Follow ig: ayasakaryn24
Season 1
Kisah seorang wanita yang selalu kehilangan orang-orang yang terkasih dalam hidupnya.
Saat ia mencoba memulai kehidupan barunya, ia pun dihadapkan dengan pilihan, bertahan atau melepaskan.
"Aku adalah kopi, yang selamanya akan menjadi kopi. Bukan segelas teh yang selalu digemarinya" Alea
"Maaf, aku tak bisa mencintaimu. Bukan tak ingin, namun ada amanah yang harus ku jaga" Alviro.
〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️
Season 2 ( Sentuh Hatiku 1)
Pernahkah anda mencintai seseorang yang usianya terpaut dari anda?
Aurelia Cassandra Dirgantara, gadis dengan sejuta warna mencintai Reyhan yang umurnya terpaut cukup jauh.
Kisah ini pun diwarnai dengan cinta segitiga, dimana Rasya yang merupakan saudara sekandung Reyhan juga menaruh hati pada Aurel.
〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️
Season 3 (Sentuh Hatiku 2)
Berharap lebih pada seseorang memanglah tidak terlalu baik. Apalagi harapan tersebut nyatanya tak sesuai dengan apa yang diimpikan.
Irene Dinanti, gadis yang dicampakkan oleh kekasihnya perkara salah berkirim pesan singkat. Tak hanya disitu saja, kesialan pun bertubi-tubi menimpanya di hari yang sama.
Namun pertemuannya dengan si tampan membuat gadis itu sedikit menemukan jalan keluar atas kesulitan yang menimpanya. Hingga akhirnya keduanya pun terjebak akan permainan mereka sendiri.
Siapakah si tampan itu?
Ikuti terus ya kisahnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ririn Puspitasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 27
maafkan typo yang bertebaran🙏🙏🙏
happy reading guys😉
.
.
.
Roland memungut foto yang terjatuh. betapa terkejutnya ia saat melihat potret wanita yang dikenalnya, tampaknya potret tersebut diambil secara diam-diam
"Alea. ." gumam Roland
"jangan-jangan yang dimaksud bang Abizar selama ini adalah Alea" lanjutnya
Flashback on :
Roland yang heran melihat Abizar dengan wajah nampak frustasi dan pulang dengan tangan kosong. sebelumnya Abizar berpamitan keluar untuk membeli makanan ringan di toserba karena pada saat itu kulkas Roland sedang kosong.
"bang. . bukannya lo mau beli makanan" tanya Roland.
"gak jadi, gue udah gak laper" ujar Abizar.
"trus ada apa dengan muka lo ?" tanya Roland lagi.
"gue ketemu lagi sama seseorang yang harus gue hindari. beberapa tahun ini gue udah mengubur rasa itu tapi pas ngeliat dia dari kejauhan, tembok yang udah gue pasang mendadak runtuh" ujar Abizar panjang lebar.
Roland yang mengerti bagaimana perasaan saudara tirinya itu pun hanya bisa menenangkannya.
"ya udah kalo gitu mendingan lo kejar tuh cewek. siapa tau kalian memang berjodoh" ujar Roland menepuk pundak Abizar.
Abizar pun hanya tersenyum perih
.
.
.
Alviro menuruni anak tangga lalu menuju ruang makan. ia melihat istrinya yang tampaknya sangat sibuk menyiapkan sarapan.
Alviro pun langsung melepaskan jas yang belum ia pakai tadi disampirkan dikursi, kemudian ia menggulung lengan bajunya.
"sini biar aku yang bawain ke meja" ujar Alviro.
"gak usah mas, mas kan udah rapi. mendingan mas duduk aja" tukas Alea
"udah gak apa-apa kok" jawab Alviro langsung merebut dua piring nasi goreng yang ada di tangan Alea.
Alea tersenyum mendapat perlakuan manis dari Alviro.
selesai sarapan, Alviro pun bersiap untuk berangkat bekerja begitu juga dengan Alea.
