"Sekarang Kau sudah berani membangkang padaku! Aku ini masih suamimu!" Raungan amarah seorang Pria terdengar menggelegar di sebuah penjara bernama HAREM.
"Mulai sekarang kau bukan istriku! Aku akan menceraikanmu!"
LAZARUS... Tuan muda pewaris Perusahaan Corporation Foundation. Dingin, Angkuh, serta tidak boleh ada seorang pun yang boleh menolak semua kemauannya.
"Kau tau Lazarus?! Aku saat ini sangat luar biasa bahagia, hanya mendengarmu akhirnya akan melepaskanku darimu dan dari belenggu rantai rumah ini! Haha... " Angela dengan puasnya tertawa seakan dunia kembali padanya, sampai membuat Lazarus yang mendengar tawanya begitu murka.
NERAKA... Satu kata kehidupan yang selama ini Angela lalui.
Yuk ikuti ceritanya yang menguras emosi dan ketegangan, THE POWER OF WOMEN~~~
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere ernie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
HASRAT MENGALAHKAN SEMUANYA
Lazarus mencoba menyembunyikan rasa senangnya, itu sangat sulit baginya rasanya ingin menarik Angela ke dalam pelukannya. "Ehm!"
Angela tersentak kaget mendengarnya, ia merutuk dalam hatinya. "Sudah siap Tuan, silahkan."
Lazarus berjalan ke tempat duduk bersiap untuk makan. "Duduklah, temani aku makan." ucapan Lazarus membuat kedua mata Angela membulat.
"Kenapa? Tidak mau menuruti perintahku?" Lazarus menaikkan sebelah alisnya tapi senyuman menggoda melekat di bibirnya.
Hei! Aku belum mencoba merayumu! Kenapa kau sekarang yang mencoba merayuku! Angela mengumpat dalam hati.
Lazarus mengambil satu piring tambahan, memasukkan ikan dan salad ke atas piring. "Ini makanlah. Aku tak suka makanan dingin! Cepat duduk atau kau akan menerima hukuma dariku," menatap dalam Angela.
*Huh! Beraninya selalu mengancam! Aku sudah kebal! Tapi bukankah ini kesempatanku? Aku tak usah memikirkan dengan cara bagaimana merayu*mu!
Angela dengan cepat duduk di seberang Lazarus.
"Tidak! Bukan duduk disana! Kemarilah duduk di sampingku," sekali lagi titah Lazarus terdengar.
Angela sedikit ragu, tapi ia tak mau berpikir lama dengan cepat bangun dari duduknya dan segera berpindah ke samping Lazarus.
Lazarus berdiri, menarik kursi untuk Angela, kemudian ia duduk kembali. "Ini makanlah, kau harus habiskan," menyodorkan piring yang sudah terisi pada Angela.
Angela mengambilnya, mulai memasukkan makanan ke dalam mulutnya.
Lazarus hanya diam menatap Angela yang sedang mengunyah makanan di mulutnya, tak menghiraukan makanannya sendiri. Semua kerinduannya membuatnya terlena. Bibirnya terus menerus tersenyum, tak sadar mengangkat tangan besarnya mengusap pipi Angela.
Angela tersentak, memalingkan wajahnya ke samping menatap Lazarus. "Apa yang Anda lakukan Tuan?"
Lazarus tetap tersenyum. " Ada helaian rambut terjatuh di pipimu, aku takut kau akan memakannya," Lazarus mengangkat bahu tak merasa bersalah.
Dasar Buaya! Jadi dulu kelakuannya seperti ini saat diluar rumah! Merayu semua wanita! Tenang Angela, ambil saja kesempatan ini!
Angela balas tersenyum, ia mengangkat tangannya memegang tangan besar Lazarus yang masih bersarang di pipinya, lalu menggenggamnya lembut. "Apa Anda sedang menggoda saya Tuan? Apakah boleh saya menerima perlakuan Anda ini?" Angela menatapnya lembut.
Degh!
Lazarus kebingungan dengan penerimaan Angela, bukankah dia membenci dirinya? Kenapa sekarang dia berbalik menggodanya? Apakah terjadi sesuatu padanya sampai harus merayunya?
Baiklah sayang... aku akan membantumu bersandiwara, sampai aku mengetahui keadaan yang memaksamu harus kembali padaku untuk merayuku dengan wajah yang berbeda. Sekarang aku benar-benar akan menjagamu, sepertinya sudah waktunya aku membalas satu persatu yang telah menyakitimu! Bathin Lazarus.
