Aku istrinya, tapi aku disembunyikan layaknya simpanan. Dinikahi secara siri, kemudian suamiku menikah lagi. Aku pikir itu adalah puncak neraka duniaku, aku salah. Berpisah dengan putriku yang baru lahir ke dunia, itu lebih sakit dari pada luka hatiku.
Akulah Padma, wanita yang kalian hina hanya karena starta sosial yang berbeda. Ini aku, ini kisahku, tentang istri siri yang bangkit dari lubang hina yang kalian gali untukku. Satu persatu, akan kubalas kalian! Ini janjiku, dari jiwa yang kalian benci selama ini.
Follow IG author Sept : Sept_September2020
Selamat datang di karyaku ke 22. Selamat membaca, semoga terhibur.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sept, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sakit Tak Berdarah
Istri Rasa Simpanan Bab 27
Oleh Sept
Ada badai yang melanda hati Guntur sampai pria itu sangat murka pada Padma. Wanita yang dulu ia nikahi secara agama hanya karena menunggu restu ibunya. Ya, nyonya Gumilang tidak sudi Guntur menikahi anak pembantunya sendiri. Alhasil, ini yang membuat Guntur menikah secara diam-diam. Tidak dicatat oleh negara, hanya sah menurut agama saja.
Inilah yang menjadi awal mula derita Padma. Hanya karena sang suami takut miskin, dia harus menderita seorang diri. Semakin parah, tatkala ia harus dipisahkan dengan bayinya. Dan Guntur tidak pernah tegas. Selalu Padma yang menderita dan mengalah.
Lalu, apa kali ini Padma juga akan diam saja? Pasrah pada keadaan? Ketika Guntur melakukan apa yang ia inginkan?
BRUAKKK ...
Padma mendorong keras tubuh Guntur sampai pria itu membentur rak kecil tempat sepatu.
"Ish!"
Guntur mendesis kesal, ia tarik dasinya dengan kasar, kemudian dilempar ke sembarang arah.
"Jangan mendekat!" sentak Padma galak. Dia tidak mau disentuh oleh laki-laki kasar seperti Guntur. Laki-laki jahat yang hanya bisa menyakitinya sejak dulu.
"Berani kamu, Padma?" Guntur menyalak marah, matanya melotot seperti ngajak ribut.
Guntur salah, jika ancaman dan kemarahan dia, bisa membuat Padma menyerah dan patuh. Padma justru mengangkat wajahnya tinggi, kemudian mencari sesuatu untuk perlindungan diri.
PYARRR ...
Padma lari dari meraih botol minuman yang ada di atas meja, ia pecahan botol yang masih penuh itu. Ia benturkan tembok sampai pecah dan isinya membasahi seluruh lantai di bawahnya.
"Jangan mendekat!"
Kini balik Padma yang mengancam, ia mengacungkan permukan botol yang pecah ke arah Guntur.
Bukannya mundur, Guntur hanya tersenyum getir. Kemudian terus berjalan, menginjakkan serpihan kaca. Tidak sakit, karena Guntur masih pakai sepatu.
"Aku bilang jangan mendekat!" teriak Padma kencang.
PYARRR ...
Guntur merebut botol itu dengan cepat kemudian melemparnya jauh, hingga pecah menjadi serpihan.
"Berani sekali kamu Padma? Hem? Apa kamu sudah tidak punya rasa takut lagi?" Guntur mencengkram kedua bahu Padma dengan keras.
Padma langsung membuang muka, tidak mau menatap wajah Guntur yang menjengkelkan tersebut. Sedangkan Guntur, dia juga sakit hati. Padma malah tidak mau menatapnya.
Dengan kasar pria itu mencengkram rahang Padma, sampai wanita itu mau melihat matanya.
"Aku sedang bicara denganmu!"
DUKKKK ...
Mungkin terlalu sakit hati, spontan Padma yang rahangnya dicengkram, langsung saja menendang ke pusat bumi. Membuat Guntur mundur, menarik diri kemudian memegangi barangnya yang sakit akibat tendangan Padma.
Guntur mengumpat kesal, sembari menahan rasa sakit, ngilu, jadi satu. Sementara itu, ketika Guntur sedang kesakitan, Padma langsung mencari cela untuk keluar. Ia mencari kunci apartment, tapi tidak mendapat apapun, yang ada malah Guntur mulai berdiri tegap dan langsung menarik lengannya.
"Lepasinnn! Kamu sudah gilaaa! Lepasin!"
Settt ....
Brughhhh!
Tubuh Padma dilepar langsung ke atas ranjang, Padma yang kala itu belum siap, sangat terkejut karena seperti kebanting di atas ranjang.
Dia mulai panik karena Guntur langsung menarik bajunya paksa. Padma sekuat tenaga meronta, tapi Guntur langsung mengungkung tubuh Padma yang bukan tandingan Guntur tersebut.
Padma jelas kalah, semakin dia meronta, Guntur semakin keras menahan dirinya. Pria itu kini mengunci ruang gerak Padma dengan menekan kedua pergelangan tangan Padma. Ia berhasil membuat Padma tidak berkutik.
"Jangan!"
Bulir bening menetes dari sudut mata wanita tersebut. Padma hampir putus asa, ketika tubuhnya diapit kedua kaki Guntur, dia benar-benar tidak bisa lolos.
"Aku mohon! Jangan," ucap Padma dengan nada rendah. Ia memohon sambil menggeleng pelan. Berharap Guntur tidak memaksakan kehendaknya.
Tidak peduli wanita di depannya menitihkan air mata, Guntur sudah gelap mata kali ini. Ia lepas semua pakaian yang ia kenakan, begitu juga dengan Padma, semuanya ia lepas dengan paksa.
Padma menggeleng, menutup tubuhnya dengan tangan, tapi tidak ada yang bisa menahan Guntur untuk saat ini. Sekeras apapun Padma meronta, Guntur tidak peduli. Dengan paksa, dia membuat Padma menderita. Penyatuan paling sakit yang pernah Padma rasakan. Sakit tapi tidak berdarah.
Bersambung
Mas Bledek, alus dikit napa sih!
maaf ya,klo slh..jngn di bully/Pray/