"biar saya antar kamu ke tempat kerja" ujar Alviro
"gak usah mas. saya bisa naik taksi kok. nanti mas telat ke kantornya" ujar Alea
"aku paling gak suka penolakan. lebih baik kamu ikut aku, kita berangkat bareng" ujar Alviro memaksa.
"baiklah mas" ujar Alea yang hanya bisa menurut.
Alviro pun tersenyum simpul dan langsung melajukan mobilnya.
Alviro memberhentikan mobilnya tidak jauh dari tempat Alea bekerja.
"terimakasih mas" ujar Alea.
Alea hendak turun dari mobil
"tunggu sebentar" ujar Alviro. lalu ia menyulurkan tangannya. Alea tersenyum menyambut tangan Alviro dan langsung mencium tangan suaminya itu. biasanya jika Alea hendak menyalami Alviro selalu Alviro acuhkan namun kali ini ia sangat senang dengan perubahan Alviro.
Alviro langsung melajukan mobilnya.
"hati-hati dijalan mas" ucap Alea berteriak sambil melambaikan tangannya.
.
.
Dilain tempat, Regita memandang foto Alviro masih bayi.
"sekarang kamu sudah sangat tampan" ujar Regita sambil mengusap foto Alviro.
"makasih ma" ujar Reksa yang berada tidak jauh dari regita sambil membaca koran.
"Alviro maksud mama pa, bukan papa"timpal Regita.
" Alviro tampan juga ketularan dari papanya" sahut Reksa
"helo. . Alviro itu punya wajah menawan karena ketularan dari mamanya yang punya paras menawan. muka papa itu gak tampan melainkan kayak kresek bakwan" ujar Regita yang tak mau kalah.
Reksa pun langsung terperangah dengan ucapan istrinya barusan.
"wah. . luar biasa. . terus kenapa mama masih suka sama papa kalo muka papa kayak kresek bakwan?" ujar Reksa.
"yah meskipun muka papa kayak kresek bakwan tapi cinta mama ke papa really just one" ujar Regita yang bangkit dari tempat duduknya.
Reksa tertawa mendengarkan apa yang baru saja dikatakan istrinya.
"hahaha. . bila cinta sudah mendekat, taik kambing pun serasa coklat" ujar Reksa sambil tertawa terbahak-bahak.
Regita langsung melemparkan tatapan membunuh kepada suaminya itu. tampaknya ia tak suka kata-kata diakhir kalimat yang dikatakan oleh suaminya itu. Reksa pun langsung terdiam menghentikan tawanya.
"sepertinya aku sedang dalam bahaya" ujar Reksa dalam hati.
.
.
.
Roland sedari tadi menunggu kehadiran Abizar. sebelum Roland menuju kesini, ia sudah menghubungi Abizar terlebih dahulu mengajaknya bertemu di caf yang tidak jauh dari klinik.
belum lama kemudian Abizar pun memunculkan batang hidungnya.
"ada apa? tumben ngajak ketemuan disaat makan siang" ujar Abizar.
Roland pun mengeluarkan foto yang kemarin ia temukan.
Abizar terdiam saat melihat foto miliknya berada ditangan Roland.
"apakah wanita ini yang abang maksud?" tanya Roland.
Abizar masih saja terdiam, kemudian ia menganggukan kepalanya tanda membenarkan ucapan Roland.
"apakah dia sudah menikah?" tanya Roland memancing.
"iya. . baru-baru ini tau kalo dia udah nikah." jawab Abizar dengan putus asa
"dia adalah istri dari bos ditempat kerja gue sekaligus sahabat gue" ujar Roland
Abizar pun langsung terkejut mendengar ucapan dari adik tirinya itu.
.
.
.
.
terimakasih untuk para readers yang setia membaca novel saya. jangan lelah ya untuk ikuti terus kisah selanjutnya. . .
dan jangan lupa like dan komennya😊
salam manis RPA😊