Beana Hermawan adalah seorang gadis cantik berhijab berusia 16 tahun. Dia lahir dari keluarga yang cukup sederhana.Berkat kecerdasannya dia mendapatkan beasiswa dari sekolah SMA terbaik di Jakarta.
Di sinilah masalah di mulai.Diam-diam Sehan Adifta Setiawan sang ketos sekaligus anak pemilik yayasan di sekolah itu mulai menyukai nya dan melakukan pelecehan yang membuat nya hamil dan terpaksa menjadi orang tua tunggal karena sang pelaku tidak mau bertanggung jawab.
Bisakah dia menjadi ibu yang baik untuk anaknya nanti ataukah dia akan menggugurkan bayinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Airina Nu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
27
"Kau".ucap seorang wanita sambil berjalan mendekati seorang gadis sedang menggendong seorang anak kecil.
Gadis berhijab itu hanya bisa terdiam sambil menurunkan anak kecil itu di kursi panjang dengan hati-hati.
Wanita itu langsung mendekati anak kecil itu dengan hati yang sangat kacau saat dirinya tidak mendapati gadis kecilnya itu menghilang.
"Sayang kamu kemana saja, Mommy dari tadi nyariin kamu"
"Maaf Mommy".ucap gadis kecil itu sambil memeluk erat tubuh Mommy nya.
"Mommy di sini sayang jadi kamu tenang saja sekarang kami sudah aman".ucapnya menenangkan hati Putrinya.
Lalu wanita itu melihat ke arah Beana dengan tatapan membunuh.
"Kamu, kamu mau menculik anakku ya".tuduhnya.
Gadis berhijab itu hanya menggelengkan kepalanya tanda tidak.
" Lalu apa motif mu telah membawa pergi putri ku?
"Maaf! Maafkan saya Bu".
" Kali ini saya maafkan kamu tapi jika saya melihat kamu lagi saya tidak akan segan-segan akan menjebloskan kamu ke dalam penjara,ingat itu".ucapnya sambil menggendong putrinya pergi dari tempat itu.
Beana hanya menunduk dia hanya terdiam tanpa bicara karena kejadian itu telah membuatnya jadi tontonan orang-orang.
"Niat hati ingin menolong tapi yang terjadi malah sebaliknya".
Mungkin itulah kata-kata yang bisa di ucapkan Beana saat ini.
Gadis itupun berjalan keluar dari taman.Kini dirinya sedang berjalan menyusuri jalan raya hingga langkahnya berhenti saat mendengar suara di salah satu Masjid.
Gadis berhijab itu berjalan masuk ke dalam Masjid untuk melaksanakan sholat zuhur.
Sementara di tempat berbeda.
Gadis kecil itu kini sudah berada di dalam rumahnya.
"Mommy".panggilnya setelah duduk di sofa.
" Ya sayang ".jawabnya sambil ikut duduk di sofa.
"Mommy,kakak yang di taman itu yang menolong Lin".ucapnya dan membuat wanita yang berada di samping nya itu mendadak terkejut saat mendengarnya.
" Maksud Lin apa Mommy tidak mengerti".
"Ini".kata gadis itu sambil menggulung celana panjangnya dan terlihat lah luka di lutut sang anak.
"Kenapa bisa terluka Lin? tanya wanita itu cemas.
" Tadi Lin jatuh Mom terus kakak tadi yang nolongin Lin pergi ke Dokter".
Wanita itu merasa sangat bersalah seharusnya dirinya tadi tidak emosi dan memarahinya bahkan dirinya mengancamnya akan menjebloskan nya ke dalam penjara.
"Ya Tuhan ampunilah hamba karena telah berburuk sangka kepada gadis itu.Secapatnya Aku harus meminta maaf kepadanya".batinnya berkata.
" Ya sudah sekarang Mommy gendong ke kamar kamu ya, kamu harus istirahat ".
Gadis kecil itupun mengangguk iya.
" Istirahat lah Mommy ambilkan Lin makan dulu,oke".ucapnya setelah sampai di dalam kamar putrinya.
"Baik Mommy".
Kembali ke Beana.
Setelah selesai melaksanakan sholat zuhur Beana melangkah keluar Masjid.
Sekarang ini dirinya sedang menunggu mobil angkot kini tujuannya kembali pulang ke kostnya.
Mobil yang di tunggu pun datang dan dia pun naik.Dirinya sekarang ini sedang dilema memikirkan keputusan apa yang harus di ambilnya.
Di satu sisi dirinya masih ingin melanjutkan pendidikannya tapi bagaimana jika pihak sekolah tau kalau kini dirinya sedang hamil,apakah dirinya akan dikeluarkan itu sudah pasti dan juga beasiswa yang di dapatkannya dengan susah payah harus di cabut.
"Pusing neng? tanya penumpang yang duduk tepat berada di depannya.
Beana melihatnya hanya bisa mengangguk kan kepalanya.
" Perlu abang anterin ke klinik ".ucapnya menawarkan diri.
" Tidak usah terima kasih.Saya sudah mau turun".ucapnya menolak.
Hingga mobil angkot yang di naikinya pun berhenti di sebuah rumah yang bertuliskan kost khusus putri.
Laki-laki itupun hanya melihat gadis yang telah mencuri hatinya pun turun.
"Jadi di sini dia tinggal tidak sia-sia aku menyamar".ucapnya sambil tersenyum.
bersambung