Marcelo, seorang anak pengusaha terkenal jatuh cinta pada seorang gadis sederhana. Sayangnya cintanya tidak direstui oleh sang ibu, sehingga dia harus berpura-pura gila agar bisa bersatu dengan gadis itu.
Demi cintanya, Mitha rela menikah dengan laki-laki gila dan hidup menderita karena mertua yang menjadikannya seorang pembantu di rumah mewahnya.
Mampukah Mitha bertahan demi cintanya pada Celo sang suami? Yuk ikuti kisah selanjutnya dalam Cinta Gila
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AYi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CG# 27
"Kamu mengenal Mahesa, Laras?" tanya Rosita sesaat setelah mendengar gumaman dari sang calon mantu.
"Sepertinya sudah pernah bertemu, tapi Laras lupa kapan tepatnya, Mi," jawab Laras berbohong.
Laras mengenal betul siapa Mahesa, dulu mereka sekolah di SMA yang sama. Mahesa kelas dua belas sedangkan Laras baru duduk di kelas sepuluh. Mahesa yang berwajah tampan dan memiliki kecerdasan otak di atas rata-rata, menjadi idola di sekolah.
Laras kala itu juga termasuk salah satu siswa yang terpesona dengan ketampanan laki-laki berwajah blasteran itu. Hanya saja, gadis cantik bertubuh jangkung itu tidak memiliki keberanian untuk mendekati sang pujaan hati. Oleh karena itu, pertama kali melihat Marcelo dia mengira jika laki-laki di hadapannya adalah cinta pertamanya.
Saat ke kamar Marcelo dan melihat keadaannya tadi, jantung gadis itu tidak berdesir sama sekali. Tidak ada rasa getar cinta seperti sebelumnya dia rasakan saat bertemu pertama kali. Mungkin debar jantungnya saat itu hanyalah efek rasa terkejut karena merindukan sang cinta pertama.
Laras tidak berani berkata jujur pada sang calon mertua. Dia takut kejujurannya berujung patah hati karena bisa saja Mahesa sudah memiliki kekasih. Namun, dia ingin membatalkan perjodohan ini karena melihat kondisi lelaki yang akan dijodohkan dalam keadaan tidak sadar.
"Mi, Laras pamit ya. Ada kuliah satu jam lagi," pamit Laras berbohong, hari sudah sore tidak mungkin ada kuliah lagi di jam lima kecuali kelas malam.
"Oh, iya. Hati-hati, ya. Terima kasih sudah mau menjenguk Celo," sahut Rosita sembari menyambut pelukan wanita cantik pilihannya.
Laras segera meninggalkan rumah besar nan mewah itu. Dia harus segera membatalkan perjodohan ini. Rasanya tidak sanggup saat nanti bertemu dengan cinta pertamanya yang tidak pernah hilang.
Ternyata dia salah mengenali perasaannya sendiri saat bertemu dengan Celo pertama kali. Jantung yang berdetak lebih cepat dari biasanya, ternyata hanya efek kejut memorinya yang tiba-tiba mengingatkan kejadian di masa lalu
Gadis itu memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju kantor sang ayah. Dia ingin meminta pada sang ayah untuk membatalkan perjodohannya. Dalam hati kecilnya berharap permintaannya dikabulkan sang ayah.
"Dad, apa kedatanganku mengganggu?" tanya Laras begitu masuk ke ruangan sang ayah.
Sapto terkejut mendapati sang anak kesayangan tiba-tiba muncul di hadapannya tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Laki-laki berusia empat puluh lima tahun itu meletakan pena dan berkas yang tadi dipegangnya, lalu berdiri dengan merentangkan kedua tangannya sebagai tanda meminta sang anak memeluk dirinya.
"Kenapa masih bertanya? Apapun akan daddy berikan untuk anak kesayangan daddy," sahut Sapto seraya mengusap lembut punggung sang anak.
"Dad, Laras ingin pertunangan itu dibatalkan saja. Ternyata Marcelo itu sakit parah, tapi ditutupi oleh keluarga Weasley. Tadi aku ke sana untuk menjenguk dia. Ternyata dia sudah tidak bisa apa-apa. Matanya hanya terpejam dan tidak bergerak sama sekali. Wajah pucat dan badan kurus kering. Pokoknya, Laras tidak mau melanjutkan perjodohan ini. Aku hanya mau menikah dengan laki-laki yang sehat!" ungkap Laras dengan mimik wajah yang sangat meyakinkan.
