratu memandang wajah Adriana dengan tatapan khawatir.

“Adriana, apa benar kalian baik-baik saja?” Ratu memandang wajah Adriana untuk menunggu satu jawaban.

“Kami baik-baik saja, Yang Mulia.” Adriana memandang wajah Ratu sbeelum menekuk kepalanya.

“Kalau begitu, Istirahatlah di kamar. Kalian berdua pasti sangat lelah hari ini.” Ratu memberi satu kecupan di pucuk kepala Emelie.

“Emelie pergi ke kamar dulu, Yang Mulia.” Putri Emelie membungkuk hormat.

“Adriana pergi ke kamar dulu, Yang Mulia.” Putri Adriana mengungkapkan hal yang sama di depan Ratu.

Ratu hanya mengangguk menjawab perkataan Emelie dan Adriana. Dua putrinya berjalan beriringan ke arah tangga. Diikuti para pelayan setia mereka masing-masing.

Dari kejauhan, muncul pria berpakaian resmi berjalan cepat ke arah Ratu. Pria itu membungkuk di hadapan Ratu sebelum mengutarakan isi hatinya saat ini.

“Lapor Yang Mulia, ada komplotan Mafia yang ingin mencelakai Putri sore ini. Kami masih dalam proses penyelidikan. Mohon maaf atas keteledoran saya Yang Mulia.” Pria itu memasang wajah bersalah.

“Saya tidak ingin hal seperti ini terulang lagi.”

“Baik, Yang Mulia.”

Rat memutar tubuhnya untuk kembali ke dalam kamarnya. Walaupun diselimuti kecemasan, setidaknya hatinya cukup tenang malam itu karena Emelie sudah kembali dengan selamat.

Pengawal itu juga pergi meninggalkan kediaman Ratu Inggris. Melanjutkan tugasnya yang belum selesai. Misinya adalah menangkap komlotan pembunuh bayaran yang dipimpin oleh salah satu geng mafia yang ada di Inggris.

Gedung Istana itu terasa sangat tenang dan tentram. Semua pengawal dan pelayan melanjutkan tugas mereka masing-masing. Tidak lagi ingin kedatangan tamu yang tidak diundang. Ratu menambha jumlah pengawal penjaga Istana malam itu.

**Satu bab dulu. Author mau istirahat. capek ngetik banyak Mulu. jarinya pegel tau...🤣

Like jgn lupa.😊**

1
Sunny Kwok
Luar biasa
Debbie Teguh
/Facepalm/
Debbie Teguh
pinter taktiknya zeroun, seolah2 jd morgan bantu nyerang white tiger
Debbie Teguh
baru kali ini sy mau baca yg episode mya diatas 200 thor, semua krn zeroun /Drool/
Debbie Teguh
parfum thor
Debbie Teguh
kayaknya teman pernah cerita di hkg pas tahun baru gak rame, mereka hebohnya pas imlek, bener gak ya?
Icema
Luar biasa
Hartatik
itu pasti putri emille
Hartatik
dulu kayak pernah baca.tapi agak lupa.
Lailatul Fadjariyah
thor aku gk bosen membaca karyamu ini. dlu sdh dibaca skrg kubaca lgi. sukses slalu utk karya2x mi thor.semangaaaat utk buat karya cerita yg lebih greget lgi
Νeͷg Aͷja🐰
asemm baca surat dari Morgan nyesek ehh /Sob//Sob//Sob/ terharu sama pengorbanan dia tapi GPP lah masih ada jantung Morgan dihidup lana
Νeͷg Aͷja🐰
Mau ngeces dulu bayangin Lukas sama Morgan pada pamer perut kotak2 nya/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Prima Ringkat
halo thor aku kembali lagi setelah sekian lama. kangen sama babang ze😁🥰
Sisca Nasty: terima kasih kak🥰
total 1 replies
Lutfa
alur cerita yang menarik.
sisi
Sangat bagus 😍🥰😘😍😍
Izty Ciuz
sangat bagus
Yokebeth Ida R.
Input aja thor... klo nulis jangan kebanyakan kata " cukup" jadi boring aja bacanya
Yokebeth Ida R.
Ini baru seru thor... wonder woman datang, lanjoooot 😂😂😂😂
Yokebeth Ida R.
Heran juga dengan pengawal kerajaan yang tulalit, secara Emelie calon Ratu koq ya dibiarin nyebrang sendiri, ga masuk akal lalai nya para pengawal ini, kalah ma paspampres 😂
Rahma Hayati
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!