NovelToon NovelToon
FAIR UNTUK TRISTAN

FAIR UNTUK TRISTAN

Status: tamat
Genre:Teen School/College / Keluarga / Persahabatan / Romansa / Bad Boy / Teen / Tamat
Popularitas:783.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: Mae_jer

Fair yang terbiasa hidup manja memilih kabur dari rumah karena sang papa yang terus membela orang lain. Dia bahkan nekat pindah sekolah hanya untuk hidup mandiri.

Di sekolah barunya yang terbilang sangat tak terawat itu, Fair bertemu dengan sahabat baru bernama Sasa. Namun baru hari pertama masuk sekolah, dia sudah dibuat pingsan oleh salah satu cowok populer bernama Gino. Mengakibatkan dirinya harus terlibat dengan teman-teman Gino. Salah satunya Tristan, salah satu sahabat Gino yang memiliki hubungan masa lalu dengan almarhum kakaknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae_jer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 27

Mata pelajaran kedua Sasa merasa tidak enak badan, jadi dia minta ijin ke guru mengajak Fair menemaninya ke UKS.

"Bu, bisa minta obat?" Sasa bertanya sopan pada perempuan di balik meja ruangan uks.

"Kepala saya pusing."

"Oh, minta saja ke teman saya di sana," balas perempuan itu yang memang bertugas sebagai tim kesehatan sekolah. Dia calon dokter muda yang masih magang. Ada temannya juga yang dia tunjuk tadi. Mereka magang bersama di situ.

"Terima kasih." Sasa bergegas ke arah yang ditunjuk dengan kepala berdenyut. Tiba-tiba saja

kepalanya pusing. Semalaman ia berkutat dengan tontonan drakornya, membuatnya kurang tidur, dan

kalau sedang asyik sendiri, Sasa jadi sering lupa dia punya problem anemia yang cukup parah. Setelah mendapat obat, ada tempat tidur berkelambu putih di pojok, lengkap dengan kabinet obat-obatan di

sampingnya dan sebuah meja kecil. Tidak yakin apa yang harus dilakukan, ia memutuskan untuk menunggu sambil bersandar pada sebuah kursi.

"Lo nggak apa-apa kan Sa?" tanya Fair. Raut wajahnya agak khawatir. Apalagi melihat wajah pucat Sasa. Ya, di mata Fair Sasa sangat pucat.

"Udah, gak usah khawatir. Pusing doang. Nanti hilang sendiri."

"Hilang sendiri gimana, kan lo dikasih obat. Berarti nanti hilangnya karena obat dong. Masa hilang sendiri padahal lo minum obat."

Sasa terdiam dengan mulut menganga lebar menatap Fair. Oke, lebih baik diam saja daripada berdebat sama cewek yang otaknya rada-rada lemot ini. Cewek itu tertawa. Fair lucu, lemot tapi lucu. Dia makin senang berteman dengan cewek ini. Belum pernah dia ada teman macam Fair ini. Asyik, cocok sama dia.

"Oh ya, kemaren lo kemana? Kok ilang. Gue cari-cari tapi lo malah hilang. Gue dengar beberapa murid bilang lo dibawah pergi kak Tristan," Sasa mengganti topik.

"Bener. Gue takut liat kecelakaan kemaren, kebetulan kak Tristan lewat sama kak Kiffly. Jadi mereka nawarin pulang." sahut Fair. Tidak cerita secara detail tapi tidak berbohong juga.

"Ya elah itu doang," Sasa menertawainya. "Tapi gue penasaran deh, jangan-jangan kak Tristan ada rasa lagi sama lo. Dia kayak merhatiin lo banget. Padahal sama cewek-cewek yang lain dia dinginnya minta ampun.  Sampe ketemu lo. Gue liat perlakuannya ke elo beda, lebih spesial." Sasa memang sudah beberapa kali mengamatinya. Dan dia nggak mungkin salah. Instingnya pasti benar.

"Hussh... Gak boleh sembarangan Sa. Kak Tristan nggak mungkin suka sama gue."

"Ih, bisa aja kali."

"Nggak mungkin."

"Mungkin aja."

"Jadi obatnya masih butuh apa nggak?" suara salah satu petugas UKS menghentikan perdebatan Sasa dan Fair.

"Masih bu," sahut Sasa menyengir lebar lalu mengambil obat ditangan perempuan itu. Rasa pusing di kepalanya sampai hilang saking asyiknya berdebat. Tapi dia masih butuh obat, biar ada tenaga.

"Nanti pulang jadi main ke rumah gue kan?" tanya Sasa kemudian. Fair mengangguk.

"Tapi gue nggak bisa sampe malam, kak Sam nanti cariin."

"Kak Sam? Kakak lo?"

Fair mengangguk. Kak Sam memang sudah dia anggap kakak kandungnya sendiri. Jadi kalau ada orang yang bertanya dia pasti menjawab iya.