Wajah gadis itu tampak memelas saat bercerita tentang keadaan sang calon tunangan. Dia memang terpesona dengan anak kedua Weasley itu, tetapi dia juga tidak mau menikah dengan laki-laki penyakitan. Ditambah lagi yang menjadi kakak iparnya adalah cinta pertama saat masih SMA.
Tidak mungkin dia sanggup menjalani rumah tangga tanpa cinta, tetapi setiap hari melihat orang yang masih bertahta dalam hatinya bersama wanita lain. Siapa pun tidak akan sanggup bersanding dengan saudara kandung orang yang dicintai.
"Kalau hanya itu alasannya, daddy akan meminta tunangan kamu digantikan dengan anak pertama Weasley. Dia juga tidak kalah tampan dengan adiknya. Bagaimana?" usul sang ayah menyarankan sebuah solusi
"Memang boleh minta ganti? Bukannya anak pertama Weasley tidak ada di sini saat ini?" Dengan mata menyipit Laras bertanya seolah tidak percaya pada sang ayah.
"Apa yang tidak bisa buat anak daddy?" tanya Laras lagi dengan rasa ketertarikan yang tertinggi.
"Daddy dan tuan Weasley memiliki ikatan kerja sama yang tidak bisa dibatalkan begitu saja. Daddy akan berusaha membujuk calon ayah mertua kamu," janji seorang ayah pada anaknya.
Dalam hati Laras bersorak gembira karena akhirnya aku bertemu dengan cinta pertamanya yang telah lama menghilang. Gadis itu sangat berharap laki-laki itu belum memiliki pasangan atau tidak sedang mengharapkan seseorang untuk dijadikan kekasih. Walaupun begitu, dia tetap bahagia karena sang ayah tidak akan pernah mengecewakannya.
***
Damian saat ini sedang berada di kamar anak keduanya sambil bekerja. Saat membaca email, tiba-tiba ada panggilan masuk dari tuan Sapto Hudoyo. Ayah tiga anak itu pun langsung menjawab panggilan tersebut.
Tuan Sapto Hudoyo bertanya tentang kebenaran apa yang disampaikan oleh anak gadisnya. Dia juga mengatakan ingin perjodohan antara Laras dan Marcelo ditukar menjadi Laras dengan Mahesa. Ayah satu anak itu mengatakan tidak ingin memiliki menantu penyakitan seperti Marcelo. Di akhir percakapan mereka, telah disepakati jika perjodohan tetap berlangsung hanya saja Marcelo digantikan oleh Mahesa.
Usai mengakhiri percakapan dengan calon besan, Damian langsung menghubungi sang anak agar segera pulang. Awalnya sang anak tidak mau pulang dengan alasan sedang mengerjakan tesis, karena memang anak itu sudah menargetkan lulus magister dalam waktu dekat. Namun, setelah diberi tahu keadaan sang adik yang tengah sakit, Mahesa mengiyakan permintaan sang ayah untuk pulang ke Indonesia.
Saat akan kembali duduk dan melanjutkan pekerjaannya yang tertunda. Pandangan mata Damian tidak senagaja menangkap pergerakan tangan sang anak. Sesuai janji dokter yang menangani Marcelo saat ini, obat tidur itu telah habis pengaruhnya.
Damian mendekati sang anak yang masih tergolek lemah. Marcelo menggerakkan tangannya yang dipasang infus karena merasa tidak nyaman. Tak lama kemudian mata Marcelo pun terbuka.
"Papi?" Marcelo terkejut mendapati dirinya berada di dalam kamar lamanya, langsung terduduk. "Mitha sudah pulang, belum?"
Mata Marcelo memindai ruangan serta seluruh badannya. Tangan yang terpasang infus berulang kali dilihat seolah bertanya ada dengan dirinya saat ini.
"Mitha belum ditemukan. Saat ini orang-orang Papi masih di terminal kota T, mereka curiga istrimu ditolong warga setempat dan disembunyikan. Terbukti, salah satu orang bayaran papi melihat wanita dengan wajah sangat mirip Mitha tetapi penampilannya berbeda," jelas Damian seraya mengusap kepala sang anak.
"Cepat sehat! Biar kita bisa sama-sama mencari istrimu," lanjut Damian sambil berlalu menuju meja belajar Marcelo yang kini menjadi meja kerjanya.
"Semoga dia tidak dalam bahaya. Apa orang suruhan Papi sudah memukul mundur mereka?" tanya Marcelo cemas.
*
*
*
sukses selalu Thor
Laras baik untungnya
meski banyak rintangan yang selama ini menghalangi,akhirnya semua bisa bahagia.
semau sendiri.