Lazarus memajukan tubuhnya, menggoda bibir Angela dengan jari tangannya. "Kalau begitu cobalah goda aku... "
Angela menatap Lazarus, tak ada lagi keraguan dalam benaknya. Tangannya mulai merayap diluar kemeja Lazarus, dengan perlahan membuka kancingnya satu persatu. Setelah terlepas, ia memasukkan tangannya ke dalam kemejanya, mengusap lembut dada Lazarus. Ia memajukan wajahnya, mengecup bibir Lazarus.
Lazarus merasa tak cukup dengan kecupannya, menarik tubuh Angela menempel padanya. Melahap bibir Angela dengan rakus, melepaskan semua kerinduan.
Angela merasa tidak bisa bernafas, mendorong tubuh Lazarus. "Tuan a-ku... " tak sempat berucap, bibirnya kembali dicium.
Tangan Lazarus sibuk membuka blazer yang dipakai Angela, melemparnya. Sebelah tangannya lalu sibuk menjelajah masuk ke dalam kemeja Angela, mengelus kulit mulusnya. Sebelah tangannya lagi sibuk membuka kancing kemeja Angela, tak sabar bahkan menarik paksa sampai kancing terlepas dari jahitannya.
Setelah semua kancing kemeja Angela terlepas, ciuman Lazarus turun ke leher jenjangnya, menggigit kecil disana.
"Aww... " Angela berteriak kecil.
Lazarus tersenyum mendengarnya. "Kulitmu harum sekali... " meneruskan kenakalannya menyusuri setiap jengkal bagian atas tubuh Angela sampai terdengar nafas terengah Angela.
"Kau mau aku memasukimu sekarang?"
"Yahhhh~... " suara serak Angela menjawabnya.
Lazarus membopong tubuhnya berdiri, berjalan ke arah ranjang di dalam ruangan kantornya. Menjatuhkan tubuh Angela, melepaskan sisa pakaian yang melekat di tubuhnya.
Melihat tubuh polos Angela, ia dengan cepat menanggalkan semua sisa pakaian yang melekat di tubuhnya sendiri. Membaringkan tubuhnya di atas Angela, dengan perlahan tapi pasti memasukkan miliknya ke dalam milik Angela, menyalurkan hasratnya. Sayang... kau tidak pernah tau berapa kali aku selalu membayangkan kita seperti sekarang.
Angela melepaskan semua pikirannya, menerima perlakuan Lazarus padanya. Hanya sementara Angela... sampai tujuanmu selesai! Jangan sampai kau terlalu terlena dan menikmatinya!
Tapi lain dihati lain di tubuh, mereka berdua saling melepaskan kerinduan yang terpendam. Mengeluarkan semua hasrat yang tertahan, saling menyerang tanpa kata mengalah dan menyerah. Setelah lama bertarung, akhirnya pertarungan selesai dengan kemenangan milik bersama.
Angela terengah-engah, menatap langit-langit ruangan merasa kesal pada dirinya sendiri. Apa ini? Apa yang kau lakukan Angela! Kau bahkan menikmatinya! Arghtt!
Kepala Lazarus masih betah berada di pundak Angela dan tak ada keinginan menyingkirkan tubuhnya dari atasnya.
"Tuan, bisakah kau turun dari atas tubuhku? Kalau tidak kau akan membunuhku dengan berat tubuhmu itu!"
Lazarus dengan tak rela bangun dari atas tubuh Angela, menarik selimut lalu menyelimuti tubuh polos mereka berdua, ia berbaring disamping wanita yang dicintainya, menariknya kedalam pelukannya.
Angela merasa tidak nyaman, perlakuan Lazarus sudah diluar batas. Untuk apa dia memeluknya setelah melepaskan nafsunya?
"Tuan, aku harus pulang. Kepala Pengurus nanti akan mencariku," Angela beralasan.
"Hm, temani aku tidur sebentar. Aku yang akan menjelaskan padanya nanti," lengan kekarnya malah memperketat pelukannya.
Angela hanya bisa pasrah mengikuti kemauan Lazarus, membiarkan dia memeluknya.
Lazarus seketika terlelap nyenyak setelah bertahun-tahun tidurnya terganggu, masih dengan pelukan eratnya tak ingin melepaskan, juga dengan senyuman yang tak lepas dari bibirnya.
cucok sm babang laz