"Ternyata lo ada kakak. Lemot kayak lo juga nggak?" Sasa terkikik dengan pertanyaannya. Menurut dia biasanya kakak adek tuh tingkahnya nggak jauh-jauh beda. Bisa ajakan Fair sama kakaknya sama-sama lemot. Wkwk.

"Lo kok tega sih Sa. Masa gue dibilang lemot. Apalagi kak Sam. Kak Sam tuh pinter banget tahu." cemberut Fair.

"Yah kan mastiin doang. Kali aja sama."

"Heh, lo berdua bisa diam gak sih? Lo pikir ini pasar? Bisa ribut seenaknya sesuka lo berdua? Kalo mau ngobrol sana diluar. Sialan!"

Sasa dan Fair yang kaget mendapat serangan tiba-tiba itu dari seorang cewek yang membuka pembatas gorden ranjang menoleh. Cewek itu terlihat sangat ganas. Fair berpikir sebentar, wajah cewek itu familiar. Dimana dia pernah lihat ya?

Tiba-tiba mata Fair melotot lebar. Ah, itu kan cewek yang nembak kak Tristan waktu itu. Tampang ganasnya saat menatap Fair membuat gadis itu merinding.

Lira, nama cewek itu. Dia juga langsung kenal Fair. Satu-satunya cewek yang dia lihat cukup dekat dengan Tristan. Bahkan Tristan memperlakukannya dengan lembut. Dan berbeda tentunya. Lira makin nggak suka. Merasa tersaingi. Dia menatap penampilan Fair dari atas kebawah. Lalu tersenyum sinis. Dari sini mananya Tristan bisa tertarik sama nih cewek. Nggak banget. Jauh banget dibandingin sama dia.

"Lo, nama lo siapa?" todong Lira menunjuk Fair.

"F ... Fair kak," sahut Fair takut-takut.

"Mulai sekarang gue nggak mau lo deket-deket sama cowok gue."

Sasa yang merasa bingung dengan perkataan cewek itu menatap Fair.

"Kalo gue liat lo sengaja deketin Tristan lagi. Gue nggak bakal segan-segan sama lo. Ngerti?" sentaknya lagi kasar.

Fair diam saja. Dan Sasa mengerti sekarang. Cewek itu cemburu sama Fair karena dekat sama Tristan. Dih, dasar kakak kelas centil. Ngaku-ngakunya pacar Tristan. Malu dong. Sasa yang kesal jadinya. Tapi posisi tuh cewek kakak kelas. Nggak mungkin kan mereka ngelawan senior. Bisa-bisa hidup mereka nggak tenang lagi selama sekolah di sini.

"Heh, dengar nggak? Punya mulutkan bego!" sentak Lira lagi.

"I... Iya kak," balas Fair kemudian.

"Apa-apaan ini? Kalau kalian mau ribut-ribut jangan di sini!" tegur sih mahasiswi magang yang bertugas di ruang UKS tersebut. Kesal juga lama-lama dengar suara ribut-ribut para siswi itu.

"Maaf bu," ucap Sasa merasa nggak enak.

"Keluar aja yuk Fair." Kemudian dia menarik Fair keluar dari situ. Biar nggak berhadapan sama kakak kelas sok berkuasa itu lagi. Malas dia.

1
euprasia kewa
lanjut dong thor
Ida Susmi Rahayu Bilaadi
emg gak punya alamat lengkapnya? kan bs pke googelmap. owalah fair
Dysha♡💕
tau gitu ga baca dari awal.
Dysha♡💕
katanya sudah tamat,tapi kok gantung sih Thor,,apalah padahal bagus ceritanya ,,kecewa bangat.
Dysha♡💕
aaaaa sasa
Dysha♡💕
fair sebenernya pintar,hanya saja karena kecelakan jadi agak eror otaknya 😂
Dysha♡💕
dari sekian banyak novel yg lucunya natural ya cuma novel ini😂ya ampun ga berhenti ngakak dari tadi aku🤣
Dysha♡💕
aduh sampe keluar air mataku gara gara ketawain kelakuan fair😂
Jong Nyuk Tjen
maaf thor , aku ga jadi baca . Endingnya d gantung sih
E F
yah kok gini
Santi Nalia
bagus lah Sasa putusin aja cwok kyk gitu....nggak bisa bedain mana pacar...mana adik....
Santi Nalia
tuh kan....samudra....kurang respek SM dia...
Santi Nalia
kurang suka SM sikap ny samudra...terlalu berlebihan SM fair...pdahal kan dia SDH punya cwek seharus ny cwek ny dong prioritas utama.....yaa..walaupun fair SDH d anggap adik sih ....tp ya harus jaga dong perasaan dan hati cwek ny....
Ririn Ningsih
gantung bngt, lanjutannya mana??
Woro Wardani
menarik
shena
🤭🤭🤭
Anonymous
Kak, laniutt Sam sm Dilla aja
ayli
kalo kabur bilang bilng namanya bukan kabur lagii diilll🤣
Anonymous
Kak pleasee lanjutin ceritanyaaa🥺🥺
Bundanya Syahdan
kak kok uda nggak lanjut si 😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!